Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM REPRODUKSI ELLYZAR I.M. ADIL DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA UI LABORATORIUM FISIOLOGI (FAAL) GADUNG E LANTAI 4 TELP. 021 727 0163 – 021 788 49009 EXT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM REPRODUKSI ELLYZAR I.M. ADIL DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA UI LABORATORIUM FISIOLOGI (FAAL) GADUNG E LANTAI 4 TELP. 021 727 0163 – 021 788 49009 EXT."— Transcript presentasi:

1 SISTEM REPRODUKSI ELLYZAR I.M. ADIL DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA UI LABORATORIUM FISIOLOGI (FAAL) GADUNG E LANTAI 4 TELP – EXT 104

2 PUSTAKA WAJIB Chia, M & D.A. Arava Pria Multiorgasme. Rahasia Seksual yang harus diketahui setiap pria. Delapratasa Jakarta Chia, M & D.A. Arava Pria Multiorgasme. Rahasia Seksual yang harus diketahui setiap pria. Delapratasa Jakarta Nieschlag & Behre Testosterone – Action – Difiency Substitution. Assisten editor – S. Nieschlag. Springer – Verlag – Berlin – Heidelberg – New York – London – Paris – Tokyo – Hongkong – Barcelona. Nieschlag & Behre Testosterone – Action – Difiency Substitution. Assisten editor – S. Nieschlag. Springer – Verlag – Berlin – Heidelberg – New York – London – Paris – Tokyo – Hongkong – Barcelona. Speroff, L. & P.D Darney A Clinical Guide for Contracaption. 2nd edition. EGC. Buku Kedokteran. Speroff, L. & P.D Darney A Clinical Guide for Contracaption. 2nd edition. EGC. Buku Kedokteran. Tortora, G.J. & N. P. Anagnostakos Principles of Anatomy & Physiology. Harper International Edition – Australian Edition Tortora, G.J. & N. P. Anagnostakos Principles of Anatomy & Physiology. Harper International Edition – Australian Edition

3 MASA KANAK-KANAK ANAK WANITA ANAK WANITA BELUM ADA PERBEDAAN ANTA RA ANAK WANITA DGN PRIA KECUALI PADA ALAT KELAMIN BELUM ADA PERBEDAAN ANTA RA ANAK WANITA DGN PRIA KECUALI PADA ALAT KELAMIN DADA TETAP RATA (FLAT) DADA TETAP RATA (FLAT) BAHU & PANGGUL SAMA BE- SARNYA BAHU & PANGGUL SAMA BE- SARNYA BELUM MENGALAMI MENAR-CHE (MENSTRUASI PERTAMA) BELUM MENGALAMI MENAR-CHE (MENSTRUASI PERTAMA) RAMBUT HALUS PADA KETIAK (AXIS) DAN KEMALUAN (PUBIS ) BELUM TUMBUH RAMBUT HALUS PADA KETIAK (AXIS) DAN KEMALUAN (PUBIS ) BELUM TUMBUH ANAK LAKI-LAKI (PRIA) BELUM ADA PERBEDAAN ANTARA ANAK WANITA DGN PRIA KECUALI PADA ALAT KELAMIN DADA SAMPAI DEWASA TETAP RATA (FLAT) BAHU & PANGGUL SAMA BE- SARNYA BELUM MENGALAMI MIMPI BA-SAH (SWEAT DREAM) RAMBUT HALUS PADA KETIAK (AXIS) DAN KEMALUAN (PUBIS) BELUM TUMBUH

4 MASA REMAJA (AKIL BALIQ) REMAJA WANITA (13 THN) REMAJA WANITA (13 THN) PAYUDARA MULAI BERKEM BANG, BAIK AEROLA & PUTTING PAYUDARA MULAI BERKEM BANG, BAIK AEROLA & PUTTING MENGALAMI MENARCHE PD USIA ANTARA THN MENGALAMI MENARCHE PD USIA ANTARA THN BAHU TETAP, TETAPI PANGGUL MULAI SDKT MELEBAR BAHU TETAP, TETAPI PANGGUL MULAI SDKT MELEBAR RAMBUT AXIS & PUBIS MULAI TUMBUH (SEGITIGA TERBALIK) RAMBUT AXIS & PUBIS MULAI TUMBUH (SEGITIGA TERBALIK) REMAJA PRIA (16 THN) PAYUDARA (DADA) TETAP RATA (FLAT)  TDK BERKEMBANG MENGALAMI MIMPI BASAH PD USIA ANTARA THN BAHU MULAI SEDIKIT MELEBAR, TETAPI PANG- GUL TETAP RAMPING RAMBUT AXIS & PUBIS MU LAI TUMBUH (EMPAT PERSEGI PANJANG)

