Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Budaya Organisasi Materi Kuliah S3. Fakta 1 (Kunci keunggulan: SDM) Kul.S3 sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi tidak lain merupakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Budaya Organisasi Materi Kuliah S3. Fakta 1 (Kunci keunggulan: SDM) Kul.S3 sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi tidak lain merupakan."— Transcript presentasi:

1 Budaya Organisasi Materi Kuliah S3

2 Fakta 1 (Kunci keunggulan: SDM) Kul.S3 sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi tidak lain merupakan unsur utama dalam menciptakan dan merealisasikan peluang, sehingga organisasi dapat mencapai taraf bermutu.

3 PERAN PENTING SDM/SDI Manusia SDM/SDI Metode Material Uang Mesin Dahulu SDM/I dianggap sama dengan sumber daya lainnya Mesin Metode Material UangSDM?I SDM/I Sekarang Sdm/I memiliki peran sentral dan vital

4 SDM/I yang diharapkan : Ahli : kepakaran Profesional

5 Profesional : 1.Kompetensi di bidangnya 2.Mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan 3.Mempunyai kemauan dan kemampuan belajar mandiri 4.Mampu bekerja konseptual 5.Mampu bekerja sama dalam suatu tim kerja

6 Etos kerja : Rajin Disiplin Mempunyai komitmen tinggi Konsisten Jujur

7 Profesionalisme dicerminkan dalam perilaku, al : 1.Kejujuran / honesty 2.Keadilan / fairness 3.Satu pikiran, ucapan dan tindakan /integrity 4.Dapat dipertanggung jawabkan / accountability 5.Kebertanggungjawaban / responsibility 6.Setia/loyalty 7.Tepat janji / committed 8.Menghormati orang lain / respect to other 9.Mengutamakan kepentingan masyarakat /community 10.Menjanjikan layanan terbaik / pursuit of excellence 11.Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan 12.Mengupayakan dan menjaga pelestarian lingkungan

8 Kedudukan Sikap Perilaku Profesional -Bidang umum -Bidang Keahlian : Pengetahuan khusus & Ketrerampilan -Bidang pendukung : Bhs. Asing, komputer, dll. Kemampuan Kepribadian -Jujur -Adil -Setia -Tepat janji -Menghormati org lain Kemauan -Bertanggung jawab -Bekerjasama -Bekerja keras -Berprestasi Sikap Perilaku Profesional Sikap Perilaku Profesional

9 Kemampuan tiap pekerja mencakup : Achievment yg dipengaruhi oleh kondisi kerja Potential ability yg masih terpendam dan harus dikembangkan agar menjadi achievement. Achievement tidak sama antar pekerja, meskipun bekerja pada bidang yang sama. Usaha atau proses, berbeda walau jenis dan tingkat pendidikannya sama. Kemampuan potensial yang dimiliki setiap pekerja tidak sama baik kapasitas maupun kualitasnya.

10 Achievement (1/10) Potential Ability (9/10) Gambaran diri manusia :

11 Kul.S3 SDM yang bagaimana ? SDM yang berbudaya Manusia yang berbudaya dengan mengandalkan pada naluri dan hukum rimba Manusia yang berbudaya tidak mampu untuk berorganisasi SDM yang berbudaya adalah yang mempunyai nilai- nilai positif yang dapat dikontribusikan kepada organisasi di mana ia berada.

12 Fakta 2 (Kunci keunggulan: SDM) Kul.S3 asset make possibility, people make it happen First we make people, and then we make product (Konosuke Matsushita)

13 13 Fakta 3 Hanya lembaga yang berbudaya akan menjadi lembaga yang mempunyai keunggulan, baik dalam berprestasi dan dalam mentransformasi diri. Dengan melakukan akulturasi budaya organisasi selain akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, juga menjadi penentu sukses lembaga tertentu. “there is increasing evidence that firms with effective corporate cultures claim to have increased productivity, increased employees sense of ownership and increased profit.” ( Block, Barbara 1994) Kul.S3

14 Pentingnya mempelajari budaya Budaya sering menjadi kambing hitam suatu kegagalan implementasi kebijakan. Jika ada kebijakan atau program baru yang mengalami hambatan biasanya alasan yang dipakai adalah budaya lama menghambat atau nilai-nilai yang melekat tidak cocok dengan budaya yang sudah ada. Djoko S. M., mantan Dirut BRI, menyampaikan pentingnya budaya dalam sebuah organisasi. Dalam bukunya yang berjudul Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi mengemukakan keyakinannya bahwa ketangguhan yang dimiliki oleh BRI pada saat dipimpinnya salah satu fondasinya adalah adanya budaya korporat yang sesuai dengan BRI. Asumsinya sederhana, bahwa sebuah kelompok manusia yang hidup dalam kebersamaan akan mempunyai nilai yang dimiliki dan dilaksanakan bersama (shared value). Dengan nilai bersama tersebut, permasalahan bersama yang muncul sebagai akibat dari perubahan-perubahan lingkungan, bahkan yang paling drastis sekalipun dapat diatasi secara efektif karena ada kebersamaan yang dibangun atas dasar rasa saling percaya satu sama lain. Kul.S3

