Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

H2OH2OH2OH2O. Sifat fisika dan kimia dari air  Berwujud cair pada suhu kamar  Memiliki titik leleh 0 o C & titik didih 100 o C, Jika tidak memiliki.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "H2OH2OH2OH2O. Sifat fisika dan kimia dari air  Berwujud cair pada suhu kamar  Memiliki titik leleh 0 o C & titik didih 100 o C, Jika tidak memiliki."— Transcript presentasi:

1 H2OH2OH2OH2O

2 Sifat fisika dan kimia dari air  Berwujud cair pada suhu kamar  Memiliki titik leleh 0 o C & titik didih 100 o C, Jika tidak memiliki ikatan hydrogen antara molekul air maka titik lelehnya -100 o C dan titik didihnya -90 o C  Air juga dapat melarutkan ion yang terdapat didalam mineral  Air merupakan system dasar asam basa yang kita gunakan, dimana otomatis akan memberikan ion hidronium dan hidroksida. 2H 2 O (l)  H 3 O + (aq) + OH - (aq)

3 Sifat-sifat hidroksida :  Basa terkuat dalam larutan  Merupakan anion dari bermacam senyawa logam  Berbahaya, mengiritasi kulit  Logam hidrida tidak stabil karena akan terbentuk oksidanya Padatan Hidroksida dari gol I dan II dapat berekasi dengan C0 2 CaCl 2 (aq) + 2 NaOH (aq)  CU(OH) 2 (s) + NaCl (aq) Ca(OH) 2 + CO 2 +  CaCO 3 + H 2 O Hidroksida dibentuk dari proses hidrolisis PO 4 3- (aq) + H 2 O (l)  HPO 4 2- (aq) + OH - (aq)

4 Radikal Hidroksil  Bermula dari terbentuknya atom oksigen terseksitasi, hasil fotodisosiasi ozon. O 3 (g) O 2 (g) + O*(g)  Sekitar 80 % oksigen yang telah tereksitasi tersebut bertabrakan dengan molekul gas diatomik lain sehingga kembali ke keadaan dasar, kemudian bereaksi lebih lanjut dengan O2(g) membentuk ozon kembali. O*(g) + M(g) O(g) + M(g)  20 % sisanya bereeaksi dengan uap air menghasilkan radikal hidoksil O*(g) + H 2 O(g) OH(g) + OH(g)  Produk yang dihasilkan bersifat sebagai bahan pengoksidasi. Radikal hidroksil juga dihasilkan dari emisi ozon pada mesin fotokopi dan printer laser.

5 Sifat-sifat Sulfur :  memiliki bilangan oksidasi yang jaraknya lebar (+6 ke +4, +2 ke -2)  persenyawaan yanjg paling stabil dari sulfur adalah sulfat  hanya memungkinkan memiliki dua ikatan kovalen

6 Alotrop sulfur  S 8 (siklooktasulfur). kelimpahan paling banyak di alam, diatas suhu 95 o C berbentuk kristal jarum dibawah suhu tersebut berbentuk gumpalan, S 8 mendidih pada suhu 444 o C dan menghasilkan gas bewarna hijau  S 6 (sikloheksasulfur) memiliki kelimpahan kedua setelah S 8. S 6 dapat disintesis dengan reaksi 6 Na 2 S 2 O HCl  S SO NaCl + 6 H 2 O  S 12 (siklododekasulfur) bentuk alotrop sulfur kedua yang paling stabil setelah S 8, sintesisnya dengan reaksi sebagai berikut & C 2 H 8 ) 2 O sebagai pelarut H 2 S 8 + S 4 Cl 2  S HCl

7 H 2 S dapat digunakan segagai sumber belerang, H 2 S tersebut di reaksikan dengan Etanolamin (H0CH 2 CH 2 NH 2 )  metoda ClausH 2 S dapat digunakan segagai sumber belerang, H 2 S tersebut di reaksikan dengan Etanolamin (H0CH 2 CH 2 NH 2 )  metoda Claus H0CH 2 CH 2 NH 2 (l) + gas bumi H0CH 2 CH 2 NH HS - HS - H 2 S (g) HS - H 2 S (g) 2 H 2 S (g)  2 SO H SO H 2 S  6 S + 4 H 2 O Cara lain selain dua metoda diatas adalah dengan mengolah Pyrit (FeS 2 )Cara lain selain dua metoda diatas adalah dengan mengolah Pyrit (FeS 2 ) FeS 2 FeS + S (g) Kalor, H 2 O kalor

