Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENELITIAN DAN STRATEGI PENELITIAN Prof. Bermawi P. Iskandar, Ph.D Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri-ITB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENELITIAN DAN STRATEGI PENELITIAN Prof. Bermawi P. Iskandar, Ph.D Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri-ITB."— Transcript presentasi:

1 PENELITIAN DAN STRATEGI PENELITIAN Prof. Bermawi P. Iskandar, Ph.D Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri-ITB

2

3 OUTLINE Kenapa Riset Penting Untuk Perguruan Tinggi Penelitian (Riset) Proses Riset Strategi Riset Prinsip Untuk Riset Dengan Baik Publikasi Hasil Riset Membangun Kapasistas Riset

4 K ENAPA R ISET P ENTING U NTUK P ERGURUAN T INGGI ?

5 INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI DI A MERIKA PADA institusi pendidikan tinggi Lebih dari 2000 merupakan institusi berorientasi pendidikan 88 institusi Research I (>$40 juta /tahun) 37 institusi Research II($15-40 juta /tahun)

6 U NIVERSITAS R ISET Komitmen menciptakan pengetahuan baru

7 U NIVERSITAS R ISET ? (B OYER C OMMISION ) Komitmen menciptakan pengetahuan baru Kapabilitas riset dosen Mahasiswa Pascasarjana dan & Post-doc fellows Lingkungan (infrastruktur) Riset Orientasi Internasional International Interdisciplinary program Support a range of public arts programs

8 40% peer review atas reputasi riset 20% Indeks sitasi/dosen 20% mutu pendidikan 10% mutu lulusan 5% dosen asing 5% mahasiswa asing K RITERIA THE-QS

9 P ARAMETER K EBERHASILAN Seberapa baik universitas melakukan riset? Bagaimana budaya riset tumbuh dan berkembang? Bagaimana hubungan program pendidikan dan program riset?

10 RISET “Research is creating new knowledge.”

11 R ISET ? Riset adalah suatu proses penemuan dan penyelidikan sesuatu yang tidak diketahui untuk menambah pengetahuan, atau membantu pemahaman, atau memecahkan masalah. Suatu proses sistematik yang meliputi perumusan, perancangan, pelaksanaan, dan penjelasan suatu investigasi untuk menjawab pertanyaan riset. (Maylor & Blackmon, 2005).

12

13 D ITEMUKAN T IKUS T ANPA G IGI

14 K ATAK T ERKECIL (7 MM ) TELAH DITEMUKAN DI P APUA N EW G UINEA OLEH TIM USA.

15 F IRST L UNGLESS F ROG D ISCOVERED IN B ORNEO (D JOKO I SKANDAR –ITB)

16 K EGIATAN RISET B ERBEDA DENGAN : Kegiatan journalism Kegiatan consulting

17 R ISET BUKAN JOURNALISM Journalism dan riset memiliki kesamaan yaitu “untuk mendapatkan informasi baru dan menyajikannya dalam format tertentu”. Namun, pekerjaan jurnalis adalah membuat berita dan menerbitkannya melalui media koran atau majalah populer, atau elektronik (TV, Radio, internet dll.)

18 R ISET BUKAN JOURNALISM Contoh: “Seorang dosen digigit anjing” (bukan berita – tidak ada kejutan) “Seorang dosen mengigit anjing” -menjadi tujuk berita, karena ini baru atau tidak biasa – ada kejutan. Tapi informasi baru itu tidak menambah pengetahuan kita, atau membantu pemahaman yang mendalam tentang dunia ini atau memecahkan masalah tertentu).

19 R ISET BUKAN JOURNALISM Perbedaan penting antara journalism dan riset adalah bahwa dalam riset, temuan harus diperiksa (diverifikasi) sebelum temuan dipublikasi ( peer reviewed ). Berita dalam koran dan majalah, umumnya, jarang melakukan verifikasi terhadap informasi yang dilaporkan, hanya melakukan pemeriksaan seperti kesalahan ketik –ejaans dll. ( bukan peer reviewed ?). Artinya informasi yang disajikan/dilaporkan oleh jurnalis tidak selalu dapat diandalkan –but it is eye-catching and timely.

