Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Oleh: TATA HADI MULYA WIDYAISWARA MADYA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Oleh: TATA HADI MULYA WIDYAISWARA MADYA."— Transcript presentasi:

1 PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Oleh: TATA HADI MULYA WIDYAISWARA MADYA

2 PENELITIAN TINDAKAN KELAS p Pengertian Penelitian Tindakan Kelas? Mc Ciff (1992) dalam bukunya yang berjudul Action Reseach : Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan guru hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajarkan, dan sebagainya. ACTION RESEACH

3 Kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh prosesnya --- telaah, diagnosis, perencanaan pelaksanaan, yang, pemantauan, dan pengaruh ---menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan proffesional (Elliot, 1982: 1 )

4 refleksif penelitian Penelitian tindakan adalah intervensi skla kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebut (Cohen dan Manion, 1980: 174 ) refleksif penelitian Penelitian tindakan adalah intervensi skla kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebut (Cohen dan Manion, 1980: 174 )

5 Penelitian tindakan adalah suatu bentuk diri kolektif yang dilakukan oleh peserta – pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan praktek sosial mereka, sera pemahaman merteka terhadap praktek praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek – praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek – praktek tersebut ( Kemmis dan Tagart, 1988: 5 – 6 ) Penelitian tindakan adalah suatu bentuk diri kolektif yang dilakukan oleh peserta – pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan praktek sosial mereka, sera pemahaman merteka terhadap praktek praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek – praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek – praktek tersebut ( Kemmis dan Tagart, 1988: 5 – 6 )

6 Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menafsirkan pengertian PTK secara lebih lugas, secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek – praktek pembelajaran di kelas, sehingga kondisi ini, sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Karena itu, guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas agar minat siswa terhadap pembelajaran dapat ditingkatkan. Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menafsirkan pengertian PTK secara lebih lugas, secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek – praktek pembelajaran di kelas, sehingga kondisi ini, sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Karena itu, guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas agar minat siswa terhadap pembelajaran dapat ditingkatkan.

7 KARAKTERISTIK PTK ► Penelitian tindakan memiliki karakteristik sebagai berikut (Cohen dan Manion, 1980): 1. Situsional, praktik, dan secara langsung gayut ( relevan ) dengan situasi nyata dalam dunia kerja.Ia berkenan dengan diagnosis suatu masalah dalam kontek tertentu dan usaha untuk memecahkan masalah tsb. Dalam konteks itu. Subjeknya siswa di kelas, anggota staf, dan yang lain yang penelitiannya terlibat dengan mereka.

8 2. Memberikan kerangka kerja yang teratur kepada pemecahan masalah. Penelitian tindakan juga bersifat empiris dalam hal bahwa ia mengandalkan observasi nyata dan data perilaku, dan tidak lagi termasuk kajian panitia yang subjektif atau pendapat orang berdasarkan pengalaman masa lalunya.

9 3. Fleksibel dan adaptif, memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan dn mengabaikan pengontrolan kaena lebih menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan dan pembahruan di tempat kejadian.

10 4. Partisipatori kaena peneliti atau angota tim peneliti sendiri ambil bagian secara langsung atau tidak langsung dalam melaksanakan penelitiannya. 5. Self – evaluatif, yaitu modifikasi secara kontinyu dievaluasi dalam situasi yang ada, yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan praktik dalam cara tertentu.

11 6. Meskipun berusaha secara sistematis, penelitian tindakan secara ilmiah kurang ketat karena kesahihhan dan luarnya lemah.

12 TUJUAN PTK Semua kegiatan penelitian tindakan memiliki dua tujuan utama yakni untuk meningkatkan dan melibatkan. Penelitian tindakan bertujuan untuk meningkatkan tiga hal, yaitu: 1.Peningkatan praktek; 2.Peningkatan( atau pengembangan profesionalisme ) pemahaman praktek oleh praktisinya; dan 3.Peningkatan situasi tempat pelaksanaan praktek (Grundy dan Kemmmis, 1982: 84 ).

13 SIFAT PTK PARTISIPATIF KOLABORATIF TIDAK MENGUJI TEORI TIDAK MENGENERALSASIKAN

14 CIRI – CIRI PTK PERENCANAAN TINDAKANS PENGAMATANI REFLEKSIK PERENCANAAN ULANGL TINDAKAN ULANGU S

15 Langkah 1 Siklus (2) Tindakan (3) Pengamatan Analisis Hasil (1) Rencana (2) Refleksi Evaluasi

16 Fokus PTK Berfokus pada PBM Kelasnya (Hal-hal yang terkait dengan PBM di kelasnya dalam upaya peningkatan proses dan hasil belajar)

17 PTK Tindakan Kelas Dilakukan Guru Peningkatan Praktek Pembelajarannya

18 Beberapa Siklus ? Tergantung kepuasan pene;iti Disarankan tidak kurang dari dua siklus PTK umumnya 3-5 siklus

19 Masalah PTK yang menarik Metode Mengajar Strategi Pembelajaran Evaluasi hasil atau proses Pemahaman sikap Perancangan Pembelajaran Pengolahan, Motivasi, dll Administrasi Persekolahan, dll

