Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG."— Transcript presentasi:

1 Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2 Fluida Dinamis

3 Kata PengantarKI dan KDTujuan pembelajaran

4 KI dan KDTujuan pembelajaran Pada pertemuan ini akan dipelajari materi mengenai Fluida Dinamis. Media ini disajikan semenarik mungkin sehingga ananda semangat untuk belajar Kata Pengantar

5 1.Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dituntut 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam interaksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI dan KDTujuan pembelajaranKata Pengantar

6 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humanioradengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI dan KDTujuan pembelajaranKata Pengantar

7 Tujuan pembelajaran 4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. KI dan KD

8 Kata PengantarTujuan pembelajaran 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi KI dan KD

9 Kata PengantarTujuan pembelajaran 3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi 4.7 Memodifikasi ide atau gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida KI dan KD

10 Kata PengantarKI dan KD 1.Siswa dapat menjelaskan prinsip kontinuitas dan prinsip bernoulli pada fluida dinamik dalam kehidupan sehari- hari. 2.Siswa dapat menganalisis prinsip kontinuitas dan prinsip bernaulli pada fluida dinamik dalam kehidupan sehari- hari. 3.Siswa dapat menerapkan prinsip kontinuitas dan prinsip bernaulli pada fluida dinamik dalam kehidupan sehari- hari. Tujuan pembelajaran

11 Perhatikan Video Dibawah ini !! Tahu kah kamu?? Mengapa pesawat terbang yang terbuat dari logam yang amat berat dapat terbang di angkasa? VIDEO Want to know, guys?? Okay, lets check this video one out Dari video yang ditampilkan, apa kaitannya dengan konsep fisika?

12 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Fluida ideal mempunyai ciri-ciri berikut ini. a.Aliran laminar adalah aliran fluida yang mengikuti suatu garis lurus atau melengkung yang jelas ujung dan pangkalnya serta tidak ada garis lurus yang bersilangan.

13 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli b.Aliran turbulen adalah aliran fluida yang ditandai dengan adanya aliran berputar dan arah gerak partikelnya berbeda, bahkan ber-lawanan dengan arah gerak keseluruhan fluida.

14 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Persamaan kontinuitas menghubungkan kecepatan fluida di suatu tempat dengan tempat lain. Misalkan terdapat suatu tabung alir seperti tampak pada Gambar di bawah ini; Contoh gambarMemasukan air v1v1 v2v2 x 2 = v. ∆t x 1 = v. ∆t A1A1 A2A2 V 1 = A 1. v 1. ∆t V 2 = A 2. v 2. ∆t Maka masa air A 1 = m 1 = ρ. A 1. v 1. ∆t Maka masa air A 2 = m 2 = ρ. A 2. v 2. ∆t Karena fluida ideal maka masa fluida yang melewati A 1 sama dengan masa fluida yang melewati A 2 m 1 = m 2 ››› ρ. A 1. v 1. ∆t = ρ. A 2. v 2. ∆t A 1. v 1 = A 2. v 2 Keterangan A 1 = luas penampang 1(m ² ) A 2 = luas penampang 2 (m²) v 1 = kecepatan aliran fluida pada penampang 1 (m/s) v 2 = kecepatan aliran fluida pada penampang 2 (m/s) Persamaan Kontinuitas

15 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Persamaan kontinuitas menyatakan bahwa pada fluida tak kompresibel dan tunak, kecepatan aliran fluida berbanding terbalik dengan luas penampangnya. Pada pipa yang luas penampangnya kecil, maka alirannya besar. Jika pembuluhnya berupa silinder, sehingga penampangnya berbentuk lingkaran, maka: A = π. r² sehingga persamaan kontinuitas dapat pula dinyatakan dengan: v 1. r 1 ² = v 2. r 2 ² dimana r = jari-jari lingkaran. Atau v 1. d 1 ² = v 2. d 2 ² dimana d = diameter lingkaran

16 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Hasil kali A.v adalah debit, yaitu banyaknya fluida yang mengalir melalui suatu penampang tiap satuan waktu, dirumuskan: dimana: Q = Debit (m³/s) V = Volume fluida (m³) t = Waktu (s) Q = V / t

