Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Musrizal Muin Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah UNIVERSITAS HASANUDDIN DARI ALOKASI DANA BOPTN TAHUN 2013 UNTUK BIDANG KEMAHASISWAAN GEDUNG IPTEKS,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Musrizal Muin Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah UNIVERSITAS HASANUDDIN DARI ALOKASI DANA BOPTN TAHUN 2013 UNTUK BIDANG KEMAHASISWAAN GEDUNG IPTEKS,"— Transcript presentasi:

1 Musrizal Muin Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah UNIVERSITAS HASANUDDIN DARI ALOKASI DANA BOPTN TAHUN 2013 UNTUK BIDANG KEMAHASISWAAN GEDUNG IPTEKS, JUNI 2013

2

3

4  Buku  Artikel  Skripsi, tesis, disertasi  Laporan Ilmiah  “Disajikan secara sistematis, cermat, tidak emotif, tidak persuasif, kata- katanya mudah dipahami, tidak argumentatif, tulus, tidak mengejar kepentingan pribadi, dan semata-mata memberi informasi”

5  Menulis? : Ide dan gagasan  Bahasa tulis  Menulis tergolong gampang, yang susah justru adalah membuat gagasan yang dapat ditulis karena hal ini perlu ketekunan, kerajinan, kecermatan, dan kehati-hatian.  Pada dasarnya, ide/gagasan yang ada di pikiran banyak sekali (baik yang sudah siap diungkap maupun yang berupa kelebatan- kelebatan pikiran yang harus dikembangkan)  Dapat ditulis?

6  Anda sering mendapatkan ide justru pada saat rileks ketimbang berpikir serius. Jadi saat anda ingin menyelesaikan masalah, atau ingin mencari suatu ide baru coba saja untuk rileks.

7 Menulis KTI Masalah Ide Sarana/ Prasarana

8  Hidup selalu berhadapan dengan masalah, anda perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Anda harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang anda hadapi.

9 SUMBER MASALAH Bacaan laporan hasil penelitian Seminar dan diskusi Pernyataan pemegang otoritas Pengamatan Pengalaman pribadi Browsing internet

10 BE CREATIVE

11  Kreativitas anda ditentukan sejauh mana Anda menginginkan hal-hal baru. Temukan motivator dan tetapkan dalam pikiran Anda.

12  Mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, bukan menentukan judul tulisan  Menganalisis pertanyaan yang dimunculkan  Membuat kerangka pemikiran  Membuat lay-out tulisan  Menulis  Proofreading  Membuat abstrak  Memeriksa/ Membuat Judul  Finalisasi

13  Agar dapat diungkapkan dengan sistematis-logis dan dengan bahasa yang benar, semua harus ditata dan disistematiskan, serta dipersiapkan dengan baik  Penataan itu sebaiknya kongkrit dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca berulang-ulang (tidak hanya dipikirkan saja)  Penataan pikiran itu sebenarnya berupa perencanaan tentang apa saja yang akan ditulis dan bagaimana pengurutannya  Itulah yang disebut OUTLINE KARYA TULIS  Outline yang jadi = daftar isi sebuah karya tulis

14  Penyakit yang menghantui penulis adalah memulai sebuah tulisan  Memunculkan pertanyaan: apa yang harus pertama dituliskan, serta bagaimana penyusunan kalimat dan pengalineannya  Kebingungan karena adanya sejumlah gagasan yang “berebut” untuk lebih dahulu dituliskan; apa yang mesti dituliskan diawal penulisan atau sebaliknya, kebingungan karena tidak ada gagasan yang akan diungkapkan  Kebingungan lainnya menyangkut aspek bahasa tulis menulis

15  ……….proses berpikir………….  Tulis judul (sementara) karya tulis yang akan dibuat  Tulis semua topik/subtopik/ide yang terkait  Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, tidak usah terburu menurutkannya secara logis-kronologis  Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara) cermati satu persatu berdasarkan cakupan dan urutan (topik  subtopik).

16  Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara logis dan kronologis selesai, cermati sekali lagi  Mungkin perlu ada yang ditambahkan, dibuang atau dipindah letaknya ke bagian yang lebih sesuai  Tetap bersifat sementara karena dalam proses penulisan selalu saja terjadi perubahan; pengurangan, pemindahan atau penambahan subjudul atau ide-ide baru yang muncul kemudian  Tetapi alur logika yang runtut harus tetap diusahakan  Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas mendukung tema

17 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULTURAL A. PENDAHULUAN B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BEWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan multikultural 2. Pembelajaran sastra berwawasan multikultural D. PENUTUP

18 A. PENDAHULUAN 1. Kondisi pendidikan bahasa dan sastra di Indonesia dewasa ini 2. Pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan di Indonesia B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Hakikat pendidikan berwawasan multikultural 2. Pentingnya implementasi pendidikan multikultural 3. Pendekatan pendidikan berwawasan multikultural C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN MULTIKULTURAL 1. Pembelajaran bahasa berwawasan multikultural a. Pembelajaran keterampilan berbahasa b. Implemtasi pembelajaran bahasa berwawasan multikultural 2. Pembelajaran sastra berwawasan multikultural a. Sastra budaya dalam tindak b. Sastra bermuatan multikultural c. Implementasi pembelajaran sastra berwawasan multikultural D. PENUTUP