20 PRINSIP – PRINSIP PTK ► Tidak mengganggu komitmen mengajar ► Tidak menuntut waktu tertentu untuk pengmatan secara khusus ► Metode pemecahan masalah reliabel ► Permasalahan berorientasi pada pemecahan masalah guru dalam kesehariannya ► Pengumpulan data tidak menuntut waktu berlebihan sehingga mengganggu PBM

21 Lanjutan …. ► Metodelogi yang digunakan taat azas PTK ► Masalahnya muncul dari pengajar yang paling merisaukan ► Konsisten dan peduli terhadap prosedur dengan tuntas ► Tidak mengenal kelompok eksperimen dan kontrol

22 BUTIR KUNCI PTK Memperbaiki Partisipatori ( kinerja sendiri ) Berkembang melalui proses refleksi yang bersifat spiral Kolaboratif Proses pembelajran sistematis Membangun teori secara induktif menentukan praktek/kegiatan belajar

23  Memerlukan evidensi yang dapat memeriksa gagasan dalam praktek  Mendeskripsikan apa yang terjadi, melakukan analisis, kolaborsi, refleksi, dan penilaian  Ada kemungkinan resistensi/penolakan baik dari diri sendiri maupun orang lain yang terkena dampak Lanjutan ….

24 MANFAAT PTK Informasi Pembelajaran; Informasi Pembelajaran; Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas; dan Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas; dan Peningkatan Profesionalisme Guru. Peningkatan Profesionalisme Guru.

25 FUNGSI PTK Fungsi penelitian tindakan kelas sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja. Di sekolah dan ruangan kelas, misalnya, penelitian tindakan dapat memiliki lima kategori fungsi sebagai ( Cohen dan Manion, 1980 ): Fungsi penelitian tindakan kelas sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja. Di sekolah dan ruangan kelas, misalnya, penelitian tindakan dapat memiliki lima kategori fungsi sebagai ( Cohen dan Manion, 1980 ): 1. Alat untuk memecahkan masalah yang didiagnosis dalam situasi tertentu;

26 2. Alat pelatihan dalam jabatan, dengan demikian membekali guru ybs. Dengan keterampilan dan metode baru, mempertajam kemampuan analisisnya, dan mempertinggi kesadaran dirinya; 3. Alat untuk mengenalkan pendekatan tambahan atau inovatori pada pengajaran dan pembelajaran ke dalam sistem yang ada biasanya menghambat inovasi dan perubahan;

27 4. Alat untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya kurang lancar antara guru lapangan dengan penelitian akademis, dan memperbaiki kegagalan penelitian tradisional dalam memberikan preskripsi yang jelas; dan 5. Alat untuk menyediakan alternatif uang lebih baik daripada pendekatan yang lebih subjektif dan impresionistik pada pemecahan masalah di dalam kelas meskipun kurang memenuhi keketatan ilmiah.

28 KELEBIHAN KEKURANGAN PTK A.Penelitian tindakan, seperti halnya jenis penelitian lain, memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, peneliti dapat mengurangi kekurangannya dan memaksimalkan kelebihannya. Shumsky ( 1982 ) telah mencatat kelebihan penelitian tindakan sebagai berikut :

29 1.Kerja sama dalam penelitian tindakan menimbulkan rasa memiliki. 2.Kerja sama dalam penelitian tindakan mendorong kreativitas dan pemikiran kritis. 3.Kerja sama meningkatkan kemungkinan untuk berubah. 4.Kerja sama dalam penelitian meningkatkan kesepakatan.

30 B.Meskipun memiliki kelebihan – kelebihan seperti disebutkan di atas, penelitian tindakan memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan – kelemahan tersebut diuraikan secara garis besar, sebagai berikut : 1.Berkaitan dengan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian tindakan pada pihak peneliti.

31 2.Berkenaan dengan waktu. Karena itu, penelitian tindakan memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, faktor waktu ini dapat menjadi kendala yang besar. Praktisi yang ingin melakukan tugas rutinnya dan untuk melakukan penelitian.

32 KESALAHAN UMUM USULAN PTK Penyebab terjadinya masalah tidak jelas Permasalahan tidak diangkat dari lapangan Relevansi masalah dan dasar teori tidak memadai Kajian pustaka sangat dangkal Ciri – ciri langkah PTK tidak lengkap Indikator keberhasilan tidak ada

33 KELEMAHAN UMUM Lanjutan …. Judul tidak menggambarkan PTK Cara Pemecahan Masalah Tidak Jelas Eksperimen/Uji coba dilakuakan Kegiatan tiap siklus tidak tepat Waktu penelitian tidak sesuai

34 Lanjutan.... Tidak ada pengesahan sekolah dan perpustakaan Instrumen tidak konsisten Anggota peneliti tidak ada Materi ajar atau kelas terlalu luas Pemecahan masalah tidak menggambarkan tindakan

35 INDIKATOR YANG DIPERLUKAN DALAM LAPPORAN PTK Abstrak ( Maks. 200 Kata ) Abstrak ( Maks. 200 Kata ) Pendahuluan Pendahuluan Latar belakang : Masalah nyata Latar belakang : Masalah nyata Rumusan Masalah : Spesifik, Ada Tujuan dan Manfaat Rumusan Masalah : Spesifik, Ada Tujuan dan Manfaat

