Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISA ENTRY POINT SMTR 2 Angkatan 2010/2011 BLOK DTT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISA ENTRY POINT SMTR 2 Angkatan 2010/2011 BLOK DTT."— Transcript presentasi:

1 ANALISA ENTRY POINT SMTR 2 Angkatan 2010/2011 BLOK DTT

2 SOAL 1.APA YANG DIMAKSUD INFORM CONCENT 2.SIAPAKAH YANG MEMBERIKAN INFORM CONSENT 3.PERLUKAH INFORM CONSENT DI DUNIA KEDOKTERAN

3 SOAL 4. APA PENGERTIAN RM 5. APA ISI RM 6. MANFAAT 7. TATA CARA PENYELENGGARAAN RM 8. BAGAIMANA ASPEK HUKUM REKAM MEDIK

4 INFORMED CONSENT & MEDICAL RECORD Dr Farida Rusnianah, M Kes(MARS)

5 INFORMED CONSENT INDONESIA -  PERTINDIKINDONESIA -  PERTINDIK INFORMED = INFORMASIINFORMED = INFORMASI CONSENT = FOCUS, PERSETUJUAN, KESEPAKATANCONSENT = FOCUS, PERSETUJUAN, KESEPAKATAN

6 INFORMED CONSENT INFORMED = Mendapat informasi CONSENT = Persetujuan “ Pernyataan setuju atau izin dari seseorang (pasien ) yang diberikan dengan bebas, rasional tanpa paksaan tentang tindakan yang dilakukan terhadapnya sesudah mendapat informasi cukup tentang tindakan kedokteran yang dimaksud “ “ Pernyataan setuju atau izin dari seseorang (pasien ) yang diberikan dengan bebas, rasional tanpa paksaan tentang tindakan yang dilakukan terhadapnya sesudah mendapat informasi cukup tentang tindakan kedokteran yang dimaksud “

7 PENGERTIAN Pernyataan setuju atau izin dari seseorang (Pasien/ yg sah mewakili) diberikan secara bebas, rasional tanpa paksaan tentang tindakan yang dilakukan terhadapnya setelah mendapat informasi cukup tentang tindakan kedokteran yang akan dilakukanPernyataan setuju atau izin dari seseorang (Pasien/ yg sah mewakili) diberikan secara bebas, rasional tanpa paksaan tentang tindakan yang dilakukan terhadapnya setelah mendapat informasi cukup tentang tindakan kedokteran yang akan dilakukan

8 PENGERTIAN Persetujuan pasien atau yang sah mewakilinya atas rencana tindakan kedokteran/gigi yang diajukan oleh dokter/gigi setelah menerima informasi yang cukup untuk dapat membuat persetujuanPersetujuan pasien atau yang sah mewakilinya atas rencana tindakan kedokteran/gigi yang diajukan oleh dokter/gigi setelah menerima informasi yang cukup untuk dapat membuat persetujuan Pernyataan sepihak dari pasien dan bukan perjanjian antara pasien dengan dokter/gigi sehingga dapat ditarik kembali setiap saatPernyataan sepihak dari pasien dan bukan perjanjian antara pasien dengan dokter/gigi sehingga dapat ditarik kembali setiap saat

9 PENGERTIAN Merupakan proses sekaligus hasil dari suatu komunikasi yang efektif antara pasien dengan dokter/gigi dan bukan sekedar penanda tanganan formulir persetujuanMerupakan proses sekaligus hasil dari suatu komunikasi yang efektif antara pasien dengan dokter/gigi dan bukan sekedar penanda tanganan formulir persetujuan

