Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

------ BIRO SDM & ORGANISASI PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 SEKRETARIS UTAMA ------ BIRO SDM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "------ BIRO SDM & ORGANISASI PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 SEKRETARIS UTAMA ------ BIRO SDM."— Transcript presentasi:

1 BIRO SDM & ORGANISASI PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 SEKRETARIS UTAMA BIRO SDM & ORGANISASI

2 LATAR BELAKANG Wawancara seleksi adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi hal dapat diterimanya atau tidak (acceptability) seorang pelamar. Tujuan wawancara adalah memperoleh sejumlah informasi penting yang dibutuhkan untuk mengukur aspek perilaku tertentu, wawancara juga digunakan untuk mengklarifikasi ataupun mengkonfirmasi data yang sudah diperoleh, misalnya hal-hal yang tercantum dalam riwayat hidup. Proses wawancara dalam rangkaian seleksi CPNS BPPT dinamakan tahapan Job Test. Proses Job Test merupakan tahapan yang signifikan dalam menentukan pelamar yang akan diluluskan menjadi CPNS BPPT. Pada tahapan ini dilakukan proses penggalian kompetensi pelamar. Kompetensi yang digali adalah kompetensi bidang yang meliputi kompetensi bidang studi dan nilai CIPTA BPPT Agustus 2012Biro SDM&O BPPT2

3 LATAR BELAKANG (lanjutan1) Job Test bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kompetensi yang dimiliki pelamar dengan persyaratan dari unit kerja dan melihat apakah pelamar memiliki kesesuaian kriteria dengan nilai-nilai BPPT. Pelaksanaan Job Test CPNS BPPT sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Hasil yang diperoleh melalui Job Test adalah tersaringnya sejumlah pelamar yang memenuhi kriteria masing-masing unit kerja dan hingga kini tetap menunjukkan kinerja tinggi. Namun, upaya peningkatan kualitas penyaringan pelamar tetap menjadi penting. Oleh karenanya, perlu dilakukan suatu langkah peningkatan. Upaya tersebut dapat dicapai melalui perancangan metode wawancara Job Test. Pada perancangan metode wawancara Job Test, disusun suatu pedoman wawancara yang terpadu dengan kompetensi-kompetensi yang akan digali. Agustus 2012Biro SDM&O BPPT3

4 LATAR BELAKANG (lanjutan2) Wawancara pada Job Tes dapat menggali seluruh informasi yang ingin diketahui oleh pewawancara dengan menggunakan Teknik STAR. Teknik wawancara STAR (Situation, Task, Result ) merupakan indikator terbaik untuk meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang, dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Dengan Teknik wawancara STAR, pelamar tidak mengetahui arah pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara Agustus 2012Biro SDM&O BPPT4

5 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT5 Kepala Unit Kerja/Manajemen merupakan pengelola sumberdaya (SDM) di unit kerjanya, maka Kepala Unit Kerja/Manajemen yang mampu mengidentifikasikan kesesuaian antara visi misi unit kerjanya dengan sumber daya manusia yang akan direkrut. Biro SDM & Organisasi memfasilitasi penyediaan sumberdaya tersebut untuk kemudian diuji oleh Kepala Unit Kerja/Manajemen melalui proses wawancara / Job Test. Melalui proses Job Test, unit kerja sebagai user bisa menentukan mana pelamar yang benar-benar sesuai dan dapat diandalkan. KENAPA KEPALA UNIT KERJA/MANAJEMEN YANG MEN-JOB TEST ? KENAPA KEPALA UNIT KERJA/MANAJEMEN YANG MEN-JOB TEST ?

6 A.Peraturan MenPAN & RB No. 197 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Bagi Jabatan yang Dikecualikan Dalam Penundaan Sementara Penerimaan CPNS 1.Pasal 3 Ayat 2 : Ujian CPNS meliputi : a.Ujian kompetensi dasar b.Ujian kompetensi bidang dan atau tes psikologi lanjutan 2.Pasal 5 Ayat 2 : Materi ujian kompetensi bidang disusun oleh instansi Pembina Jabatan Fungsional masing-masing Agustus 2012Biro SDM&O BPPT6 DASAR HUKUM