36 Lanjutan.... Kajian Pustaka : Kajian Pustaka : Memuat Kajian Teori Memuat Kajian Teori Memuat Temuan Hasil Penelitian Memuat Temuan Hasil Penelitian Kerangka Berpikir ___ Argumentasi Kerangka Berpikir ___ Argumentasi Metodelogi Metodelogi Kejelasan metode yang digunakan, Teknik pengambilan data, serta Instrumen relevan dengan Masalah Prosedur kemudian Penelitian Sistematis Kejelasan metode yang digunakan, Teknik pengambilan data, serta Instrumen relevan dengan Masalah Prosedur kemudian Penelitian Sistematis

37 Lanjutan.... Hasil dan pembahasan temuan dario siklus ke siklus dengan gambaran adanya perubahan dan pembahasan Hasil dan pembahasan temuan dario siklus ke siklus dengan gambaran adanya perubahan dan pembahasan Simpulan dan saran, uraikan temuan pokok hasil saran yang sesuai dengan temuan Simpulan dan saran, uraikan temuan pokok hasil saran yang sesuai dengan temuan Daftar pustaka, penulisan sesuaikan dengan aturan Daftar pustaka, penulisan sesuaikan dengan aturan Lampiran, dokumen yang digunakan dan diangap penting Lampiran, dokumen yang digunakan dan diangap penting

38 MERUMUSKAN MASALAH Masalah adalah kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan yang terjadi Masalah adalah kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan yang terjadi Masalah dapat berasal dari pengamatan terhadap kenyataan yang terjadi di dalam proses belajar mengajar Masalah dapat berasal dari pengamatan terhadap kenyataan yang terjadi di dalam proses belajar mengajar Gagasan bahwa sesuatu mungkin dapat diperbaiki Gagasan bahwa sesuatu mungkin dapat diperbaiki

39 Masalah dapat dirumuskan seyogyanya merupakan masalah yagn penting menurut orang lain dan dapat memperbaiki aspek pengajaran Masalah dapat dirumuskan seyogyanya merupakan masalah yagn penting menurut orang lain dan dapat memperbaiki aspek pengajaran Masalah yang diteliti dapat dijangkau Masalah yang diteliti dapat dijangkau Masalah yang diteliti mudah dilaksanakan Masalah yang diteliti mudah dilaksanakan Lanjutan ….

40 MERENCANAKAN TINDAKAN Rencana tindakan diperoleh dari hasil pemikiran reflektif terhadap sesuatu masalah. Pemikiran tersebut berasal dari pengalaman bertahun – tahun dari seorang yang memiliki kepedulian terhadap praktek pegajarannya. Rencana tindakan diperoleh dari hasil pemikiran reflektif terhadap sesuatu masalah. Pemikiran tersebut berasal dari pengalaman bertahun – tahun dari seorang yang memiliki kepedulian terhadap praktek pegajarannya.

41 PELAKSANAAN TINDAKAN DAN OBSERVASI Observasi adalah upaya mengamati dan mendokumentsikan hal – hal yagn terjadi selama tindkan berlangsung. Kemudian obsevasi hal – hal yagn harus diperhatikan adalah perencanaan bersama, fokus, penentuan kriteria, keterampilan observasi, dan umpan balik. Observasi adalah upaya mengamati dan mendokumentsikan hal – hal yagn terjadi selama tindkan berlangsung. Kemudian obsevasi hal – hal yagn harus diperhatikan adalah perencanaan bersama, fokus, penentuan kriteria, keterampilan observasi, dan umpan balik.

42 Sedangkan dalam melakukan observasi ada tiga fase, yaitu perencanaan, observasi kelas, dan pembahasan umpan balik. Pertemuan perencanaan menentukan observer ( pengamat ) dan observer ( yang diamati ). Keduanya guru, harus menyamakan persepsi apa yang akan diamati, kriteria yang perlu diperhatikan adalah rentang katagori terhadap munculnya indikator yang diamati. Misalnya waktu dan respon siswa dalam Pertemuan perencanaan menentukan observer ( pengamat ) dan observer ( yang diamati ). Keduanya guru, harus menyamakan persepsi apa yang akan diamati, kriteria yang perlu diperhatikan adalah rentang katagori terhadap munculnya indikator yang diamati. Misalnya waktu dan respon siswa dalam

43 pertanyaan guru. Secara rinci ssaran observasi adalah : - apakah tindakan sudah sesuai dengan - apakah tindakan sudah sesuai dengan rencana ? rencana ? - adakah tanda – tanda akan tercapai - adakah tanda – tanda akan tercapai tindakan tindakan - Jika sudah ada maka pelaksanaan - Jika sudah ada maka pelaksanaan tindakan dapat diteruskan sesuai dengan rencana tindakan dapat diteruskan sesuai dengan rencana

44 PEMECAHAN MASALAH  Misalnya model pembelajaran X melalui Tindakan Y

45 TEKNIK PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA  Teknik pengolahan dan analisis data akan dilakukan secara kualitatif, mengkatagorikan dan mengklarifikasikan berdasarkan analisis kaitan logisnya kemudian ditafsirkan dalam konteks keseluruhan permasalahan penelitian.

46  Peneliti didalam kegiatan ini berusaha untuk memunculkan makna dari setiap data yang diperoleh, sehingga data tidak bersifat deskriptif akan tetapi dapat menyentuh dimensi transenden untuk mencapai derajat tertentu, berpikir divergen yang kreatif walaupun mengandung spekulasi dan resiko tertentu. Lanjutan ….

