Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BIBLIOLOGI DIsiplin Imu Yang Mempelajari Tentang Alkitab Pertemuaan ke-2.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BIBLIOLOGI DIsiplin Imu Yang Mempelajari Tentang Alkitab Pertemuaan ke-2."— Transcript presentasi:

1 BIBLIOLOGI DIsiplin Imu Yang Mempelajari Tentang Alkitab Pertemuaan ke-2

2 Pewahyuan - Penyataan Istilah Wahyu (Yunani: Apokalupsis=to unveil; Ibrani: Galap=to uncover), berarti: membuka tudung atau penutup. Secara Theologi, wahyu adalah perbuatan Allah dalam menyatakan kebenaran- kebenaran-Nya kepada manusia, dimana Allah membukakan rahasia kebenaran-Nya untuk diketahui dan dipahami oleh manusia.

3 Ada Dua Macam Wahyu: Wahyu umum dan wahyu khusus. Disebut umum: karena isinya yang bersifat umum dan dinyatakan kepada semua orang secara umum. Disebut Khusus: karena isinya yang bersifat khusus dan dinyatakan secara khusus melalui hamba-hamba-Nya para nabi dan Rasul.

4 Wahyu Umum: Pertama: dinyatakan kepada manusia melalui PIKIRAN untuk memahami keberadaan alam semesta, yang memberikan pengertian bahwa pasati ada Sang Pencipta dan Pemeliharanya (Maz.19:2-7; Rm.1: 18-32). Wahyu ini mengajar manusia untuk berpikir bahwa Ada Allah yang berkarya menciptakan alam semesta dan setia memelihara seluruh ciptaan-Nya hingga sekarang.

5 . Keberadaan alam semesta pada hakikatnya menceritakan kemuliaan dan kemahakuasaan Allah dalam pekerjaan tangan-Nya, sehingga dari alam ini semua mahkluk dapat melihat serta menyadari kekuasaan dan keilahian Allah yang bersifat kekal.

6 Roma 1: Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

7 . melalui wahyu umum umat manusia dapat tahu bahwa Allah itu ada. Kehadiaran dan kemulian Allah dinyatakan dalam keajaiban ciptaanNya, secara langsung kepada pikiran manusia.

8 . Kedua: Dinyatakan melalui HATI NURANI, untuk mengajar manusia tentang hal benar atau salah disertai kesadaran bahwa ada Allah yang menilai dan manusia bertanggung-jawab untuk melakukan kebenaran itu.

9 Roma 2: Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

10 Wahyu Khusus: Wahyu yang diberikan oleh Allah secara khusus lewat para Nabi dan rasul-Nya, untuk disampaikan kepada umat-Nya. Sekarang, wahyu khusus itu ialah Alkitab.

11 Maksud dan Tujuan Wahyu Khusus Ialah: Untukmemberitahukan kepada manusia berdosa tentang kebenaran Allah dan jalan keselamatan di dalam Kristus, supaya mereka dapat bertobat dan beroleh hidup yang kekal (Yoh.20:30-31).

12 Wahyu Khusus bersifat Supranatural: Dimana Alllah membukakan mata dan telinga orang berdosa untuk melihat penampakan dari Allah dan mendengar apa yang dikatakan oleh Allah. Selanjutnya, Roh Allah menggerakkan dan mengontrol mereka untuk menuliskan apa yang dikehendaki Allah. Seluruh kegiatan ini adalah pekerjaan yang supranatural.

13 Wahyu Khusus diberikan berangsur-angsur: Dimana Allah menggunakan waktu lk.1350 tahun (1250BC.-100AD) untuk memberikannya, oleh karena keterbatasan manusia untuk menerima dan memahami kebenaran Allah.

14 Inkarnasi = Puncak Pewahyuan Puncak pewahyuanNya terlihat dalam diri Yesus Kristus yang menjadi manusia dan hal inilah yang disebut dengan inkarnasi. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh.1:14).

15 . Dengan kedatangan Kristus menjadi manusia, wahyu khusus telah dilengkapi dan digenapi, bahwa Firman itu sendiri telah hadir secara nyata. Dalam karya penebusan yang dikerjakanNya di atas, semua orang percaya memperoleh keselamatan. Dan kebangkitanNyadari antara orang mati, membawa kemenangan bagi kita atas dosa dan maut.

16 Proses Penulisan melalui Inspirasi oleh Roh Kudus Inspirasi ialah: Pekerjaan Allah melalui Roh Kudus yang menggerakkan, menguasai dan memimpin orang-orang yang telah dipilih-Nya, untuk menuliskan perkataan-perkataan yang dikehendaki-Nya, tanpa salah.

17 . Mula-mula, wahyu khusus diberikan secara lisan, yang disampaikan oleh para nabi melalui khotbah-khotbahnya. Kemudian baru dituliskan oleh para penulis melalui dorongan dan bimbingan Roh Kudus.