5 MASA DEWASA (ADULT) WANITA DEWASA WANITA DEWASA PAYUDARA PERTUMBUHAN MAKSIMAL PAYUDARA PERTUMBUHAN MAKSIMAL PANGGUL MELEBAR SECA RA MAKSIMAL PANGGUL MELEBAR SECA RA MAKSIMAL MENSTRUASI AKAN SANG- AT TERATUR MENSTRUASI AKAN SANG- AT TERATUR PERTUMBUHAN RAMBUT AXIS SEMAKIN LEBAT (UMUMNYA WANITA MENCUKURNYA), RAMBUT PUBIS SEMAKIN RIMBUN PERTUMBUHAN RAMBUT AXIS SEMAKIN LEBAT (UMUMNYA WANITA MENCUKURNYA), RAMBUT PUBIS SEMAKIN RIMBUN PRIA DEWASA DADA TETAP RATA BAHU MELEBAR SECARA MAKSIMAL MIMPI BASAH BISA JADI TERATUR 1 BN SEKALI PERTUMBUHAN RAMBUT AXIS SEMAKIN LEBAT, JG RAMBUT PUBIS TUMBUH JAKUN (ADAM’S APPLE)

6 TAMPAK DEPAN

7 PERKEMBANGAN ALAT KELAMIN PHALUS AKAN BERKEMBANG MENJADI  PD PRIA  PENIS,  PD WANITA  KLITORIS  EKIVALEN DGN PENIS  DPT MENGALAMI EREKSI PHALUS AKAN BERKEMBANG MENJADI  PD PRIA  PENIS,  PD WANITA  KLITORIS  EKIVALEN DGN PENIS  DPT MENGALAMI EREKSI LABIOSKROTAL  PD PERKEMBANGAN SELANJUTNYA AKAN MENJADI  PD PRIA  KANTUNG SKROTUM  TEMPAT TERLINDUNGNYA TESTIS  PRODUKSI SPERMATOZOA; PD WANITA AKAN MEJADI LABIUM (BIBIR) MAJOR (BESAR) LABIOSKROTAL  PD PERKEMBANGAN SELANJUTNYA AKAN MENJADI  PD PRIA  KANTUNG SKROTUM  TEMPAT TERLINDUNGNYA TESTIS  PRODUKSI SPERMATOZOA; PD WANITA AKAN MEJADI LABIUM (BIBIR) MAJOR (BESAR) KEDUDUKAN ANTARA TESTIS DGN OVARIUM SAMA SEBELUM DILAHIRKAN YAITU DI DALAM RONGGA PERUT KEDUDUKAN ANTARA TESTIS DGN OVARIUM SAMA SEBELUM DILAHIRKAN YAITU DI DALAM RONGGA PERUT PERISTIWA TDK TURUNNYA TESTIS KE DALAM KANTUNG SKROTUM  UNDESCENDENS TESTICULO - RUM PERISTIWA TDK TURUNNYA TESTIS KE DALAM KANTUNG SKROTUM  UNDESCENDENS TESTICULO - RUM

8 REPRODUKSI PRIA TERDIRI DARI: PENIS YG DPT MENGALAMI EREKSI  PD PENIS TERDAPAT KORPUS CAVERNOSUM & KORPUS SPONGIOSUM (JARINGAN BUNGA KARANG = SPONS) YG BERFUNGSI DPT TERISI DARAH SEHINGGA TERJADINYA EREKSI TERDIRI DARI: PENIS YG DPT MENGALAMI EREKSI  PD PENIS TERDAPAT KORPUS CAVERNOSUM & KORPUS SPONGIOSUM (JARINGAN BUNGA KARANG = SPONS) YG BERFUNGSI DPT TERISI DARAH SEHINGGA TERJADINYA EREKSI EREKSI  KARENA ALIRAN DARAH YANG MASUK KE DLM PENIS KONSTAN TAPI YG KELUAR TIDAK KONS-TAN SHG JARINGAN BUNGA PENUH OLEH DARAH EREKSI  KARENA ALIRAN DARAH YANG MASUK KE DLM PENIS KONSTAN TAPI YG KELUAR TIDAK KONS-TAN SHG JARINGAN BUNGA PENUH OLEH DARAH EJAKULASI  KELUARNYA SEMEN (SPERMA + GETAH KELENJAR ASESORIS PRIA) SETELAH MENGALAMI EREKSI EJAKULASI  KELUARNYA SEMEN (SPERMA + GETAH KELENJAR ASESORIS PRIA) SETELAH MENGALAMI EREKSI KELENJAR ASESORIS PRIA  VESIKULA SEMINALIS, PROSTAT, BULBO URETHRALIS (COWPER’S) & LITTRE (URETHRALIS) KELENJAR ASESORIS PRIA  VESIKULA SEMINALIS, PROSTAT, BULBO URETHRALIS (COWPER’S) & LITTRE (URETHRALIS)