47 LANGKAH – LANGKAH PENGOLAHAN DATA  Katagorisasi dan Kodifikasi. Pada tahap ini data yang telah terkumpul ditulis dalam kartu data, kumudian diseleksi – dihimpun, dipilah – pilah sesuai dengan karakteristiknya;  Reduksi data, dalam tahap inidata yang terkumpul dari lapangan, setelah dikatagorisasikan kemudian dikodifikasi lanjut dan dituangkan dalam laporan;

48  Display dan klasifikasi data, bahwa untuk melihat gambaran data keseluruhan atau bagian – bagian tertentu, maka dilakukan klasifikasi; dan  Membuat kesimpulan dan verifikasi. Sebenarnya pada penelitian ini pengambilan kesimpulan sudah dilakukan sejak awal tetapi terus – menerus dikembangkan dan diverifikasikan selama penelitian berlangsung.

49 TAHAP VALIDASI Saturasi : mengacu pada pemeriksaan frekuensi dan distribusi fenomena ( 1958 : 663 ) serta Glasser dan Straus mengacu pada saturasi, yaknisituasi tidak ada data tambahan yangdijumpai ( untuk ) membuat ranahdan katagori ( 1967 : 67 ). Ketika teknik saturasi digunakan dalam situasi penelitian kelas menunjukkan, bahwa katagorisasi yang dihasilka dari observasi diuji secara berulang - ulang Saturasi : mengacu pada pemeriksaan frekuensi dan distribusi fenomena ( 1958 : 663 ) serta Glasser dan Straus mengacu pada saturasi, yaknisituasi tidak ada data tambahan yangdijumpai ( untuk ) membuat ranahdan katagori ( 1967 : 67 ). Ketika teknik saturasi digunakan dalam situasi penelitian kelas menunjukkan, bahwa katagorisasi yang dihasilka dari observasi diuji secara berulang - ulang

50 sehingga diperoleh tingkat kebenaran atau keyakinan yang tinggi terhadap hasil suatu tindakan; Member Check ( Nasution, 1988 ), yakni mencek kebenaran dan kesahihhan sumber data; Member Check ( Nasution, 1988 ), yakni mencek kebenaran dan kesahihhan sumber data; Audit Trail ( Nasution, 1988 ), yaitu mencek kebenaran hasil penelitian beserta prosedur dan metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikan hasil – hasil yang didapat bersama kelompok; Audit Trail ( Nasution, 1988 ), yaitu mencek kebenaran hasil penelitian beserta prosedur dan metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikan hasil – hasil yang didapat bersama kelompok;

51 Expert opinion ( Naution, 1988 ), yaitu pengecekan terhadap yang didapatkan penelitian kepada pakar yang profesional di bidang ini. Expert opinion ( Naution, 1988 ), yaitu pengecekan terhadap yang didapatkan penelitian kepada pakar yang profesional di bidang ini.

52 TAHAPAN PELAKSANAAN PTK Perencanaan ( planing ); Perencanaan ( planing ); Tindakan ( action ) diikuti pengamatan (observation ); dan Tindakan ( action ) diikuti pengamatan (observation ); dan Refleksi ( reflection ). Refleksi ( reflection ).

53 LANGKAH PRAKTIS PELAKSANAAN PTK Identifikasi Masalah Identifikasi Masalah Analisis Masalah Perumusan Masalah Penelitian Analisis Masalah Perumusan Masalah Penelitian Tindakan sebagai Alternatif ( Pemecahan Masalah ) Tindakan sebagai Alternatif ( Pemecahan Masalah ) Perencanaan Observasi Perencanaan Observasi Pelaksanaan Tindakan Analisis Refleksi Pelaksanaan Tindakan Analisis Refleksi Perencanaan Tindakan Ulang Perencanaan Tindakan Ulang Pelaksanaan Tindakan Berikutnya Pelaksanaan Tindakan Berikutnya

54 FORMAT PROPOSAL PTK Bagian Pembuka Bagian Pembuka Halaman Judul Halaman Judul Lembar Pengesahan Lembar Pengesahan Kata Pengantar Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Isi Daftar Lampiran ( bila ada ) Daftar Lampiran ( bila ada )

55 Bagian Isi Bagian Isi A. Judul B. Latar Belakang dan Rumusan Masalah 1. Latar Belakang Masalah 1. Latar Belakang Masalah 2. Rumusan Masalah 2. Rumusan Masalah C. Cara Pemecahan Masalah D. Hipotesis Tindakan ( Bila diperlukan ) E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Penelitian 2. Manfaat Penelitian 2. Manfaat Penelitian

56 F. Kerangka Teori G. Rencana teori 1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 2. Faktor – faktor yang Diteliti 2. Faktor – faktor yang Diteliti 3. Rencana Tindakan 3. Rencana Tindakan a. Tahap Perencanaan Tindakan a. Tahap Perencanaan Tindakan b. Tahapan Pelaksanaan Tindakan b. Tahapan Pelaksanaan Tindakan c. Tahapan Observasi dan Evaluasi c. Tahapan Observasi dan Evaluasi d. Tahapan Analisis dan Refleksi d. Tahapan Analisis dan Refleksi

57 4. Daftar dan Cara Pengumpulan Data 4. Daftar dan Cara Pengumpulan Data 5. Indikator Kinerja 5. Indikator Kinerja 6. Tim Peneliti 6. Tim Peneliti H. Langkah Kegiatan Penelitian (Prosedur Penelitian) I. Jadwal Penelitian I. Jadwal Penelitian J. Rencana Anggaran (Bila Perlu)

