Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

. Dosen: Drs. Mariman HRC, MM, MPd.. PENDAHULUAN  Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis  Jadi, syarat pertama untuk bisa menulis dan menjadi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: ". Dosen: Drs. Mariman HRC, MM, MPd.. PENDAHULUAN  Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis  Jadi, syarat pertama untuk bisa menulis dan menjadi."— Transcript presentasi:

1 . Dosen: Drs. Mariman HRC, MM, MPd.

2 PENDAHULUAN  Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis  Jadi, syarat pertama untuk bisa menulis dan menjadi penulis adalah kemauan  Jika kemauan belum muncul, padahal tuntutan menghasilkan karya tulis terus menghantui kita, kita harus memotivasi diri sendiri  Jadi, syarat kedua untuk jadi penulis adalah kemampuan memotivasi diri sendiri  Bagaimana cara memotivasi diri sendiri?  Tergantung diri sendiri, tetapi keinginan-keinginan tertentu sering manjur untuk maksud itu  Misalnya, karena ingin cepat selesai kuliah, namanya dikenal orang (terkenal), pendapatnya diketahui orang, membuat tulisan karena masalah seperti itu belum ditulis orang, menanggapi tulisan, pendapat, atau mereaksi suatu keadaan, menambah penghasilan, dll

3 Pendahuluan lanjutan…  Lazimnya, orang mempunyai kemauan dan termotivasi karena memiliki pengetahuan dan kemampuan  Pengetahuan dan kemampuan adalah syarat berikutnya untuk menjadi penulis  Tetapi, jika kita telah mempunyai kemauan dan motivasi, pengetahuan dan kemampuan lebih mudah untuk dikembangakan  Pengetahuan dan kemampuan berkaitan dengan isi tulisan, apa yang diuraikan dalam karyatulis  Namun, ia juga berkaitan dengan cara dan tatacara mengungkapnya  Yang terakhir itu berkaitan dengan kemampuan membahasakan apa yang ingin diungkapakan dan format penulisan Jadi, pada intinya, untuk menjadi penulis atau menghasilkan karya tulis orang harus memiliki kemauan, motivasi, pengetahuan, dan kemampuan

4 Pendahuluan lanjutan…  Pengetahuan dan kemampuan juga terkait dengan cara mengungkapkan gagasan: aspek bahasa  Kemampuan mengungkapkan ide dalam bahasa yang benar dan komunikatif adalah kunci keberhasilan seeseorang untuk menjadi penulis  Singkatnya, ada dua unsur pengetahuan & kemampuan yang harus dimiliki: apa yang akan diungkapkan (isi) dan bagaimana cara mengungkapkan (bentuk)  Aspek isi dan bentuk adalah dua hal yang mendukung eksistensi sebuah karya tulis; keduanya saling terkait dan saling melengkapi  Tulisan dengan bahasa yang benar jika isi tidak meyakinkan, orang akan malas membaca karena tidak memberi nilai tambah  Tulisan dengan ide yang bagus, orisinal, dan luas, tetapi jika bahasanya tidak benar akan kacau (bahasa menunjukkan karakter penulis)  Berlatih menulis karya ilmiah mesti melibatkan kedua unsur itu  Pemilihan topik dan pembuatan outline lebih terkait dengan unsur isi

5 PEMILIHAN TOPIK  Pertanyaan: apa yang harus (akan) saya tulis adalah hal yang paling sering dipertanyakan setiap orang yang bermaksud menulis  Apa yang harus ditulis berarti: topik, tema, isi, masalah, apa yang diungkapkan  Tidak sedikit orang yang kebingungan untuk memilih topik, tidak tahu apa yang harus ditulis, padahal ia bukan orang bodoh  Termasuk mahasiswa S2 dan S3 yang kebingungan memilih topik, judul, penelitian tesis dan disertasi  Padahal, pemilihan topik adalah hal pertama yang mesti dilalui jika seseorang ingin menulis tentang apa saja  Jika topik (judul) telah ditemukan, boleh dikatakan kerja penulisan karya telah 50% selesai karena selebihnya tinggal mengembangkannya  Mengembangkan topik pun tidak semudah, tetapi juga tidak sesulit yang dibayangkan

