Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EPIDEMIOLOGI KANKER. Simbol kanker : “KEPITING” Bahasa Yunani : Carnros Bahasa Yunani : Carnros Inggris : Cancer Inggris : Cancer Belanda : Kanker Belanda.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EPIDEMIOLOGI KANKER. Simbol kanker : “KEPITING” Bahasa Yunani : Carnros Bahasa Yunani : Carnros Inggris : Cancer Inggris : Cancer Belanda : Kanker Belanda."— Transcript presentasi:

1 EPIDEMIOLOGI KANKER

2 Simbol kanker : “KEPITING” Bahasa Yunani : Carnros Bahasa Yunani : Carnros Inggris : Cancer Inggris : Cancer Belanda : Kanker Belanda : Kanker Indonesia : Kanker Indonesia : Kanker Istilah Latin : Neoplasma Istilah Latin : Neoplasma Neos : Baru Neos : Baru Plassein : Bentukan Plassein : Bentukan

3 Definisi Kanker Adalah suatu penyakit pada DNA pembentukan kromosom yang terdapat pada inti sel. Adalah suatu penyakit pada DNA pembentukan kromosom yang terdapat pada inti sel.

4 Karsinogenesis BIBIT KANKER (phroto – oncogen) BIBIT KANKER (phroto – oncogen) daya tahan tubuh karsinogen sel kanker sel kanker daya tahan tubuh tumor ganas (ca) tumor ganas (ca) daya tahan tubuh Invasi Invasi daya tahan tubuh Metastase Metastase

5 Tanda – tanda Kanker Tanda-tanda bahaya kanker ( PATOKAN) P : Perdarahan atau keluarnya lendir yang tidak wajar dalam tubuh tubuh A : Alat pencernaan / Alat pernafasan terganggu kesulitan menelan menelan T : Tumor / Benjolan pada buah dada atau tempat lain O : Obstipasi / sembelit, mencret, gangguan berak / kencing K : Koreng / borok yang tidak sembuh-sembuh A : Andeng-andeng yang berubah, makin besar atau makin hitam hitam N : Nada suara jadi serak, batuk yang tidak sembuh-sembuh

6 Perdarahan tidak wajar dari dalam tubuh Batuk darah : kanker paru dan saluran pernafasan Batuk darah : kanker paru dan saluran pernafasan Muntah darah : kanker lambung, hati Muntah darah : kanker lambung, hati Kencing darah : ca ginjal, kandung seni, Ca prostat Kencing darah : ca ginjal, kandung seni, Ca prostat Perdarahan hidung : ca hidung, Ca nasopharing Perdarahan hidung : ca hidung, Ca nasopharing Perdarahan pervaginam : ca cervix, uterus Perdarahan pervaginam : ca cervix, uterus Perdarahan post coitus : ca cx uteri Perdarahan post coitus : ca cx uteri

7 Alat pencernaan terganggu Mual muntah : Ca lambung, ca pancreas, Ca hati Mual muntah : Ca lambung, ca pancreas, Ca hati Kesulitan menelan : ca oesofagus, tyroid, ca mediastinum Kesulitan menelan : ca oesofagus, tyroid, ca mediastinum Tumor /Bejolan Ca Payu dara Ca Payu dara Lipoma Lipoma

8 Obstipasi Gangguan berak : Ca colon / rectum Gangguan berak : Ca colon / rectum Gangguan kencing ; ca kandung seni, prostat, penis Gangguan kencing ; ca kandung seni, prostat, penisKoreng Borok tidak sembuh-sembuh : ca kulit, ca jaringan kulit Borok tidak sembuh-sembuh : ca kulit, ca jaringan kulit

9 Andeng-andeng Nevus / andeng-andeng maligna disebut Melanoma maligna dimana nevus tiba- tiba membesar, bertambah kehitam- hitaman/ penyebaran pigmen sekitar nevus, rasa gatal, mudah berdarah / ulcus Nevus / andeng-andeng maligna disebut Melanoma maligna dimana nevus tiba- tiba membesar, bertambah kehitam- hitaman/ penyebaran pigmen sekitar nevus, rasa gatal, mudah berdarah / ulcus Nada suara Suara serak : Ca larynx, tyroid Suara serak : Ca larynx, tyroid Batuk-batuk : chronis ca paru Batuk-batuk : chronis ca paru

10 Jenis Kanker Tumor : Setiap benjolan abnormal pada tubuh Setiap benjolan abnormal pada tubuh Neoplasma : Pertumbuhan abnormal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh sendiri. Pertumbuhan abnormal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh sendiri.