8 Senyawa-Senyawa Sulfur H2SH2SH2SH2SKarakteristik:  Gas tidak berwarna  Berbau menyengat.  Lebih beracun dari HCN Pembuatan:  Di alam dihasilkan oleh bakteri anaerobik (pada tumbuhan yang membusuk, tanah berlumpur).  Dalam skala laboratorium, dibuat dengan mereaksikan FeS dengan HCl. FeS (s) + 2HCl(aq) → FeCl2(aq) + H2S(g)

9 Reaksi-reaksi yang melibatkan H 2 S  Reaksi dengan udara : 2H 2 S(g) + O 2 (g) → 2H 2 O(l) + 2S(s) 2H 2 S(g) + 3O 2 (g) → 2H 2 O(l) + 2SO 2 (g)  Dalam bentuk larutan dapat dioksidasi oleh berbagai oksidator, dengan reaksi: H 2 S(aq) → 2H+(aq) + S(s) + 2e- Eo = V  Pendeteksian H2S dilakukan dengan menggunakan kertas Pb-asetat. Uji positifnya kertas yang tidak berwarna akan menjadi hitam. Reaksi yang terjadi: Pb(CH 3 COO) 2 (s) + H 2 S(g) → Pb S (s) + 2CH 3 COOH(g)

10 Kegunaan H 2 S  Digunakan dalam pemisahan D 2 O dari air melalui metode distilasi, karena titik didih D 2 O lebih besar daripada titik didih H2O, reaksi yang terjadi:  HDS(g) + H 2 O(l) H 2 S(g) + HDO(l)  HDS(g) + HDO(l) H 2 S(g) + D 2 O(l) Pengujian H 2 S  Pendeteksian H 2 S dilakukan dengan menggunakan kertas Pb- asetat. Uji positif ditunjukkan dengan perubahan warna pada kertas yang semula tak berwarna menjadi hitam Reaksi yang terjadi: Pb(CH 3 COO) 2 (s) + H 2 S(g) → PbS(s) + 2CH 3 COOH(g)

11 Sulfida  Dapat bereaksi membentuk larutan dengan logam alkali dan alkali tanah, yang dapat terhidrolisis dalam air, S 2 - (aq) +H 2 O(l) → HS - (aq) +OH - (aq) HS - (aq) + H 2 O(l) → H 2 S(g) + OH - (aq)  Pembuatannya dengan reaksi reduksi Na 2 SO 4 pada suhu tinggi. Na 2 SO 4 (s) + 2C(s) → Na 2 S(l) +2CO 2 (g)

12 Kegunaan sulfida Digunakan dalam system baterai recharge sebagai elektroda, dengan elektrolit berupa NaAl 11 O 17. Reaksi yang terjadi : Digunakan dalam system baterai recharge sebagai elektroda, dengan elektrolit berupa NaAl 11 O 17. Reaksi yang terjadi : Na(l) → Na+(NaAl 11 O 17 ) + e- nS(l) + 2e- → Sn 2-(NaAl 11 O 17 ) Na 2 S : untuk pengendapan ion logam berbahaya Na 2 S : untuk pengendapan ion logam berbahaya SeS 2 : sebagai zat aditif untuk shampo anti ketombe SeS 2 : sebagai zat aditif untuk shampo anti ketombe MoS 2 : sebagai minyak pelumas pada permukaan logam MoS 2 : sebagai minyak pelumas pada permukaan logam CdS : pewarna kuning pada cat minyak CdS : pewarna kuning pada cat minyak

13 Sulfur Dioksida Sifat :  gas tidak berwarna, beracun, dan bersifat asam.  Bentuk molekul seperti huruf V, dengan sudut  Larut dalam air  Dapat bertindak sebagai pereduksi SO 2 (aq) + 2H 2 O(l) SO 4 2- (aq) + 4H + (aq) + 2e-  Dapat mengakibatkan hujan asam SO 2 (g) + H 2 O(l) + O H 2 SO 4 (aq)