58 BAGIAN PENUTUP - Daftar Pustaka - Lampiran – lampiran - Biodata Peneliti

59 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PTK BAGIAN PEMBUKA BAGIAN PEMBUKA Halaman Judul Halaman Judul Lembar Pengesahan Lembar Pengesahan Abstraks Abstraks Kata Pengantar Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Isi Daftar tabel, grafik, gambar, lampiran Daftar tabel, grafik, gambar, lampiran

60 BAB I PENDAHULUAN BAGIAN ISI BAGIAN ISI A. Latar Belakang Masalah Isi dengan hal – hal yang melandasi permasalahan Isi dengan hal – hal yang melandasi permasalahan

61 B. Rumusan Masalah Dapat dalam bentuk pertanyaan - Dapat dalam bentuk pertanyaan - pertanyaan pertanyaan C. Tindakan yang Dilakukan Bentuk tindakan yang akukan akan Bentuk tindakan yang akukan akan dilakukan dalam setiap siklus dilakukan dalam setiap siklus D. Hipotesis Tindakan ( bila diperlukan )

62 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian F. Lingkup Penelitian ( Penjelasan Istilah ) Deskripsikan lingkup atau batas – batas penelitian Deskripsikan lingkup atau batas – batas penelitian

63 BAB II KERANGKA TEORI Uraikan Landasan Teori atau metodelogi yang digunakan dalam menentukan tindakan dalam pembelajaran Kajian pengalaman sendiri; Kajian pengalaman sendiri; Guru lain; atau Penelitian terdahulu. Guru lain; atau Penelitian terdahulu.

64 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Karakteristik Subjek Penelitian Di mana, kapan, berkolaborasi dengan siapa? Di mana, kapan, berkolaborasi dengan siapa? Jelaskan karakteristik siswa kelas tersebut! Jelaskan karakteristik siswa kelas tersebut!

65 B. Prosedur Penelitian 1. Gambaran Umum Penelitian 1. Gambaran Umum Penelitian Kapan, berapa lama, jumlah siklus, dan Teknik Praktek Pembelajaran Kapan, berapa lama, jumlah siklus, dan Teknik Praktek Pembelajaran

66 2. Rincian Prosedur Penelitian a. Tahapan persiapan tindakan a. Tahapan persiapan tindakan b. Tahapan pelaksanaan tindakan b. Tahapan pelaksanaan tindakan c. Tahapan observasi dan evaluasi c. Tahapan observasi dan evaluasi d. Tahapan analisis dan refleksi d. Tahapan analisis dan refleksi Lebih baik bila prosedur dibuat dalam bagan penelitian. Jelaskan secara rinci setiap tahapan dalam bagan.

67 BAB IV DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian Tampilkan semua data yang diperoleh dari setiap siklus ( kualitatif atau kuantitatif ). Boleh dibuat tabel, grafik, atau sosiogram. Tampilkan semua data yang diperoleh dari setiap siklus ( kualitatif atau kuantitatif ). Boleh dibuat tabel, grafik, atau sosiogram. B. Pembahasan Hasil Penelitian Jelaskan tentang keberhasilan atau kegagalan suatu tindakan, setiap siklus. Jelaskan tentang keberhasilan atau kegagalan suatu tindakan, setiap siklus.

68 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan ( Rumusan dalam kalimat padat dan jelas ) Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan ( Rumusan dalam kalimat padat dan jelas ) B. Saran Berpedoman pada hasil penelitian lebih baik bila kepada tiap – tiap sasaran. Berpedoman pada hasil penelitian lebih baik bila kepada tiap – tiap sasaran.

69 BAGIAN PENUTUP Daftar Pustaka Lampiran – Lampiran a. Rencana Pembelajaran ( setiap siklus ) b. Alat tes/ Pengukur data ( setiap siklus ) c. Instrumen pendukung d. Foto bila diperlukan e. Bio data tim peneliti :

70 1. Nama lengkap, gelar, NIP, Pangkat/Gol. 2. Riwayat pendidikan 3. Riwayat Pekerjaan 4. Pengalaman bekerja.

71 JUDUL Penelitian dan Pengamatan 1 dan 2 Format Artikel ► Alamat Dinas ► Abtraks Isinya berupa rangkuman isi artikel Latar belakang masalah, masalah Metodelogi/Langkah penelitian Hasil penelitian Kesimpulan

72 1. Pendahuluan Mulai refleksi awal Mulai refleksi awal Identifikasi Masalah Identifikasi Masalah Rumusan Masalah Rumusan Masalah Jenis – jenis tindakan Jenis – jenis tindakan Tempat/waktu dst. Tempat/waktu dst.

73 2. Metodelogi/Langkah – Langkah Penelitian a. Perencanaan a. Perencanaan b. Pelaksanaan tindakan Dalam setiap siklus b. Pelaksanaan tindakan Dalam setiap siklus c. Observasi/evaluasi c. Observasi/evaluasi d. Analisis/refleksi d. Analisis/refleksi

74 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan a. Hasil setiap siklus a. Hasil setiap siklus – perubahan membaik? _ perubahan memburuk? _ perubahan memburuk? b. Uraikan hasil analisis data ke dalam tabel, grafik, gambar, dan sebagainya. b. Uraikan hasil analisis data ke dalam tabel, grafik, gambar, dan sebagainya.