17 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Saat Anda berdiri di tengah angin yang cukup besar. Udara yang bergerak mengerjakan gaya tekan pada tubuh Anda. Peristiwa ini menunjukkan bahwa fluida yang bergerak dapat menimbulkan tekanan. Contoh gambar Memasukan air h1h1 h2h2 v1v1 v2v2 P2P2 A1A1 A2A2 P1P1 Gambar : Asas Bernoulli Asas Bernoulli

18 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Gambar di atas menggambarkan suatu arus stasioner yang mengalir dari tempat I ke tempat II. Kita tinjau dua sampel fluida dari fluida yang mengalir pada tempat I ke tempat II yang volumnya sama dan bergerak dalam selang waktu yang sama. Volum masing-masing sampel adalah V dengan selang waktu t. Misalkan fluida sebatas dari penampang A 1 sampai penampang A 2 kita anggap suatu sistem maka diperoleh: Usaha yang dilakukan terhadap sistem oleh F 1 dapat dinyatakan: W1 = F 1. v 1. t = P 1. A 1. v 1. t

19 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Usaha total yang dilakukan oleh sistem oleh F 2 dapat dinyatakan: W 2 = -F 2. v 2. t = -P 2. A 2. v 2. t Dengan demikian usaha total yang dilakukan oleh fluida dari penampang A 1 hingga penampang A 2 dapat dinyatakan: W = W 1 + W 2 W = P 1. A 1. v 1. t – P 2. A 2. v 2. T … (1) Demikian juga dari penampang A 1 ke A 2 terjadi perubahan energi mekanik sebesar: ΔEm = ΔEk + ΔEp ΔEm = (1 ⁄2. m. v 2 ² – 1 ⁄2. m. v 1 ²) + (m. g. h 2 – m. g. h 1 ) (2)

20 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Menurut hukum kekekalan energi maka diperoleh: W = Em P 1. A 1. v 1. t – P 2. A 2. v 2. t = 1 ⁄2. m. v 2 – 1 ⁄2. m.v1² + m.g.h 2 – m.g.h 1 P 1. V – P 2. V = 1 ⁄2.m.v 2 ² – 1 ⁄2.m.v 1 ²+ m.g.h 2 – m.g.h 1 P 1 – P 2 = 1 ⁄2. (m/V). v 2 ² –1 ⁄2. (m/V). v 1 ² + (m/V). g.h 2 –(m/V).g.h 1 P 1 – P 2 = 1 ⁄2. ρ. v 2 ² – 1 ⁄2. ρ. v 1 ² + ρ. g.h 2 – ρ. g.h 1 P ⁄2 ρ. v 1 ² + ρ. g.h 1 = P ⁄2 ρ. v 2 ² + ρ. g.h 2

21 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Persamaan tersebut di atas disebut persamaan Bernoulli. Persamaan Bernoulli dapat juga dinyatakan dengan: P + 1⁄2. ρ. v 2 + ρ. g.h = konstan Keterangan : P = tekanan (N/m²) ρ = massa jenis fluida (kg/m³) v = kecepatan aliran (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s²) h = ketinggian pipa diukur dari bidang acuan (m)

22 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Pada persamaan Bernoulli terdapat beberapa hal yang istimewa antara lain sebagai berikut. 1.Pada fluida tak bergerak Dalam hal ini v 1 = v 2 = 0 sehingga diperoleh persamaan: P 1 – P 2 = ρ. g (h 2 – h 1 ) Persamaan ini adalah bentuk lain dari persamaan yang menyatakan tekanan hidrostatis dalam zat cair. 2. Untuk fluida yang bergerak dengan ketinggian yang sama, dalam hal ini h 2 = h 1, diperoleh persamaan: P ⁄2. ρ. v1² = P ⁄2. ρ. v 2 ² = tetap Hal ini berarti bahwa di tempat yang lajunya besar tekanannya kecil dan sebaliknya.