20 R ISET BUKAN CONSULTING Sulit untuk menjelaskan perbedaan antara consulting and research, karena sering dilakukan oleh orang yang sama dan dilaporkan pada tempat yang sama, (contoh, Harvard Business Review).

21 R ISET BUKAN CONSULTING Konsultan profesional melaporkan pekerjaannya di dalam buku, laporan dan majalah ilmiah untuk menerbitkan gagasannya dan mempromosikan layanan yang dapat diberikan. Beberapa tenaga akademik menggunakan kedua topi tersebut – melakukan pekerjaan konsultasi dan penelitian.

22 R ISET BUKAN CONSULTING Apa perbedaan antara consulting and research ? Konsultan diminta untuk memecahkan masalah pada suatu organisasi/perusahaan. Konsultan harus mengumpulkan data, menganalisa, dan memaknakan informasi untuk memecahkan masalah. Keluarannya: Sekumpulan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah.

23 R ISET BUKAN CONSULTING Perusahaan konsultan memperlakukan pengetahuan sebagai knowledge proprietary (pemilik pengetahuan). Jika konsultan melaporkan pekerjaannya, ini dalam rangka mengiklankan portofolio kepakarannya agar menarik clients – bukan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan (body of knowledge ).

24 R ISET BUKAN CONSULTING Peneliti, pada sisi lain,memiliki tanggung jawab utama “ to create and share original knowledge”. Peneliti harus mengkaitkan riset sebelumnya dengan topik yang diteliti dan menunjukkan bahwa hasil riset menambah sesuatu yang baru pada body of knowlegde

25 R ISET BUKAN CONSULTING Hasil riset untuk disebarluaskan, bukan disembunyikan ( to be shared, not hidden). Remark: it isn’t ‘research’ until it has been validated by other researchers, or peer reviewed. Hasil riset dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi atau tidak terakreditasi, seminar nasional/ internasional, jurnal internasional atau media lainnya – book chapters ( dilakukan review oleh pakar )

26 ORIGINALITAS DALAM RISET Tidak perlu bahwa setiap penelitian menghasilkan a great discovery or grand theory. Suatu hasil riset harus memberikan kontribusi pada body of knowledge.

27 KATEGORI RISET Riset Dasar (Basic Research) Riset Terapan (Applied Research)

28

29 R ISET D ASAR (B ASIC R ESEARCH ) Beberapa term yang berhubungan dengan riset dasar: pure science, fundamental research, curiosity-driven research, blue skies research.

30 R ISET D ASAR Didefinisikan sebagai kegiatan yang bersifat eksperimen atau teoritik untuk menghasilkan pengetahuan dasar baru. Riset dasar ( fundamental or pure ) dihela oleh rasa ingin tahu dari peneliti. Motivasi utamanya adalah untuk mengembangkan pengetahuan –bukan untuk menciptakan atau membuat sesuatu. Tidak ada nilai komersial dari hasil riset dasar.

31 R ISET D ASAR Riset dasar meletakkan fondasi dari ilmu terapan. Contoh: Apa kode genetik dari ORANG UTAN? Apakah ada kemiripan dengan manusia?

32 R ISET T ERAPAN Kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan agar dapat diterapkan pada bidang praktis tertentu dan hasil riset dapat memberikan manfaat dalam jangka pendek.

33 R ISET T ERAPAN Dirancang untuk memecahkan masalah riil/praktis, bukan untuk sekedar memperkaya pengetahuan. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Contoh: peningkatan efisiensi energi kendaraan bermotor; peningkatan produksi hasil panen padi.

