Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 CHEPALGIA. 2 CHEPALGIA /HEADACHE Batasan: Nyeri kepala adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 CHEPALGIA. 2 CHEPALGIA /HEADACHE Batasan: Nyeri kepala adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara."— Transcript presentasi:

1 1 CHEPALGIA

2 2 CHEPALGIA /HEADACHE Batasan: Nyeri kepala adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang (Oleson & Bonica, 1990).

3 3 Klasifikasi (pembagian) : 1. Pembagian nyeri kepala, neuralgia cranial dan nyeri fasial (Oleson,1988). a) Migraine b) Tension-type headache c) Cluster headache syndrome d) Headache associated with head trauma e) Vascular disorders f) Headache associated with nonvascular intracranial disorders g) Headache associated with substances or their withdrawal

4 4 Klasifikasi (pembagian) : 1. Pembagian nyeri kepala, neuralgia cranial dan nyeri fasial (Oleson,1988). h) Headache associated with systemic or focal infection i) Headache associated with metabolic abnormality j) Headache or facial pain from cranium, neck, eyes, ear, nose, sinuses, teeth, mouth or other facial or cranial stuktures. k) Cranial neuralgias, nerve trunk pain and deafferentiation pain l) Other types of headache or facial pain m) Psychogenic headache n) Headache not classifiable

5 5 Klasifikasi (pembagian) : 2. Pembagian klinis nyeri kepala (Anthony, 1988) A. Sakit kepala akut Intrakranial Intrakranial Meningitis / ensefalitis Meningitis / ensefalitis Perdarahan subaraknoid Perdarahan subaraknoid Hematoma subdural Hematoma subdural Tumor intrakranial Tumor intrakranial Ekstrakranial Ekstrakranial Migren Migren Sakit kepala tandan (cluster) Sakit kepala tandan (cluster) Sakit kepala post trauma Sakit kepala post trauma Glaucoma Glaucoma Neuritis optika Neuritis optika Insufisiensi serebro-vaskuler Insufisiensi serebro-vaskuler

6 6 Klasifikasi (pembagian) : 2. Pembagian klinis nyeri kepala (Anthony, 1988) A. Sakit kepala akut Sistemik Hipertensi Hipertensi Feokromositoma Feokromositoma Reaksi terhadap penghambat MAO Reaksi terhadap penghambat MAO

7 7 Klasifikasi (pembagian) : 2. Sakit kepala subakut Hematoma subdural Hematoma subdural Arteritis temporalis Arteritis temporalis Abses otak Abses otak Tumor Tumor Sinus trombosis Sinus trombosis Hipertensi intrakranial benigna Hipertensi intrakranial benigna 3. Sakit kepala menahun Migren / sakit kepala tegang Migren / sakit kepala tegang Tumor jinak. Tumor jinak.

8 8 Struktur jaringan kepala yang peka nyeri dan tidak peka nyeri (Dalessio, 1984; Oleson & Bonica, 1990) Peka Nyeri : Intrakranial : Sinus cranial dan vena aferen Arteri dari duramater Arteri dari dasar otak dan cabang utamanya. Bagian dari duramater (sekitar pembuluh darah besar) Ekstrakranial : Kulit, kulit kepala, fasia, otot mukosa Arteri (vena kurang peka) Saraf-saraf : N. trigeminus, N. vagus, saraf servikal kedua dan ketiga. Saraf-saraf : N. trigeminus, N. vagus, saraf servikal kedua dan ketiga.

9 9 Struktur jaringan kepala yang peka nyeri dan tidak peka nyeri (Dalessio, 1984; Oleson & Bonica, 1990) Tak Peka Nyeri Parenkim otak Ependima, pleksus khoroideus Pia mater, araknoid, bagian dari dura Tengkorak (periost: sedikit peka)

10 10 Nyeri Struktur di atas tentorium serebeli N. trigeminus nyeri biasanya disalurkan ke daerah tengkorak bagian: frontal, frontal, temporal dan temporal dan parietal. parietal. Struktur dibawah tentorium serebeli N. glossofaringeus, N. vagus dan akar saraf servikal bagian atas Nyeri dirasakan di daerah oksipital

