Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANGGARAN PERUSAHAAN KULIAH 3 NURUL HUDA. TEKNIK FORECASTING PENJUALAN FORECASTING Suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANGGARAN PERUSAHAAN KULIAH 3 NURUL HUDA. TEKNIK FORECASTING PENJUALAN FORECASTING Suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang."— Transcript presentasi:

1 ANGGARAN PERUSAHAAN KULIAH 3 NURUL HUDA

2 TEKNIK FORECASTING PENJUALAN FORECASTING Suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan cara –Kuantitatif : menggunakan statistik dan matematik –Kualitatif : menggunakan judgment/pendapat

3 FORECASTING BERDASARKAN PENDAPAT /JUDGMENT METHOD (1) 1.Pendapat salesman Perkiraan salesman perlu diawasi karena mungkin ada unsur kesengajaan untuk membuat perkiraan yang lebih rendah (under estimate) dengan harapan bila menjual di atas perkiraan akan mendapatkan bonus 2.Pendapat sales manager pada umunya perkiraan sales manager dapat lebih obyektif karena mempertimbangkan banyak faktor

4 FORECASTING BERDASARKAN PENDAPAT /JUDGMENT METHOD (2) 3.Pendapat para ahli biasanya disebut konsultan 4.Survey konsumen penelitian langsung terhadap konsumen

5 FORCASTING BERDASARKAN STATISTIK Pada metode ini unsur subjektivitas ditekan sekecil mungkin, perhitungan didasarkan pada data obyektif baik yang bersifat mikro maupun makro

6 ANALISIS TERND SEMI AVERAGE (SETENGAH RATA-RATA) Trend adalah gerakan berjangka panjang dan cenderung menuju ke satu arah menaik atau menurun

7 TAHUNSalesSemi TotalSemi Average 20011800 2002190076501912.5 20032000 20041950 20051900 2006195080502012.5 20072000 20082200 PENERAPAN TREND SEMI AVERAGE (1) A B n

8 PENERAPAN TREND SEMI AVERAGE (2) Kenaikan trend per tahun /Annual trend increase (ATI) (B-A)/ n= ( 2015,5 – 1912,5)/4 = 25 Sehingga : Y= 1912,5 + 25 X ATAU Y= 2012,5 + 25 X Berdasarkan hal tersebut maka dapat kita perkirakan trend Y 2010= 2012,5 + 25 (4,5) = 2125

9 Trend

10 ANALISIS TREND SECARA MATEMATIS (1) METODE MOMENT Y= a+ bXi ∑Y= na+ b∑Xi ∑XiYi= a∑Xi + b∑Xi²

11 ANALISIS TREND SECARA MATEMATIS (2) TahunSales (Yi)XiXiYiXi^2 2001180000 20021901 1 200320024004 200419535859 2005190476016 2006195597525 20072006120036 20082207154049 Jumlah1570285650140

12 ANALISIS TREND SECARA MATEMATIS (3) 1.1570= 8a + 28 b X 5 2.5650= 28 a + 140 bX 1 7850= 40 a + 140 b 5650= 28 a + 140 b – 2200= 12 a a= 183,3

13 ANALISIS TREND SECARA MATEMATIS (4) 5650 = 28 (183,3) + 140b 140 b = 5650 – 5133,33 140 b = 516,67 b = 3,69 Sehingga Persamaan trend Y= 183,33 + 3,69 X

14 ANALISIS TREND SECARA MATEMATIS (4) Maka penjualan tahun 2010 diperkirakan Y= 183,33 + 3,69 x Y= 183,33 + 3,69 (9) Y= 216,54

15 METODE LEAST SQUARE (1) Persamaan Trend Y = a+ bX Dimana : a= ∑Y n b= ∑XY ∑X²

16 METODE LEAST SQUARE (2) TahunSales (Yi)XiXiYiXi^2 2002180-3-5409 2003190-2-3804 2004200-2001 2005195000 20061901 1 200719523904 200820036009 Jumlah135006028

17 METODE LEAST SQUARE (3) a= ∑Y = 1350 / 7 = 192,86 n b= ∑XY = 60 / 28 = 2,14 ∑X² Sehingga persamaan trend Y = 192,86 + 2,14X Perkiraan Penjualan tahun 2010 Y= 192,86 + 2,14 (5) Y= 203,57

18 PERSAMAAN KORELASI Tujuan utama dari analisa korelasi garis lurus adalah untuk mengukur kuatnya hubungan antara dua variabel. Korelasi garis lurus terjadi apabila semua titik hubungan terjadi pada garis lurus.

