Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGENAL DIRI SENDIRI (Konsep Diri) Mengenal diri sendiri dimulai dengan bagaimana seseorang memandang dirinya terhadap konsep kewirausahaan (paradigma.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGENAL DIRI SENDIRI (Konsep Diri) Mengenal diri sendiri dimulai dengan bagaimana seseorang memandang dirinya terhadap konsep kewirausahaan (paradigma."— Transcript presentasi:

1 MENGENAL DIRI SENDIRI (Konsep Diri) Mengenal diri sendiri dimulai dengan bagaimana seseorang memandang dirinya terhadap konsep kewirausahaan (paradigma ). Didalam paradigma berisi sistem nilai, sikap dan perilaku yang harus dimiliki seorang wirausaha. Langkah Ke Satu

2 Tujuh karakteristik seorang enterpreneur 1.High achiever atau dedikasi tinggi (komitmen, ambisius,, kecintaan, seorang pendaki gunung (Climber)). 2.Risk taker atau orang yang berani mengambil risiko dalam kehidupan ini. 3.Opportunity analyzer atau orang yang selalu berhasil menganalisa setiap kesempatan, peluang 4.Problem solver. Entrepreneur memiliki kemampuan dan bisa menyelesaikan masalah 5.Emotional attachment, yakni memiliki ikatan batin antara seorang entrepreneur sukses dengan apa yang dia lakukan.

3 Tujuh karakteristik seorang enterpreneur, yaitu 5. Self confidence, kebanggaan dan percaya diri dalam berusaha dan yakin bisa. 6. High energy level, yakni mempunyai semangat yang luar biasa (passion and action)

4 KONSEP DIRI  Perilaku  Keyakinan  Sistem nilai  Paradigma 1.PELAKU 2.CALON WIRAUSAHA 1.PIHAK LAIN 2.MODEL WIRAUSAHA KEBIASAAN POSITIF 1. Kemenangan Pribadi  Dahulukan yang utama  Merujuk tujuan akhir  Pro-aktif 2. Kemenangan Publik  Berpikir menang-menang  Mengerti lebih dahulu  Kerja sama /sinergi 3. Pembaruan (Antisipasi Perkembangan)  Kreatif  Inovatif Skema Orientasi Calon Wirausaha (Kemenangan Pribadi dan Publik)

5 Pembaharuan Kebiasaan #7 Asahlah gergaji Kemenangan Publik Kebiasaan #6Wujudkan sinergi Kebiasaan #5Berusahalah memahami lebih dahulu, baru dipahami Kebiasaan #4Berpikir menang/menang Kemenangan Pribadi Kebiasaan #3Dahulukan yang utama Kebiasaan #2Merujuk pd tujuan akhir / mulailah mengingat tujuan Kebiasaan #1Jadilah proaktif

6 Pembaharuan Para ahli berpendapat bahwa sukses seseorang hanya 15% didukung oleh bakat, keturunan, pendidikan formal (gelar sarjana), dan modal uang. Sisanya sebesar 85% ditentukan oleh yang namanya sikap mental positif yaitu kreativitas dan inovatif  Kewirausahaan dibentuk oleh bakat,dikembangkan oleh pengalaman diterapkan melalui metode dan teknik yang dapat dipelajari.  Nilai dan sikap serta perilaku harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.  Sikap positif yang berisi kebiasaan positif (kemenangan pribadi dan publik) harus menjadi moral dan etika berbisnis.