10 PENGERTIAN TINDAKAN KEDOKTERAN TINDAKAN YANG DILAKUKAN TERHADAP PASIENT UNTUK TUJUAN PREVENTIF, DIAGNOSTIC, TERAPEUTIC, REHABILITATIFTINDAKAN YANG DILAKUKAN TERHADAP PASIENT UNTUK TUJUAN PREVENTIF, DIAGNOSTIC, TERAPEUTIC, REHABILITATIF TINDAKAN RISIKO TINGGI -  DENGAN PROBABILITAS TERTENTU DAPAT MENGAKIBATKAN KEMATIAN ATAU KECACATANTINDAKAN RISIKO TINGGI -  DENGAN PROBABILITAS TERTENTU DAPAT MENGAKIBATKAN KEMATIAN ATAU KECACATAN

11 TINDAKAN INVASIF: TINDAKAN YANG LANGSUNG DAPAT MEMPENGARUHI KEUTUHAN JARINGAN TUBUH -  TIDAK SELALU BERISIKO TINGGITINDAKAN YANG LANGSUNG DAPAT MEMPENGARUHI KEUTUHAN JARINGAN TUBUH -  TIDAK SELALU BERISIKO TINGGI PENGERTIAN

12 PENGERTIAN WALI -  ORANG YANG SECARA HUKUM DIANGGAP SAH MEWAKILI KEPENTINGAN ORANG LAIN YANG TIDAK KOMPETEN (PASIEN TIDAK KOMPETEN)WALI -  ORANG YANG SECARA HUKUM DIANGGAP SAH MEWAKILI KEPENTINGAN ORANG LAIN YANG TIDAK KOMPETEN (PASIEN TIDAK KOMPETEN)

13 PENGERTIAN KELUARGA DEKAT -  SUAMI/ISTRI, ORTU SAH, ANAK KANDUNG DAN SAUDARA KANDUNGKELUARGA DEKAT -  SUAMI/ISTRI, ORTU SAH, ANAK KANDUNG DAN SAUDARA KANDUNG PENGAMPU: ORANG/ BADAN YANG DITETAPKAN PENGADILAN SEBAGAI PIHAK YANG MEWAKILI KEPENTINGAN SESEORANG TERTENTU YANG DINYATAKAN BERADA DIBAWAH PENGAMPUAN (Curatele)PENGAMPU: ORANG/ BADAN YANG DITETAPKAN PENGADILAN SEBAGAI PIHAK YANG MEWAKILI KEPENTINGAN SESEORANG TERTENTU YANG DINYATAKAN BERADA DIBAWAH PENGAMPUAN (Curatele)

14 PENGERTIAN COMPETENCE:COMPETENCE: CAKAP UNTUK MENERIMA INFORMASI, MEMAHAMI, MENGANALISISNYA DAN MENGGUNAKANNYA DALAM MEMBUAT PERSETUJUAN ATAU PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN/GIGI

15 PERTINDIK PENTING? Ilmu kedokteran -  Bukan ilmu pasti, keberhasilan tindakan bukan suatu kepastian -  banyak faktor yang mempengaruhi -  Unsur ILLAHIIlmu kedokteran -  Bukan ilmu pasti, keberhasilan tindakan bukan suatu kepastian -  banyak faktor yang mempengaruhi -  Unsur ILLAHI Pasien -  pengetahuan makin luas  jaminan hubungan yakin dan percaya  manifest terpeliharanya hubungan saling menghormati dan komunikatif -  Secara bersama-sama menentukan pilihan pelayanan yang telah disepakatiPasien -  pengetahuan makin luas  jaminan hubungan yakin dan percaya  manifest terpeliharanya hubungan saling menghormati dan komunikatif -  Secara bersama-sama menentukan pilihan pelayanan yang telah disepakati

16 PERTINDIK PENTING? DEPKES -  PERMENKES -  PERTINDIK -  UU No 29 tahun 2004DEPKES -  PERMENKES -  PERTINDIK -  UU No 29 tahun 2004 UNSUR PIDANA, PERDATA, DISIPLINER by MKDKIUNSUR PIDANA, PERDATA, DISIPLINER by MKDKI