9 LANJUTAN REPRODUKSI PRIA BAGIAN DEPAN DARI PENIS (PREPUTIUM (KULUB) BG ALAT KELAMIN PRIA YG DI KHITAN (SUNAT) AGAR TERJAMIN KEBERSIH-AN & KESEHATAN BAGIAN DEPAN DARI PENIS (PREPUTIUM (KULUB) BG ALAT KELAMIN PRIA YG DI KHITAN (SUNAT) AGAR TERJAMIN KEBERSIH-AN & KESEHATAN KEPALA & BAGIAN BWH DARI PENIS SANGAT PEKA KEPALA & BAGIAN BWH DARI PENIS SANGAT PEKA ADA SEPASANG TESTES (TESTIS, SELAPUT PENGGANTUNG TESTIS  MESORCHIUM) DLM KAN- TUNG SKROTUM, YG AKAN MEMPRODUKSI SPERMA PD SUHU DI BAWAH SUHU TUBUH (LBH KRG 35 DERAJAD) ADA SEPASANG TESTES (TESTIS, SELAPUT PENGGANTUNG TESTIS  MESORCHIUM) DLM KAN- TUNG SKROTUM, YG AKAN MEMPRODUKSI SPERMA PD SUHU DI BAWAH SUHU TUBUH (LBH KRG 35 DERAJAD) PEMBENTUKAN SERTA PEMATANGAN SPERMA TERJADI DLM TESTIS, TERUTAMA DLM TUBULUS SEMINIFERUS PEMBENTUKAN SERTA PEMATANGAN SPERMA TERJADI DLM TESTIS, TERUTAMA DLM TUBULUS SEMINIFERUS KELUARNYA SPERMA DARI TUBUH MELALUI  Testis  Epididimis (kaput, trunkus, kauda)  VAS DEFERENS  kel. Asesoris  URETHRA  keluar tubuh KELUARNYA SPERMA DARI TUBUH MELALUI  Testis  Epididimis (kaput, trunkus, kauda)  VAS DEFERENS  kel. Asesoris  URETHRA  keluar tubuh

10 LANJUTAN REPRODUKSI PRIA PROSES PEMBENTUKAN & PEMATANGAN SPERMA PROSES PEMBENTUKAN & PEMATANGAN SPERMA SPERMATOGONIUM  SPERMATOGONIUM A & B  SPERMATOGONIUM A MERUPAKAN BAKAL CALON SPERMATOGONIUM LAGI, SEDAGKAN SPERMATOGONI UM B  SPERMATOSIT PRIMER  SPERMATOSIT SEKUNDER  SPERMATID  SPERMATOZOA SPERMATOGONIUM  SPERMATOGONIUM A & B  SPERMATOGONIUM A MERUPAKAN BAKAL CALON SPERMATOGONIUM LAGI, SEDAGKAN SPERMATOGONI UM B  SPERMATOSIT PRIMER  SPERMATOSIT SEKUNDER  SPERMATID  SPERMATOZOA PERISTIWA SPERMATOGONIUM  SPERMATOZOA  T SPERMATOGENESIS PERISTIWA SPERMATOGONIUM  SPERMATOZOA  T SPERMATOGENESIS PERISTIWA SPERMATOGONIUM  SPERMATID  SPERMIOGENESIS PERISTIWA SPERMATOGONIUM  SPERMATID  SPERMIOGENESIS SEDANGKAN PERISTIWA SPERMATID  SPERMATO- ZOA  TRANSFORMASI ATAU PEMATANGAN DGN TUMBUHNYA EKOR UTK PERGERAKAN SPERMA SEDANGKAN PERISTIWA SPERMATID  SPERMATO- ZOA  TRANSFORMASI ATAU PEMATANGAN DGN TUMBUHNYA EKOR UTK PERGERAKAN SPERMA