6 Cara Pemerolehan Topik Karangan  Membaca:  Langkah pertama seseorang yang ingin menulis adalah membaca dan membaca untuk mendapatkan “ilham”  Membaca apa saja yang menarik (ingat: penulis yang baik adalah pembaca yang lebih baik lagi)  Lewat bacaan akan diperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman yang berharga  Juga akan diperoleh gaya penulisan yang baik yang dapat dijadikan “teladan” sementara sebelum orang menemukan gaya sendiri  Lewat bacaan orang disadarkan bahwa ternyata begitu banyak persoalan (topik, permasalahan) yang dapat diangkat menjadisebuah karya tulis  Dari situ kita dapat memperoleh “ilham”, ide, gagasan, atau hal-hal lain yang dapat juga dijadikan topik penulisan Ingat: ilham penulisan tidak pernah datang sendiri tanpa diusahakan kedatangannya

7 Apa Saja yang Sebaiknya Dibaca?  Jurnal:  Jurnal lazimnya memuat berbagai hasil penelitian atau teori mutakhir  Jurnal yang sesuai dengan bidang, minat, kepentingan, atau keperluan  Jurnal lazimnya bersifat spesifik dan serumpun, jadi satu jurnal memuat berbagai teori dan temuan yang serumpun  Jurnal mudah didapatkan: tiap PT, fakultas menerbitkannya, dalam dan luar negeri  Buku Referensi:  Buku lazimnya memuat berbagai teori, pendapat, kutipan berbagai hasil penelitian terkait, dan lain-lain yang lebih luas dan mendalam  Nilai kemutakhiran buku lazimnya dinilai kalah dibanding jurnal (walau tahun penerbitannya sama; ingat buku terbitan 2 atau 3 dekade yang lalu saja masih sering dirujuk)  Pada kenyataannya buku lebih praktis untuk dimiliki dan dibaca daripada jurnal

8 Apa Saja lanjutan…  Majalah Ilmiah:  Majalah ilmiah, mirip jurnal, juga lazim memuat berbagai artikel mutakhir baik teori, pendapat, maupun acuan terhadap hasil penelitian  Lazimnya isi majalah lebih heterogen dibandingkan dengan jurnal yang spesifik  Majalah populer pun baik juga dibaca karena di dalamnya juga sering dimuat hal-hal ilmiah, namun dengan kemasan populer  Juga fakta, berita, dan feature  Surat Kabar Harian  Setiap kali terbit, surat kabar harian memuat artikel (ilmiah, semiilmiah)  Topik artikel sudah pasti untuk tiap hari (misal, untuk terbitan minggu hampir semua harian menampilkan artikel seni dan sastra)  Banyak berita, fakta, feature yang dapat dijadikan rujukan atau ilham penulisan ilmiah

9 Cara Pemerolehan lanjutan…  Diskusi dengan Sejawat  Diskusi dengan sejawat secara santai tetapi kadang agak serius tentang topik aktual  Diskusi dengan sejawat dapat menjadi ajang brainstorming yang efektif  Aktivitas diskusi dapat melahirkan atau memunculkan ide-ide baru dan segar yang layak ditindaklanjuti dengan penulisan  kelanjutan diskusi sejawat bisa berupa konsultasi dengan pakar bidang yang bersangkutan Imisal untuk menemukan topik penelitian)  Menghadiri Seminar dan membaca Makalah Seminar  Menghadiri seminar secara aktif mirip dengan diskusi sejawat tetapi lebih formal; terutama seminar dengan tema yang relevan dengan bidang atau menarik minat  Jika tidak sempat, usahakan dapat memperoleh makalahnya  Lewat kegiatan itu kita akan disadarkan bahwa ternyata ada begitu banyak topik yang dapat digali dan diungkap  Kita dapat memperoleh “ilham” dan kemudian mencoba mengembangkan dan menuliskannya

10 Cara Pemerolehan lanjutan…  Merenung, Berimajinasi  Merenung dan berimajinasi bukan berfantasi atau berkhayal; orang sering salah tafsir  Semua karya besar, apa pun namanya, pasti lewat imajinasi pencipta atau penulisnya  Imajinasi mengandung aktivitas dan produktivitas; berimajinasi = creative thinking  Berimajinasi adalah aktivitas mengolah semua input, menyintesis dan mengevaluasinya, kemudian mengungkapkannya kembali dalam bentuk “karya” yang orisinal  Orisinal dalam arti “barang baru” milik penulis ybs dan sesuai dengan kepribadiannya  Kualitas keluaran berimajinasi, selain ditentukan oleh kualitas imajinasi orang ybs, juga kualitas input (banyak,luas, mendalamnya; input=bahan penulisan=topik dan bahan pengembangannya) Maka, jika ingin dapat menulis dengan baik, kita harus memperbanyak input tsb, antara lain lewat aktivitas membaca dan membaca