34 K NOWLEDGE S UPPLY C HAIN

35 M ODEL T RIPLE HELIX Perbedaan peran antara universitas dan industri yang kabur Universities assume entrepreneurial role Firms take on an academic dimension

36 K NOWLEDGE S UPPLY C HAIN Universities and industry generate knowledge and transfer knowledge. Barriers between the two cultures impact the ability to create new knowledge to satisfy society.

37 PROSES RISET

38 PROSES RISET: [SUATU SIKLUS] (P OPPER 1959)

39 SIKLUS RISET Explorasi. Mulai dengan obsevarsi - hasil yang tidak diharapkan/diinginkan. Eksplorasi memberikan ide untuk formulasi dari suatu teori. Formulasi Teori. Berdasarkan data, suatu teori dirumuskan.

40 SIKLUS RISET Pengujian: Hipotesis yang diturunkan dari teori, diuji. Penerapan (Aplikasi): Teori yang telah diuji kemudian diterapkan. Penyesuaian sering dibutuhkan untuk penerapan teori, sehingga diperlukan eksplorasi kembali.

41 C ONTOH SIKLUS RISET : [E KSPLORASI – F ORMULASI T EORI – P ENGUJIAN - A PLIKASI ] Tim riset dari MIT (Womack, Jones & Roos, 1990) yang mengunjungi lebih dari 90 pabrik (industri otomotif) di 15 negara ( Eksplorasi ). Menemukan bahwa senjata rahasia industri Jepang dalam memenangkan persaingan adalah lean (fat-free) production ( Formulasi dan Pengujian Teori ). Kemudian Tim MIT menerbitkan sebuah buku dari hasil riset ini dengan judul “ The machine that changed the world ” ( publikasi agar dapat diterapkan secara luas ).

42

43 R ISET K UANTITATIF Umumnya, berhubungan dengan phenomena alam Mengembangkan dan memanfaatkan model matematik, teori, hipotesa untuk menjelaskan phenomena alam Kebenaran obyektif dapat dinyatakan secara pasti –diperoleh melalui metoda rasional. Pemisahan antara pengamat dan yang diamati (“out there” bukan “inside us”).

44 R ISET K UALITATIF Berhubungan dengan perilaku manusia Bekerja dengan serangkaian model, teori yang berhubungan dengan perilaku manusia Melibatkan kelompok dari partisipan, interpretasi dan refeksi Not Positivist: tidak ada kebenaran obyektif (subyektif) –”inside us” not “out there”. Pendekatan ethnography tepat untuk jenis riset ini.

45 PENDEKATAN SAINTIFIK DAN ETHNOGRAPHIC Karakteristik Pendekatan Saintifik Pendekatan Ethnographic Pertanyaan Apa, Berapa besar/banyak Kenapa, Bagaimana Metoda Survai, Eksperimen Pengamatan lansung, Wawancara Data AngkaKata-kata Temuan Besaran (measure)Makna (meaning)

46 STRATEGI RISET [R EISMAN (1988)]

47 MOTIVASI RISET Replication –can we duplicate what the original researchers found out? Extension –can we find similar results in different context? Comparison –which theory (among competing theories) in the most useful to explain or predict the world? ?

48 RESEARCH STRATEGIES [R EISMAN (1988)] 1. Ripple 2. Embedding 3. Bridging 4. Transfer of technology 5. Creative application 6. Structuring 7. Statistical modelling

49 AVAILABLE / NEW KNOWLEDGE Available knowledge based on past research New knowledge encompassed by new research

50 (a) Ripple process(b) The embedding process (c) The bridging process

51 (d) The transfer of technology (e) The creative application process (f) The structuring process(g) The statistical modelling process

52 RESEARCH STRATEGIES Ripple : an extension of previous theoretical or applied type of research in a given discipline or sub-discipline. Embedding : the development of more generalised formulation or a more global theory by embedding several known models or theories

53 RESEARCH STRATEGIES Bridging : the bridging of known models or theories resulting from the growth of the contributing and/or some initially unrelated field of knowledge. Transfer of technology : the use of what is known in one discipline to model problem domains falling in some other, perhaps disparate, discipline.