19  Pembuatan outline biasanya hanya sampai pada penulisan judul, subjudul dan sub-subjudul  Perincian ke dalam sub-subjudul menjadi banyak atau sedikit tergantung pada luas dan kompleksnya topik tiap subjudul  Tetapi mengembangkan sub-subjudul menjadi alinea- alinea yang mendukungnya sering tidak semudah yang dibayangkan  Untuk itu dapat juga dibuat “outline-outline” tiap alinea tersebut

20  Outline yang dimaksudkan disini tidak lain adalah pikiran-pikiran pokok yang dapat dinyatakan dalam satu/dua kata; tiap kata/ katakata akan dikembangkan menjadi satu alinea  Tuliskan semua kata/kata-kata yang terlintas dipikiran, tidak usah berpikir urutannya dulu

21  Memungkinkan penulis melihat keseluruhan gagasan yang akan ditulis  Alur logika uraian gagasan dapat dilihat secara jelas  Jika terjadi kekurangtepatan penepatan sub-subtopik secara alur logika kita dapat memperbaikinya  Jika ada satu topik yang kurang relevan dengan tema keseluruhan judul topik itu dapat dibuang  Sebalikya jika satu topik itu penting ternyata belum muncul ia dapat ditambahkan pada subjudul yang tepat

22  Dapat dihindari adanya ketumpangtindihan gagasan-gagasan di beberapa subjudul; pilih di tempat mana suatu topik secara tepat ditempatkan  Memungkinkan penulis untuk memiliki kepastian langkah kerja dan memilih mana yang akan dikerjakan dulu  Pengembangan outline menjadi karya tulis ilmiah tidak harus selalu mulai dari yang atas kemudian yang berikutnya; kita dapat muali dari manapun tergantung kesiapan referensi

23  Memudahkan mencari referensi, rujukan, sumber bahan atau narasumber  Penjabaran judul menjadi subjudul, sub-subjudul dst, secara langsung akan menunjukkan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk menguraikan topik  Menjamin ketuntasan uraian tiap subjudul dan subsubjudul  Memudahkan penulis sendiri untuk menemukan dan mengecek ulang di bagian-bagian yang masih memerlukan pembenahan

24  Tulis judul (sementara)  Berbasis gagasan atas penyelesaian suatu masalah  Masalah:  Merupakan kunci keberhasilan suatu penulisan  Masalah ≠ judul  Merupakan inti persoalan yang tersirat dalam judul penulisan karya ilmiah  Berupa pertanyaan yang diajukan untuk dicari jawabannya

25  Cukup penting dan menarik minat untuk diselidiki dan dibahas  Masih ada dalam jangkauan penulis (pengetahuan & ekonomi)  Belum terpecahkan seluruhnya atau sebagian  Mengungkap masalah dengan bahasa yang ringkas  Harus orisinal atau aktual  Harus bernilai, menyangkut kepentingan umum dan kebutuhan vital

26 Sikap anak yang kurang tepat terhadap lingkungan sosialnya MASALAH ? Anak lebih memahami lingkungan sosialnya SOLUSI

27 Sikap anak yang kurang tepat terhadap lingkungan sosialnya MASALAH PERTUNJUKAN TEATER BONEKA Anak lebih memahami lingkungan sosialnya SOLUSI PERTUNJUKAN TEATER BONEKA SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN PROSES BELAJAR KOGNISI SOSIAL PADA USIA AWAL MASA KANAK-KANAK

28  Tulis judul (sementara)  Berbasis gagasan  Tulis semua topik/subtopik/ide yang terkait  Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara) cermati satu persatu berdasarkan cakupan dan urutan (topik - subtopik)  Perbaiki kalau ada yang perlu dikurangi atau ditambah

29  Suatu label bukan kalimat  Memberikan gambaran ringkas dan tepat gagasan tulisan  Membuat pembaca tertarik mengetahui isi tulisan  Mudah diingat dan memancing perhatian orang lain  Usahakan tidak mengandung singkatan & rumus

30  Jelaskan kondisi saat ini tentang masalah (fakta yang terjadi)  Jelaskan kondisi ideal yang seharusnya  Jelaskan apa yang akan terjadi jika kondisi yang ideal tidak dipenuhi  Masukkan ide anda untuk mencapai kondisi ideal tersebut

31 PERUMUSAN MASALAH Rumuskan masalah penulisan setajam dan sejelas mungkin Dapat berbentuk kalimat tanya atau kalimat pernyataan Dari rumusan masalah diharapkan dapat disusun / ditemukan kerangka berpikir untuk pendekatan penulisan selanjutnya

32  Dalam bentuk pertanyaan  Tidak boleh berupa pertanyaan nilai/etika  Hendaknya jelas dan padat  Hindari yang terlalu umum, sempit, ataupun argumentatif  Menjadi dasar untuk menghasilkan judul  Perumusan masalah bukan judul

33 Bagaimana mencari sumber dana yang tepat untuk pembiayaan pendidikan Koreksi : Bagaimana mencari sumber dana dengan memberdayakan aset intelektual untuk pembiayaan pendidikan

34

35 SELAMAT BERKARYA


Download ppt "Musrizal Muin Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah UNIVERSITAS HASANUDDIN DARI ALOKASI DANA BOPTN TAHUN 2013 UNTUK BIDANG KEMAHASISWAAN GEDUNG IPTEKS,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google