15 Pengertian budaya Belakangan ini munculnya budaya dalam sebuah perusahaan sering didasari sebuah keinginan mengikuti sebuah trend. Istilah budaya korporat atau budaya perusahaan menjadi satu bagian konsep yang ada, sehingga sangat afdol bagi perusahaan untuk memilihnya dan mengaplikasikannya di perusahaan. Sehingga, sangat tidak mengherankan aplikasi konsep-konsep baru yang terkait pengembangan organisasi dan sumberdaya manusia menjadi suatu basa-basi yang kelewat basi. Namun demikian, sangat penting bagi pelaku organisasi untuk lebih memahami makna dan peran budaya, khususnya budaya organisasi atau budaya korporat tersebut. Kul.S3

16 Definisi Budaya (Edgar J. Schein) A pattern of shared basic assumptions that the group learned as it solved its problems of external adaptation and internal integration, that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the correct way you perceive, think, and feel in relation to those problems. Kul.S3

17 Definisi Budaya (Edgar J. Schein) Pola asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan, atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi belajar mengatasi atau menanggulangi masalah- masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan,dan merasakan berkenaaan dengan masalah-masalah tersebut. Kul.S3

18 Definisi Budaya (Geert Hofstede) Dalam perkembangannya, khususnya di organisasi/perusahaan, pemaknaan budaya organisasional sebenarnya telah mendapat tempat penting, khususnya dalam teori organisasi seperti halnya struktur, strategi, dan pengendalian. Dalam Culture’s Consequences, Hofstede mendefinisikan budaya sebagai “collective programming of the mind” atau “collective mental program”. Kul.S3

19 Definisi Budaya (Geert Hofstede) Hostede juga mengatakan bahwa budaya organisasional terdiri dari berbagai interaksi dari ciri-ciri kebiasaan yang mempengaruhi sekelompok orang dalam lingkungannya. Kul.S3

20 Memahami BUDAYA harus diikuti dengan sebuah kesadaran: PERBEDAAN Kul.S3

21

22 Inilah BO: “Besi Sembrani” Kul.S3 Pra BO Pasca BO Perumusan, Agen Perubah, Penanaman, Penguatan Puncak Bawah Tengah

23 Di mana budaya organisasi berada? ada sisi lain dari perusahaan yang penting, namun kurang mendapatkan perhatian yang memadai yaitu budaya Organisasi. Hal itu “wajar” mengingat budaya ibarat bagian yang terbenam dari suatu gunung es. BAGIAN YANG TAMPAK Bentukgedungdanlayout ruangan Caraberpakaian Caraberkomunikasi GayaKepemimpinan Caramengambilkeputusan CaraPembagiankewenangan BAGIAN YANG TDK TAMPAK Keyakinan Nilai-nilai Perasaan Harapan/Impian HargaDiri Paradigma -Skill -Knowledge -Kepribadian -Karakter Perilaku BAGIAN YANG TAMPAK Bentukgedungdanlayout ruangan Caraberpakaian Caraberkomunikasi GayaKepemimpinan Caramengambilkeputusan CaraPembagiankewenangan BAGIAN YANG TDK TAMPAK Keyakinan Nilai-nilai Perasaan Harapan/Impian HargaDiri Paradigma -Skill -Knowledge - -Karakter fisik Perilaku Kul.S3

24 Peran manajemen puncak Perilaku dan kegiatan manajemen puncak (biasa disebut heroes) mempunyai dampak utama pada pembentukan budaya korporat. Melalui gaya kepemimpinan, apa yang dikatakan dan bagaimana berperilaku, para eksekutif menetapkan berbagai nilai dan norma yang dipraktikkan organisasi.Keefektifan penyebarluasan dan penanaman nilai-nilai inti budaya sangat tergantung pada komitmen jajaran manajemen puncak, terutama dalam memainkan peran sebagai panutan (model) Kul.S3

25 Developed Individuals Appropriate Competences Enabling Structure Sense of Direction Value Add Systems Positive Teamwork Leadership Climate CULTURE Peran pemimpin dalam transformasi Kul.S3

26 Perilaku Pemimpin Berdasarkan 4 Tipe manusia Those whose make things happen (membuat sesuatu terjadi) Those to whom things happen (menjadi penerima suatu kejadian) Those who watch things happen (cuma mengamati kejadian) Those who don’t even know things are happening (tidak sadar ada kejadian) Louis Gerstner (CEO IBM) Kul.S3

27 Praktek kepemimpinan Leader harus memimpin….JUGA dalam transformasi budaya Organisasi Leader bukan saja harus memberi teladan dalam mentransformasi budaya organisasi namun juga harus meneladani setiap anggota organisasi UNTUK SALING MENELADANI SATU SAMA LAIN. Harap diingat sampai saat ini, masyarakat kita adalah masyarakat paternalistik Leader is also leader for organizational culture – and culturing the organization. Karena itu, di dalam melakukan transformasi budaya organisasi, yang sangat diperlukan adalah the committed leader Kul.S3

28 Mitsubishi: Shakai (keadilan), Tomoni (persahabatan), Gokyoroku (kerjasama) McDonald: Service, Quality, Cleanliness, Value Singapore Airlines: Pursuit of Excellence, Safety, Customer First, Concern for Staff, Integrity, Teamwork BRI: Integritas, Profesionalisme, Kepuasan Nasabah, Keteladanan, Penghargaan pada SDM Wonokoyo: Jujur, Disiplin, Tanggungjawab, Bersih & Rapi, Semangat, Kerjasama, Keteladanan, Maju Contoh Budaya Organisasi / Perusahaan Kul.S3


Download ppt "Budaya Organisasi Materi Kuliah S3. Fakta 1 (Kunci keunggulan: SDM) Kul.S3 sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi tidak lain merupakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google