75 4. Kesimpulan dan Saran a. Simpulkan hasil penelitian setiap siklus a. Simpulkan hasil penelitian setiap siklus b. Diskusi b. Diskusi - Ceritakan penyebab keberhasilan - Ceritakan penyebab keberhasilan - Ceritakan penyebab kegagalan - Ceritakan penyebab kegagalan - Kembangkan pikiran inovasi kita dalam memecahkan masalah - Kembangkan pikiran inovasi kita dalam memecahkan masalah

76 5. Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuannya apa? 6. Daftar Rujukan Beri nomor sesuai footnote. Beri nomor sesuai footnote.

77 TEKNIK MENYUSUN LAPORAN o Mengapa harus PTK ? o Tindakan orang lain  dilihat  ditiru o Tindakan orang lain  direnungkan  ditiru o Tindakan orang lain  direnungkan  mengambil prinsip-prinsip  Tindakan selanjutnya Bukan PTK

78 Penelitian Tindakan Kelas Tindakan Sendiri Direnungkan (direfleksi Mendapatkan teori Mengambil prinsip- prinsip Implementasi Tindakan selanjutnya

79 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah B.Perumusan Masalah C.Tujuan Penelitian D.Manfaat Penelitian

80 A. Latar Belakang Masalah  Ciri masalah mengandung variabel  Variabel: sesuatu yang dapat berubah-ubah  Variabel pada masalah pokok yang diteliti dikenal dengan variabel terikat (Y) dikenal dengan variabel terikat (Y)  Masalah tidak berdiri sendiri selalu berkonstelasi dengan masalah lain berkonstelasi dengan masalah lain  Masalah lain tersebut umumnya mengandung variabel bebas (X) mengandung variabel bebas (X)

81 CONTOH MASALAH Masalah Pokok : 1.Rendahnya hasil belajar matematika. Variabel Y : Hasil belajar matematika Variabel Y : Hasil belajar matematika 2.Kedisiplinan kehadiran siswa : Variabel Y : Kedisiplinan kehadiran Variabel Y : Kedisiplinan kehadiran

82 Masalah Lain : 1.Penggunaan Pembelajaran dengan pendekatan konstektual Variabel X : Pendekatan konstektual 2.Pemberian Hukuman Berjenjang Variabel X : Hukuman berjenjang

83 ISI LATAR BELAKANG PADA PTK : 1.Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) 2.Menulis harapan yang akan dituju (kondisi akhir) 3.Adanya masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan 4.Adanya solusi/pemecahan masalah: a.Identifikasi masalah b.Pembatasan masalah c.Adanya Solusi

84 B. PERUMUSAN MASALAH Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah Umumnya berbentuk kalimat tanya Umumnya berbentuk kalimat tanya Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke masalah pokok Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke masalah pokok Kalimat tanya pada perumusan masalah Kalimat tanya pada perumusan masalah harus dijawab harus dijawab Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah

85 PERUMUSAN MASALAH : Sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan. Sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan. Sebagai arah dalam menentukan judul penelitian Sebagai arah dalam menentukan judul penelitian Sebagai arah dalam menentukan metode penelitian Sebagai arah dalam menentukan metode penelitian Sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian Sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian

86 CONTOH PERUMUSAN MASALAH Misalnya :Y : Hasil belajar matematika…. X : Pendekatan konstektual …. 1.Apakah terdapat hubungan antara X dengan Y?  Bukan Perumusan masalah pada PTK  Termasuk penelitian kuantitatif korelasional  Judul yang sesuai: -Hubungan antara X dengan Y -Studi korelasional antara X dengan Y -Studi korelasional antara X dengan Y

87 2.Apakah terdapat pengaruh X terhadap Y?  Bukan Perumusan masalah pada PTK  Termasuk penelitian kuantitatif eksperimen  Judul yang sesuai: -Pengaruh X terhadap Y -Studi komparatif tentang X terhadap Y -Studi komparatif tentang X terhadap Y

88 3.Apakah melalui X dapat meningkatkan Y?  Perumusan masalah pada PTK  Termasuk penelitian tindakan kelas  Judul yang sesuai: -Upaya peningkatan Y melalui X -Optimalisasi Y melalui X -Optimalisasi Y melalui X -Penggunaan X untuk meningkatkan Y -Meningkatkan Y melalui X

89 C. TUJUAN PENELITIAN 1.Tujuan Umum : Untuk meningkatkan Y Untuk meningkatkan Y 2.Tujuan Khusus : Untuk meningkatkan Y melalui X Untuk meningkatkan Y melalui X

90 D. MANFAAT PENELITIAN 1.Manfaat Teoritis : Mendapatkan teori baru tentang Y melalui XMendapatkan teori baru tentang Y melalui X Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnyaSebagai dasar untuk penelitian selanjutnya 2.Manfaat Ptraktis : Manfaat bagi siswaManfaat bagi siswa Manfat bagi guruManfat bagi guru Manfaat bagi sekolahManfaat bagi sekolah

91 BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A.Landasan Teori B.Penelitian yang relevan (bila ada) C.Kerangka berfikir D.Hipotesis Tindakan

92 A. LANDASAN TEORI Sebagai dasar untuk mencari kebenaran berdasarkan kajian teori Sebagai dasar untuk mencari kebenaran berdasarkan kajian teori Teori-teori yang diambil harus relevan Teori-teori yang diambil harus relevan Relevan dengan permasalahan dan variabel yang diambil Relevan dengan permasalahan dan variabel yang diambil Diambil dari teori-teori yang terbaru Diambil dari teori-teori yang terbaru Diambil dari berbagai aliran Diambil dari berbagai aliran

93 CONTOH SUB JUDUL PADA LANDASAN TEORI Judul Penelitian : “UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BAGI SISWA KELAS IV SD.… SEMESTER …. TAHUN PELAJARAN ….”

