Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

M.K. Dasar Teknologi Mikrobial Departemen Teknologi Industri Pertanian – FATETA IPB 2012 TIN 232 2(2-0) PEMBAHASAN MIKROBA SECARA UMUM (TINJAUAN DUNIA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "M.K. Dasar Teknologi Mikrobial Departemen Teknologi Industri Pertanian – FATETA IPB 2012 TIN 232 2(2-0) PEMBAHASAN MIKROBA SECARA UMUM (TINJAUAN DUNIA."— Transcript presentasi:

1 m.K. Dasar Teknologi Mikrobial Departemen Teknologi Industri Pertanian – FATETA IPB 2012 TIN 232 2(2-0) PEMBAHASAN MIKROBA SECARA UMUM (TINJAUAN DUNIA MIKROBA)

2 Klasifikasi Organisme KingdomsOrganisme  Linnaeus Tumbuhanbakteri, fungi, alga (1753) tumbuhan Hewanprotozoa, hewan  Haeckel (1865)Tumbuhan alga multiseluler, tumbuhan Hewanhewan Protistamikroba (bakteri, protozoa, alga, kapang, khamir).

3  Whittaker Tumbuhan alga multiseluler, tumbuhan (1969)Hewanhewan Sistem Protistaprotozoa, alga bersel tunggal 5 duniaFungikapang, khamir Monerasemua bakteri (prokariotik)  Woese Archaeobacteriabakteri yang memproduksi (1977)gas metan, perlu garam tinggi, perlu suhu tinggi. Eubacteriasemua bakteri (penyebab penyakit, bakteri tanah dan air, bakteri fotosintetik). Eukariotikprotozoa, alga, fungi, tumbuhan, hewan.

4 Cara organisme mendapatkan nutrisi (makanan / energi): 1) Fotosintesisdasar pembagian 2) Absorpsisistem 5 dunia (kingdoms) oleh 3) “ Ingestion” Whittaker (1969) Dunia Dunia Fungi Dunia TumbuhanHewan Absorpsi “Ingestion” Fotosintesis Dunia Protista Dunia Monera

5 Mikroba ada pada dunia (kingdoms) : Monera : bakteri Protista : protozoa, alga Fungi : khamir, kapang Bakteri - terbagi 2 grup : eubakteria dan archaeobakteria - sel prokariotik khas : tidak mempunyai membran nukleus (Organel selnya terdiri dari : sitoplasma, bahan intisel, ribosom) & uniseluler - Struktur : diluar dinding sel berupa flagela, fili dan kapsul. - Berdasarkan beda komposisi & struktur dinding sel : Gram + = lipid lebih sedikit Gram - = lipid lebih banyak, dinding sel lebih tipis

6 - Sel berbentuk bola (coccus), batang (bacil), spiral - Diameter : 0,5 – 1 μm. panjang : 1,5 – 2,5 μm. -Penataan sel : tunggal, berpasangan, rantai/filamen, gerombol - Reproduksi : pembelahan biner / aseksual - Tumbuh pada suhu 0 - > 90º C - Banyak yang menguntungkan dan merugikan Bakteri (lanjutan): Sianobakteria - Prokariotik fotosintetik - lebih besar dari bakteri - selain dg pembelahan biner, perkembangbiakan bisa melalui spora

7 Bentuk Sel Bakteri Sumber : sciences/lecturenote/... /Ch10Classification.p pt bola (coccus) batang (bacil), spiral

8 Contoh Aplikasi Bakteri Penting dalam Industri Mikrobial 1. Acetobacte aceti : - mengoksidasi alkohol menjadi asam asetat  industri cuka 2. Acetobacter xylinum : - mensintesis selulosa (nata de coco) dari substrat gula menjadi pelikel yang mengambang di permukaan substrat - fermentasi teh menjadi produk the Kombucha Nata de coco

9 Bakteri Penting dalam Industri Mikrobial 3. Lactobacillus sp : - produksi asam laktat  PLA (poly lactic acid, bahan bioderadable plastic) & pembuatan yoghurt, sauerkraut & probiotik L. bulgaricus sauerkraut Yoghurt

10 Bakteri Penting dalam industri (lanjutan) 4. Bacillus sp : - produksi enzim amilase, bioinsektisida (B. thuringiensisi), penanganan limbah (B. subtilis, B. megaterium) 5. Bifidobacterium sp : - sebagai probiotik Bifidobacterium

11 Fungi (Kapang & Khamir) - Sel eukariotik, tidak berkhlorofil, dinding sel kaku, uni atau multiseluler. - Ukuran : mikroskopik (uniseluler : khamir)  besar (kapang cendawan / jamur). - Kapang : sel mempunyai hifa (miselium)  spora - Selain beberapa yang merugikan, fungi banyak yang menguntungkan dalam kehidupan - Fisiologi : kapang  umumnya hanya dapat hidup dengan adanya oksigen (obligat aerob)

12 Klasifikasi FUNGI (Phila) Pengelompokan berdasarkan : (1). Habitat (2). Morfologi (3). Kompleksitas seksual 1. Zygomycota 2. Ascomycota 3. Basidiomycota 4. Deuteromycota

13 1). Zygomycota Terrestrial, terutama kapang Reproduksi secara aseksual dg cara memproduksi spora non-motil yang disebut sporangiospore Reproduksi secara seksual dg memproduksi zygospore berdinding tebal Rhizopus sp. – Non-septat

14

15 2). Ascomycota Terrestrial / khamir dan kapang Reproduksi aseksual dengan cara memproduksi spore non-motil yg disebut conidiospora (conidium) Reproduksi seksual dgn cara memproduksi spora seksual yang disebut ascospores yg terbentuk didalam kantung (ascus) Contoh : Penicillium sp.  Kapang berseptat