7 B.Lampiran Peraturan MenPAN & RB No. 197 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Bagi Jabatan yang Dikecualikan Dalam Penundaan Sementara Penerimaan CPNS 1.Materi soal ujian kompetensi bidang disesuaikan dengan karakteristik jabatan, yang pelaksanaannya dapat berbentuk : a.Tes tertulis; b.Tes praktek (performance test); c.Tes Psikologi lanjutan; dan atau d.Tes wawancara Agustus 2012Biro SDM&O BPPT7 DASAR HUKUM

8 2.Materi Tes wawancara disusun oleh instansi yang bersangkutan dalam bentuk paduan wawancara sesuai dengan kebutuhan jabatan yang memuat rincian informasi yang akan diperoleh dari pelamar CPNS, teknik wawancara, kriteria wawancara, serta kriteria hasil penilaian wawancara. 3.Masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian harus melaporkan pelaksanaan pengadaan CPNS paling lambat satu bulan setelah pelaksanaan pengadaan CPNS, kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Agustus 2012Biro SDM&O BPPT8 DASAR HUKUM

9 Hal – hal yang hendaknya diperhatikan dalam melakukan proses wawancara pada saat JobTest : 1.Unit kerja akan mewawancara kurang lebih 10 pelamar dalam satu hari 2.Proses wawancara hendaknya tercatat sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan nilai wawancara, oleh karenanya perlu ditunjuk petugas yang mencatat wawancara setiap pelamar 3.Pencatatan penting karena jika wawancara dilakukan ulang terhadap seorang pelamar, akan memperoleh hasil yang sama Agustus 2012Biro SDM&O BPPT9 WAWANCARA JOBTEST

10 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT10 TEKNIK WAWANCARA STAR S ituation T ask A ction R esult 1.Merupakan tipe wawancara behavioral 2.Kinerja di masa lalu adalah indikator untuk meramalkan kinerja di masa depan 3.Digunakan untuk mengetahui respon pelamar dalam melihat dan mengatasi situasi tertentu secara rinci dan terfokus 1.Merupakan tipe wawancara behavioral 2.Kinerja di masa lalu adalah indikator untuk meramalkan kinerja di masa depan 3.Digunakan untuk mengetahui respon pelamar dalam melihat dan mengatasi situasi tertentu secara rinci dan terfokus

11 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT11 Pelamar menggambarkan situasi yang terjadi pada masa lalu Situasi digambarkan secara spesifik, rinci, dan mudah dipahami Situation Tugas merupakan pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah, pengalaman tertentu, atau peristiwa yang relevan dengan pertanyaan pewawancara Tugas digambarkan secara spesifik, rinci, dan mudah dipahami Task TEKNIK WAWANCARA STAR

12 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT12 Pelamar menggambarkan tindakan (aksi) dalam menghadapi situasi/masalah/tugas Pelamar mampu memfokuskan pada permasalahan Pelamar memberikan penjelasan peranannya dalam kerja tim (sebagai bagian dari tim) Action Pelamar menjelaskan hasil yang dicapai Pelamar menjelaskan hambatan yang terjadi dan alternatif pemecahan Pelamar menjelaskan pelajaran / nilai-nilai atas kejadian yang dialami Result TEKNIK WAWANCARA STAR

13 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT13 1.Kompetensi Bidang adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang yang berupa pengetahuan, keterampilan, perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya sehingga individu mampu menampilkan unjuk kerja yang tinggi dalam suatu jabatan tertentu (Pengertian dalam Lampiran Peraturan MenPAN & RB No. 197 Tahun 2012) 2.Acuan Penentuan Kompetensi Perekayasa a.Juknis Perekayasa b.Profil Kompetensi Perekayasa c.Aspek-Aspek Psikologis d.Susunan Formasi CPNS BPPT 2013 KOMPETENSI BIDANG YANG DIGALI

14 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT14 3.Kompetensi bidang yang digali meliputi kompetensi bidang studi dan nilai-nilai BPPT (CIPTA) 4.Kompetensi bidang studi yang ingin digali disesuaikan dengan kekhasan Unit Kerja yang berorientasi pada penguasaan bidang teknik dan berkaitan dengan pengembangan keilmuan KOMPETENSI BIDANG YANG DIGALI

15 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT15 Adalah kemampuan memahami berbagai tools & aplikasi yang mendukung penguasaan bidang ilmu Kompetensi ini penting digali untuk mengindikasikan penguasaan pengetahuan dasar dari bidang ilmu pelamar a. Penguasaan Alat dan Aplikasi Kemampuan memahami berbagai metode/pendekatan yang mendukung penguasaan bidang ilmu Kompetensi ini penting digali untuk mengindikasikan kemampuan pelamar dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang sesuai dengan bidang ilmunya. b. Penguasaan Metode KOMPETENSI BIDANG STUDI