17 PERTINDIK SAH? PASIEN TELAH DIBERI PENJELASANPASIEN TELAH DIBERI PENJELASAN PASIEN/YANG MEWAKILI SAH (KOMPETEN) UNTUK MEMBERI KEPUTUSAN/PERSETUJUANPASIEN/YANG MEWAKILI SAH (KOMPETEN) UNTUK MEMBERI KEPUTUSAN/PERSETUJUAN PERSETUJUAN DIBERIKAN SECARA SUKA RELAPERSETUJUAN DIBERIKAN SECARA SUKA RELA

18 PERSETUJUAN MEMBUKA RAHASIA/ PENGUNGKAPAN INFORMASIMEMBUKA RAHASIA/ PENGUNGKAPAN INFORMASI PEMERIKSAAN SCREENINGPEMERIKSAAN SCREENING PENDIDIKANPENDIDIKAN PENELITIANPENELITIAN

19 PEMBERI INFORMASI? DOKTER -  OR DELEGATED BY RESPONSIBILITYDOKTER -  OR DELEGATED BY RESPONSIBILITY

20 WHO CAN? KUHP  UMUR 21 TAHUN/LBH/TELAH MENKAH  dewasaKUHP  UMUR 21 TAHUN/LBH/TELAH MENKAH  dewasa UU NO  18 ATAU LEBIHUU NO  18 ATAU LEBIH ATAU 16 DAPAT DIPERLAKUKAN SBG ORANG DEWASA

21 ISI INFORMASI DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS SECARA RINCI, TERMASUK APABILA PROGNOSIS JIKA TIDAK DIOBATIDIAGNOSIS DAN PROGNOSIS SECARA RINCI, TERMASUK APABILA PROGNOSIS JIKA TIDAK DIOBATI KETIDAK PASTIAN TENTANG DIAGNOSISKETIDAK PASTIAN TENTANG DIAGNOSIS PILIHAN PENGOBATAN ATAU PENATALAKSANAANPILIHAN PENGOBATAN ATAU PENATALAKSANAAN TUJUAN DARI RENCANA PEMERIKSAAN ATAU PENGOBATANTUJUAN DARI RENCANA PEMERIKSAAN ATAU PENGOBATAN

22 ISI INFORMASI UNTUK SETIAP PILIHAN TINDAKAN (Keuntungan, risk, %KeberhasilanUNTUK SETIAP PILIHAN TINDAKAN (Keuntungan, risk, %Keberhasilan Nyatakan bila upaya rencana terapi adalah upaya yang masih eksperimentalNyatakan bila upaya rencana terapi adalah upaya yang masih eksperimental Bagaimana dan kapan kondisi pasien dan efek samping akan dimonitor dan dinilai kembaliBagaimana dan kapan kondisi pasien dan efek samping akan dimonitor dan dinilai kembali Nama dokter yang bertanggung jawab/timNama dokter yang bertanggung jawab/tim

23 ISI INFORMASI Bila melibatkan dokter yang sedang ikut pelatihan atau pendidikan dijelaskan peranannya dalam rangkaian tindakanBila melibatkan dokter yang sedang ikut pelatihan atau pendidikan dijelaskan peranannya dalam rangkaian tindakan Pasien yang membatalkan secara sepihak bertanggungjawab penuh terhadap risk yang terjadiPasien yang membatalkan secara sepihak bertanggungjawab penuh terhadap risk yang terjadi Mengingatkan pasien untuk memperoleh pendapat kedua dari dokter lainMengingatkan pasien untuk memperoleh pendapat kedua dari dokter lain Rincian biayaRincian biaya