94 Sub Judul pada landasan teori : 1.Hasil belajar matematika a.Hakekat Matematika b.Hakekat Belajar c.Hasil Belajar d.Hasil Belajar Matematika 2.Pembelajaran dengan pendekatan Kontekstual a.Pembelajaran b.Hakekat Pendekatan c.Pendekatan Kontekstual

95 B. PENELITIAN YANG RELEVAN Relevan dengan permasalahan dan variabel yang diteliti Relevan dengan permasalahan dan variabel yang diteliti Untuk menghindari duplikasi Untuk menghindari duplikasi Penelitian relevan baik dilakukan oleh peneliti sendiri maupun oleh orang lain Penelitian relevan baik dilakukan oleh peneliti sendiri maupun oleh orang lain

96 C. KERANGKA BERFIKIR Didasarkan pada landasan teori Didasarkan pada landasan teori Disesuaikan dengan permasalahan yang diambil Disesuaikan dengan permasalahan yang diambil Sebagai dasar untuk menentukan pengajuan hipotesis Sebagai dasar untuk menentukan pengajuan hipotesis Klimaks dari kerangka berfikir umumnya terdapat kata : …… berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir diatas, diduga …. (misalnya diduga melalui X dapat meningkatkan Y) Klimaks dari kerangka berfikir umumnya terdapat kata : …… berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir diatas, diduga …. (misalnya diduga melalui X dapat meningkatkan Y)

97 KONDI SI AWAL KONDISI AKHIR TINDAKAN Guru : Belum menggunakan pendekatan kontekstual Siswa : Hasil belajar matematika rendah MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SIKLUS I Kontekstual yang abstrak SIKLUS II Kontekstual abstrak dan kongkrit HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENINGKAT

98 D. HIPOTESIS TINDAKAN Merupakan jawaban sementara berdasarkan pada kajian teori dan kerangka berpikir Merupakan jawaban sementara berdasarkan pada kajian teori dan kerangka berpikir Menjawab perumusan masalah yang diajukan Menjawab perumusan masalah yang diajukan Merupakan hipotesis tindakan bukan hipotesis penelitian Merupakan hipotesis tindakan bukan hipotesis penelitian

99 Contoh Hipotesis : 1.PM : Apakah terdapat hubungan antara X dengan Y? Judul : Hubungan antara X dengan Y Hipotesis : Pilih salah satu dari : a.Terdapat hubugan antara X dengan Y b.Terdapat hubungan positif antara X dgn Y c.Terdapat hubungan negatif antara X dgn Y (Bukan PTK)

100 2.PM : Apakah terdapat pengaruh X terhadap Y? Judul : Pengaruh X terhadap Y Hipotesis : Pilih salah satu dari : a.Terdapat pengaruh X terhadap Y b.Y dengan menggunakan X1 > daripada yang menggunakan X2 c.Y dengan menggunakan X1 < daripada yang menggunakan X2 (Bukan PTK)

101 3.PM : Apakah melalui X dapat meningkatkan Y? Judul : Upaya peningkatan Y melalui X Hipotesis : Melalui X dapat meningkatkan Y (PTK)

102 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.Setting Penelitian B.Subjek Penelitian C.Sumber Data D.Teknik dan Alat Pengumpulan Data E.Validasi Data F.Analisis Data G.Indikator Kinerja H.Prosedur Penelitian

103 A. SETTING PENELITIAN 1.Waktu Penelitian a.Kapan penelitian itu dilakukan b.Beri alasan mengapa penelitian dilakukan pada waktu itu (khususnya pada tindakan) 2.Tempat Penelitian a.Dimana penelitian itu dilakukan b. Beri alasan mengapa penelitian dilakukan pada tempat itu

104 B. SUBJEK PENELITIAN Pada PTK tidak menggunakan populasi, sample, dan teknik sampling Pada PTK tidak menggunakan populasi, sample, dan teknik sampling Populasi = sample, merupakan subjek Populasi = sample, merupakan subjek Subjeknya siswa (dapat guru dan sebagainya) Subjeknya siswa (dapat guru dan sebagainya)

105 C. SUMBER DATA Sumber data dari siswa sebagai subjek penelitian Sumber data dari siswa sebagai subjek penelitian Sumber data lain dari guru atau teman sejawat Sumber data lain dari guru atau teman sejawat

106 D. TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA 1.Teknik pengumpulan data: a.Tes b.Observasi c.wawancara, dll 2.Alat pengumpulan data a.Butir soal tes b.Lembar observasi c.Pedoman wawancara, dll

107 E. VALIDASI DATA 1.Hasil belajar (nilai tes) yang divalidasi instrumen tes. Menentukan validitas teoritik maupun validitas empirik (analisis kualitatif dan kuantitatif) 2.Proses Pembelajaran (observasi, wawancara) yang divalidasi datanya melalui triangulasi: a.Triangulasi sumber b.Triangulasi metode