11 CARA PEMILIHAN PEMILIHAN TOPIK  Membaca dan mencari berbagai topik dan permasalahan yang baik dan layak dicermati sebanyak mungkin baik-baik saja  Tetapi, daya tahan tubuh dan daya rekam otak kita terbatas; demikian juga waktu juga amat terbatas  Kita lazimnya tidak menguasai dan ahli di banyak bidang (walau ada orang yangahlidi berbagai bidang)  Maka, perlu pembatasan topik dan masalah apa saja yang sebaiknya kita cari, cermati, dan kembangkan dalam rangka membuat karya tulis  Artinya, topik dan permasalahan perlu dibatasi agar tulisan dapat lebih memfokus, mendalam, dan tuntas  Tulisan sedikit tetapi mendalam dan tuntas, akan lebih baik daripada nggladrah tetapi tidak jelas fokusnya  Jika memiliki sejumlah topik,sebaiknya itu dikembangkan ke dalam judul-judul tulisan yang berbeda

12 Cara Pemilihan lanjutan…  Pertimbangan dalam pemilhan topik penulisan antara lain dapat disebutkan:  Menarik:  menarik diri sendiri  mungkin karena sesuai bidang keahlian, mempunyai pengetahuan yang memadai  faktor khusus yang menyebabkan kita tertarik  Mempunyai kemampuan untuk melakukan:  penulis harus yakin bahwa topik yang dipilihitu dapat dijangkau oleh kemampuannya  lazimnya dilatarbelakangi oleh bidang keahlian  didukung oleh referensi (laboratorium, narasumber, sumber data) yang dapat dijakangkau  untuk penelitian besar (tesis, disertasi, hibah) juga harus didukung oleh ketercukupan waktu dan biaya

13 Cara Pemilihan lanjutan…  Aktual:  aktual, sedang menjadi topic of the day  banyak orang menaruh perhatian pada masalah itu  diperlukan sumbangsaran dari berbagai sudut pandang/keilmuan untuk solusi suatu permasalahan  terutama jika kita ingin menulis di media masa, tetapi juga berlaku untuk penulisan dan penelitian yang lain hanya kadar aktualitasnya berbeda  Bermanfaat: ada dampak positif, misalnya bagi  pengembangan keilmuan (lazimnya sesuai dengan bidang yang digarap)  solusi atau sumbangsaran bagi suatu persoalan keilmuan/kemasyarakatan  lembaga (misal: dunia pendidikan)  masyarakat (umum)

14 PEMBUATAN OUTLINE  Menulis pada hakikatnya adalah mengungkapkan ide dan gagasan ke dalam wujud bahasa tertulis  Ide, gagasan, atau materi yang ada di pikiran banyak sekali (baik yang sudan siap diungkap maupun yang masih berupa kelebatan-kelebatan pikiran yang harus dikembangkan)  Agar dapat diungkapkan dengan sistematis-logis dan dengan bahasa yang benar, semua harus ditata, disistematiskan, dan dipersiapkan dengan baik  Penataan itu sebaiknya konkret, tidak hanya di pikiran saja, dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca berulang-ulang  Penataan pikiran itu sebenarnya berupa perencanaan tentang apa saja yang akan dituliskan dan bagaimana pengurutannya  Itulah yang kemudian disebut sebagai outline karya tulis

15 Pembuatan lanjutan…  Outline (secara kamus): garis besar, bagan, skema, sketsa, kerangka  Outline karangan: kerangka karangan, garis besar karangan  Outline berisi kerangka topik dan sub-subtopik yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lengkap-jadi  Outline mencantumkan judul karangan dan sub-subjudul (bab, bagian) (semuanya sementara)  Outline haruslah sudah memberikan gambaran jelas tentang masalah yang diuraikan dalam karangan  Semua subjudul harus mendukung tema karangan yang secara jelas tercermin dalam judul; semua subjudul mendukung judul utama karangan  Semua sub-subjudul harus mendukung subjudul  Semua subjudul menunjukkan secara konkret tentang apa saja yang akan diuraikan dalam batang tubuh karangan  Dengan membaca outline, mestinya orang sudah dapat membayangkan apa isi karangan secara keseluruhan  Outline yang jadi tidak lain adalah daftar isi sebuah karya tulis