24 ISI INFORMASI PASAL 45 UU PRAKTEK KEDOKTERAN 29/2004PASAL 45 UU PRAKTEK KEDOKTERAN 29/2004 DIAGNOSIS DAN TATA CARA TINDAKANDIAGNOSIS DAN TATA CARA TINDAKAN TUJUAN TINDAKAN MEDIS YANG DILAKUKANTUJUAN TINDAKAN MEDIS YANG DILAKUKAN ALTERNATIF TINDAKAN LAIN DAN RISKALTERNATIF TINDAKAN LAIN DAN RISK RISK DAN KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TERJADIRISK DAN KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TERJADI PROGNOSIS TERHADAP TINDAKAN YANG DILAKUKANPROGNOSIS TERHADAP TINDAKAN YANG DILAKUKAN

25 CARA MEMBERIKAN INFORMASI DISAMAPAIKAN SESUAI VALUE,CULTURE, BACKGROUND PATIENTDISAMAPAIKAN SESUAI VALUE,CULTURE, BACKGROUND PATIENT DAPAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGADAPAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DIPERKENANKAN BAWA TEMANDIPERKENANKAN BAWA TEMAN ANGGOTA TIM DILIBATKANANGGOTA TIM DILIBATKAN MENJAWAB SCR BENAR & JELASMENJAWAB SCR BENAR & JELAS MEMBERI CUKUP WAKTU UNTUK PAHAM INFORMASIMEMBERI CUKUP WAKTU UNTUK PAHAM INFORMASI

26 PERSETUJUAN PASIEN IMPLIED CONSENTIMPLIED CONSENT EXPRESS CONSENTEXPRESS CONSENT LISAN (ORAL CONSENT)LISAN (ORAL CONSENT) TULISAN (WRITTEN CONSENT)TULISAN (WRITTEN CONSENT)

27 PERSETUJUAN PASIEN Persetujuan yang bersifat tersirat atau tidak dinyatakan (Implied Consent )Persetujuan yang bersifat tersirat atau tidak dinyatakan (Implied Consent ) Persetujuan yang dinyatakan (express consent )Persetujuan yang dinyatakan (express consent ) - lisan (oral consent) - lisan (oral consent) - tertulis ( written consent) - tertulis ( written consent) * Tindakan terapetik bersifat kompleks atau berfek * Tindakan terapetik bersifat kompleks atau berfek samping yang bermakna samping yang bermakna * Tindakan kedokteran bukan bersifat terapi * Tindakan kedokteran bukan bersifat terapi * Tindakan yang dilakukan mrpkan bagian suatu penelitian * Tindakan yang dilakukan mrpkan bagian suatu penelitian * Tindakan kedokteran tersebut mempunyai dampak thd kedudukan kepegawaian, kehidupan pribadi dan sosial pasien * Tindakan kedokteran tersebut mempunyai dampak thd kedudukan kepegawaian, kehidupan pribadi dan sosial pasien

28 PENELITIAN 1.Subjek penelitian adalah manusia maka harus memberikan informasi yang lengkap tentang penelitian yang akan dilakukan, subyek bersifat sukarela 2.Informasi dapat lisan dan tulisan yang meliputi : ^ Tujuan penelitian ^ Tujuan penelitian ^ Manfaat penelitian ^ Manfaat penelitian ^ Prosedur penelitian serta tindakan medis ^ Prosedur penelitian serta tindakan medis ^ Keuntungan penelitian (bagi pasien dan masyarakat) ^ Keuntungan penelitian (bagi pasien dan masyarakat) ^ Resiko yang mungkin terjadi ^ Resiko yang mungkin terjadi ^ Hasil yang diharapkan untuk masyarakat umum dan bidang ^ Hasil yang diharapkan untuk masyarakat umum dan bidang kesehatan kesehatan ^ Persetujuan tidak mengikat dan subyek dapat mengundurkan diri ^ Persetujuan tidak mengikat dan subyek dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu sewaktu-waktu ^ Penelitian telah disetujui oleh Panitia Etika Penelitian ^ Penelitian telah disetujui oleh Panitia Etika Penelitian

