Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI Dra. Widia Permana, S.Sos., M.AB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI Dra. Widia Permana, S.Sos., M.AB."— Transcript presentasi:

1 PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI Dra. Widia Permana, S.Sos., M.AB

2 PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI 1 ANALISIS SUBYEK 2 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 3 MENENTUKAN SUBYEK BAHAN PUSTAKA

3 ANALISIS SUBYEK ANALISIS SUBYEK adalah proses meneliti, mengkaji, menyimpulkan yang dibahas di dalam bahan pustaka. KONSEP SUBYEK Merupakan suatu kesatuan kerangka struktur atau susunan penguraian subyek dalam bahan pustaka. Subyek yang dibahas dalam bahan pustaka memiliki 3 unsur yang membentuk satu kesatuan konsep subyek, yaitu :

4 ANALISIS SUBYEK a.Topik yang dibahas Yaitu inti permasalahan yang sebenarnya dibahas atau diuraikan dalam bahan pustaka. Para ahli biasa menyebutnya dengan istilah fenomena. Contoh : Pengantar Ilmu Perpajakan.  Pajak Memelihara ikan dan ayam  Ikan dan Ayam.

5 ANALISIS SUBYEK b.Disiplin Ilmu Yang dimaksud disiplin ilmu disini termasuk di dalamnya pengertian sub disiplin ilmu yang menjadi tuntunannya. Disiplin ilmu adalah kajian bidang ilmu pengetahuan yang mempunyai obyek serta metodologinya. Contoh : 1.Pedoman memelihara ikan karangan Agus Murtono »Topik yang dibahas : ikan »Disiplin ilmu : Perikanan.

6 ANALISIS SUBYEK 2.Teknik pengawetan ikan karangan Haryono »Topik yang dibahas : ikan »Disiplin ilmu : Teknologi makanan 3. Jenis jenis ikan di perairan Indonesia, karangan Hadi Supriyatna »Topik yang dibahas : ikan »Disiplin ilmu : Zoologi

7 ANALISIS SUBYEK c. Bentuk Penyajian Merupakan wujud dari pengaturan organisasi, media dan sitematika penyajian subyek pada bahan pustaka. Dibagi 2 kelompok : 1.Struktur yaitu suatu subyek disajikan dlaam pustaka menurut struktur atau sistematika susunan tertentu, seperti : –Monograf, disertasi, kumpulan dokumen penerbitan ilmiah, kamus, direktori,bibliografi, katalog dan indeks.

8 ANALISIS SUBYEK 2. Media berupa bahasa, simbol matematis, gambar, peta, kaset dan sebagainya. Contoh : Peta kepadatan penduduk Kalimatan Timur Subyek : kepadatan penduduk Bentuk penyajian : peta. Dalam proses klasifikasi, bentuk penyajian ini tidak merubah pengertian subyek, akan tetapi hanyalah merupakan unsur pembeda subyek dalam berbagi bentuk penyajian.

9 ANALISIS SUBYEK Contoh : “ International dictionary of psychology” Subyek : psikologi Bentuk penyajian : kamus. “Bibliografi tentang anggrek”  Subyek : Anggrek  Bentuk penyajian : bibliografi

10 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS Untuk dapat menentukan subyek buku secara tepat dan cepat : 1. Judul a.Cover title b.Half title c.Series title d.Title page title e.Subtitle f.Runing title

11 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS a.Judul kulit (Cover title) yaitu apa yang terpampang pada kulit buku, tampak dari luar kalau buku sedang tertutup. b.Judul separo (Half title) Judul ini biasanya pendek tanpa disertai nama pengarang dan tertera pada halaman yang mendahului halaman judul. Judul ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan apabila tidak terapat jenis judul lainnya.