11 LANJUTAN REPRODUKSI PRIA SETIAP TESTIS MELALUI TUBULUS SEMINIFERUS AKAN MENGHASILKAN 200 – 250 JUTA SPERMATOZOA SETIAP TESTIS MELALUI TUBULUS SEMINIFERUS AKAN MENGHASILKAN 200 – 250 JUTA SPERMATOZOA SETIAP 3 TUBULUS SEMINIFERUS AKAN MENGHASIL- KAN HORMON TESTOSTERON (LIBIDO)  MKNYA PRIA JARANG TERJADI ANDROPAUSE SETIAP 3 TUBULUS SEMINIFERUS AKAN MENGHASIL- KAN HORMON TESTOSTERON (LIBIDO)  MKNYA PRIA JARANG TERJADI ANDROPAUSE SALURAN PENGELUARAN SPERMA DAN URIN  SAMA YAITU URETHRA DAN PANJANGNYA TERGANTUNG DARI PANJANGNYA PENIS INDIVIDU SALURAN PENGELUARAN SPERMA DAN URIN  SAMA YAITU URETHRA DAN PANJANGNYA TERGANTUNG DARI PANJANGNYA PENIS INDIVIDU PANJANG NORMAL PENIS (INDONESIA)  5 – 14 CM SELAGI TIDUR (TDK LG EREKSI) PANJANG NORMAL PENIS (INDONESIA)  5 – 14 CM SELAGI TIDUR (TDK LG EREKSI) MAKIN PENDEK PENIS DAYA EREKSI MAKIN TINGGI, MAKIN PANJANG PENIS, DAYA EREKSI MAKIN RENDAH MAKIN PENDEK PENIS DAYA EREKSI MAKIN TINGGI, MAKIN PANJANG PENIS, DAYA EREKSI MAKIN RENDAH

12 ANALISIS SEMEN MANUSIA SYARAT-2: DEWASA, SEHAT JASMANI & ROHANI, ONA-NI, BOTOL GELAS (TDK BLH PLASTIK), GELAP SYARAT-2: DEWASA, SEHAT JASMANI & ROHANI, ONA-NI, BOTOL GELAS (TDK BLH PLASTIK), GELAP MAKROSKOPIS & MIKROSKOPIS MAKROSKOPIS & MIKROSKOPIS MAKROSKOPIS: WARNA (putih mutiara/putih keruh/putih kelabu), BAU (bunga Akasia), Ph (7,2 – 8,0), KEKENTALAN (3 – 5 x air), VOLUME (1-6 cc), LIKUIFAKSI (30 menit) MAKROSKOPIS: WARNA (putih mutiara/putih keruh/putih kelabu), BAU (bunga Akasia), Ph (7,2 – 8,0), KEKENTALAN (3 – 5 x air), VOLUME (1-6 cc), LIKUIFAKSI (30 menit) MIKROSKOPIS: BENTUK, VOLUM PER EJAKULAT, KECE PATAN, MOTILITAS MIKROSKOPIS: BENTUK, VOLUM PER EJAKULAT, KECE PATAN, MOTILITAS KEDUA MAKROSKOPIS & MIKROSKOPIS HARUS MEME- NUHI SYARAF KEDUA MAKROSKOPIS & MIKROSKOPIS HARUS MEME- NUHI SYARAF KALAU TDK MEMENUHI SYARAT DIANGGAP KUALITAS SEMEN PRIA TDK BAIK/MUTU BURUK KALAU TDK MEMENUHI SYARAT DIANGGAP KUALITAS SEMEN PRIA TDK BAIK/MUTU BURUK