11 Neoplasma jinak : Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tidak berakar Tidak berakar Tidak mempunyai anak sebar Tidak mempunyai anak sebar Jarang mengakibatkan kematian Jarang mengakibatkan kematian Neoplasma Ganas : kanker Tumbuh cepat Tumbuh cepat Berakar Berakar Mempunyai anak sebar Mempunyai anak sebar Hampir selalu menyebabkan kematian Hampir selalu menyebabkan kematian Semua bagian tubuh kecuali rambut dan kuku Semua bagian tubuh kecuali rambut dan kuku

12 Stadium Kanker Perjalanan penyakit kanker : Pra Kanker  Kanker stadium nol  kanker stadium I  Stadium II  Stadium III  Stadium IV  Kematian Pra Kanker  Kanker stadium nol  kanker stadium I  Stadium II  Stadium III  Stadium IV  Kematian

13 STADIUM DINI Belum berakar Belum berakar Belum ada anak sebar Belum ada anak sebar Dengan terapi dapat sembuh sempurna Dengan terapi dapat sembuh sempurna Kemungkinan hidup 5 tahun setelah pengobatan  baik   100% sembuh Kemungkinan hidup 5 tahun setelah pengobatan  baik   100% sembuh STADIUM LANJUT Telah berakar Telah berakar Ada anak sebar Ada anak sebar Terapi : hasil

14 Penyebab Penyebab kanker sampai saat ini belum diketahui. Penyebab kanker sampai saat ini belum diketahui.

15 AGENT KANKER (BAHAN KARSINOGEN) Golongan virus DNA, RNA –virus penyebab Hepatitis E : kanker hati –virus herpes simplek tipe II : kanker servik –virus human papiloma : Kanker Servik, Kanker vulva –Virus Epstein Boer : Kanker Servik, Kanker Vulva, kanker Nasopharing, kanker getah bening (limfoma)

16 Bahan Kimia -Industri : asbestosis, kromat, anilin, nikel -Obat : Reserpin : ca payudara -Hormon estrogen tunggal (berlebihan, tunggal) : Kanker vagina -Phenacetin : Ca Ginjal -Pestisida : mengandung  acetilamino fluerance -Bahan kimia di alam : aspal, tir, minyak -Bahan makanan pada makanan :Pengawet, penyedap, pewarna, sintetis : Kanker colon -Timah hitam (peroral / parenteral) : Ca Ginjal -Nikel, uranium, selenium, asbes (inhalasi) : Ca paru

17 Radiasi : Kanker Kulit, Leukemia –sinar RO (sinar x) –sinar UV, termasuk sinar matahari yang berlebihan –sinar pada ledakan bom atom

18 FAKTOR RISIKO ( Faktor yang bukan karsinogen, tetapi turut berperan dalam timbulnya kanker ) Status kawin / tidak Ca mulut rahim : jarang pada wanita yang tidak kawin Ca mulut rahim : jarang pada wanita yang tidak kawin banyak pada wanita yang berganti-ganti pasangan banyak pada wanita yang berganti-ganti pasangan

19 Perbedaan Seks Ca payudara wanita lebih banyak dp laki-laki Ca payudara wanita lebih banyak dp laki-laki Ca kulit wanita lebih sedikit dp laki-laki Ca kulit wanita lebih sedikit dp laki-laki Ca paru wanita lebih sedikit dp laki-laki (1 : 5) Ca paru wanita lebih sedikit dp laki-laki (1 : 5) Ca nasopharynx laki lebih banyak dari wanita Ca nasopharynx laki lebih banyak dari wanita Suku bangsa / etnik Ca kulit : kulit putih dan berwarna Ca kulit : kulit putih dan berwarna Ca Nasopharinx : lebih banyak pada etnis Mongol (cina, korea, jepang) daripada etnis lain. Ca Nasopharinx : lebih banyak pada etnis Mongol (cina, korea, jepang) daripada etnis lain.

20 Sosial ekonomi rendah Secara tidak langsung mempengaruhi Secara tidak langsung mempengaruhi Gizi kurang Gizi kurang Kemampuan menyediakan sarana kesehatan kurang Kemampuan menyediakan sarana kesehatan kurang Kesadaran untuk hidup sehat rendah Kesadaran untuk hidup sehat rendah kesadaran dan kemampuan untuk memeriksakan diri bila sakit rendah kesadaran dan kemampuan untuk memeriksakan diri bila sakit rendah Status immunitas : rendah Status immunitas : rendah

21 Tempat kerja Pabrik asbestos, kromat, pestisida Pabrik asbestos, kromat, pestisida Kamar RO Kamar RO Dapur yang penuh asap Dapur yang penuh asap Gaya hidup / cara hidup Merokok Merokok Alkohol Alkohol Berjemur di terik matahari Berjemur di terik matahari Kebiasaan makan-makanan kaleng Kebiasaan makan-makanan kaleng Tidak menyusui setelah melahirkan Tidak menyusui setelah melahirkan Makan ikan asin secara berlebihan (nitrosamin) menyebabkan Ca nasopharynx Makan ikan asin secara berlebihan (nitrosamin) menyebabkan Ca nasopharynx

22 Adat / Kebiasaan Nginang / susur Nginang / susur Kawin usia muda Kawin usia muda Pria tidak khitan Pria tidak khitan Banyak anak banyak rejeki Banyak anak banyak rejeki Kurang O.R. menyebabkan status immunitas menurun Kurang O.R. menyebabkan status immunitas menurunKejiwaan Stress berlebihan akan menyebabkan Stress berlebihan akan menyebabkan status immunitas menurun status immunitas menurun