19 PERSAMAAN REGRESI (1) Y = a+ bX Dimana : b=n ∑XY - ∑X∑Y n∑ X² - (∑X) ² a= ∑Y – b ∑X n

20 TAHUNSALES (Y)PROMOSI XXYX^2Y^2 199420526533067642025 199520628576878442436 1996254358890122564516 199724631762696160516 199820121422144140401 19992914914259240184681 200023430702090054756 200120930627090043681 200220424489657641616 200321631669696146656 2004245327840102460025 20052864713442220981796 20063125416848291697344 20072654010600160070225 200832242135241764103684 JUMLAH369652013323019338934358 PERSAMAAN REGRESI (2)

21 PERSAMAAN REGRESI (3) b=15 (133.230) - (520)(3696) 15( 19.338)- (520)² b = 3,89 a= 3696 – 3,89 (520) 15 = 111, 52 Sehingga persamaan regersinya Sales= 111,52 + 3,89 Promosi

22 JENIS – JENIS KORELASI Korelasi positif ( searah ) Yaitu apabila suatu variabel Y naik / turun maka variabel lainnya X akan naik / turun Korelasi negatif ( berlawanan arah ) Yaitu apabila suatu variabel Y naik / turun maka variabel lainnya X akan turun / naik

23 NILAI KORELASI Koofesien korelasi akan mempunyai nilai antara –1 < r  1, artinya nilai koefesien korelasi maksimum satu dan tanda positif maupun negatif memperlihatkan jenis hubungannya. Semakin mendekati satu nilai koofesien korelasinya maka hubungan antra variabel tersebut semakin kuat.

24 RUMUS KORELASI Berdasarkan data Yang ada maka diperoleh hasil : r = 0,916

25 PERAMALAN DENGAN METODE KHUSUS (1) 1.Analisis Industri Dengan metode ini dicoba untuk dihubungkan potensi penjualan perusahaan dengan industri pada umumnya.

26 TAHAPAN DALAM ANALISIS INDUSTRI (1) a)Membuat proyeksi demand industri untuk mengetahui prospek perkembangan penjualan industri pada masa akan datang b)Menilai posisi perusahaan dalam hubungannya dengan industri (Market Share) c)Proyeksi posisi perusahaan (Expected Market Share)

27 TAHAPAN DALAM ANALISIS INDUSTRI (2) Tahun Demand Prsh (unit) Demand Industri (Unit) Market Share (%) Kenakan Market Share 2003110110010 20041381150122 20051681200142 20062081300162 20072521400182 20083101550202 Keterangan : Market Share = (Permintaan Perusahaan/Industri) X 100 %

28 PERKEMBANGAN PERMINTAAN INDUSTRI (1) TahunDemand Industri (Unit)Kenaikan 20031100 200411504.5 200512004.3 200613008.3 200714007.7 2008155010.7 Kenaikan =(( Demand 2004 –Demand 2003)/Demand 2003 ) X 100 %

29 PERKEMBANGAN PERMINTAAN INDUSTRI (2) Dari trend kenaikan diatas dimisalkan proyeksi pertumbuhan tahun 2009 = 11,5% maka : –Penaksiran/proyeksi permintaan industri tahun 2009 = 11,5%X1550 = 178, 25 (kenaikan) sebagai total tahun 2009 1.550+178,25=1.728,25 unit atau 1.728 unit Jika market share perusahaan diperkirakan mengalami kenaikan yang sama dengan tahun sebelumnya maka tahun 2009 market share 22% berdasarkan hal ini pula maka:

30 PERKEMBANGAN PERMINTAAN INDUSTRI (3) Market share = permintaan perusahaan x 100% permintaan industri 22% = permintaan perusahaan 1.728 Permintaan perusahaan 2009 = 380,16 unit atau 380 unit

31 PERAMALAN DENGAN METODE KHUSUS (2) 2.Analisis produk line Pada umumnya metode ini digunakan untuk peusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk. Sehingga harus dibuat forecast secara terpisah.

32 PERAMALAN DENGAN METODE KHUSUS (3) 3.Analisis penggunaan akhir Analisis ini digunakan pada perusahaan- perusahaan yang memprodusir barang- barang yang tidak langsung dapat dikonsumsi, melainkan masih memerlukan proses lebih lanjut untuk menjadi produk akhir.

33 Bulan20042005200620072008Rata-RataXXYX^2Trendvariasi musimindex musim 1556686-11-6612106107.0791196 2357585.6-9-50.4810.065.5498.8697204 3356695.8-7-40.6490.125.68101.3682332 4447786-5-30250.185.82103.866746 5446675.4-3-16.290.245.1692.08804283 6345885.6-5.610.35.394.58655562 7356785.81 10.365.4497.08506841 844778631890.425.5899.5835812 9347695.8529250.485.3294.94348602 10357896.4744.8490.545.86104.5806068 11457696.2955.8810.65.699.9405116 124577106.61172.61210.665.94106.0083284 Jumlah4355787910171.2017.25723.9667.24 PERAMALAN DENGAN INDEX MUSIM (1)

34 PERAMALAN DENGAN INDEX MUSIM (2) Dari angka indeks musiman tersebut maka dapat dibuat forecast penjualan tahun 2009 misalnya sales 2009 diperkirakan 115 maka forescast penjualan :

35 PERAMALAN DENGAN INDEX MUSIM (3) Januari = 115 x 107,08% = 10,26 12 Februari = 115 x 89,87% = 8,61 12 Maret = 115 x 101,34% = 9,71 12 Dan seterusnya


Download ppt "ANGGARAN PERUSAHAAN KULIAH 3 NURUL HUDA. TEKNIK FORECASTING PENJUALAN FORECASTING Suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google