23 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli P ⁄2 ρ. v 1 ² + ρ. g.h 1 = P ⁄2 ρ. v 2 ² + ρ. g.h 2 Dari persamaan diatas mengatakan “Jumlah tekanan energi kinetik persatuan volume dan energi potensial persatuan volume sama di setiap titik sepanjang aliran garis lurus”. Pertnyataan ini merupakan bunyi “hukum Bernoulli”

24 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 1. Alat penyemprot nyamuk Alat penyemprot nyamuk juga bekerja berdasarkan Hukum Bernoulli. Tinjaulah alat penyemprot nyamuk pada Gambar berikut ini: Jika pengisap dari pompa ditekan maka udara yang melewati pipa sempit pada bagian A akan memiliki kelajuan besar dan tekanan kecil. Hal tersebut menyebabkan cairan obat nyamuk yang ada pada bagian B akan naik dan ikut terdorong keluar bersama udara yang tertekan oleh pengisap pompa. Penerapan Persamaan Bernoulli

25 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli udara Contoh gambarMenyemprot B A

26 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 2. Pipa Fenturi Pipa venturi adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran zat cair dalam pipa. Untuk mengukur laju air pipa venturi di pasang atau di sambung pada pipa di aliri air, dan di letakan mendatar.

27 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Contoh gambar Memasukan air A1A1 A2A2 v1v1 v2v2 h1h1 h2h2 h = (h 1 - h 2 )

28 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Dengan menggunakan persamaan Bernoulli : P 2 – P 1 = ½ ρ (v 2 ² - v 1 ²) Menentukan kecepatan pada luas penampang besar dan luas penampang kecil. Dengan mensubtitusikan persamaan kontinuitas kedalam persamaan bernoulli di dapat: P 2 – P 1 = ½ ρ ((A 1 /A 2 )². v 1 ² - v 1 ²) = ½ ρ v 1 ² ((A 1 /A 2 )² - 1) A 1. v 1 = A 2. v 2

29 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Karena P 2 – P 1 merupakan perbedaan tekanan hidrostatis Δp = ρgh maka persamaanya mejadi ρgh = ½ ρ ((A 1 /A 2 )². v 1 ² - v 1 ²) ρgh = ½ ρ v 1 ² ((A 1 /A 2 )² - 1) v 1 ² = 2 gh / (A 1 /A 2 )² - 1 v 1 = 2 gh (A 1 /A 2 )² - 1 Keterangan: A1 = luas penampang pipa besar(m²) A2 = luas penampang pipa kecil (m 2 ) v1 = kecepatan zat cair yang di ukur (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s²) h = perbedaan ketinggian pada pipa kapiler(m)

30 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 3. Tabung Pitot Tabung pitot di gunakan untuk mengukur kelajuan gas dalam sebuah pipa. Tabung pitot di lengkapi dengan pipa venturi berisikan raksa.

31 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 3. Tabung Pitot Contoh gambarLaju gas Tabung Pitot v Raksa D C h 1 2 A B v B = 0 P A < P B Perbedaan tinggi raksa dalam pipa Di sebabkan karena perbedaan tekanan di A dan di B Aliran udara masuk ke tabung dan di teruskan Ke pipa melalui B, dengan kecepatan berkurang hingga mencapai 0. pada keadaan ini tekanan di B Sama dengan tekanan di titik D.

32 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Dengan menggunakan persamaan Bernoulli pada ketinggian tabung yang sama maka: P 2 – P 1 = ½ ρ (v 2 ² - v 1 ²) Karena v 2 = 0, maka persamaan menjadi: P 2 – P 1 = ½ ρ (0 - v 1 ²) P 1 + ½ ρ. v 1 ² = P 2 ½ ρ. v 1 ² = P 2 - P 1 Karena P 2 - P 1 merupakan perbedaan tekanan hidrostatis dalam manometer(ρ’gh )

33 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli maka: ½ ρ. v 1 ² = P 2 - P 1 ½ ρ. v 1 ² = ρ’gh v 1 ² = 2 ρ’gh : ρ Keterangan: ρ' = masa jenis air raksa(kg/m³) ρ = masa jenis gas/udara (kg/m³) v1 = kecepatan aliran gas /udara (m/s) g = percepatan gravitasi (m/s²) h = perbedaan ketinggian pada pipa kapiler(m)

34 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 4. Teori Torricolli Persamaan Bernoulli dapat digunakan untuk menentukan kecepatan zat cair yang keluar dari lubang pada dinding tabung. Dengan menganggap diameter tabung lebih besar dibandingkan diameter lubang, maka permukaan zat cair pada tabung turun perlahan-lahan, sehingga kecepatan v 1 dapat dianggap nol.