13 REPRODUKSI WANITA TERDIRI DARI: TERDIRI DARI: KLITORIS  TERLETAK PALING ATAS  EKIVALEN DGN PENIS  DPT MENGALAMI EREKSI  TAPI TERTA- RIK KE DALAM SEHINGGA TDK TERLIHAT KLITORIS  TERLETAK PALING ATAS  EKIVALEN DGN PENIS  DPT MENGALAMI EREKSI  TAPI TERTA- RIK KE DALAM SEHINGGA TDK TERLIHAT TUDUNG KLITORIS DI KHITAN (DI TOREH) UNTUK MEM- PERKECIL BANYAKNYA CAIRAN KELUAR PADA SAAT DI RANGSANG KETIKA DEWASA (MENIKAH) TUDUNG KLITORIS DI KHITAN (DI TOREH) UNTUK MEM- PERKECIL BANYAKNYA CAIRAN KELUAR PADA SAAT DI RANGSANG KETIKA DEWASA (MENIKAH) DI BAWAH KLITORIS TERDAPAT LUBANG TEMPAT KELUARNYA URINE DI BAWAH KLITORIS TERDAPAT LUBANG TEMPAT KELUARNYA URINE VAGINA  TEMPAT COITUS & MELAHIRKAN BAYI VAGINA  TEMPAT COITUS & MELAHIRKAN BAYI KELENJAR ASESORIS WANITA  SEPASANG KELEN- JAR BARTHOLIN YG BERHUBUNGAN ERAT DGN STIMULI KLITORIS KELENJAR ASESORIS WANITA  SEPASANG KELEN- JAR BARTHOLIN YG BERHUBUNGAN ERAT DGN STIMULI KLITORIS

14 LANJUTAN REPRODUKSI WANITA ADANYA LABIUM (BIBIR) MINOR (KECIL) ADANYA LABIUM (BIBIR) MINOR (KECIL) SEPASANG OVARI  DI KIRI KANAN RONGGA PERUT  SEBESAR KENARI DAN DILINDUNGI SELAPUT MESOVARIUM SEPASANG OVARI  DI KIRI KANAN RONGGA PERUT  SEBESAR KENARI DAN DILINDUNGI SELAPUT MESOVARIUM DI DALAM OVARIUM TERDAPAT BAKAL TELUR (OOGONIUM) YG SDH JENUH PD SAAT BAYI WANITA DI LAHIRKAN  JUMLAH ANTARA – DI DALAM OVARIUM TERDAPAT BAKAL TELUR (OOGONIUM) YG SDH JENUH PD SAAT BAYI WANITA DI LAHIRKAN  JUMLAH ANTARA – MAKIN CEPAT MENDAPAT HAID MAKIN LAMBAT MENO-PAUSE; MAKIN LAMBAT MENDAPAT HAID MAKIN CEPAT MENOPAUSE MAKIN CEPAT MENDAPAT HAID MAKIN LAMBAT MENO-PAUSE; MAKIN LAMBAT MENDAPAT HAID MAKIN CEPAT MENOPAUSE SEPASANG SALURAN TELUR (OVIDUCT) TEMPAT MASUKNYA TELUR SEPASANG SALURAN TELUR (OVIDUCT) TEMPAT MASUKNYA TELUR RAHIM, TERDIRI DARI MULUT RAHIM & ENDOMETRIUM  TEMPAT IMPLANTASI TELUR YG SDH DIBUAHI SPERMA RAHIM, TERDIRI DARI MULUT RAHIM & ENDOMETRIUM  TEMPAT IMPLANTASI TELUR YG SDH DIBUAHI SPERMA

15 LANJUTAN REPRODUKSI WANITA SELAPUT DARA (HYMEN) tdd 4 TIPE: SELAPUT DARA (HYMEN) tdd 4 TIPE: 1. KRIBIFORMIS (RINGKIH)  ASIA termasuk INDONESIA  MEMPUNYAI PORI-2 SPT SARINGAN KELAPA (kecil  7 hr; besar  3 hr; kombinasi  5 hr) 1. KRIBIFORMIS (RINGKIH)  ASIA termasuk INDONESIA  MEMPUNYAI PORI-2 SPT SARINGAN KELAPA (kecil  7 hr; besar  3 hr; kombinasi  5 hr) SEMILUNARIS (ASIA SELATAN  INDIA, ARAB & EROPA)  ELASTIS SEMILUNARIS (ASIA SELATAN  INDIA, ARAB & EROPA)  ELASTIS SEPTALIS (AFRIKA, NEGRO, AMERIKA LATIN, INDIAN)  SANGAT ELASTIS SEPTALIS (AFRIKA, NEGRO, AMERIKA LATIN, INDIAN)  SANGAT ELASTIS IMPERFORATA  JUSTRU TDK MEMPUNYAI PORI-2 SEHINGGA DARAH HAID TIDAK PERNAH KELUAR  MENGUMPUL MULAI DI VAGINA, RAHIM SAMPAI SALURAN TELUR  DI PECAHKAN/DI ROBEK SHG DARAH HAID KELUAR IMPERFORATA  JUSTRU TDK MEMPUNYAI PORI-2 SEHINGGA DARAH HAID TIDAK PERNAH KELUAR  MENGUMPUL MULAI DI VAGINA, RAHIM SAMPAI SALURAN TELUR  DI PECAHKAN/DI ROBEK SHG DARAH HAID KELUAR

