Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WRIST AND HAND ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WRIST AND HAND ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi."— Transcript presentasi:

1 WRIST AND HAND ANATOMI TERAPAN

2 TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi 3. Memahami kompleksifitas gerak tubuh normal 4. Memahami dan menganalisa gerak sendi Synovial

3 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Mahasiswa memahami anatomi terapan regio pergelangan tangan dan tangan dengan cara 1. Memahami bentuk dan posisi sendi sendi regio kompleks pergelangan tangan dan tangan 2. Mengetahui gerak osteokinematik regio kompleks pergelangan tangan dan tangan 3. mengetahui gerak antrokinematik regio kompleks pergelangan tangan dan tangan 4. Memahami topografi regio kompleks pergelangan tangan dan tangan 5. Mampu memahami dan melakukan inspeksi dan palpasi kontur jaringan pada regio kompleks pergelangan tangan dan tangan

4 PERGELANGAN TANGAN Tersusun sebagai sendi complex pergelangan dan tangan Paling aktif dan mudah cidera Terdiri dari : 18 tulang, 30 sendi, 19 otot intrinsic, 20 otot ekstrinsik ROM luas Fungsi ditunjang complex siku dan bahu. Sebagai organ “komunikasi” “motor” dan “sensor” Posisi dan gerak simultan dan saling mempengaruhi

5 Kelompok Sendi 1. Distal Interphalangeal Joint 2. Proximal Interphalangeal Joint 3. Metacarpophalangeal Joint 4. Carpo Metacarpal Joint 5. Intercarpal Joint 6. Radio Carpal Joint 7. Distal Radio Ulnar Joint

6 DISTAL RADIOULNAR JOINT Struktur sendi : Jenis sendi putar, dibentuk oleh distal capitulum ulnae yang convex dengan radius yg concave. Sendi ini pada lengan bawah diperkuat lig. interosseus radioulnaris Gerak pronasi dan supinasi ROM 80 harder end feel dan elastic end feel. Gerak arthrokinematic translasi radius terhadap ulna arah sama. MLPP pada posisi antara pronasi dan supinasi, CPP posisi pronasi penuh. Capsular pattern : Pronasi supinasi sama terbatas

7 RADIO CARPAL JOINT Sendi ovoid Terdapat meniscus Corpus : scapoid – lunatum – triquetum Palmar / dorsal flexi  80° – 90° / 0 / 70° – 90° Elastic end feel Radial / ulnar deviation  15° / 0 / 30° – 40° Hard end feel

8 Arthrokinematic-osteokinematic Gerakan: Palmar-Dorsal Flexion serta Ulnar-Radial Deviation. dgn end feel elastic, Kecuali Radial deviasi harder end feel. Gerak arthrokinematic : traction ossa carpea kearah distal searah axis os radii (serong 5 0 ), translation selalu berlawanan arah, palmar flexion translation ke dorsal dan saat dorsal flexion translation ke palmar, saat ulnar deviation terjadi translation ke radial dan sebaliknya saat radial deviation translation ke ulnar MLPP posisi sedikit palmar flexion (5 0 ) dan ulnar deviation (5 0 ). CPP posisi dorsal flexion penuh. Capsular pattern: Extension lebih terbatas dari flexion

9 INTERCARPAL JOINT Merupakan satuan sendi tangan Gerak angulasi terutama pada mid carpal Pada saat gerak dorsal dan palmar flexion sangat berperan Struktur sendi Scapoideum, lunatum dan triquetrum merupakan sendi datar yang dihubungkan dengan lig. interosseum kurang kuat dan merupakan deretan proximal dari Mid carpal. Deretan distal terdiri atas trapezium, trapezoideum, capitatum dan hamatum yang dihubungkan oleh lig. interosseum secara kuat. Antara kedua deretan ini membentuk sendi Mid carpal.

10 Arthrokinematic-osteokinematic Gerak fisiologis dalam klinis merupakan gerak geser (gliding) antar tulang intercarpalia. Pada mid carpal ternyata memiliki ROM yang besar, dimana pada saat gerak palmar- dan dorsal flexion penuh terjadi gerak 30 0 MLPP posisi netral dan CPP posisi dorsal flexion Capsular pattern: nyeri akhir ROM

11 CARPOMETACARPAL JOINT I (CMC I) Jenis sendi Saddle joint dari trapeziometacarpal I Arthrokinematic dan osteokinematic Gerakan flex/ext=  /0/0  Elastic end feel; abd/add=  /0/30 . Elastic end feel Traction kedistal. Translation utk flex/ext searah dg gerakannya, abd berlawanan arah. MLPP pada posisi tengah dan CPP pada posisi opposition. Capsular pattern: abd dan ext sama terbatas

12 CMC II – V  Struktur sendi Sendi CMC II, III, dan IV merupakan sendi datar, sedang CMC V merupakan sendi saddle. Arthrokinematic dan osteokinematic CMC III paling stabil dan CMC V paling mobile yaitu flexion 10 0, extension 10 0 denngan beberapa derajat abduction pronation, dimana dalam klinis membentuk arcus. Gerak angular menambah arus palmaris