7 A Kelompok blm terbentukB Pendekatan dan loby C Kelompok mulai kompakD Kelompok efektif berprestasi WIRA USAHA MEMBENTUK KELOMPOK

8 Robert Kiyosaki, mengambarkan bahwa seorang wirausaha sejati (business owner dan investor) akan memperoleh pasive income tanpa harus berkeringat. Dalam konsep The Casflow Quadrant dijelaskan sebagai berikut: 1.Kuadrant kiri sebagai budak uang artinya hidup mereka dikendalikan oleh uang. Hidup mereka memiliki pola rutin 2. Kuadrant kanan adalah majikan uang. Mereka dikejar uang, bukan mengejar uang dan punya banyak waktu luang.Bila anda ingin kaya materi silahkan anda memilih kuadran kanan 3. Bekerja adalah solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang adalah membangun bisnis sendiri untuk mencapai kemakmuran. Wealth is the number of days you can survive forward if you stop working tomorrow

9 Konsep The Casflow Quadrant (Robert Kiyosaki) E Employee B Business Owner S Self employee I Investor BUDAK UANG MAJIKAN UANG

10 1. Seorang yang menyukai perubahan (change creator) 2. Melakukan temuan-temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain (inovasi) 3. Menciptakan nilai tambah, memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain (value added) 4. Karyanya dibangun berkelanjutan, bukan ledakan sesaat, tetapi dilembagakan, agar lembaga itu kelak dapat bekerja efektif di tangan orang- orang lain.

11 5. Aktif menemukan hal-hal atau cara-cara baru (Pro-aktif) 6. Selalu berpikir mencari peluang/ kesempatan. 7. Kesempatan/peluang itu digarap dengan penuh disiplin (tidak omdo, tapi action oriented) 8. Bersedia menanggalkan gagasan yang kosong. “Pursue only the best opotunity”.

12 1.Mengetahui model-model untuk mempelajari lingkungan 2.Mengenal lingkungan usaha maupun lingkungan luar usaha, 3.pengaruh lingkungan pada kegiatan usaha 4.Menyusun penanggulangan dan pengembangan usaha Langkah Kedua Langkah Kedua MENGENALI LINGKUNGAN

13 Harapan dan keinginan Stakeholder  Pelanggan Ingin mutu tinggi dengan harga murah Pelayanan cepat dan ramah Mudah didapatkan Pesaing Berusaha menekan harga Melancarkan promosi Menjepit distribusi Menyaingi mutu

14 Pemasok · Cenderung mengurangi mutu pasok · Mengulur waktu · Menaikan harga Pendukung (pemerintah dan bapak asuh) · Usaha berhasil sehingga dapat meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak · Saling mendukung keberhasilan usaha (terbentuknya jaringan usaha)

15 Langkah ketiga MENGEMBANGKAN KREATIVITAS WIRAUSAHA  Kreativitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hampir tak mungkin dirumuskan secara tuntas (Conny R. dkk,1988). Kreativitas merupakan kemampuan anugerah alam dan Tuhan (a gift of nature and a gift of God)  Kreativitas dimiliki manusia bersamaan dengan lahirnya manusia  Kreativitas adalah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan

16 INFORMASI + RELASI + KREATIVITAS Kreativitas adalah konsep integratif yang melukiskan sintesis antara fungsi dasar manusia yaitu olah pikir, rasa, indera dan intuisi PELUANG BISNIS

17 Konsep & Fungsi Kreatifitas KREATIVITAS Intuisi Perasaan Berpikir rasional Ketrampilan Penginderaan Cipta-talen Dream Big, Start Small, Act Now

18 Memori Krea tivitas, inova si Anali sis Kepu tusan Pen g orga nisa sian Gambar... Proses kreativitas dan inovasi

19 TUJUH TEKNIK BERPIKIR KREATIF 1. Tiru dan Modifikasi (Niteni, Nirokne dan Nambahi) Teknik ini mencoba menfokuskan pikiran kita pada produk/ide yang sudah ada sebagai acuan. Kemudian produk/ide tersebut kita tiru dan modifikasi di sana sini untuk menghasilkan produk/ide yang baru. 2. Langgar dan Hilangkan Teknik ini mengajak kita untuk mengamati aturan, batasan dan isi sebuah ide, kemudian batasan dan aturan dilanggar atau dihilangkan sebagian atau seluruhnya. Hasilnya adalah ide baru. Konsep Full Cream menjadi susu instant. Makanan tinggi calcium supaya tulang tidak kropos, Biskuit susu dengan tinggi calcium, STMJ, STMJ+

