Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

individu dalam kelompok pertemuan 15-16 Matakuliah: pengantar psikologi sosial Tahun: 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "individu dalam kelompok pertemuan 15-16 Matakuliah: pengantar psikologi sosial Tahun: 2010."— Transcript presentasi:

1

2 individu dalam kelompok pertemuan Matakuliah: pengantar psikologi sosial Tahun: 2010

3 People in Groups (Group & Social Interaction-1)

4 It needs two flints to make a fire. (Louisa May Alcott)

5 What’s Group ? Diskusi dalam kelompok 3 orang.

6 Although the scientific investigations of group work are but a few years old, I don’t hesitate to predict that group work – that is, the handling of human beings not as isolated individuals, but in the social setting of groups – will soon be one of the most important theoretical and practical fields…. There is no hope for creating a better world without deeper scientific insight into the …. essential of group life. Kurt Lewin (1943)

7 Mengapa Psikologi mempelajari Kelompok ? Kelompok yang dimaksud terdiri dari individu Individu memiliki kecenderungan untuk selalu bersama orang lain Walaupun individu sendiri pun, kognisi/mind/pikirannya berisi tentang sesuatu yang mengarah pada hal-hal di luar dirinya Dengan kata lain, eksistensi individu akan dipengaruhi dan mempengaruhi situasi / orang lain. Bayangkanlah perjalanan Anda dari bangun pagi hingga ke tempat ini. Berapa kelompok orang yang Anda jumpai?

8 PENDEKATAN DALAM STUDI KELOMPOK Social Science  Social Group Social science : pendekatan ilmiah untuk memahami perilaku manusia melalui studi empiris Level Analisis dalam Studi Kelompok : –Group Level Approaches : Mempelajari perilaku kelompok sebagai kelompok lebih dari sekedar keanggotaan individu di dalamnya bahkan mempengaruhi karakteristik individu banyak dipengaruhi studi sosiologi/antropologi Contoh : adanya group mind (Le Bon dan McDougall) –Individual Level Approaches : Mempelajari perilaku kelompok sebagai kelangsungan dari perilaku individu Fokus pada bagaimana individu memandang dan berinteraksi di dalamnya dengan individu/anggota kelompok lain Contoh : proses Decision Making

9 Mari kita Cek … Jumlah anggota yang sangat besar (negara, sex) atau sedikit (keluarga, panitia/komite) Durasi yang pendek (teman sekolah, tim SAR) atau berlangsung ratusan tahun (ethnic group, religion) Fokus pada satu bidang (panitia Indonesian Idol, road crew) atau bidang yang kompleks (dewan guru/akademia) Sangat terstruktur & terorganisasi (tentara, air crew) atau informal (klub, fans sepak bola) Punya tujuan spesifik (greenpeace, Komite sekolah) atau tujuannya sangat umum (geng remaja, klub sepeda motor) Dll.

10 TABLE 1.1 Varieties of Social Group GroupDefinitionExamples Reference Group Suatu kelompok individu yang kita cari dan identifikasikan dengan diri kita karena rasa suka dan keinginan untuk bergabung di dalamnya Pertemanan, Kolega, kelompok olahraga Working Group Kelompok yang terdiri dari antara 3 – 12 individu yang aktif berusaha untuk meraih goal tertentu Team Jury, Kelompok Peneliti Social Category Sebuah kelompok sosial yang besar dan permanent, orang-orang yang sama kondisinya seperti gender, agama, kebangsaan dan cacat fisik. Laki-laki / perempuan, Orang Eropa, Orang Asia, Kelompok Manula CultureKelompok sosial besar yang dibentuk oleh individu berdasarkan kondisi geografis satu sama lain dan membagi beliefs dan values seperti bahasa, agama. Budaya Barat, Masyarakat Eropa, Tibet CrowdJumlah individu tertentu yang dating bersama dalam suatu tempat umum untuk maksud- maksud umum pula Orang berbelanja di pasar, Kerumunan karena kecelakaan dll. Variasi Kelompok Sosial (Stangor, 2004)

11 Working Group : –Terbatas jumlahnya (3 – 12 individu) –Adanya specific goal –Waktu yang cenderung lebih singkat –Contoh : team olahraga, kelompok terapi dll. Social Categories : –Jumlah anggotanya lebih banyak dari WG, relatif permanen –Adanya pencirian yang sama –Individunya cenderung multi member, kulturistik –Contoh : Kelompok gender, kaum Hindu dll. Cultures : –Tipe social group yang sangat luas –Adanya kesamaan nilai, bahasa, kepercayaan dll. –Contoh : Bangsa Amerika, Bangsa-bangsa Eropa Jenis Kelompok Dasar

12 KELOMPOK Interaksi Interdependence Saling Mempengaruhi Peran & Norma Tujuan Menggabungkan diri 2 orang/lebih

13 Pengertian Mendasar Two or more people who share a common definition and evaluation of themselves and behave in accordance with such a definition.