29 ISI INFORMASI MINIMAL Pasal 45 UU Prakdok memberikan batasan minimal informasi yang selayaknya diberikan pada pasien Pasal 45 UU Prakdok memberikan batasan minimal informasi yang selayaknya diberikan pada pasien A. Diagnosis dan tata cara tindakan medis A. Diagnosis dan tata cara tindakan medis B. Tujuan tindakan medis yang dilakukan B. Tujuan tindakan medis yang dilakukan C. Alternatif tindakan lain dan resikonya C. Alternatif tindakan lain dan resikonya D. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi D. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi E. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan E. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan

30 PEMBUKAAN INFORMASI UU No 29 th 2004 Prakdok Untuk kepentingan kesehatan pasienUntuk kepentingan kesehatan pasien Memenuhi permintaan aparatur penegak hukumMemenuhi permintaan aparatur penegak hukum ( visum et repertum ) ( visum et repertum ) Atas permintaan pasienAtas permintaan pasien Berdasarkan ketentuan Undang Undang (UU wabah atau UU Karantina )Berdasarkan ketentuan Undang Undang (UU wabah atau UU Karantina )

31 PEMBERI PERSETUJUAN Pasien sendiri (usia 18 th atau lebih atau telah menikah )Pasien sendiri (usia 18 th atau lebih atau telah menikah ) Pasien dewasa +gangguan mental diwakilkan pada orangtua /saudara kandung/wali yang sahPasien dewasa +gangguan mental diwakilkan pada orangtua /saudara kandung/wali yang sah Pasien anak-anak diwakilkan orangtua kandung /waliPasien anak-anak diwakilkan orangtua kandung /wali Pasien gawat darurat diwakilkan keluarganya,jika untuk kepentingan keselamatan pasien bisa tanpa persetujuan pasien/klg.Pasien gawat darurat diwakilkan keluarganya,jika untuk kepentingan keselamatan pasien bisa tanpa persetujuan pasien/klg.

32

33

34

35 MEDICAL RECORD =REKAM MEDIS (UUD PRAKDOK 46/1)=REKAM MEDIS (UUD PRAKDOK 46/1) “Berkas yang berisikan catatan atau dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien“Berkas yang berisikan catatan atau dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien

36 MEDICAL RECORD TUGAS:TUGAS: PENGERTIAN RMPENGERTIAN RM ISI RMISI RM MANFAATMANFAAT TATA CARA PENYELENGGARAAN RMTATA CARA PENYELENGGARAAN RM ASPEK HUKUMASPEK HUKUM

37 PENGERTIAN REKAM MEDIS ( UU Prakdok psl 46 ayat 1) “Berkas yang berisi catatan* atau dokumen** tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien “. “Berkas yang berisi catatan* atau dokumen** tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien “. * dilakukan oleh dr/drg/ tenaga kesehatan lain sesuai dengan kompetensinya **Dokumen = kelengkapan catatan - Foto rontgen - Foto rontgen - Hasil lab - Hasil lab - Keterangan lain sesuai kompetensi keilmuannya - Keterangan lain sesuai kompetensi keilmuannya

38 Isi RM Pasien Rawat Jalan Identitas pasienIdentitas pasien Pemeriksaan fisikPemeriksaan fisik DiagnosisDiagnosis TerapiTerapi Pelayanan lain yang telah diberikan pada pasienPelayanan lain yang telah diberikan pada pasien

39 Isi RM Pasien Rawat Inap Identitas pasienIdentitas pasien PemeriksaanPemeriksaan DiagnosisDiagnosis Persetujuan tindakan medis (jika ada)Persetujuan tindakan medis (jika ada) TindakanTindakan Pelayanan lain yang telah diberikan pada pasienPelayanan lain yang telah diberikan pada pasien

40 MANFAAT REKAM MEDIS Pengobatan pasienPengobatan pasien Peningkatan Kualitas Pelayanan KesehatanPeningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pendidikan dan PenelitianPendidikan dan Penelitian PembiayaanPembiayaan Statistik KesehatanStatistik Kesehatan Pembuktian Masalah Hukum,Disiplin dan EtikPembuktian Masalah Hukum,Disiplin dan Etik