20 3. Gugat dan Provokasi Teknik ini mengasumsikan bahwa tidak ada ide, konsep yang sempurna. Karena itu bisa digugat dan di provokasi agar diperoleh bentuk/ide yang lebih baru dan lebih baik. 4. Lihat dari arah sebaliknya Krisis adalah bahaya; tetapi dari arah sebaliknya, krisis adalah peluang usaha, tantangan adalah peluang. 5. Gunakan tamsil (metapora, perumpamaan) Pohon yang baik memerlukan akar, tanah, air dan iklim yang tepat. Demikian pula organisasi. Organisasi yang produktif digambarkan dengan tamsil angsa bertelur emas (tapi karena egois dan serakah ayam dibunuh, mungkin banyak telur di dalamnya).. Perkembangan ilmu ditamsilkan seperti sebuah pohon

21 6. Ganti Paradigma Rumah sakit sebagai usaha social yang boleh merugi. Dalam abad 21 rumah sakit sebagai pelaku bisnis dituntut melaksanakan manajemen pemasaran dalan strategi bisnisnya. Rumah sakit harus untung. Budaya birokrasi menjadi budaya korporat  7. Gabungkan secara sinergik Menggabungkan beberapa produk/ide menjadi produk/ide yang lebih besar. Internet adalah penggabungan komputer, telekomunikasi dan perdagangan. Gabungkan beberapa jenis usaha yang menghasilkan kemampulabaan yang lebih besar dengan memperhatikan teori, dan pengalaman

22 SEPULUH KEBIASAAN BERPIKIR KREATIF : (Roger Von Oech dalam Sinamo, 2000)  Kebiasaan 1. Suka mencari jawaban kedua  Kebiasaan 2. Suka berpikir lunak  Kebiasaan 3. Suka menggugat aturan  Kebiasaan 4. Suka mencoba kemustahilan  Kebiasaan 5. Toleran dengan hal hal dilematis  Kebiasaan 6. Melihat kesalahan sebagai peluang  Kebiasaan 7. Suka humor dan santai  Kebiasaan 8. Suka meninjau dunia luar  Kebiasaan 9. Berani berpikir beda  Kebiasaan 10. Terbuka terhadap gagasan baru

23 Langkah Ke Empat Merencanakan Usaha Proses kewirausahaan adalah proses untuk mencipatkan usaha baru (enterprenurial process: The process through which a new venture is created by an enterprenur).Pada prinsipnya ada empat langkah yang harus dilalui oleh seorang wirausaha, yaitu 1.Identifikasi dan evaluasi peluang usaha (Identification and evaluation of opprotunity: Opportunity identification is: the process by which an entrepeneur comes up with teh opportunity for a new venture).

24 2. Merencanakan rencana bisnis (Development business plan: the description of geh future direction of the business) 3. Menetapkan sumberdaya (Determination of resources) dan 4. Manajemen ke wirausahaan (Management of the resulting enterprise). Aplikasi dari fungsi manajemen yang efektif Ada tiga kata kunci untuk memulai usaha (Tip dari Purdi Chandra, pemilik Primagama Group): BODOL (Berani, Optimis, pakai duit orang lain), BOTOL (Berani, Optimis, pakai tenaga orang lain), BOBOL (Berani, Optimis, pakai sistem bisnis orang lain) Beberapa ahli merangkum sistematika langkah yang harus diikuti bila ingin merencanakan usaha, yaitu:Dream big, start small and act now.