108 F. ANALISIS DATA Tidak menggunakan uji statistik Tidak menggunakan uji statistik Menggunakan analisis diskriptif : Menggunakan analisis diskriptif : a.Hasil belajar dianalisis dengan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator kinerja b.Observasi maupun wawancara dengan analisis diskriptif berdasarkan hasil observasi dan refleksi

109 G. INDIKATOR KINERJA Merupakan kondisi akhir yang diharapkan Merupakan kondisi akhir yang diharapkan Didasarkan pada pengalaman yang lalu Didasarkan pada pengalaman yang lalu Perlu pertimbangan untuk menetapkan indikator kinerja (jangan terlalu tinggi) Perlu pertimbangan untuk menetapkan indikator kinerja (jangan terlalu tinggi) Misalnya biasanya nilai rata-rata ulangan harian 5,2, indikator kinerjanya menjadi 5,5 (jangan menjadi 9,0) Misalnya biasanya nilai rata-rata ulangan harian 5,2, indikator kinerjanya menjadi 5,5 (jangan menjadi 9,0)

110 H. PROSEDUR PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas terdiri dari …. Siklus Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas terdiri dari …. Siklus Langkah-langkah dalam siklus terdiri dari: Langkah-langkah dalam siklus terdiri dari: -Planning -Acting -Observing -Reflecting Dijelaskan rencana tindakan tiga siklus Dijelaskan rencana tindakan tiga siklus

111 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Kondisi Awal B.Deskripsi Hasil Siklus I 1.Perencanaan Tindakan 2.Pelaksanaan Tindakan 3.Hasil Pengamatan 4.Refleksi C.Deskripsi Hasil Siklus II D.Pembahasan Tiap Siklus & Antar Siklus E.Kesimpulan dari Hasil Penelitian

112 BAB V PENUTUP A.Kesimpulan B.Saran - saran

113 PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ABagian Pembuka 1.Halaman Judul 2.Lembar Pengesahan 3.Kata Pengantar 4.Daftar Isi 5.Daftar Tabel (bila ada) 6.Daftar Gambar (bila ada) 7.Daftar Lampiran 8.Abstrak (bila diperlukan)

114 B.Bagian Isi BAB I PENDAHULUAN ALatar Belakang Masalah BPerumusan Masalah CTujuan Penelitian DManfaat Penelitian BAB IILANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ALandasan Teori BPenelitian yang Relevan C.Kerangka Berfikir DHipotesis Tindakan

115 A.Setting Penelitian B.Subjek Penelitian C.Sumber Data D.Teknik dan Alat Pengumpulan Data E.Validasi Data F.Analisis Data G.Indikator Kinerja H.Prosedur Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN

116 BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ADeskrisi Kondisi Awal BDeskripsi Siklus I CDeskripsi Siklus II, dst DPembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus EHasil Penelitian BAB VPENUTUP ASimpulan BSaran

117 C. Bagian Penunjang 1.Daftar Pustaka 2.Lampiran-lampiran

118 BAHAN KAJIAN CONTOH JUDUL PTK 1. Manfaat buku biologi bagi peningkatan prestasi belajar siswa kelas II SMP N 3 Bandung 2. Penggunaan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas III SMP N 2 Depok 3. Manfaat buku tugas bagi siswa kelas I SMP 5 Cianjur 4. Meminimalkan kesalahan siswa kelas 3 SMP Cirebon dalam menggunakan rumus fisika melalui tutor sebaya

119 5. Peningkatan respon siswa dalam pembelajaan fisika melalui metode variasi pembelajaran berjenjang 6. Upaya meningkatkan kualitas dan pemahaman reading siswa kelas II SMP Karawang 7. Pendekatan Matematika realistik dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan Kritis siswa kelas III SD Sukabumi

120 8. Penggunaan Modul dan Media Ineraktif pada pelaksanaan belajar tuntas mata Diklat Menggambar Busana di SMK Kelompok Pariwisata 9. Peningkatan Kemampuan Menulis Resmi Melalaui Strategi Kooperatif Kolaboratif siswa kelas 1 SMA N 2 Tasikmalaya 10. Usaha Meningkatkan Mutu Pembelajaran Matematika Kealas I di SMA 1 Indramayu Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw

121 11. Meningkatkan motivasi Sholat melalui Pemaknaan Bacaan Sholat pada siswa kelas 1 SMP 2 Majalengka 12. Korelasi antara sikap terhadap metode dengan prestasi belajar siswa kelas II SMP 3 Bandung 13. Manfaat Perpustakaan dalam menunjangkegemaran membaca pada siswa SD 14. Meningkatkan kreativitas siswa dalam pelajaran bahasa Inggris

122 15. Hubungan antara kualitas guru mengajarkan dengan prestasi belajar pada siswa SMA di Kabupaten Bandung 16. Pengembangan model pembelajarn berbasis kerja ilmiah menggunakan local material untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologidi SMA 17. Model Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan Realistik pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar

123 18. Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Model Konstruktivitas pada Siswa kelas V SD II Bandung 19. Meningkatkan Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Permainan di SMP N 7 Bandung.


Download ppt "PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Oleh: TATA HADI MULYA WIDYAISWARA MADYA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google