16 Langkah pembuatan Outline  Penyakit yang menghantui penulis pemula (sering juga: yang telah berpengalaman) adalah memulai sebuah tulisan  Kebingungan itu biasanya meliputi pertanyaan: apa yang harus pertama dituliskan, serta bagaimana pengalimatan dan pengalineaannya  Kebingunan pertama disebabkan oleh adanya sejumlah gagasan yang “berebut” untuk lebih dahulu diuliskan;apa yang mesti dituliskan diawal penulisan  Atau sebaliknya, kebingugnan karena takada gagasan yang akan diungkapkan  Kebingungan kedua menyangkut aspek bahasa, bahasa tulis- menulis  Bagi mahasiswa/pelajar yang sedang belajar menulis ketepatan unsur bahasa bahasa tampaknya lebih ditekankan  Tetapi, bagi para penulis sungguhan (mahasiswa S2/S2 masuk kelompok ini), aspek isi karangan lebih ditekankan  Hal itu tidak berarti masalah bahasa diabaikan, tetapi semestinya itu sudah baik (kalau belum baik, ya…kebangeten)

17 Langkah lanjutan … Cara pembuatan outline sebagai berikut  Tuliskan judul (sementara) karangan yang akan dibuat  Tuliskan semua topik/subtopik/ide yang terkait dengan judul (tema) karangan  Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, tidak usah terburu mengurutkannya secara logis-kronologis  Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara), cermati satu per satu berdasarkan cakupan dan urutan  Cakupan dimaksudkan sebagai satu subtopik dan sub-subtopik yang menjadi bawahannya yang memang berkaitan secara logika  Atau, satu subjudul dengan subjudul-judul yang mendukungnya  Urutkan tiap subjudul dan sub-subjudul ke dalam pengurutan yang menunjukkan alur pemikiran yang logis-kronologis  Urutan subjudul langsung mendukung judul,dan sub-subjudul mendukung langsung subjudul

18 Langkah lanjutan …  Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara logis- kronologis selesai, cermati sekali lagi:  Mungkin ada yang perlu ditambahkan, dibuang, atau dipindah letaknya ke bagian yang yang lebih sesuai  Jika sudah, selesailah pembuatan outline karangan itu dan dilanjutkan membuat karangan secara utuh  Tetapi, itu tetap bersifat sementara karena dalam proses penulisan selalu saja terjadi perubahan: pengurangan, pemindahan, atau penambahan sub-subjudul atau ide-ide baru yang muncul kemudian  Pengembangan outline menjadi karangan yang utuh dapat dimulai dari subjudul mana saja tergantung kesiapan refenrensi  Tetapi, alur logika yang runtut harus tetap diusahakan pada akhir penulisan  Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas mendukung tema karangan

19 Contoh Outline Jadi PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULUTURAL A. PENDAHULUAN B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural 2. Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural D. PENUTUP

20 Contoh Outline Perbaikan Penambahan PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULUTURAL A. PENDAHULUAN 1. Kondisi Pendidikan Bahasa dan Sastra di Indonesia Dewasa Ini 2. Pentingnya Inovasi dalam DuniaPendidikan di Indonesia B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Hakikat Pendidikan Berwawasan Multikultural 2. Pentingnya Implementasi Pendidikan Berwawasan Multikultural 3. Pendekatan Pendidikan Berwawasan Multikultural C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural a. Pembelajaran Keterampilan Berbahasa b. Implementasi Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural 2. Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural a. Sastra: Budaya dalam Tindak b. Sastra Bermuatan Multikultur c. Implementasi Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural D. PENUTUP

21 Outline untuk Alinea  Pembuatan outline biasanya hanya sampai pada penulisan judul, subjudul, dan sub-subjudul  Perincian ke dalam sub-subjudul menjadi banyak atau sedikit tergantung pada luas dan kompleksnya topik tiap subjudul  Tetapi, bagi penulis pemula, mengembangkan sub-subjudul menjadi alena-alinea yang mendukungnya pun sering tidak semudah yang dibayangkan  Untuk itu, dapat juga dibuat “outline-outline” tiap alinea tersebut  Outline yang dimaksudkan di sini tidak lain adalah pikiran-pikiran pokok yang dapat dinyatakan dalam satu/dua kata; tiap kata/kata- kata akan dikembangkan menjadi satu alinea  Tuliskan semua kata/kata-kata itu yang terlintas di pikiran, tidak usah berpikir urutannya dulu  Selanjutnya kurang lebih sama dengan proses pembuatan outline di atas