23 Genetik Sifat menurunkan bakat mudah terkena kanker Sifat menurunkan bakat mudah terkena kanker Misal : Retinoblastoma (pada mata) Misal : Retinoblastoma (pada mata)Polusi Polusi Udara : asap mobil / pabrik / rokok Polusi Udara : asap mobil / pabrik / rokok Polusi Air : limbah pabrik, pestisida di sawah Polusi Air : limbah pabrik, pestisida di sawah yang terbawa ke sungai yang terbawa ke sungai Tanah : Tanah : Pestisida, pupuk kandang, kacang-kacangan yang penyimpangannya kurang baik menyebabkan pembusukan dan menjamur membentuk aflatoksin Pestisida, pupuk kandang, kacang-kacangan yang penyimpangannya kurang baik menyebabkan pembusukan dan menjamur membentuk aflatoksin

24 Metastase Metastase Kanker dapat terjadi melalui : Aliran darah : hematogen Aliran darah : hematogen Aliran keluar getah bening : limfogen Aliran keluar getah bening : limfogen Misalnya : kanker kulit pada kaki : Misalnya : kanker kulit pada kaki :

25 Membentuk luka pada jaringan bawah kulit Keluar getah bening Aliran darah Hematogen Pembuluh darah : otak, tulang Membesar  kematian

26 Data Epidemiologi Frequensi Relatif : Data dari RSCM Jakarta 1975 – 1978 terdapat 2606 kasus Ca, urutan : Ca Cervix uteri 24, 3% Ca Cervix uteri 24, 3% Payudara 14,7% Payudara 14,7% Nasopharynx 4,8% Nasopharynx 4,8% Data dari 13 Pusat Laboratorium Patologi se Indonesia tahun 1983 (Tidak termasuk RSCM) Jumlah dg urutan : Cervix uteri 16,8% Cervix uteri 16,8% Payudara 12,8% Payudara 12,8% Kulit 7,9% Kulit 7,9% Nasopharynx5,6% Nasopharynx5,6%

27 Urutan Resiko Relatif kanker pada Wanita: Ca cervix uteri 6. Hati Ca cervix uteri 6. Hati Ca mammae 7. Chorioepitheloma Ca mammae 7. Chorioepitheloma Ovarium 8. Paru Ovarium 8. Paru Leukemia 9. Tyroid Leukemia 9. Tyroid Kulit 10. Nasopharynx Kulit 10. Nasopharynx Urutan Resiko Relatif Kanker pada Laki-laki 1. Hati 6. Lymphomimanigna 1. Hati 6. Lymphomimanigna 2. Paru 7. Larynx 2. Paru 7. Larynx 3. Leukemia 8. Colun dan Rectum 3. Leukemia 8. Colun dan Rectum 4. Kulit 9. Tulang 4. Kulit 9. Tulang 5. Nasopharynx 10.Mata 5. Nasopharynx 10.Mata

28 Pencegahan Primer Health Promotion : He He Tingkatkan kewaspadaan dan kecurigaan Tingkatkan kewaspadaan dan kecurigaan Memperbaiki sanitasi Memperbaiki sanitasi Menempatkan tenaga ahli Menempatkan tenaga ahli Memperbaiki hygiene perorangan / lingkungan Memperbaiki hygiene perorangan / lingkungan Spesific Protection: Blocking bahan-bahan karsinogenik (misal : hati dengan vaksinasi hepatitis, Emenghindari kontak dengan bahan- bahan karsinogenik : pemakaian sarung tangan, masker, Baju Pb (sinar x)) Blocking bahan-bahan karsinogenik (misal : hati dengan vaksinasi hepatitis, Emenghindari kontak dengan bahan- bahan karsinogenik : pemakaian sarung tangan, masker, Baju Pb (sinar x)) Menemukan / menghilangkan bentuk-bentuk pre cancerous Menemukan / menghilangkan bentuk-bentuk pre cancerous

29 Pencegahan sekunder Early Dianogsis dan prompt treatment Deteksi dini kanker : Pem. Diri sendiri (sarari), Pap smear dll. Deteksi dini kanker : Pem. Diri sendiri (sarari), Pap smear dll. Pengobatan specifik dan adequate: Pembedahan, Radiasi, Sitostatika, Hormonal, Immunotherapy Pengobatan specifik dan adequate: Pembedahan, Radiasi, Sitostatika, Hormonal, Immunotherapy Pencegahan Tersier Rehabilitasi  agar tidak merasa rendah diri Rehabilitasi  agar tidak merasa rendah diri Memperpanjang hidup dan mengurangi penderitaan Memperpanjang hidup dan mengurangi penderitaan

30


Download ppt "EPIDEMIOLOGI KANKER. Simbol kanker : “KEPITING” Bahasa Yunani : Carnros Bahasa Yunani : Carnros Inggris : Cancer Inggris : Cancer Belanda : Kanker Belanda."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google