14 Pembuatan:  Diproduksi secara alami oleh gunung berapi. Skala lab SO 3 2- (aq) + 2H + (aq)H 2 O(l) + SO 2 (g) HSO 3- (aq) + H + (aq)H 2 O(l) + SO 2 (g)  Dihasilkan sebagai hasil samping pada proses pembakaran minyak bumi. Pengujian : Sifat pereduksinya diuji dengan menggunakan pengoksidasi yang dapat berubah warna,Contohnya ion dikromat Sifat pereduksinya diuji dengan menggunakan pengoksidasi yang dapat berubah warna,Contohnya ion dikromat Cr 2 O 7 2- (aq) + 14 H9 (aq) + 6 e - 2Cr 3+ (aq) + 7H 2 O (l)

15 Kegunaan  Sebagai pengelantang dan pengawet, terutama untuk buah – buahan  Mematikan jamur dan organisme penghancur pada buah - buahan

16 Hujan Asam Reaksi : Reaksi : SO 2 (9) + H 2 O (G) + “O” H 2 SO 4 (aq) Cara mengatasi : Cara mengatasi : dengan mengubah belerang dioksida menjadi kalsium sulfat padat 2CaO (s) + 2SO 2 (g) + O 2 (g) 2CaSO 4 (S)

17 Sulfur Trioksida Karakter :  Pada suhu kamar berbentuk cairan tak berwarna  Beracun  Bersifat asam.  Larut dalam air  Membeku pada suhu 16 o C dan membentuk kristal trisulfur nonaoksida  Bereaksi dengan air membentuk asam sulfat  Dibuat dari SO 2 SO 2 (g) + O 2 (g) 2SO 3 (g)

18 H 2 SO 4 Fungsi :  Sebagai asam H 2 SO 4(aq) + H 2 O (l) H 3 O + (aq) + HSO 4 - (aq) HSO 4 - (aq) + H 2 O (l) H 3 O + (aq) + SO 4 2- (aq)  Sebagai dehidrator C 12 H 22 O 11 (S) + H 2 SO 4(aq) 12C (S) + 11H 2 O (g)  Sebagai oksidator Cu (s) + 2H 2 SO 4(l) CuSO 4 (aq) + SO 2 (aq) + 2H 2 O (l)  Sebagai basa H 2 SO 4(aq) + HSO 4 F (l) H 3 SO 4 + (H 2 SO 4 ) (aq) + SO 3 F(H 2 SO 4 )  Sebagai reagent pengsulfonasi gugus aril H 2 SO 4(l) + CH 3 C 6 H 5(l) CH 3 C 6 H 4 SO 3 H (aq) + H 2 O (l) H 2 SO 4(l) + CH 3 C 6 H 5(l) CH 3 C 6 H 4 SO 3 H (aq) + H 2 O (l)

19 Tiosulfat (S 2 O 3 2- )

20 TIOSULFAT (S 2 O 3 2- ) Fungsi :  Sebagai pereduksi dalam titrasi redoks  Untuk fotografi  Deklorinasi air Reaksi Pembentukannya : S(s) + SO 3 2- (aq) S 2 O 3 2- (aq)  Biasanya berupa kristal Na 2 S 2 O 3.5H 2 O : Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O (s)  Na 2 S 2 O 3 (aq) + 5 H 2 O  Pemanasan Natrium tiosulfat akan menghasilkan : 4 Na 2 S 2 O 3 (s)  3 Na 2 SO 4 (s) + Na 2 S (s) + 4 S (s)

21 PEROKSODISULFAT (S 2 O 8 2- ) AAAAsam peroksodisulfat berwujud padatan berwarna putih OOOOksidasi ion tiosulfat dengan menggunakan elektroda platina, dalam larutan asam dan konsentrasi tinggi, akan menghasilkan peroksodisulfat. RRRReaksinya : 2 HSO4 - (aq)  S2O8 2- (aq) + 2 H+ (aq) + 2 e-


Download ppt "H2OH2OH2OH2O. Sifat fisika dan kimia dari air  Berwujud cair pada suhu kamar  Memiliki titik leleh 0 o C & titik didih 100 o C, Jika tidak memiliki."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google