14 Sebuah kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka (face to face interaction), yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, masing-masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama. (Johnson & Johnson, 1987)

15 Johnson & Johnson mengidentifikasi 7 elemen dalam kelompok : 1.A collection of individuals who are interacting with one another; 2.A social unit consisting of two or more persons who perceive themselves as belonging to a group; 3.A collection of individuals who are interdependent; 4.A collection of individuals who join together to achieve goal; 5.A collection of individuals who are trying to satisfy some need through their joint association; 6.A collection of individuals whose interactions are structured by a set of roles and norms; 7.A collection of individuals who influence each other.

16 Teori dalam Psikologi Sosial mengenai Efek Group dalam Individual Performance Akibat kehadiran orang lain  Social Facilitation Drive Theory Evaluation apprehension Distraction conflict theory

17 Social Facilitation  peningkatan intesitas perilaku oleh karena ada kehadiran orang lain. 1898, Norman Triplett : observasi terhadap anak2 yang bermain sepeda. Anak yang bersepeda bersama teman2nya akan memacu lebih cepat dari pada bersepeda sendirian. Lalu eksperimen di lab, tentang anak2 yang menggulung tali pancing. Penelitian terhadap perilaku motorik sederhana (Allport, 1920; Dashiel, 1930; Travis, 1925) Di hewan semut (Bayer, 1929), anak ayam (Chen, 1937), tikus dan perilaku seksual (Larson (1956). 1965, Robert Zajonc : SF hanya mendukung perilaku yang sudah terlatih/terbentuk  drive theory Hal ini berbeda dengan perilalu menular (contagious behavior/imitasi dan social learning)

18 Drive Theory  peningkatan intesitas perilaku oleh karena ada kehadiran orang lain hanya memperkuat perilaku yang telah terbentuk, terlatih dengan motivasi yang kuat Menurut Robert Zajonc : perilaku yang difasilitasi secara sosial hanya berlaku pada motorik sederhana. Namun pada perilaku yang rumit maka akan muncul sebaliknya : social inhibition. Contoh : bermain gitar.

19 Zajonc’s drive Theory Presence of Others Arousal Increase in performing dominant response If correct If incorrect Social facilitation Social Inhibition

20 Evaluation Apprehension  reward & punishment berasal dari penilaian orang lain atas perilaku dan hal ini mempengaruhi perilaku seseorang. 1972, Cottrell : kita cepat belajar/ berprestasi bahwa adanya reward & punishment yang kita terima karena didasarkan evaluasi orang lain terhadap kita. Eksperimennya : 2 kelompok ditutup mata dan terbuka. 1978, Markus : 3 kondisi (alone, incidental audience & attentive audience/evaluation apprehension)

21 Distraction-conflict Theory  kehadiran orang/hal lain justru menimbulkan distraksi/perhatian yang terpecah antara kehadiran orang lain atau tugas/perilaku saat itu. Baron dkk., 1986: saat ada orang lain, muncul konflik antara memperhatikan tugas atau memperhatikan co actor/ audiens. Sanders, 1978: partisipan dalam keadaan distraction- conflict membuat kesalahan lebih banyak pada tugas2 yang sulit. Suara atau gerakan, sinar cahaya merupakan pemicu distraksi selain kehadiran orang lain.

22 A non drive explanation  saat orang fokus pada tugas, muncul perbandingan (comparison) Dasarnya : self awareness theory (Carver & Scheier, 1981; Wicklund, 1975) Orang membuat active comparisons antara actual self dan ideal self (to be the best, Bond, 1982) Monteil & Huguet (1999) : Stroop Task  semantic interference Mansteid & Semin (1980) : perilaku akan otomatis (tugas yang mudah) atau terkontrol (tugas yang sulit)

23 Hal2 lain Faktor terhadap Fasilitasi Sosial: –Faktor kedekatan/keakraban –Paham gender –Musik agresif Pengaruh Fasilitasi Sosial: –Anak geng lebih nakal (Thornberry dkk., 1993) –Makan beramai2 lebih banyak daripada sendirian (Redd & de Castro, 1992) –Nongkrong bersama kelompok akan lebih lama daripada sendirian (Sommer & Sommer, 1989)

24 Social Loafing Ringelmann Effect (a reduction of individual effort as a function of increasing group size). Max Ringelmann (dalam Kravitz & Martin, 1986) : tukang bangunan lebih rajin jika bekerja sendirian daripada beramai2. Ingham dkk (1974) : eksperimen pada tarik tambang. JIka mata ditutup, ia akan menarik lebih kuat saat ia diberitahu bahwa ia menarik tambang sendirian. Sebaliknya jika ia diberitahu ada orang lain bersama dia, kekuatan tariknya berkurang. Social Loafing : berkurangnya usaha/dorongan individu ketiak ia bekerja dalam kelompok/secara kolektif, dibandingkan jika ia mengerjakannya secara sendirian.