41 TATA CARA PENYELENGGARAN REKAM MEDIS Dr/drg wajib membuat RM dalam menjalankan praktek Kedokteran (UU Prakdok psl 46 ayat 1 )Dr/drg wajib membuat RM dalam menjalankan praktek Kedokteran (UU Prakdok psl 46 ayat 1 ) Kepemilikan RMKepemilikan RM Berkas RM  dr/drg/sarana pelayanan kesehatan Berkas RM  dr/drg/sarana pelayanan kesehatan Isi RM dan lampiran dokumen  pasien Isi RM dan lampiran dokumen  pasien Penyimpanan RM (Peraturan Menkes RI )Penyimpanan RM (Peraturan Menkes RI ) Batas waktu lama penyimpanan 5 th Batas waktu lama penyimpanan 5 th Resume RM minimal 25 th Resume RM minimal 25 th

42 ASPEK HUKUM,DISIPLIN,ETIK DAN KERAHASIAAN RM RM sbg alat bukti tertulis di PengadilanRM sbg alat bukti tertulis di Pengadilan Kerahasiaan RMKerahasiaan RM dr/drg wajib menyimpan kerahasiaan yang menyangkut riwayat penyakit px yang ada dalam RM dr/drg wajib menyimpan kerahasiaan yang menyangkut riwayat penyakit px yang ada dalam RM KUHP : RM dapat dibuka bila diminta oleh hakim majelis KUHP : RM dapat dibuka bila diminta oleh hakim majelis dihadapan sidang majelis dihadapan sidang majelis

43 ASPEK HUKUM RM Sanksi Hukum Pidana (UU Prakdok psl 79)Pidana (UU Prakdok psl 79) setiap dr/drg yang sengaja tidak membuat RM dikenakan pidana kurungan 1 tahun atau denda paling banyak Rp setiap dr/drg yang sengaja tidak membuat RM dikenakan pidana kurungan 1 tahun atau denda paling banyak Rp PerdataPerdata Wanprestasi dlm hubungan dokter pasien (tdk melakukan yang seharusnya dilakukan) Wanprestasi dlm hubungan dokter pasien (tdk melakukan yang seharusnya dilakukan)

44 ASPEK DISIPLIN RM Sanksi Disiplin UU PrakdokUU Prakdok Peraturan Konsil Kedokteran IndonesiaPeraturan Konsil Kedokteran Indonesia Kode Etik Kedokteran/K.gigi IndonesiaKode Etik Kedokteran/K.gigi Indonesia 1. Pemberian peringatan tertulis 1. Pemberian peringatan tertulis 2.Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) 2.Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek (SIP) dan Surat Ijin Praktek (SIP) 3. Kewajiban mengikuti pelatihan atau pendidikan di Institusi 3. Kewajiban mengikuti pelatihan atau pendidikan di Institusi Pendidikan Kedokteran/K.Gigi Pendidikan Kedokteran/K.Gigi

45 ASPEK ETIK RM Sanksi Etik oleh Organisasi Profesi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK)Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Majelis Kehormatan Etik Kedokteran GigiMajelis Kehormatan Etik Kedokteran Gigi (MKEKG) (MKEKG)

46 Referensi : Theaching Health Ethics :WHO South Easth Asia RegionTheaching Health Ethics :WHO South Easth Asia Region National Cancer Institute. A Guide to Understanding Informed Consent. Available at:wwww.cancer.gov/ClinicalTrialsNational Cancer Institute. A Guide to Understanding Informed Consent. Available at:wwww.cancer.gov/ClinicalTrialsw Buku Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran : Konsil Kedokteran Indonesia 2006Buku Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran : Konsil Kedokteran Indonesia 2006

47 SELAMAT BERKARYA


Download ppt "ANALISA ENTRY POINT SMTR 2 Angkatan 2010/2011 BLOK DTT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google