13

14 METACARPOPHALANGEAL JOINT (MCP) I - V Sendi ovoid – hinge : Caput metacarpal – basis phalanx Struktur sendi Sendi condylair caput metacarpal biconvex. Arthrokinematic dan osteokinematic MCP I : 50° / 0 / 0° MCP II – V : 80° - 85° / 0 / 30° - 35° ABD/ADD posisi ekstensi : MCP I : 10° / 0 / 30° (bersama CMC I) MCP II - V : 20° - 30°/ 0 / 20° – 30° abd-add posisi netral (0 0 ) Basis phalanx concave, traction ke distal sesuai axis longit phalanx, translation searah gerak palanx: flex translation kepalmar, saat extension translation kedorsal. MLPP posisi semi flexion CPP posisi extension penuh. Capsular pattern flex < ext

15 PROXIMAL INTERPHALANGEAL JOINT (PIP) DISTAL INTERPHALANGEAL JOINT (DIP) Struktur sendi Merupakan sendi hinge dimana ujung proximal convex dan distal concave. Arthrokinematic dan osteokinematic : PIP Flexi / Ekstensi : 120° - 135° / 0 / 0 DIP Flexi / Ekstensi : 90° / 0 / 30° Traction selalu kearah distal searah dengan axis longitudinal phalanx dan translation searah dg gerakannya CPP : Ekstension penuh MLPP : Flexi + 5° Capsular pattern : Flexion < Ekstension

16 FUNGSI REGIONAL : MENGGENGGAM ATAU MEMEGANG, T. A: MEMEGANG TANGAN UNTUK MERAIH (EXTENSI – ABD – REPOSISI) MENUTUP JARI – JARI UNTUK MEMEGANG (FLEKSI – ADD – OPOSISI) MENGATUR KEKUATAN UNTUK MEMEGANG & MEMPERTAHANKAN (STATIC & POWER CONTROLE) MELEPAS OBYEK (RELAX & POWER CONTROLE)

17 2 MACAM POLA MEMEGANG-MENGGENGGAM : 1. POWER GRIP FLEXI & SENSASI LEBIH DIKONTROL OLEH N.ULNARIS GERAKAN KE ULNAR DEVIASI MELIBATKAN TELAPAK TANGAN DAN WRIST EXTENSION ( N. RADIALIS ) TERMASUK AKTIVITAS INI : HOOK GRASP CYLINDER GRASP FIST GRASP SPHERICAL GRASP 2. PRECISION / PREHENSION GRIP FLEKSI DAN SENSASI LEBIH DIKONTROL OLEH N.MEDIANUS AKTIFITAS TERBATAS DARI MCP, IBU JARI OPOSISI TERMASUK AKTIFITAS INI : DIGITAL PREHENSION LATERAL PREHENSION TIP TO TIP PREHENSION

18

19 INSPEKSI CARPAL ARC THE HOOK CREASE SPOON’S NAIL PILL ROLLING DUPUYTRENS CONTRACTURE

20

21 PALPASI SISI ULNAR Proc. Styloideus ulnae (med) Os triquetrum  fraktur Os Pisiforme  tendon fleksor carpi ulnaris Hook of Hamatum : Bersama os pisiforme  Guyon Tunnel Ossa Metacarpalia - MC I paling mobile - MC III paling stabil Ossa phalangeal membentuk sendi PIP dan DIP - PIP I – V - DIP II – V

22 PALPASI JARINGAN LUNAK SISI DORSAL Anatomic Snuffbox - Lat : Tendon Abd. Pol. Longus Tendon extensor Pol. Bevis  tunnel I stenosing : De Quervain disease - Med : Tendon extensor Pol. Longus  tunnel III : Os Naviculare Tunnel II : Ext. Carpi Radialis Longus et Brevis, Insersi : basis MC II & III Tunnel IV : Ext. Dig. Communis & Ext. Indicis Tunnel V : Ext. Digitorum Minimi Tunnel VI : Carpi Ulnaris

23 - SISI PALMAR Flexor Carpi Ulnaris : Insersi os Pisiforme Guyon tunnel  lig. Pisiohamate, Tenderness ? Arteri Ulnaris Tendon m. Palmaris Longus : Cara jepit ibu jari dan kelingking Carpal tunnel -Prox : os Pisiforme  Tuber. Naviculare (scapoid) -Dors : hook Hamatum  Tuber. Trapezium Flexor Carpi Radialis : Insersi basis MC II Arteria Radialis : Palpasi terhadap os radii Tendon Flexor Jari : Trigger finger Thenar  atrophy n. medianus Hypothenar  atrophy n. ulnaris Palmar apponeurosis : Dupuytren’s contracture


Download ppt "WRIST AND HAND ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google