11 11

12 12 Impuls-impuls Arteria meningea media Sinus sagitalis superior Dura fosa krani anterior Dura fosa krani media Dura fosa krani posterior Nervus Trigeminal cab. I Nervus Trigeminal & Nervus Vagus Nervus Trigeminal cab. I Ki & Ka Nervus Trigeminal cab. I &II Nervus Trigeminal cab. II & III disalurkan melalui

13 13 Letak tumor Di atas tentorium nyeri dirasakan didaerah oksipital terdapat spasme otot servikal Di bawah tentorium nyeri sering dirasakan di verteks atau daerah frontal nyeri dirasakan di nyeri dirasakan di daerah verteks Tumor di daerah kiasma atau Sella Tursica

14 14 Kelainan ekstrakranial a) Tengkorak dan kulit kepala b) Pembuluh darah c) Saraf otak d) Mata e) Sinus, nasofaring. f) Gigi g) Sendi temporo-mandibuler Leher h) Leher

15 15 Kelainan intrakranial a) Toksik b) Metabolik c) Paska kejang d) Reaksi meningkatnya tekanan darah yang akut e) Iritasi selaput otak f) Traksi / pergeseran pembuluh darah intrakranial

16 16 Diagnosa Headache 1. Anamnesa Usia timbulnya, syndrome yang benign seperti migraine, tension-type headache dan cluster headache biasanya mulai sebelum usia pertengahan.aneurisma, tumor otak lebih banyak pada usia sekitar 35 tahun. Usia timbulnya, syndrome yang benign seperti migraine, tension-type headache dan cluster headache biasanya mulai sebelum usia pertengahan.aneurisma, tumor otak lebih banyak pada usia sekitar 35 tahun. Lamanya & frekwensi nyeri kepala. Lamanya keluhan nyeri kepala pada pasien dapat mengarahkan kepada kelainan neurologi yang progressive atau suatu keganasan. Lamanya & frekwensi nyeri kepala. Lamanya keluhan nyeri kepala pada pasien dapat mengarahkan kepada kelainan neurologi yang progressive atau suatu keganasan.

17 17 Diagnosa Headache Anamnesa Nyeri kepala hebat yang akut disertai dengan kehilangan kesadaran atau tanda-tanda gangguan neurological fokal mengarah kepada subaraknoid hemoragia atau meningitis. Nyeri kepala yang kronis misalnya pada migraine atau tension type headache. Nyeri kepala hebat yang akut disertai dengan kehilangan kesadaran atau tanda-tanda gangguan neurological fokal mengarah kepada subaraknoid hemoragia atau meningitis. Nyeri kepala yang kronis misalnya pada migraine atau tension type headache. Sisi mana yang sakit. Tension type headache sering difuse dan bilateral. Migraine dapat bilateral tapi lebih sering unilateral. Cluster headache selalu unilateral Sisi mana yang sakit. Tension type headache sering difuse dan bilateral. Migraine dapat bilateral tapi lebih sering unilateral. Cluster headache selalu unilateral

18 18 Diagnosa Headache Anamnesa Kwalitas nyeri kepala. Kwalitas nyeri kepala sangat subyektif tergantung pada keadaan psikologi pasien. Kwalitas nyeri kepala. Kwalitas nyeri kepala sangat subyektif tergantung pada keadaan psikologi pasien. Saat timbulnya nyeri kepala. Cluster headache sering nyeri timbul pada saat pasien tidur sehingga sering membangunkan pasien. Tumor otak dalam ventrikel juga dapat menyebabkan nyeri kepala pada saat tidur. Saat timbulnya nyeri kepala. Cluster headache sering nyeri timbul pada saat pasien tidur sehingga sering membangunkan pasien. Tumor otak dalam ventrikel juga dapat menyebabkan nyeri kepala pada saat tidur.

19 19 Diagnosa Headache Anamnesa Fenomena lain yang menyertainya seperti photofobia,phonofobia, gangguan penglihatan, dizziness, kelemahan otot, febris. Fenomena lain yang menyertainya seperti photofobia,phonofobia, gangguan penglihatan, dizziness, kelemahan otot, febris. Hal hal lain yang memperburuk nyeri kepala misalnya batuk. Hal hal lain yang memperburuk nyeri kepala misalnya batuk.