12 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS c.Judul seri (Series title) Tidak selamanya judul seri ini berguna untuk menentukan subyek buku. Akan tetapi sering juga dapat memberikan petunjuk yang diandalkan. Judul seri adalah nama sebuah seri buku termasuk. Letaknya dapat pada halaman jilid, atau sebelah kiri halaman judul atau sebelum halaman judul, atau pada halaman judul itu sendiri. Contoh : Membuat setek, cangkok, dan okulasi Seri Pertanian – L163/88 Design of Machinery with Student Resource DVD (McGraw- Hill Series in Mechanical Engineering)

13 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS

14 d.Judul pada halaman judul (Title page title) Halaman judul ini merupakan kunci yang penting sekali untuk memahami isi buku yang bersangkutan, karena pada halaman inilah tertulis judul yang lengkap, anak judul, dan biasanya juga tertera nama penulis, edisi, penerbit, tempat dan tahun penerbit.

15 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS e.Anak judul (Subtitle) Adalah judul tambahan atau penjelasan yang ditulis langsung setelah judul utama. Contoh : Kanjut Kundang : prosa jeung puisi Sunda sabada perang. It self an education : six lectures on classification.

16 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS f.Judul halaman dalam (Runing title) Adalah judul yang dicetak berulang ulang pada halaman dalam sebelah atas dari sebuah buku, dari awal sampai akhir. Judul ini biasanya akan berguna bila terdapat buku yang tidak ada halaman judulnya karena rusak atau robek.

17 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 2. Pengantar (Preface/Foreword) 3. Daftar Isi (Table of Contents) Adalah suatu penjelasan yang fungsinya mengantarkan hal hal yang dianggap perlu, terutama mengenai maksud dan ide yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Adalah halaman awal dari sebuah buku dengan pemberian nomor halaman dan merupakan kerangka susunan sistematis dari materi yang disajikan dalam suatu buku.

18 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 4. Pendahuluan (Introduction) Kadangkala dijadikan bab pertama dari sebuah buku. Pendahuluan ini memberikan keterangan lebih jauh tentang subyek yang dibahasnya, dibanding dengan yang ada pada pengantar.

19 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 5. Bibliografi (Bibliography) Pada umumnya dicantumkan di akhir bab sebuah buku. Sumber yang dipakai ditunjukkan merupakan kepustakaan atau literatur suatu subyek yang berkaitan dengan topik yang di bahas.

20 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 6. Lidah buku (blurb) Berisi rekomendasi secara langsung maupun tidak dari penerbit tentang buku yang bersangkutan beserta keistimewaannya baik isi, cara penyajian mauun tentang penulisnya. Biasanya dicetak pada lidah jaket buku (book jacket atau dust jacket). Bersifat iklan, bisa juga ulasan tentang penerbit diletakkan pada kulit belakang sebuah buku.

21 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 7. Indeks (Index) Indeks merupakan daftar alfabetis dari nama dan subyek yang dibahas dalam sebuah buku secara terperinci disertai penunjukan letaknya secara tepat Ada karya yang terdiri dari beberapa jilid ada kalanya mempnyai indeks tersendiri menjadi satu jilid. Misalnya Encyclopedia Americana, Britanica.

22 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS

23 8. Keahlian penulis (author expertise) Pada halaman judul atau di halaman belakang buku sering kita jumpai keterangan keterangan tentang profesi atau kualifikasi penulis, misalnya Profesor bidang ilmu statistika, dosen matakuliah psikologi, dll. Memungkinkan juga untuk diperoleh dari referensi yang lain seperti “who’s who dalam bidang tertentu, kamus biografi, ensiklopedia.

24 9. Keterangan Dari luar a.Katalog penerbit b.Resensi buku c.Bibliografi nasional MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS

25 Katalog penerbit

26 Resensi Buku « Penerbitan Buku.htmResensi Buku « Penerbitan Buku.htm MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS

27 10. Ahli / teman sejawat 11. Pangkalan data (database) 12. Teks (Text)

28 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 10. Pangkalan data (database) Untuk menentukan subyek dapat dilakukan dengan cara penelusuran pada database perpustakaan itu sendiri atau pada perpustakaan lain sebagai bahan pertimbangan. Untuk penelusuran pada database perpustakaan itu sendiri, akan mengurangi perbedaan buku yang sama dengan subyek berbeda.

29 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 11. Teks (Text) Teks adalah bagian utama dari sebuah buku, tidak termasuk lampiran, indeks, dan sebagainya. Pengklasir “terpaksa” harus membaca teks sebuah buku, apabila dengan hal hal tersebut di atas belum berhasil menyimpulkan subyek dari buku tersebut.

