Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ELBOW COMPLEX ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi 3.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ELBOW COMPLEX ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi 3."— Transcript presentasi:

1 ELBOW COMPLEX ANATOMI TERAPAN

2 TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi 3. Memahami kompleksifitas gerak tubuh normal 4. Memahami dan menganalisa gerak sendi Synovial

3 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Mahasiswa memahami anatomi terapan regio siku dengan cara : 1. Memahami bentuk dan posisi sendi sendi regio kompleks siku 2. Mengetahui gerak osteokinematik regio kompleks siku 3. mengetahui gerak antrokinematik regio kompleks siku 4. Memahami topografi regio kompleks siku 5. Mampu memahami dan melakukan inspeksi dan palpasi kontur jaringan pada regio kompleks siku

4 Sendi-Sendi Yang Terkait Dalam Fungsi Elbow Complex Humeroulnar Joint Humeroradial Joint Proximal Radioulnar Joint

5

6 HUMEROULNAR JOINT Struktur sendi : Jenis Hinge joint atau gynglimus, dibentuk oleh trochlea humeri berbentuk konveks bersendi dengan vovea trochlearis ulnae berbentuk konkaf menghadap serong 45°ventroproximal. Arthrokinematic dan osteokinematic : Gerak fisiologis flexio dan extension merupakan gerak osteokinematik : rotasi spin dalam bidang sagital dengan ROM. Flex : 140° Ext : 160° dengan soft end feel dan gerak artrokinematic nya berupa : traction ke arah 45° dorso distal serta translation saat flexi ke arah 45° ventroproximal dan saat extension ke arah 45° dorso distal MLPP dan CPP : Maximally Lose Pack Position ( MLPP ) pada posisi flexion 70° dan antara pronasi – supinasi. Close Pack Position ( CPP ) maximal extension. Capsular pattern : Pada Humeroulnar joint dengan pola ROM : extension < flexion ( fleksi lebih terbatas dari extensi ).

7 HUMERO RADIAL JOINT Struktur sendi : Jenis Hinge joint atau gynglimus, dibentuk oleh trochlea humeri berbentuk konveks bersendi dengan fovea trochlearis radii berbentuk konkaf menghadap ke proximal searah axis radii.

8 Arthrokinematic dan osteokinematic : - Gerak fisiologis dari flexion dan extension bersamaan sesuai dengan gerak humero ulnar joint di atas. -Gerak traction selalu ke arah distal sesuai axis longitudinal os radii. -Untuk gerak translasi saat flexion ke arah ventral dan saat extension ke arah dorsal. -Secara bersamaan ternyata pada saat akhir gerak extension ternyata terdapat gerak abduction atau valgus, sebaliknya pada saat flexion terjadi adduction. -MLPP dan CPP sesuai dengan humero ulnar joint.

9 PROXIMAL RADIOULNAR JOINT Struktur sendi : Jenis sendi putar, dibentuk oleh capitulum radii yang berbentuk konveks bersendi dengan fovea radii berbentuk konkaf.

10 Arthrokinematic dan osteokinematic : - Sendi ini murni sendi putar yaitu perputaran capitulum radii terhadap fovea radii os ulna dimana bersamaan dengan Distal Radioulnar joint dalam klinis terjadi gerakan pronasi – supinasi. -Arthrokinematic berupa gerak translation saja yaitu saat pronasi terjadi translation caput radii ke dorsal dan saat supinasi terjadi translation ke ventral.

11

12

13

14 MOTIONS Active Elbow flexion : Prime movers (PM) : Biceps brachii m. dan Brachialis m. Pada gerak isometrik bila nyeri kemungkinan patologi m. Biceps brachii Active Elbow extension : PM : Triceps brachii m. dan Anconeus m. Pada gerak isometrik jarang nyeri, bila nyeri kemungkinan triceps m. Pronation : PM : Pronator Teres m. dan Pronator Quadratus m. Syn : Brachio radialis m. Pada gerak isometrik bila nyeri kemungkinan patologi Pronator teres m. Supination : Supinator m. dan Biceps brachii m. Syn : Brachio radialis m. Pada gerak isometrik bila nyeri kemungkinan patologi pada Supinator m. PASSIVE FLEXION ROM dengan soft end feel yang timbul karena pembatasan oleh tergencetnya jaringan lunak. PASSIVE EXTENSION ROM 0 0 dengan hard end feel oleh benturan olecranon terhadap humerus. PASSIVE PRONATION ROM 90 0 dengan elastic harder end feel oleh regangan jaringan lunak dan benturan radius terhadap ulnae. PASSIVE SUPINATION ROM 90 0 dengan elastic end feel oleh regangan jaringan lunak.

15 INSPEKSI POSISI DAN BENTUK : - CARRYNG ANGLE ( VALGUS 10°– 15° ) -GUNSTOCK DEFORMITY - FRACTURE SUPRA CONDYLAIR OEDEME : STUDENT ELBOW BURSITIS OLECRANII KONDISI KULIT VOLUME OTOT

16 PALPASI TITIK REFERENSI : -EPICONDYLUS LATERALIS, OLECRANON, DAN EPICONDILUS MEDIALIS. -DALAM SATU GARIS LURUS PADA POSISI EKSTENSI. -MEMBENTUK SEGITIGA SAMA KAKI PADA POSISI FLEKSI PALPASI OLECRANON. -PALPASI CAPITULUM RADII. -PALPASI LIG. COLLATERAL LATERALE.

17 PALPASI TENDON M. BICEPS BRACHII : DIGERAKAN PRONASI – SUPINASI PALPASI TENDON “COMMON WRIST FLEXOR” : - WRIST FLEXOR - M. BARACHIALIS - M. BRACHIORADIALIS - M. EXTENSOR CARPIRADIALIS LONGUS - M. EXTENSOR CARPIRADIALIS BREVIS - M. PRONATOR TERES - ORIGO OTOT – OTOT FLEXOR

18 - INSERTIO M. BRACHIALIS - M. BICEPS BRACHII - M. SUPINATOR - M. BRACHIO - RADIALIS - M. EXTENSOR CARPIRADIALIS LONGUS - M. EXTENSOR CARPI RADIALIS BREVIS - INSERTIO M. TRICEPS BRACHII - INSERTIO M. SUPINATOR

19

20

21 TENNIS ELBOW TIPE : 1. TENDON M. EXTENSOR CARPI RADIALIS LONGUS. 2. TENNO OSSEAL M. EXTENSOR CARPI RADIALIS BREVIS. 3. TENDON M. EXTENSOR CARPI RADIALIS BREVIS. 4. TENNO MUSCULAR JUNCTION M. EXTENSOR CARPI RADIALIS BREVIS.


Download ppt "ELBOW COMPLEX ANATOMI TERAPAN. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM 1. Memahami Anatomi dan fungsi Struktur Jaringan Spesifik 2. Memahami dan analisa topografi 3."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google