20 20

21 21 Diagnostic Clasification Acute or Subacute Headache Neck Stifness Yes No CT Normal -Hemorrhage -Abces -Hidrocephalus -Neoplasia -Pseudotumor cerebri Lumbal punctie  meningencephalitis, Spinal hemorrhage, Leptomeningeal metastasis Pseudotumor cerebri Doppler, MRI, MR tomoangiography Angiography  arteria dissection, venous sinus thrombosis, cerebral infarction -Migraine -Tension Headache -Substance induce headache (nitrate, glutamate, analgesics) -Sinusitis -Cervical syndrome -Temporal arteritis -After lumbal punctie -Systemic lupus erythematosus

22 22 Diagnostic Clasification Acute or Subacute Headache Neurological examination is normal Neurologic deficit Sinusitis Trigeminal neuralgia Cluster Headache Atypical Facial Pain Herpes Zoster Chronic paroxysmal hemicrania Oromandibular dysfunction, Odontogenic Acut glaucoma Optic neuritis Temporal arteritis Thalamic pain Cluster headache Diabetic neurophaty Lesion incavernous sinus Supra or infratentorial mass Lesion of brainstem or trigeminal neuralgia Herpes zoster Tolosa-Hunt Syndrome

23 23 2. Pemeriksaan fisik. Keadaan umum pasien & mentalnya. Keadaan umum pasien & mentalnya. Tanda tanda rangsangan meningeal Tanda tanda rangsangan meningeal Adakah kelainan saraf cranial ? Adakah kelainan saraf cranial ? Adakah kelainan pada kekuatan otot, refleks dan koordinasinya ? Adakah kelainan pada kekuatan otot, refleks dan koordinasinya ?

24 24

25 25 3. Pemeriksaan penunjang Laboratorium darah,LED Laboratorium darah,LED Lumbal punksi Lumbal punksi Elektroensefalografi Elektroensefalografi CT Scan kepala, MRI. CT Scan kepala, MRI.

26 26 Kapan nyeri kepala perlu dirujuk : 1. Bila ada tanda-tanda peninggian TIK, iritasi meningeal, penyakit sistemik lain yang menyertainya. 2. Bila telah minum obat dengan adekuat namun nyeri kepalanya tetap tidak ada perubahan. 3. Nyeri kepala yang kronik pada pasien pasien dengan penyalah-gunaan obat, gangguan psikologik,.

27 27 Kapan nyeri kepala perlu dirujuk : 4. Timbulnya nyeri kepala akibat komplikasi dari pemakaian obat-obatan seperti pada penderita asma atau penyakit jantung. 5. Nyeri kepala timbul secara tiba-tiba, setelah suatu aktivitas latihan, batuk 6. Timbulnya nyeri kepala disertai dengan perubahan kesadaran, adanya gejala-gejala neurologi fokal,febris.

28 MIGRAINE 28

29 29 MIGRAINE Common Migren, Hemikrania simpleks Common Migren, Hemikrania simpleks Defenisi : Defenisi : Nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4 – 72 jam. Karakteristik nyeri kepala unilateral, berdenyut, intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti dengan nausea dan atau fotofobia dan fonofobia.

30 30 MIGRAINE Merupakan salah satu nyeri kepala yang paling sering ditemukan. Penyebabnya multifaktorial dan hingga saat ini belum jelas. Merupakan salah satu nyeri kepala yang paling sering ditemukan. Penyebabnya multifaktorial dan hingga saat ini belum jelas. Migrain lebih sering mengenai pada usia dewasa muda, puncak insidens antara 25 – 34 tahun, 90% mengalami nyeri kepala sebelum usia 40 tahun. Migrain lebih sering mengenai pada usia dewasa muda, puncak insidens antara 25 – 34 tahun, 90% mengalami nyeri kepala sebelum usia 40 tahun.