25 BUSINESS PLAN  Bab. I.Latar Belakang: Identifikasi produk yang memiliki tren bagus. Penjelasan tentang produk. Latar Belakang Bisnis, Tujuan dan Potensi Bisnis  Bab.II Analisis SWOT  Strategi bisnis yang dipilih  Bab. III. Perencanaan Bisnis: 5W+1H+Budget, Pembiayaan (Analisis BEP dan Profit)  Bab.IV. Studi Kelayakan: Lokasi, Fasilitas, SDM dll  Bab.V Real Business Plan  Rencana Manajemen; Struktur organisasi, proses produksi, Pengelolaan karyawan  Bab. VI. PENUTUP  DAFTAR PUSTAKA

26 Tahap I TujuanUsaha VISI dan MISI Audit Pasar Analisis SWOT, Ansoff Asumsi Perencanaan Usaha Studi Kelayakan Penganggaran Program rincian usaha Tahap II Tahap III Tahap IV Pengukuran dan Penilaian Strategi SWOT, Ansoff Perencanaan Strategi

27 Kebijakan Strategi : Korporate Bisnis Fungsional Kebijakan Strategi : Korporate Bisnis Fungsional Analisis lingkungan internal (Kekuatan, kelemahan) : Budaya pemasaran Kemampuan Sumberdaya Teknologi Upaya pelayanan (7P) Analisis Lingkungan eksternal ( Peluang, Ancaman) : Pasar (Need, want, expectation) Pesaing (7P) Analisis lingkungan internal (Kekuatan, kelemahan) : Budaya pemasaran Kemampuan Sumberdaya Teknologi Upaya pelayanan (7P) Analisis Lingkungan eksternal ( Peluang, Ancaman) : Pasar (Need, want, expectation) Pesaing (7P) Analisis Fortofolio menetapkan : kekuatan, kelemahan, kesempatan, ancaman Isu isu strategi Analisis Fortofolio menetapkan : kekuatan, kelemahan, kesempatan, ancaman Isu isu strategi Formulasi Strategi Alternatif (Ansoff, BCG, SWOT) Menetapan Tujuan Strategi Strategi organisasi : Nilai, Keyakinan, Tujuan Strategi organisasi : Nilai, Keyakinan, Tujuan VISI & MISI Proses Audit Usaha

28 Sasaran jangka pendek Sasaran jangka penjang Strategi Inovasi* Strategi Penetrasi* Pasar Strategi Gerilya Strategi Positioni ng Strategi* Diversifikas i Strategi Perluasan * Pasar Strategi Segement asi Strategi Targeting Strategi

29 Mendayagunakan Pengetahuan dan Keterampilan sendiri untuk berwirausaha Memastikan apakah ada celah (niche) atau peluang yang masih terbuka Menyiapkan dana untuk investasi tertentu dan operasi yang sesuai Menyiapkan tempat usaha dan sarana yang dibutuhkan Merekrut tenaga, kalau diperlukan lebih dari seorang pelaksana Memasarkan barang/pelayanan khas Menguasai Segmen Pasar khusus       Berwirausaha pada Pasar Kompetitif

30 Meraih Pangsa Pasar tertentu Menyiapkan diri menghadapi balasan pesaing Merebut pangsa pasar pesaing Mendistribusikan/mempromosikan barang/pelayanan tersebut secara aktif Mengerahkan sumberdaya untuk memasarkan secara aktif barang/pelayanan yang kompetitif Mengamati bahwa pesaing “ketiduran” tidak aktif memasarkan barang/pelayanannya TINDAKAN YANG BERTOLAK DARI LINGKUNGAN USAHA     

31 Meraih keunggulan posisi Mengamankan Pangsa Pasar Memenuhi kebutuhan Perminta an dengan menghasilkan laba Mendayagunakan Sumber Daya Yang diperlukan (riset pasar) Menidentififkasi Kebutuhan/ Permintaan Prospek/Khalayak Sasaran (analisis dampak perubahan) Memperoleh Peluang Baru Sebagai Konsekuensi Perubahan Mengatisipasi Perubahan Kebijakan /Peraturan dan Perkembangan Lingkungan Usaha yang berdasar perubahan lingkungan usaha      


Download ppt "MENGENAL DIRI SENDIRI (Konsep Diri) Mengenal diri sendiri dimulai dengan bagaimana seseorang memandang dirinya terhadap konsep kewirausahaan (paradigma."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google