16 FERTILISASI (PEMBUAHAN) PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA TERJADI DI SEPERTIGA SALURAN TELUR (TUBA FALOPII)  FERTILISASI PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA TERJADI DI SEPERTIGA SALURAN TELUR (TUBA FALOPII)  FERTILISASI HASIL PERTEMUAN SEL TELUR DGN SEL SPERMA  ZIGOTE HASIL PERTEMUAN SEL TELUR DGN SEL SPERMA  ZIGOTE PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA DI STIMULI OLEH HORMON ESTROGEN PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA DI STIMULI OLEH HORMON ESTROGEN PENGHAMBATAN PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA PADA DUAPERTIGA BAGIAN ATAU TIGAPERTIGA BAGIAN DARI SALURAN TELUR DILAKUKAN OLEH HORMON PROGESTERON PENGHAMBATAN PERTEMUAN ANTARA SEL TELUR DGN SEL SPERMA PADA DUAPERTIGA BAGIAN ATAU TIGAPERTIGA BAGIAN DARI SALURAN TELUR DILAKUKAN OLEH HORMON PROGESTERON TELUR DI OVULASI MELALUI OVARI MASUK KE SALUR-AN MELALUI JARINGAN FIMBRIAE TELUR DI OVULASI MELALUI OVARI MASUK KE SALUR-AN MELALUI JARINGAN FIMBRIAE

17 PREGNANSI (KEHAMILAN) DIMULAI DGN TERBENTUKNYA ZIGOTE  INTI SEL TELUR KETEMU DGN INTI SEL SPERMA DIMULAI DGN TERBENTUKNYA ZIGOTE  INTI SEL TELUR KETEMU DGN INTI SEL SPERMA SEL SPERMA AKAN MENGELUARKAN 3 ENZIM UTAMA YAITU: CPE (CORONA PENETRATING ENZYME), AKROSIN & HIALURONIDASE SEL SPERMA AKAN MENGELUARKAN 3 ENZIM UTAMA YAITU: CPE (CORONA PENETRATING ENZYME), AKROSIN & HIALURONIDASE SETELAH SEL SPERMA SATU MASUK, MAKA SEL TE- LUR AKAN MEMBENTUK MEMBRAN (SELAPUT) PROTEKSI (PERLINDUNGAN) AGAR SPERMA-2 BERIKUT TDK DPT MENEMBUS SEL TELUR SETELAH SEL SPERMA SATU MASUK, MAKA SEL TE- LUR AKAN MEMBENTUK MEMBRAN (SELAPUT) PROTEKSI (PERLINDUNGAN) AGAR SPERMA-2 BERIKUT TDK DPT MENEMBUS SEL TELUR PERSAINGAN (KOMPETISI) SANGAT SPORTIF  40 % MATI, 30 % ABNORMAL, 30 % BERSAING ANTARA 15 % KE KANAN/KIRI  AKHIRNYA TINGGAL 2,5 %  DIBUTUHKAN HANYA 1 SPERMA UNTUK MEMBUAHI PERSAINGAN (KOMPETISI) SANGAT SPORTIF  40 % MATI, 30 % ABNORMAL, 30 % BERSAING ANTARA 15 % KE KANAN/KIRI  AKHIRNYA TINGGAL 2,5 %  DIBUTUHKAN HANYA 1 SPERMA UNTUK MEMBUAHI