35 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Contoh gambarTerjadi kebocoran h1h1 h 2 h = (h 1 - h 2 ) P u Berdasarkan persamaan Bernoulli, berlaku: P ⁄2 ρ. v 1 ² + ρ. g.h 1 = P ⁄2 ρ. v 2 ² + ρ. g.h 2 Karena tekanan pada (permukaan) dan tekanan pada (lubang) sama maka P 1 = P 2, dan v 1 = 0, maka: 0+ ρ. g.h 1 = 1 ⁄2 ρ. v 2 ² + ρ. g.h 2 ρ. g.h 1 - ρ. g.h 2 = 1 ⁄2 ρ. v 2 ² ρ. g (h 1 - h 2 ) = 1 ⁄2 ρ. v 2 ² v 2 ² = 2 g (h 1 - h 2) v 2 = 2 g (h 1 - h 2 ) Keterangan Perumusanya v = kecepatan aliran air (m/s) g = percepatan grafitasi (m/s²) (h1 - h2) = selisih ketinggian / tingginya kebocoran (m) v 2 = 2 g (h 1 - h 2 )

36 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli 5. Gaya Angkat Pesawat Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat. Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk ini membuat kecepatan aliran udara melalui sisi bagian atas pesawat v1 lebih besar daripada kecepatan aliran udara di bagian bawah sayap v2.

37 Fluida Ideal Persamaan Kontinuitas Persamaan Bernoulli Penerapan Bernoulli Contoh gambar Aliran udara v1v1 v2v2 Sesuai dengan asas Bernoulli, tekanan pada sisi bagian atas P2 lebih kecil daripada sisi bagian bawah P1 karena kelajuan udara v 1 lebih besar P2P2 P1P1 P ⁄2 ρ. v 1 ² + ρ. g.h 1 = P ⁄2 ρ. v 2 ² + ρ. g.h 2 P ⁄2 ρ. v 1 ² = P ⁄2 ρ. v 2 ² P 1 - P 2 = 1 ⁄2 ρ (v 2 ²- v 1 ²) Berdasarkan hukum bernoulli, h 1 =h 2, karena sayap pesawat pada ketinggian yang sama. Maka:

38 Contoh Soal 1 Contoh Soal 2 Contoh Soal 3 Contoh Soal 4 Contoh Soal 5 1.Air mengalir melalui pipa mendatar dengan diameter pada masing-masing ujungnya 6 cm dan 2 cm. Jika pada penampang besar, kecepatan air 2 m/s, berapakah kecepatan aliran air pada penampang kecil? Contoh soal 1 Diketahui : d 1 = 6 m d 2 = 2 m v 1 = 2 m/s Ditanyakan : v 2 =...? Penyelesaian: Jawab : v 1. d 1 ² = v 2. d 2 ² v 2 =( d 1 ² /d 2 ² ). V 1 = (6² / 2²). 2 = 9. 2 v 2 = 18 m/s

39 Contoh Soal 1 Contoh Soal 2 Contoh Soal 3 Contoh Soal 4 Contoh Soal 5 2. Melalui pipa venturi seperti gambar di samping, mengalir air sehingga selisih tinggi permukaan air pada kedua pembuluh sempit yang dipasang pada pipa venturi adalah 5 cm. Jika luas penampang besar dan kecil pada pipa venturi masing-masing 100 cm² dan 10 cm² dan g = 10 m/s² serta massa jenis air 1000 kg/m³, hitunglah: a) perbedaan tekanan di titik pada penampang besar dan kecil b) kecepatan air yang masuk ke pipa venturi Contoh soal 2 Penyelesaian : Diketahui: h = 5 cm g = 10 m/s² A 1 = 100 cm² ρ = 1 gr/m³ A 2 = 10 cm² Ditanya: a) P 1 – P 2 ……? b) v 1 ………? Jawab: a). P1 – P2 = ρ. g. h P1 – P2 = 1000 kg/m³. 10 m/s². 0,05 m = 500 Pa b). v = 2 gh = ,05 = 0, (A 1 /A 2 )² - 1 ( 100 : 10)² - 1 v = 0,10 m/s