31 Kriteria diagnosis migren tanpa aura (IHS 2004) Kriteria diagnosis migren tanpa aura (IHS 2004) A. At least five attacks filfilling criteria B-D B. Headache attacks lasting 4-72 hours (untreated or unsuccessfully treated) C. Headache has at least two of following characteristics : - unilateral location - pulsating quality - moderate oe severe pain intensity - aggravation by or causing avoidance of routine physical activity(eg. walking or climbing stairs) 31

32 Kriteria diagnosis migren tanpa aura (IHS 2004 D. During headache at least one of the following : - nausea and/or vomiting - photophobia and phonophobia E. Not attribute to another disorder 32

33 Migren yang umum dijumpai : Migren yang umum dijumpai : migren tanpa aura (‘common migraine’) dan migren tanpa aura (‘common migraine’) dan migren dengan aura (‘classic migraine’). migren dengan aura (‘classic migraine’). 33

34 Kriteria migren dengan aura sesuai dengan kriteria diatas dan cukup apabila telah mengalami minimal dua kali serangan, ditambah kriteria aura yaitu aura timbul dalam 5-20 menit dan berlangsung kurang dari 60 menit, berupa aura visual, sensorik, disfasia, motorik, dan disfungsi batang otak. Kriteria migren dengan aura sesuai dengan kriteria diatas dan cukup apabila telah mengalami minimal dua kali serangan, ditambah kriteria aura yaitu aura timbul dalam 5-20 menit dan berlangsung kurang dari 60 menit, berupa aura visual, sensorik, disfasia, motorik, dan disfungsi batang otak. Aura visual tersering dijumpai (90%), disusul aura sensorik. Aura visual tersering dijumpai (90%), disusul aura sensorik. Apabila serangan migren lebih dari 72 jam disebut status migren dan bila serangan ≥15 hari perbulan selama 3 bulan disebut migren khronik Apabila serangan migren lebih dari 72 jam disebut status migren dan bila serangan ≥15 hari perbulan selama 3 bulan disebut migren khronik 34

35 Migraine phase slide Mild ModerateSevere Rescue Pre-Headache HeadachePost-Headache Postdrome Aura Prodrome © 2000 Primary Care Network Phases of Migraine

36 36 Gambaran klinik Fase I : Prodromal Sebanyak 50% pasien mengalami fase prodromal ini yang berkembang pelan-pelan selama 24 jam sebelum serangan. Gejala: kepala terasa ringan, tidak enak, iritabel, memburuk bila makan makanan tertentu seperti makanan manis, mengunyah terlalu kuat, sulit/malas berbicara. MIGRAINE

37 37 Gambaran klinik Fase II : Aura Gangguan penglihatan yang paling sering dikeluhkan pasien. Khas pasien melihat seperti melihat kilatan lampu blits (photopsia) atau melihat garis zig zag disekitar mata dan hilangnya sebagian penglihatan pada satu atau kedua mata (scintillating scotoma). Gangguan penglihatan yang paling sering dikeluhkan pasien. Khas pasien melihat seperti melihat kilatan lampu blits (photopsia) atau melihat garis zig zag disekitar mata dan hilangnya sebagian penglihatan pada satu atau kedua mata (scintillating scotoma). Gejala sensoris yang timbul berupa rasa kesemutan atau tusukan jarum pada lengan, dysphasia. Gejala sensoris yang timbul berupa rasa kesemutan atau tusukan jarum pada lengan, dysphasia. Fase ini berlangsung antara 5 – 60 menit. Sebanyak 80% serangan migraine tidak disertai aura. Fase ini berlangsung antara 5 – 60 menit. Sebanyak 80% serangan migraine tidak disertai aura. MIGRAINE

38 38

39 39 Gambaran klinik Fase III : Headache Nyeri kepala yang timbul terasa berdenyut dan berat. Biasanya hanya pada salah satu sisi kepal tetapi dapat juga pada kedua sisi. Sering disertai mual muntah tidak tahan cahaya (photofobia) atau suara (phonofobia). Nyeri kepala sering memburuk saat bergerak dan pasien lebih senang istrahat ditempat yang gelap dan ini sering berakhir antara 2 – 72 jam. Nyeri kepala yang timbul terasa berdenyut dan berat. Biasanya hanya pada salah satu sisi kepal tetapi dapat juga pada kedua sisi. Sering disertai mual muntah tidak tahan cahaya (photofobia) atau suara (phonofobia). Nyeri kepala sering memburuk saat bergerak dan pasien lebih senang istrahat ditempat yang gelap dan ini sering berakhir antara 2 – 72 jam. MIGRAINE