18 LANJUTAN PREGNANSI (KEHAMILAN) PERHATIKAN GAMBAR MULAI TERJADINYA IMPLANTASI JANIN PADA RAHIM PERHATIKAN GAMBAR MULAI TERJADINYA IMPLANTASI JANIN PADA RAHIM GAMBAR 1  S/D 14 MEMPERLIHATKAN PERTIMBUHAN JANIN PADA IMPLANTASI JANIN, KEHAMILAN MULAI DARI 40 HARI S/D MINGGU KE 40 (JANIN USIA 9 BLN, 2 MINGGU) GAMBAR 1  S/D 14 MEMPERLIHATKAN PERTIMBUHAN JANIN PADA IMPLANTASI JANIN, KEHAMILAN MULAI DARI 40 HARI S/D MINGGU KE 40 (JANIN USIA 9 BLN, 2 MINGGU) KEHAMILAN 6 MINGGU (JANIN 4 MINGGU)  PANJANG BARU 1,25 CM (O,5 INCI) KEHAMILAN 6 MINGGU (JANIN 4 MINGGU)  PANJANG BARU 1,25 CM (O,5 INCI) KEHAMILAN 8 MINGGU (JANIN 6 MINGGU)  PANJANG 2,5 CM (1 INCI) KEHAMILAN 8 MINGGU (JANIN 6 MINGGU)  PANJANG 2,5 CM (1 INCI) KEHAMILAN 10 MINGGU (JANIN 8 MINGGU)  7 CM KEHAMILAN 10 MINGGU (JANIN 8 MINGGU)  7 CM

19 KEHAMILAN 6 MINGGU

20 KEHAMILAN 8 MINGGU

21 KEHAMILAN 12 MINGGU

22 KELAHIRAN (NATALIA) DIMULAI DGN DATANGNYA MULES-MULES YG TERA-TUR SETIAP 3 JAM SEKALI, 2,5 JAM, 2 JAM, 1,5 JAM, 1 JAM, ½ JAM, 15 MENIT, 10 MENIT SEKALI  MULESNYA HANYA SEKIAN DETIK DIMULAI DGN DATANGNYA MULES-MULES YG TERA-TUR SETIAP 3 JAM SEKALI, 2,5 JAM, 2 JAM, 1,5 JAM, 1 JAM, ½ JAM, 15 MENIT, 10 MENIT SEKALI  MULESNYA HANYA SEKIAN DETIK PECAHNYA SELAPUT AMNION (KETUBAN)  CAIRAN KETUBAN KELUAR  BAYI DGN SEGERA AKAN DILAHIRKAN PECAHNYA SELAPUT AMNION (KETUBAN)  CAIRAN KETUBAN KELUAR  BAYI DGN SEGERA AKAN DILAHIRKAN UMUMNYA KALAU KEPALA BAYI SUDAH KELUAR, BAGIAN LAIN AKAN MENNGIKUTI DGN MUDAH UMUMNYA KALAU KEPALA BAYI SUDAH KELUAR, BAGIAN LAIN AKAN MENNGIKUTI DGN MUDAH ARI-2 ANTARA INDUK DGN BAYI DIIKAT, KEMUDIAN DIPOTONG ARI-2 ANTARA INDUK DGN BAYI DIIKAT, KEMUDIAN DIPOTONG SECARA ALAMIAH PLACENTA & ARI-2 AKAN KELUAR  DIJAHIT KARENA PERINEUM & VAGINA SDKT ROBEK TERGANTUNG BESARAN BAYI SECARA ALAMIAH PLACENTA & ARI-2 AKAN KELUAR  DIJAHIT KARENA PERINEUM & VAGINA SDKT ROBEK TERGANTUNG BESARAN BAYI

23 SETELAH KELAHIRAN (POST NATAL) SELAMA DLM KANDUNGAN SEMUA DILAKUKAN BAIK SIRKULASI, RESPIRASI & MAKAN MELALUI ARI-2 (ARTERI UMBILICALIS & VENA UMBILICALIS) SELAMA DLM KANDUNGAN SEMUA DILAKUKAN BAIK SIRKULASI, RESPIRASI & MAKAN MELALUI ARI-2 (ARTERI UMBILICALIS & VENA UMBILICALIS) SETELAH KELAHIRAN SEMUA HARUS DILAKUKAN OLEH BAYI SENDIRI SEPERTI ORANG DEWASA  SIRKULASI DARAH SDH LANCAR, SEKAT SEMPURNA; RESPIRASI  OKSIGEN SECARA TIBA-2 MASUK KE DALAM PARU-2  MENYEBABKAN BAYI SAKIT  NANGIS (KELAHIRAN SEPONTAN); BILA TIDAK, BIASA-NYA DOKTER AKAN MENGANGKAT KAKI BAYI KE ATAS ATAU MENEPUK BOKONG (PANTAT) BAYI SHG MEREKA AKAN NANGIS KRN OKSIGEN SECARA TIBA-2 MASUK PARU-2 (KELAHIRAN TDK SPONTAN) SETELAH KELAHIRAN SEMUA HARUS DILAKUKAN OLEH BAYI SENDIRI SEPERTI ORANG DEWASA  SIRKULASI DARAH SDH LANCAR, SEKAT SEMPURNA; RESPIRASI  OKSIGEN SECARA TIBA-2 MASUK KE DALAM PARU-2  MENYEBABKAN BAYI SAKIT  NANGIS (KELAHIRAN SEPONTAN); BILA TIDAK, BIASA-NYA DOKTER AKAN MENGANGKAT KAKI BAYI KE ATAS ATAU MENEPUK BOKONG (PANTAT) BAYI SHG MEREKA AKAN NANGIS KRN OKSIGEN SECARA TIBA-2 MASUK PARU-2 (KELAHIRAN TDK SPONTAN)