22 Manfaat Outline  Sebelum menulis, disarankan agar kita membuat outline terlebih dahulu, baik ditulis secara formal maupun sekadar coret-coretan kecil  Namun, disarankan outline itu betul-betul dituliskan sehingga dapat dijadikan rujukan berpikir sambil berproses menulis  Mungkin saja ada penulis yang tidak membuat outline, tetapi dapat menghasilkan tulisan yang baik.  Namun, para penulis pemula sebaiknya membuat outline untuk dapat lebih menata proses bekerjanya secara lebih baik  Ada banyak manfaat outline, dan beberapa di antaranya dikemukakan berikut.

23 Manfaat lanjutan…  Memungkinkan kita, penulis, melihat keseluruhan gagasan yang akan ditulis  Alur logika uraian gagasan dapat dilihat secara jelas  Jika terjadi kekurangtepatan penempatan sub-subtopik secara alur logika, kita dapat memperbaikinya agar lebih runtut  Jika ada suatu topik yang kurang relevan dengan tema keseluruhan (judul), topik itu dapat dibuang  Sebaliknya, jika suatu topik penting ternyata belum muncul, ia dapat ditambahkan pada subjudul yang tepat  Dapat dihindari adanya ketumpangtindihan gagasan-gagasan di beberapa subjudul; pilih di tempat mana suatu topik secara tepat ditempatkan  Memungkinkan penulis untuk memiliki kepastian langkah kerja, dan memilih mana yang akan dikerjakan dulu  Pengembangan outline menjadi karangan tidak harus selalu mulai dari yang atas dan baru yang berikutnya; kita dapat mulai dari manapun tergantung kesiapan referensi

24 Manfaat lanjutan…  Memudahkan mencari referensi, rujukan, sumber bahan, atau narasumber dengan pasti  Penjabaran judul menjadi subjudul, sub-subjudul, dst, secara langsung akan menunjukkan bahan apa saja, rujukan apa saja, yang dibutuhkan untuk menguraikan topik-topiktersebut menjadi sebuah karangan yang dapat dipertanggungjawabkan  Menjamin ketuntasan uraian tiap subjudul dan sub- subjudul  Memudahkan penulis sendiri untuk menemukan dan mengecek ulang di bagian-bagian mana yang masih memerlukan pembenahan  Jika penulis masih dibimbing, outline juga memudahkan pembimbing untuk membantu

25 Catatan Penutup  Kegiatan menulis itu sebenarnya mudah dilakukan jika kita mau melakukannya  Dosen jelas mempunyai tanggungjawab moral untuk menulis dan menulis sejalan dengan kegiatan meneliti dan meneliti  Tanggung jawab itu berkaitan dengan fungsi PT yang sebagai agen of changing  Dosen, peneliti, ilmuwan, dan juga guru adalah mengembangkan dan kemudian menranformasikan keilmuawan kepada khalayak  Itu motivasi diri idealnya; kita wajib menumbuhkan motivasi diri  Motivasi yang lain: karena alasan nama, popularitas, eksistensi diri, uang, naik pangkat, dll  Jadi, mengapa kita tidak mau dan mampu memotivasi diri kita sendiri untuk menulis dan menulis  Mulai sekarang juga diputuskan untuk segera menulis, topik apa pun yang ditulis  Tidak ada kata terlambat walau sudah berkepala 5 atau 6, apalagi masih 4, 3, apalagi 2  Penulis buku-buku bagus bisa sangat terkenal dan kaya raya

26  Buatlah topik/judul sesuai tugas saudara. Rumuskan topik menjadi tujuan kalimat skripsi. Topik Tujuan Kalimat skripsi

27 TERIMA KASIH Selamat Menulis Semoga Menjadi Penulis yang Handal


Download ppt ". Dosen: Drs. Mariman HRC, MM, MPd.. PENDAHULUAN  Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis  Jadi, syarat pertama untuk bisa menulis dan menjadi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google