40 Contoh Soal 1 Contoh Soal 2 Contoh Soal 3 Contoh Soal 4 Contoh Soal 5 3. Untuk mengukur laju aliran gas digunakan pipa pitot. Jika massa jenis gas yang akan diukur kelajuannya 2 kg/m³ dan ketinggian raksa pada kedua kaki manometer 4 cm, maka berapakah laju aliran gas tersebut? (masa jenis raksa = kg/m³ Contoh soal 3 Diketahui: ρ = 2 kg/m³ ρ’= kg/m³ g = 10 m/s² h = 4 cm = 0,04 m Ditanya : v ……? Penyelesaian: Jawab:

41 Contoh Soal 1 Contoh Soal 2 Contoh Soal 3 Contoh Soal 4 Contoh Soal 5 4. Suatu bejana berisi air seperti tampak pada gambar. Tinggi permukaan zat cair 145 cm dan lubang kecil pada bejana 20 cm dari dasar bejana. Jika g = 10 m/s², tentukan: Contoh soal 4 Diketahui: h 1 = 145 cm = 1,45 m g = 10 m/s² h = h 1 - h 2 h 2 = 20 cm = 0,2 m = 1,25 m Ditanya: a. v =... ? b. x =... ? Penyelesaian: Jawab: a). v = √ 2 g (h 1 - h 2 ) = √ (1,45 – 0,2) = √25 = 5 m/s b). Jarak pancaran air h = ½ gt² t = √2h /g = √2. 1,25 /10 = 0,5 s x = v. T = 5 m/s. 0,5 s = 2,5 m

42 Contoh Soal 1 Contoh Soal 2 Contoh Soal 3 Contoh Soal 4 Contoh Soal 5 5. Sebuah pesawat terbang dengan lus penampang sayap 40 m². bergerak sehingga menghasilkan perbedaan kecepatan aliran udara pada bagian atas sayap pesawat dan bagian bawahnya, yang masing-masing besarnya 240 m/s dan 200 m/s. berapa besarkah gaya angkat pada sayap, jika masa jenis udara = 1,3 kg/m³..? Contoh soal 5 Diketahui: A= 40 m² v 1 = 200 m/s v 2 = 240 m/s ρu = 1,3 kg/m³ Ditanya : F…..? Penyelesaian: Jawab: F = P. A = 1 ⁄2 ρ (v 2 ²- v 1 ²). A = 1 ⁄2. 1,3 kg/m³ (240²- 200²). 40 m² = N

43 Latihan Soal 1 latihan Soal 2 Latihan Soal 3 Latihan Soal 1 1. Pada sebuah sungai bawah tanah air mengalir dari hulu ke hilir. Kita anggap sungai berbentuk lingkaran dengan diameter bagian hulu sebesar 6 m dan bagian hilir 10 m. jika kelajuan air pada sungai bagian hulu sebesar 10 m/s, maka hitunglah kelajuan air pada sungai bagian hilir!

44 Latihan Soal 1 latihan Soal 2 Latihan Soal 3 Latihan Soal 2 2. Sebuah pipa silindris dengan diameter berbeda masing-masing 8 cm dan 4 cm diletakkan pada bidang mendatar. Jika kecepatan aliran air pada diameter besar 2 m/s dan tekanan 10 5 Pa. berapakah kecepatan dan tekanan pada diameter kecil?

45 Latihan Soal 1 latihan Soal 2 Latihan Soal 3 Latihan Soal 3 1. Diketahui air mengalir melalui sebuah pipa. Diameter pipa bagian kiri A 1 = 10 cm dan bagian kanan A 2 = 6 cm, serta kelajuan aliran air pada pipa bagian kiri v 1 = 5 m/s. hitunglah kelajuan aliran air yang melalui A 2 !

46

47

48 Penutup "Akar pendidikan itu rasanya pahit; tapi buahnya manis." (-Aristoteles-)


Download ppt "Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google