30 MEMBACA BUKU SECARA TEKNIS 12. Ahli / teman sejawat Apabila semua cara sudah ditempuh masih gagal dapat dilakukan dengan menanyakan pada ahli, (dosen, peneliti, untuk diminta pertimbangan topik pembahasan buku tersebut. Pada lingkungan perguruan tinggi memungkinkan untuk bertanya pada subject spesialist atau subject expert.

31 MENENTUKAN SUBYEK BAHAN PUSTAKA Untuk menentukan subyek bahan pustaka kita sering menggunakan : Library of Congress Subject Heading Search List Subject Heading Medical Subject Heading Ketiga subject heading ini merupakan sarana untuk menentukan subyek atau cakupan bidang ilmu yang dibahas dalam bahan pustaka dengan menggunakan abjad dan disusun menurut alfabetis Contoh : Ilmu ekonomi  ECONOMICS Pendidikan dasar  EDUCATION, ELEMENTARY

32 Company Logo MENENTUKAN SUBYEK BAHAN PUSTAKA SUBYEK HARUS BERSIFAT SPESIFIK –Tentukan dulu aspeknya –Cari juga wilayahnya –Cari juga waktunya : kapan, misalnya sejarah, kesusteraan (contoh : angkatan balai pustaka 1966, dll) –Cari juga bentuk penyajian, misalnya kamus, encyclopedia, sastra (puisi, esai, prosa, drama), handbook, dll

33 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI a.Klasirlah sebuah buku menurut subyeknya, dan kemudiaan menurut bentuknya, kecuali dalam karya umum dan satra bentuknya yang lebih utama (Sayers) Contoh : Kamus biologi. Subyek : Biologi (574), Bentuk : Kamus -03 Maka nomor klasifikasinya adalah : Sedangkan Encyclopedia Britannica dimasukkan ke dalam 032 dengan pertimbangan bentuknya adalah ensiklopedia, umum dan bahasanya adalah bahasa Inggris.

34 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI b.Klasirlah sebuah buku sesuai dengan maksud dan tujuan si penulisnya (Sayer & Merrill) Contoh : Indonesia selayang pandang. Diketahui dari pengantar penulis ingin membahas tentang segala segi mengenai Indonesia, maka dimasukkan pada nomor geografi Indonesia. 915

35 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI Aspek Waktu Wilayah Bentuk SUBYEK SPESIFIK c.Klasirlah sebuah buku pada subyeknya yang paling spesifik jangan pada golongan yang lebih umum (Sayer)

36 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI d.Klasirlah sebuah buku pada kelas yang diperkirakan paling bermanfaat bagi pemakai perpustakaan yang bersangkutan (Sayer & Merrill) Contoh : Riwayat hidup seorang ahli kedokteran Dapat diberikan nomor dan Akan bermanfaat apabila pada perpustakaan umum diberikan nomor dan pada perpustakaan fakultas kedokteran diberikan nomor

37 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI e.Lebih dari satu subyek BUKU SUBYEKDI KLASIR PADA Berhubungan (2 atau lebih)Subyek yang lebih diutamakan Tidak berhubunganPembahasannya yang lebih luas Berhubungan sama beratSubyek yang lebih luas, misal : Hindu, Yahudi, Islam  290 Tidak berhubungan dan tidak ada yang diutamakan Yang disebut dulu pada schedule (bagan), bukan subyek yand dibahas lebih dahulu, misal : Yahudi (296) Hindu (294.5)  Bimbingan kerja (371,42) Bimbingan pribadi (371.46) keduanya merupakan bagian terbesar dari Bimbingan dan penyuluhan  371.4

38 Company Logo PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI f.Bila subyek sebuah buku tidak mempunyai nomor klasifikasi dalam schedule (bagan) klasirlah pada nomor yang paling dekat (Sayer) Tidak dibenarkan membuat sendiri nomor klasifikasi yang baru


Download ppt "PRINSIP PRINSIP KLASIFIKASI Dra. Widia Permana, S.Sos., M.AB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google