Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Agustina Setiawati, M.Sc., Apt MUTASI Mutasi, mutan & mutagen Mutasi Perubahan basa dalam sekuen DNA (Pd umumnya di dalam suatu gene). Perubahan ini.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Agustina Setiawati, M.Sc., Apt MUTASI Mutasi, mutan & mutagen Mutasi Perubahan basa dalam sekuen DNA (Pd umumnya di dalam suatu gene). Perubahan ini."— Transcript presentasi:

1

2 Agustina Setiawati, M.Sc., Apt MUTASI

3 Mutasi, mutan & mutagen Mutasi Perubahan basa dalam sekuen DNA (Pd umumnya di dalam suatu gene). Perubahan ini termasuk : substitusi basa, adisi, penyusunan ulang dan delesi Mutan Organisme yang mengalami mutasi. Mutasi tersebut tentunya terjadi dalam gena yang menyebabkan terjadinya perbedaan yang nyata dengan bentuk normal (Wild-Type). Mutagen pengaruh fisika atau senyawa kimia yang menyebabkan mutasi.

4 Mutagens A spontaneous mutation occurs once in 10 8 cells. The mutation rate can be increased by exposing cells to mutagens, which are either chemicals or physical agents such as UV-irradiation. Both chemicals and physical agents act by causing genetic damage that results in base changes in DNA

5 Mutagenesis -Proses terjadinya suatu mutasi -Bisa terjadi secara: (a)Spontan (natural process) terjadi <1 in 10 8 E. coli misalnya saat kesalahan replikasi DNA (a)Diinduksi (mis. dengan mutagen(EMS atau sinar UV).

6 Mismatches  saat DNA replikasi 5’-ATTGG-3’ 3’-TAACC-5’ 5’-ATGGG-3’ 3’-TAACC-5’ 5’-ATGGG-3’ 3’-TACCC-5’ 5’-ATTGG-3’ 3’-TAACC-5’ Normal Mutan Replikasi

7 Perubahan struktur  Mutasi DNA 5’-ATXGG-3’ 3’-TAGCC-5’ 5’-ATXGG-3’ 3’-TAGCC-5’ Normal 5’-ATXGG-3’ 3’-TAACC-5’ 5’-ATTGG-3’ 3’-TAACC-5’ 5’-ATCGG-3’ 3’-TAGCC-5’ Kerusakan nukleotida Mutan

8 Tipe mutasi A. Point mutation/Mutasi Titik a. Substitusi satu basa dengan nukleotida yang lain 2 tipe: Transisi – perubahan purine ke purine (A to G, G to A) atau pirimidin ke pirimidin (C to T, T to C) Transversi – perubahan purine ke pirimidin atau sebaliknya, e.g. A to C/T, C to A/G b. Insersi atau delesi Penambahan atau pengurangan satu base-pairs.

9 MUTASI TITIK 1.Silent mutation Perubahan basa tidak meyebabkan perubahan pada kodon 5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met glyala leuleu thr stop 5’ ATG GGA GCT CTA TTG ACC TAA 3’ met glyala leuleu thr stop Silent mutation transisi

10 2.Missense mutation Perubahan basa  Perubahan kodon 5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met glyala leuleu thr stop 5’ ATG GGA GCT CTA TTT ACC TAA 3’ met glyala leuphe thr stop Mutasi pada aras gena Missense mutation ( transversi)

11 3. Nonsense mutation Perubahan basa  menjadi stop kodon 5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met glyala leuleu thr stop 5’ ATG GGA GCT CTA TGA ACC TAA 3’ met glyala leu stop Mutasi pada aras gena Nonsense mutation ( & transversion)

12 4. Frameshift mutation Hilangnya satu basa  perubahan pada pembacaan 5’ ATG GGA GCT CTA TTA ACC TAA 3’ met glyala leuleu thr stop 5’ ATG GGG AGCTCTATT AAC CTA A 3’ met glyser ser ile asn leu Mutasi pada aras gena Frameshift mutation