18 . Ada juga bagian-bagian lain yang tidak melalui pewahyuan dan kothbah Nabi, yakni kejadian-kejadian nyata yang yang dilihat oleh penulis, kemudian dituliskan sebagai catatan sejarah, tetapi gerakan untuk menuliskannya, oleh dorongan dan bimbingan Roh Kudus.

19 . Jadi, Dalam proses penulisannya, terkadang Allah memberikan wahyu terlebih dahulu untuk hal-hal yang belum diketahui oleh penulis, tetapi juga kenyataan sejarah atau peristiwa yang diketahui sipenulis, dan oleh bimbingan Roh Kudus ia menuliskan apa yang telah diketahuinya itu. Bimbingan penulisan inilah yang disebut inspirasi oleh Roh Kudus

20 . Tetapi untuk hal-hal yang sudah diketahui oleh penulis, dilihat dan didengarnya, atau yang telah dipelajarinya dari orang lain, maka tidak perlu wahyu. Allah dapat langsung menginspirasi-kan dan menggerakkan penulis untuk menuliskan apa yang telah diketahui dan dipahami oleh penulisnya.

21 Jadi Siapa Penulis Alkitab? Alkitab tidak ditulis oleh tangan Allah sendiri, melainkan oleh banyak penulis. Hal ini terlihat dari gaya bahasa, perbendaharaan bahasa, penekanan, perspektif dan latar belakangnya. Tetapi perkataan mereka diinspirasikan oleh Roh Allah sendiri.

22 Alkitab Adalah Firman Allah Alkitab adalah vox Dei = suara Allah atau verbum Dei = Firman Allah. Mat. 4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

23 Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis. Diinspirasikan oleh Allah kepada penulis tanpa salah, untuk disampaikan kepada umat Tuhan, dan dibukukan untuk menjadi penuntun hidup bagi orang percaya sepanjang zaman.

24 Innerancy Karena penulisan Alkitab diinspirasikan oleh Roh Allah, maka orang percaya mengakui bahwa Alkitab itu adalah benar tanpa salah. Mengapa? Karena Allah tidak mungkin menginspirasikan hal yang salah, FirmanNya adalah benar dan dapat dipercaya, maka Alkitab tidak dapat salah.

25 Kanonisasi Kanonisasi Alkitab adalah disatukannya kitab-kitab yang terdiri dari 66 kitab. Kanon berasal dari kata Yunani yang berarti tongkat pengukur, standard, norma.

26 Kanonisasi Katholik Roma Katholik memasukkan kitab Apokrifa ke dalam Alkitab, disebabkan adanya isu bahwa masyarakat Yahudi yang hidup di Mesir memasukannya didalam kanon Alexandrian. Sedangkan bagi orang protestan, menolak karena sejak awal Apokrifa tidak dimasukkan dalam konon Palestina.

27 . Roma katholik berpendapat bahwa gereja yang menciptakan kanon berarti gereja memiliki otoritas yang sama dengan Firman Tuhan, maka protestan menyangkal bahwa gereja tanpa salah

28 Pandangan kanonisasi Pandangan Roma katholik: kanon merupakan suatu koleksi yang tanpa salah dari kitab- kitab yang tanpa salah. Pandangan protestan klasik: kanon merupakan suatu koleksi yang dapat salah dari kitab-kitab yang tanpa salah. Pandangan kritikus liberal: kanon merupakan suatu koleksi yang dapat salah dari kitab- kitab yang dapat salah.

29 . orang kristen percaya akan pemeliharaan Allah gereja adalah badan yang bisa salah Dan gereja juga bukan menciptakan kanon, namum gereja hanya mengenali, mengakui, menerima dan menundukan diri pada kanon Alkitab. Istilah yang dipakai dalam konsili adalah recipimus = kami menerima

30 Standard kanonisasi mereka harus memiliki otoritas para rasul. mereka harus diterima sebagai kitab yang berotoritas oleh gereja mula- mula. mereka harus harmonis dengan kitab- kitab yang tidak diragukan sama sekali.

31 Prinsip penafsiran Alkitab 1. naratif harus ditafsirkan berdasarkan terang pengajaran dari bagian tersebut. 2. hal yang dinyatakan secara implicit harus selalu ditafsirkan di dalam terang dimana hal itu dijelaskan secara eksplisit tidak boleh sebaliknya. 3. hukum logika berlaku didalam penafsiran Alkitab. 4. Alkitab tidak boleh ditafsirkan berdasarkan prasangka dan keinginan hati kita. Yaitu dengan memasukan pandangan kita dalam menguraikan bagian Alkitab. Hal inilah terjadinya bidat karena mereka mencari dukungan dari Alkitab.

32 Peranan Alkitab 1. sebagai sumber otoritas tertinggi dalam hidupnya. 2. sebagai mencari jawaban kehendak Tuhan. 3. menjadi pengarah hidup mereka. 4. merupakan perintah yang harus dihidupi selamanya.


Download ppt "BIBLIOLOGI DIsiplin Imu Yang Mempelajari Tentang Alkitab Pertemuaan ke-2."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google