16 Agustus 2012Biro SDM&O BPPT16 Kemampuan memahami berbagai material/bahan yang mendukung penguasaan bidang ilmu. Kompetensi ini penting digali untuk mengindikasikan kemampuan pelamar dalam mengidentifikasi dan menggunakan material yang sesuai dengan bidang ilmunya secara efektif dan efisien c. Penguasaan Material Keinginan yang konsisten untuk mempelajari prosedur, pengetahuan, dan keterampilan baru yang dibutuhkan dalam bidang keilmuannya untuk bekerja, sehingga dapat menggunakannya secara tepat dan mengatasi permasahan di masyarakat Kompetensi ini penting digali untuk mengindikasikan motivasi pelamar untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya sesuai bidang ilmunya d. Wawasan Pengembangan KOMPETENSI BIDANG STUDI Form Pedoman Job Test Form Pedoman Job Test

17 Nilai CIPTA menjadi aspek dalam pertanyaan wawancara Pertanyaan yang menggali CIPTA dikonstruk berdasarkan definisi dan perilaku kunci CIPTA : – Creativity (Kreativitas) Definisi : Kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan/menyampaikan ide, gagasan/metode/teknik yang baru, tidak biasa, dan belum pernah ada, yang dapat diterima oleh orang lain dan memiliki nilai manfaat bagi ilmu pengetahuan dan teknologi. Perilaku Kunci : 1.Memiliki banyak ide dan gagasan baru 2.Mampu mencipta-kan hal-hal yang baru 3.Berpikir divergen (out of the box) 4.Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi 5.Selalu mencoba,tidak takut gagal, tidak memikirkan resiko NILAI CIPTA

18 – Integritas Definisi Sikap dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai, norma, etika, dan peraturan organisasi secara konsisten Perilaku Kunci 1.Berbicara, bersikap dan berprilaku apa adanya sesuai keadaan 2.Menepati janji 3.Selalu berpegang teguh apa yang diucapkan dan dilakukan, dalam situasi apapun 4.Taat pada aturan organisasi 5.Mengedepankan kepen-tingan BPPT (BPPT First) NILAI CIPTA

19 – Profesional Definisi Kemampuan menggunakan kompetensi untuk mencapai hasil yang berkualitas tinggi dengan menerapkan proses kerja yang berstandar Perilaku Kunci 1.Memiliki standar kualitas hasil kerja yang tinggi 2.Selalu mempunyai ren-cana kerja dan mene-tapkan target-target capaian 3.Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas dan tepat waktu 4.Bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai 5.Mampu memberikan gaga-san yang dibutuhkan berkai-tan dengan bidang kompe-tensinya NILAI CIPTA

20 – Teamwork (Kerjasama) Definisi Kesediaan untuk bekerja dengan orang lain dalam tim serta kemampuan berpartisipasi secara efektif untuk mendorong timnya dalam upaya mencapai tujuan tim Perilaku Kunci 1.Memberikan kontribusi nyata dalam tim 2.Menunjukkan perilaku kooperatif,terbuka pada ide lain 3.Membagi informasi yang relevan kepada tim NILAI CIPTA

21 – Accountable (Akuntabel) Definisi Kemampuan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan sesuai dengan prosedur / aturan yang berlaku dalam aspek hukum, moralitas, budaya, dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan Perilaku Kunci 1.Mempunyai proses kerja yang jelas 2.Bekerja secara optimal berdasarkan target-target capaian yang telah ditetap-kan 3.Bekerja sesuai dengan prosedur/aturan yang ber-laku 4.Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dapat meme-nuhi harapan pemangku kepentingan (stakeholder 5.Mampu memberikan penje-lasan atau pertanggung-jawaban tentang apa yang telah dilakukan dan rencana apa yang akan dilakukan. NILAI CIPTA

22 Form Pedoman Wawancara Job Test Form Pedoman Wawancara Job Test

23 BIRO SDM & ORGANISASI Terima Kasih


Download ppt "------ BIRO SDM & ORGANISASI PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 PEDOMAN WAWANCARA JOB TEST CPNS BPPT TA 2013 SEKRETARIS UTAMA ------ BIRO SDM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google