40 40

41 41 Gambaran klinik Fase IV : Postdromal Saat ini nyeri kepala mulai mereda dan akan berakhir dalam waktu 24 jam, pada fase ini pasien akan merasakan lelah, nyeri pada ototnya kadang kadang euphoria. Setelah nyeri kepala hilang. Saat ini nyeri kepala mulai mereda dan akan berakhir dalam waktu 24 jam, pada fase ini pasien akan merasakan lelah, nyeri pada ototnya kadang kadang euphoria. Setelah nyeri kepala hilang. MIGRAINE

42 42

43 43 Patofisiologi migren 1. Teori meningo-vaskuler Modulasi melalui kimia-biokimiawi, mekanik, ionic atau sinaptik dan neurovaskuler akan merangsang serat saraf C serta aktivasi akson trigemino-vaskuler. Modulasi melalui kimia-biokimiawi, mekanik, ionic atau sinaptik dan neurovaskuler akan merangsang serat saraf C serta aktivasi akson trigemino-vaskuler. Semua ini mengakibatkan pelepasan bahan P (P substance ), neurokinin A (NKA), calsitonin gene- related peptide (CGRP) dan glutamat. Semua ini mengakibatkan pelepasan bahan P (P substance ), neurokinin A (NKA), calsitonin gene- related peptide (CGRP) dan glutamat. Bahan P, NKA dan CGRP mengakibatkan ekstravasasi protein plasma, sedangkan bahan P dan NKA menimbulkan vasodilatasi. Semua ini mengakibatkan inflamasi steril dan sakit kepala. Bahan P, NKA dan CGRP mengakibatkan ekstravasasi protein plasma, sedangkan bahan P dan NKA menimbulkan vasodilatasi. Semua ini mengakibatkan inflamasi steril dan sakit kepala. MIGRAINE

44 44 Patofisiologi migren 2. Teori biokimia Serotonin dan reseptor serotonin Serotonin dan reseptor serotonin Magnesium Magnesium Pada serangan migren, magnesium dalam otak dan cairan serebrospinal menurun. Pada migren dengan stress, dikeluarkan magnesium yang banyak dalam air seni. Minuman yang mengandung estrogen, alkohol dan fosfat dengan kadar tinggi, dpat menurunkan kadar magnesium dan mengakibatkan serangan migren. Magnesium mempengaruhi tonus pembuluh darah. Bahan-bahan lain yang mempengaruhi fungsi trombosit Bahan-bahan lain yang mempengaruhi fungsi trombosit Misalnya glukosa, asam lemak bebas, tiramin, feniletilamin, fenolsulfotransferase, hormon kelamin, komplemen imunoglobulin. MIGRAINE

45 45 Patofisiologi migren 3. Teori neural Penyebaran depresi kortikal (Leao) Penyebaran depresi kortikal (Leao) Terjadi bangkitan hebat dari aksi potensial yang diikuti depolarisasi neuron dan sel glia, serta perubahan elektrolit dan keseimbangan kalium dan natrium yang melintasi membran sel. Fenomena ini meluas secara pelan melalui korteks, dengan kecepatan 3 – 5 mm/detik. Neuron dan glia Neuron dan glia Migren adalah disfungsi neuronal. Terdapat aktifitas neuronal yang berlebihan, dengan pelepasan kalium yang tidak dapat diatasi dengan neuroglia. MIGRAINE

46 46 Prinsip penanganan Hindari factor factor yang memperburuk serangan migren seperti: suara yang keras, bau yang tajam, cahaya silau, stress dan makanan makanan seperti keju, coklate, buah sitrus dan alcohol. MIGRAINE

47 47 Prinsip penanganan Pada saat serangan, obat yang digunakan al: Pada saat serangan, obat yang digunakan al: Analgesik biasa : aspirin dan parasetamol. Analgesik biasa : aspirin dan parasetamol. Non steroid anti-inflamatory drugs : ibuprofen, naproxen. Non steroid anti-inflamatory drugs : ibuprofen, naproxen. Ergotamine Ergotamine Sumatriptan Sumatriptan Untuk profilaksis digunakan: Untuk profilaksis digunakan: beta bloker : propanolol,metoprolol beta bloker : propanolol,metoprolol calsium antagonis : verapmil, flunarisin calsium antagonis : verapmil, flunarisin methylsergide, pizotifen dan amitriptilin. methylsergide, pizotifen dan amitriptilin. MIGRAINE