25 Social Loafing :  coordination loss & motivation loss Group Size (persons) Coordination Loss Motivation Loss, reduced effort, social loafing Potential Performance Pseudo groups Real Groups

26 Deindividuasi adalah situasi hilangnya kesadaran akan diri sendiri (self awareness), dan pengertian evaluatif terhadap dirinya sendiri (evaluation apprehension) dalam situasi kelompok yang memunculkan anonimitas dan mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu (Festinger, Pepitone & Newcomb, 1952) Contoh : orang tawuran, seragam Deindividuasi

27 Mengapa Orang melakukan pemalasan sosial? 1.Output Equity : setiap orang yakin bahwa orang lain melakukan hal yang sama dalam kelompok (Jackson & Harkins, 1985) 2.Evaluation apprehension : kehadiran orang lain dalam kelompok merangsang situasi anonim untuk orang yang tidak termotivasi/ tidak tertarik/ atau tugas yang membosankan (Kerr & Bruun, 1981) 3.Matching to standard : tidak adanya standar / individu-kelompok pengawas yang mengimbangi performance level dalam tugas (Goethals & Darley, 1987; Harkins & Szymanski, 1987) Pertanyaan berikutnya adalah “apa yang terjadi dalam kelompok jika ketiga hal diatas muncul sebaliknya”?

28 Sifat-Sifat Kelompok Social aggregate dapat berubah menjadi social group Kesamaan Kesamaan & “liking” Similarity & Persepsi Kelompok Interaksi & Ke-salingtergantung-an Struktur Kelompok –Norma (goals & purposes, Bar-Tal, 2000) –Peran (social roles : task role & socioemotional role) –Status

29 Entitativity (kesatuan/bagian dari…) groupinessDipakai untuk menyatakan groupiness = kelompok banget !!! (Campbell, 1958) Entitativity memunculkan perasaan/persepsi bahwa kumpulan individu sebagai sebuah kelompok sosial yang kuat Penelitian B.Lickel dkk (2000) menunjukkan contoh bahwa individu cenderung memiliki persepsi tertentu terhadap suatu kumpulan berdasarkan kesamaan, tingkat interaksi antara anggota dan ke- salingketergantungan. Kelompok diterima sebagai suatu kelompok berdasarkan entitativity-dari anggotanya.

30 Variabel Penentu Kelompok Proses dan Makna –Merujuk pada muncul/bertambahnya emosi positif yang dimiliki anggota bersama anggota kelompok lainnya dalam kelompok. –Cohesive  ukuran signifikan saling menyukai, rasa yang kuat sebagai bagian kelompok, minat untuk tetap berkelompok dan pentingnya kelompok bagi individu (Cota dkk., 1995) –Group Cohesion  keyakinan dan nilai yang mirip (Festinger dkk, 1950), Ke- salingketergantungan yang kuat dalam mencapai tujuan dan berhasil menunaikan tugas, mengembangkan norma dan menjaganya (Lott, 1961 dll.) Hubungan dengan Perilaku Kelompok –Cohesion berhubungan dengan kepuasan, berkurangnya kecemasan, komunikasi yang makin positif dan jarang absen (Seashore, 1954) –Dalam militer, cohesion berkaitan dengan moral dan rasa percaya satu sama lain (Gal, 1986) –Tingkat kepedulian individu tinggi (-/+) pada group yang kohesif. Cohesion, Norm & Group Performance –Cohesion tidak berkaitan langsung dengan group performance. Kelompok dapat sangat produktif atau menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk membuat keputusan. –Mediasinya terletak pada terbentuknya norma dalam kelompok. Cohesion  conformity  group norms  group performance Group Cohesion

31 Proses Sosialisasi dalam Group Tuckman (1965) : five stages developmental sequences : 1.Forming 2.Storming 3.Norming 4.Performing 5.Adjourning

32 Kenapa Orang Bergabung dlm Kelompok ? Identifikasi atas lingkungan, motif, goals dan tujuan dari bergabungnya individu dalam kelompok turut menentukan norma, status dan struktur kelompok. Demikian pula proses kohesifitas-nya (Hogg & Abrams, 1993). Orang bisa bergabung atau membentuk kelompok dengan berbagai macam alasan/ motif (self protection & personal safety, emotional support, pleasure dll.) (Peplau & Perlman, 1982) Alasan utama : menjaga identitas sosial (Hogg & Abrams, 1988; Tajfel & Turner, 1979) atau memuaskan kebutuhan hakiki  memiliki (Baumeister & Leary, 1995)

33 Albert Pine once said : “ What we do for ourselves dies with us. What we do for others & the world remains and is immortal.”


Download ppt "individu dalam kelompok pertemuan 15-16 Matakuliah: pengantar psikologi sosial Tahun: 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google