16

17 Aspergillus sp – Kapang berseptat Saccharomyces cerevisiae - Khamir :  Reproduksi aseksual dgn cara pertunasan (budding) atau pembelahan biner (binary fission)  Reproduksi seksual dgn cara memproduksi ascospora yg terbentuk di dlm kantung (ascus)  di bagian atas (overhead)

18

19 3. Basidiomycota - Kebanyakan jamur (mushrooms) 4. Deuteromycota Khamir dan kapang berseptat Terrestrial None exhibit a sexual cycle Khamir : reproduksi aseksual dgn cara pertunasan Kapang : reproduksi aseksual dgn memproduksi conidia

20 KAPANG - Diameter 4-20 µm - Hidup pada suhu C, suhu ruang - Umumnya hanya dapat hidup dengan adanya oksigen (obligat aerob) - Hifa berseptat, non-septat (coenocytic) - Sel mempunyai hifa (miselium)  spora

21 Morfologi Seluler Kapang Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB June 9, 2005 Division of Clinical Microbiology Faculty of Associated Medical Science, CMU

22 Tipe Hifa Kapang Hyaline aseptate hyphae Hyaline septate hyphae Dematiaceous septate hyphae Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB June 9, 2005 Division of Clinical Microbiology Faculty of Associated Medical Science, CMU

23 Rhizoids Antler hyphae Racquet hyphae Spiral hyphae Tipe Hifa Kapang Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB June 9, 2005 Division of Clinical Microbiology Faculty of Associated Medical Science, CMU

24 Aspergillus niger Penicillium chrysogenum Penicillium camemberti Rhizopus oryzae Konidia Vesikel Sterigma Konidiofor Spora kepala Sporangiofor Rhizoid

25 Kapang Penting dalam Fermentasi 1.Aspergillus niger - produksi asam sitrat ( food, beverages, leavening of bread, metal treatment, detergent) 2. Rhizopus oryzae - pembuatan tempe 3. Neurospora sitophila - pembuatan oncom

26 Kapang Penting dalam Fermentasi 4. Monascus purpureus - pembuatan angkak (pewarna merah alami) 5. Penicillium sp - produksi antibiotika & keju tertentu

27 KHAMIR Uniseluler Bentuk sel : bulat, oval (seperti lemon/pir) atau silindris Reproduksi vegetatif dengan “budding”, pembelahan biner atau sporulasi Karakteristik kultur atau koloninya pada media agar khas Banyak digunakan pada industri alkohol dan asam organik pseudo miselium Candida krusei Candida albicans

28 Minuman Beralkohol  Fermentasi khamir anaerob/fakultatif anaerob (wine, bir, atau “distilled spirits” )  top-fermenting (membentuk busa di permukaan, suhu lebih tinggi & konsentrasi alkohol lebih tinggi)  ale beer  bottom-fermenting (suhu lebih rendah)  lager beer Baking  Baker’s Yeast Saccharomyces cerevisiae, digunakan dalam pemanggangan roti/kue (baking) sbg pengembang (leavening agent)  mengkonversi gula menjadi CO 2. APLIKASI KHAMIR

29

30 ALGA (ganggang) - protista eukariotik yang berkhlorofil - ukuran : mikroskopik (uniseluler) sampai beberapa meter (multiseluler) - Reproduksi: seksual (bersatunya gamet  inti berdifusi lalu terbentuk spesies baru) dan aseksual (pembelahan) - tumbuh pada air (tanah) terutama di laut. -selain merugikan, banyak kegunaan dalam industri Suplemen protein untuk pakan ternak Lemak : gliserol Pigmen, enzim dan asam-asam amino Bio-energi : metana, hidrogen, hidrokarbon

31  Protozoa - eukariotik bersel satu, tidak berkhlorofil, biasa hidup di air, mempunyai cillia  flagella. - berperan sbg mata rantai makanan komunitas lingkungan akuatik Energi cahaya  fitoplankton  zooplankton  karnivora (produsen primer) (konsumen primer) (konsumen sekunder) - Ukuran & bentuk sangat beragam (bola, memanjang & ada yg polimorfik) - Reproduksi : aseksual (pembelahan sel) & seksual (konyugasi) - Aerob obligat atau anaerob fakultatif - Kelompok Utama : * Mastigophora (flagelata) * Ciliata * Sporozoa * Sarcodina (amoeba) - Pada umumnya merugikan

32 Virus - aseluler, parasit obligat - terdiri dari sebuah inti asam nukleat dikelilingi oleh selubung protein (kapsid) - ukuran sangat kecil, bentuk kubus atau heliks - penyebab penyakit - Bakteriofage : virus yang menginfeksi bakteri (= pemakan bakteri)  kesatuan biologis yang paling sederhana & mampu mereplikasi, sehingga digunakan untuk penelitian genetika (patogenesitas virus), imunologi dll

33

34 Viral Reproduction 1. Viruses replicate only at the expense of their host cells 2. Viruses must become attached to a susceptible cell 3. Once inside the host cell, their DNA or RNA directs the synthesis of new viral particles 4. Some viruses mutate rapidly 5. Viruses may affect the metabolism of their host cells 6. Infected cells can produce interferon which protects uninfected cells

35 Human Relevance of Viruses e.g 1. Numerous diseases caused by viruses 2. AIDS, caused by a retrovirus called HIV 3. Production of vaccines

36


Download ppt "M.K. Dasar Teknologi Mikrobial Departemen Teknologi Industri Pertanian – FATETA IPB 2012 TIN 232 2(2-0) PEMBAHASAN MIKROBA SECARA UMUM (TINJAUAN DUNIA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google