48 Preventative Therapy for Migraine

49 Indikasi Preventif terapi pada Migren Serangan migren berlangsung 1-3 hari tiap kali serangan Serangan migren berlangsung 1-3 hari tiap kali serangan Cukup berat sehingga mengganggu aktivitas pasien dan/atau Cukup berat sehingga mengganggu aktivitas pasien dan/atau Serangan 3x atau lebih (1-3 hari/seranagn) per- bulan, dengan Serangan 3x atau lebih (1-3 hari/seranagn) per- bulan, dengan Bertambahnya pemakaian rescue medication Bertambahnya pemakaian rescue medication (Canadian Guidelines)

50 General Principals of Prophylactic Care Educate the patient about compliance, expectations, and the medication to be used Educate the patient about compliance, expectations, and the medication to be used If successful therapy is maintained, consider a taper of prophylactic medication in months If successful therapy is maintained, consider a taper of prophylactic medication in months Consider co-morbid conditions in selecting prophylactic medications. Consider co-morbid conditions in selecting prophylactic medications. Headache diaries or calendars are an essential component of prophylactic programs Headache diaries or calendars are an essential component of prophylactic programs

51 Medications for Prophylaxis Beta adrenergic blocking agents Beta adrenergic blocking agents Propranolol mg / day Propranolol mg / day Tricyclic Antidepressants Tricyclic Antidepressants Amitriptyline mg / day Amitriptyline mg / day Anticonvulsants Anticonvulsants Divalproex sodium mg / day Divalproex sodium mg / day

52

53 CLUSTER HEADACHE 53

54 54 CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN) Defenisi : Nyeri kepala yang hebat, nyeri selalu unilateral di orbita, supraorbita, temporal atau kombinasi, berlangsung 15 – 180 menit dan terjadi dengan frekwensi dari sekali tiap dua hari sampai 8 kali sehari.

55 55 CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN) Cluster headache merupakan salah satu nyeri kepala kronik yang sering mengganggu kehidupan seseorang dan pasien terbangun karena nyeri kepala. Sering menyebabkan perubahan emosional seseorang. Cluster headache merupakan salah satu nyeri kepala kronik yang sering mengganggu kehidupan seseorang dan pasien terbangun karena nyeri kepala. Sering menyebabkan perubahan emosional seseorang.

56 56 CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN) Prevalensi Nyeri kepala ini lebih jarang dibandingkan dengan migren. Nyeri kepala ini lebih jarang dibandingkan dengan migren. Frekwensi nyeri kepala cluster 0,5% dari populasi laki-laki dan 0,1% dari populasi wanita. Frekwensi nyeri kepala cluster 0,5% dari populasi laki-laki dan 0,1% dari populasi wanita. Nyeri kepala cluster lebih banyak ditemukan pada pria. Mulai pada decade ke dua – ketiga. Nyeri kepala cluster lebih banyak ditemukan pada pria. Mulai pada decade ke dua – ketiga.

57 57 Gambaran klinis Khas ditandai dengan nyeri yang sangat berat yang berlangsung 15 – 180 menit Khas ditandai dengan nyeri yang sangat berat yang berlangsung 15 – 180 menit Periode serangan bisa berlangsung beberapa kali perhari 1 – 3 serangan perhari, sering berakhir antara 3 – 16 minggu. Dengan interval antara 6 bulan dan 5 tahun. Periode serangan bisa berlangsung beberapa kali perhari 1 – 3 serangan perhari, sering berakhir antara 3 – 16 minggu. Dengan interval antara 6 bulan dan 5 tahun. CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN)

58 58

59 59

60 60

61 61

62 62 Patofisiologi Focus patofisiologi di arteri karotis intrakavernosus yang merangsang pleksus perikarotis. Pleksus ini mendapat rangsangan dari cabang 1 dan 2 nervus trigeminus, ganglia servikalis superior/SCG (simpatetik) dan ganglia sfenopalatinum/SPG (parasimpatetik). Diperkirakan focus iritatif di dan sekitar pleksus membawa impuls-impuls ke batang otak dan mengakibatkan rasa nyeri di daerah periorbital, retroorbital dan dahi. CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN)