13 KODON DAN ASAM AMINO YG DISANDI

14

15

16 Tipe mutasi B. Inversi Pemotongan sebagian DNA dan kemudian disisipkan pada tempat yg sama tetapi pada orientasi yg berbeda 5’-ATTGG-3’ 3’-TAACC-5’ 5’-ATCAG-3’ 3’-TAGTC-5’

17 Reversion This is the reverse process of mutation and involves a mutant regaining a wild-type phenotype, either through: 1. A back mutation (direct reverse of the mutation) 2. A reverse or suppressor mutation (not a direct reverse, but a mutation at a second site generally within the same gene which suppresses the effect of the first mutation). The mutant is described as a revertant. A practical example of reversion is the Ames test which is used to test for carcinogens.

18 What is reversion? + - WT, active + + Mutate - to + Mutant, inactive + - WT, active Same site revertant + - Mutate + to - WT ?, active different site revertant

19 C.Mutasi pada Kromosom

20 Depurinasi spontan Kehilangan 300 purin perhari pada pH 7, 37C Pada sel mamalia purin/hari Kecepatan meningkat jika suhu naik atau pH turun Adanya senyawa alkikasi (etil etena sulfonat, nitrogen mustrat) menaikkan kecepatan depurinasi

21 MUTAGEN FISIKA

22 Fotoliase

23 MUTAGEN KIMIAWI

24 BASA ANALOG ◦ 5-Bromourasil dan 2-aminopurin bergabung pada DNA seperti asam nukleat lainnya ◦ BU = analog timin, yang berpasangan dengan A tetapi juga dapat berpasangan dengan G ◦ Terjadi mutasi dari A:T menjadi G:C

25 BROMURASIL DALAM BENTUK ENOL BU:G

26 AFLATOKSIN B1 AFLATOKSIN B1 OLEH SITOKROM P450 DIUBAH MENJADI SENYAWA EPOKSID YG BEREAKSI DENGAN G G:C MENJADI T:A

27 SENYAWA INI BEREAKSI DENGAN 7-N GUANOSIN menghasilkan radikal G:C MENJADI T:A

28

29 ASAM NITRIT MENGOKSIDASI ADENIN (A) MENJADI HIPOSANTIN ◦ HIPOSANTIN INI AKAN BERPASANGAN DENGAN C ◦ A:T MENJADI G:C A:T G:C

30 Etil Metil Sulfoksida (EMS)

31

32 AKRIDIN ORANYE

33 PENYAKIT AKIBAT MUTASI  Xerodermal pigmentosum  Huntington Disease  Leukimia

34 Xeroderma Pigmentosum (XP) Autosomal resesive Mutasi pada beberapa gene yang terlibat dalam repair – pemotongan dimer pirimidin Peka terhadap sinar UV –kanker kulit CC 4.7

35 HUNTINGTON DISEASE CAG : GLUTAMIN NORMAL PENDERITA KOPI

36 HUNTINGTON DISEASE CAG : GLUTAMIN PENDERITA KOPI Fagile X syndrome: berpengaruh pada sistem regulasinya

37 Gene A Gene B Fusion Gene Primary transcript Fusion mRNA Chimaeric protein Unique Properties Altered Pattern of gene expression Differentiation Blocked Continued self-renewal 65% of leukaemias are characterised by particular somatically acquired chromosome translocations Chromosome 1 Chromosome 2 Acts as an oncogene

38 Chronic myeloid leukaemia (CML) is characterised by the t(9;22)(q34;q11) reciprocal translocation (The protein product from this fusion gene only found in ~70% of patients) Bcr-abl = constitutively active tyrosine kinase

39 TERIMA KASIH


Download ppt "Agustina Setiawati, M.Sc., Apt MUTASI Mutasi, mutan & mutagen Mutasi Perubahan basa dalam sekuen DNA (Pd umumnya di dalam suatu gene). Perubahan ini."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google