24 LANJUTAN SETELAH KELAHIRAN (POST NATAL) YG TDK BISA DILAKUKAN OLEH BAYI ADALAH MAKAN YG TDK BISA DILAKUKAN OLEH BAYI ADALAH MAKAN PEMBERIAN ASI  HARI 1-3  KOLUSTRUM  80% ANTIBODI, 20 % MINERAL, VITAMIN, HORMON PEMBERIAN ASI  HARI 1-3  KOLUSTRUM  80% ANTIBODI, 20 % MINERAL, VITAMIN, HORMON HARI KE 4-10  ASI PERALIHAN  60 % ANTIBODI, 40% MINERAL, VITAMIN, HORMON HARI KE 4-10  ASI PERALIHAN  60 % ANTIBODI, 40% MINERAL, VITAMIN, HORMON HARI KE  MATANG  40% ANTIBODI, 60% MINERAL, VITAMIN, HORMON YG MENURUN HARI KE  MATANG  40% ANTIBODI, 60% MINERAL, VITAMIN, HORMON YG MENURUN 3-6 BLN BERTURUT-TURUT TANPA MAKANAN TAMBAH-AN  ASI EKSKLUSIF 3-6 BLN BERTURUT-TURUT TANPA MAKANAN TAMBAH-AN  ASI EKSKLUSIF PENYAPIHAN SETELAH 6 BLN  SARI BUAH TOMAT, JERUK, PISANG, BUBUR SUSU  LBH BAIK DICAMPUR DGN SDKT MADU PENYAPIHAN SETELAH 6 BLN  SARI BUAH TOMAT, JERUK, PISANG, BUBUR SUSU  LBH BAIK DICAMPUR DGN SDKT MADU

25 KELAHIRAN KEMBAR HERIDITAS ATAU MAKANAN HERIDITAS ATAU MAKANAN TWINS, TRIPLETS, QUADRIPLETS, QUINTIPLTS (PENTAPLETS), HEKSAPLETS, HEPTAPLETS, OKTAPLETS, NONAPLETS, DEKAPLETS TWINS, TRIPLETS, QUADRIPLETS, QUINTIPLTS (PENTAPLETS), HEKSAPLETS, HEPTAPLETS, OKTAPLETS, NONAPLETS, DEKAPLETS MONOZIGOTIK, DIZIGOTIK, TRIZIGOTIK, TETRAZIGOTIK MONOZIGOTIK, DIZIGOTIK, TRIZIGOTIK, TETRAZIGOTIK MONOZIGOTIK TWINS DIZIGOTIK TRIPLETS MONOZIGOTIK TWINS DIZIGOTIK TRIPLETS TRIZIGOTIK QUADRIPLETS TRIZIGOTIK QUADRIPLETS KELAHIRAN NORMAL KELAHIRAN NORMAL KELAHIRAN DIBANTU  CAESAR, VACCUM, TANG KELAHIRAN DIBANTU  CAESAR, VACCUM, TANG MAKIN BANYAK ANAK YG DIKANDUNG (KEMBAR), MAKIN KECIL BERAT & UKURAN BAYI MAKIN BANYAK ANAK YG DIKANDUNG (KEMBAR), MAKIN KECIL BERAT & UKURAN BAYI MENGIKUTI HUKUM TABLET MENGIKUTI HUKUM TABLET


Download ppt "SISTEM REPRODUKSI ELLYZAR I.M. ADIL DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA UI LABORATORIUM FISIOLOGI (FAAL) GADUNG E LANTAI 4 TELP. 021 727 0163 – 021 788 49009 EXT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google