63 63 Patofisiologi Hubungan polisinaptik dalam batang otak merangsang neuron-neuron dalam kolumna intermediolateral sumsum tulang belakang (simpatetik) dan nucleus salivatorius superior (parasimpatetik). Serat-serat preganglioner dari nucleus-nukleus ini membawa impuls-impuls untuk merangsang SCG (simpatetik) dan mengakibatkan sekresi keringat di dahi, serta rangsangan pada SPG (parasimpatetik) untuk sekresi air mata (lakrimasi) dan air hidung (rinorrhea). CLUSTER HEADACHE (NYERI KEPALA TANDAN)

64 TENSION - TYPE HEADACHE 64

65 65 TENSION - TYPE HEADACHE Defenisi : Nyeri kepala episodik yang infrekquent berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari. Nyeri bilateral, rasa menekan atau mengikat dengan intensitas ringan sampai sedang. Nyeri tidak bertambah pada aktifitas rutin, tidak didapatkan mual tapi bisa ada fotofobia atau fonofobia.

66 66 TENSION - TYPE HEADACHE Hampir sebagian besar dalam hidupnya seseorang pernah mengalami nyeri kepala tumpul yang menyertai kelelahan, stress, nonton atau membaca yang lama. Nyeri kepala ini sering memberi respons pengobatan dengan analgesik biasa. Hampir sebagian besar dalam hidupnya seseorang pernah mengalami nyeri kepala tumpul yang menyertai kelelahan, stress, nonton atau membaca yang lama. Nyeri kepala ini sering memberi respons pengobatan dengan analgesik biasa. Prevalensi nyeri kepala tension seperti pada migren 75% dengan kronik tension headache adalah wanita dan tidak ada hubungannya dengan genetic. 40% mempunyai riwayat keluarga yang menderita nyeri kepala tension. Kira-kira 15% nya sudah mulai menderita sebelum usia 10 tahun. Prevalensi nyeri kepala tension seperti pada migren 75% dengan kronik tension headache adalah wanita dan tidak ada hubungannya dengan genetic. 40% mempunyai riwayat keluarga yang menderita nyeri kepala tension. Kira-kira 15% nya sudah mulai menderita sebelum usia 10 tahun.

67 67

68 68

69 69 Penanganan Sering pasien dengan kronik tension-type headache mencurigai dirinya menderita tumor otak atau kelainan intrakranial yang serius. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik yang teliti untuk memberikan ketenangan dan kepercayaan pada pasien. Sering pasien dengan kronik tension-type headache mencurigai dirinya menderita tumor otak atau kelainan intrakranial yang serius. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik yang teliti untuk memberikan ketenangan dan kepercayaan pada pasien. Penanganan pasien tension-type headache perlu melibatkan terapi psikis, fisik (terapi relaksasi) dan pemberian obat-obatan. Penanganan pasien tension-type headache perlu melibatkan terapi psikis, fisik (terapi relaksasi) dan pemberian obat-obatan.

70 General Treatment Type of HeadacheGeneral MeasuresPharmacotherapy Episodic Tension Headache Behavioral therapy, ice packsPeppermint oil to forehead and temples, aspirin acetaminophen, ibuprofen or naproxen MigraineRest, Ice packsAntiemetic ( metoclopramide or domperidone) + aspirin or acetaminophen. If inefective, triptan Cluster HeadacheHot compressOxygen inhalation, If inefective, triptan s.c or ergotamine Chronic Paroxysmal Hemicrania Indomethacin Trigeminal NeuralgiaAvoidance TriggersCarbamacepine, gabapentin, phenitoin, baclofen or pimozide 70 Acute Treatment

71 General Treatment Type of HeadacheGeneral MeasuresPharmacotherapy Episodic or chronicTension Headache Behavioral therapyTricyclic Antidepresants (e.q, amitriptiline, doxepin, amitriptiline oxide) MigraineBehavioral therapy1st line beta-blockers( e.q. Metoprolol, propanolol) ; 2nd line flunarizine or valproate; 3rd line : methysergide or pizotifen Episodic Cluster Headache Avoidance of alcohol(during cluster), nitrate, histamines and nicotine Prednisone, ergotamine, verapamil, methysergide or lithium Chronic Cluster Headache Lithium, Verapamil or pizotifen 71 Prophylaxis

72 72


Download ppt "1 CHEPALGIA. 2 CHEPALGIA /HEADACHE Batasan: Nyeri kepala adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google