54 RESEARCH STRATEGIES Creative application : the direct ( not analogous ) application of a known methodology to a problem or research question that was not previously so addressed. Structuring : the process of organisation and documentation of the organisational phenomena in the form of models.

55 RESEARCH STRATEGIES Statistical modelling : models that arise from analyses performed on empirically obtained data. These models arise from statistical manipulations such as regression or cluster analysis rather than on logical derivations based on various assumptions.

56 Divergent disciplines, specialities, sub-, sub- disc. Convergent goals, problems, tasks. DISCIPLINE ORIENTED GROWTH A B 1 MISSION ORIENTED GROWTH Disciplinary branching effect Interdisciplinary crystallisation effect Knowledge growth as combination of disciplinary branching and interdisciplinary crystallisation

57 Level 5. PERNYATAAN Theory, inference, explanations, judgement Level 4. MODEL MENUJU PERNYATAAN Verification technique, algorithms, rules of reasoning Level 3. MODEL Representation of reality in the model Level 2. REALITAS MENUJU MODEL Conditions of similarity, approximation, assumptions of modelling Level 1. REALITAS Empirical data on reality, perceptions, description Levels of knowledge (adapted from Mehrez et al. (1988)).

58 PRINSIP UNTUK MELAKUKAN RISET DENGAN BAIK diambil dari “Suggestion for Teaching the Engineering Research Process” by David J. Lilja, University of Minnesota, USA

59 PRINSIP UNTUK RISET YANG BAIK PRINSIP 1: Don’t believe everything you read. ‘‘Jika saya mempertimbangkan itu, maka saya tidak pernah melakukan eksperimen ini” Pada literatur sering ditemukan contoh, “jangan lakukan ini” Spencer Silver, pada 1968 mengembangkan reusable adhesive (a reusable bookmark ) -3M ‘‘Post- It’’ ; memiliki lebih dari 20 US patents; tapi temuannya yang signifikan tidak sukses pada awalnya, tidak mendapatkan respon positif. Evaluasi secara kritis riset sebelumnya.

60 PRINSIP 2: Memahami metoda/teknik ‘‘Jika alat yang dimiliki hanya palu, setiap masalah diperlakukan seperti paku ” Peneliti harus mengembangkan kemampuan untuk menentukan kapan menggunakan pemodelan analitik, simulasi, atau pengukuran langsung (memahami kelebihan dan kelemahan setiap metoda). Sumber kesalahan

61 PRINSIP 3: Practice, practice, practice ! Riset adalah suatu skill yang dapat dipelajari/diperoleh hanya dengan melakukannya. Hands-on practice of the research process

62 PRINSIP 4: Inspirasi membutuhkan usaha ‘‘Meskipun kita sudah pada jalur yang tepat, jika kita tidak berusaha keras (terus mencoba), inspirasi juga tidak muncul” Kesulitan yang sering dihadapi: Merasa kehilangan arah, tidak memiliki ide kemana harus pergi.

63 PRINSIP 5: Jangan lupa untuk berpikir (Don’t forget to think). Pekerjaan riset bukan sesuatu yang rutin Berpikir kreatif sangat diperlukan Dengan dibantu oleh perangkat lunak dan komputer, memudahkan untuk menghasilkan keluaran, tapi garbage-in, garbage-out. Intuisi peneliti perlu dibentuk untuk mendeteksi adanya kesalahan.

64 PRINSIP 6: Jangan tergesah-gesah untuk memutuskan/menilai (Don’t rush to judgement). Peneliti –yang berpengalaman dan tidak, harus belajar untuk menghargai perbedaan (cara pandang yang berbeda), karena selalu terdapat alternatif pendekatan untuk melihat suatu masalah.

65 ATRIBUT PENELITI YANG BAIK Berpikir terbuka (Open minded) [not to pre- judge] Baik dalam berpikir – jenis pendekatan dalam berpikir dibutuhkan Different types of thinking Pengelolaan yang baik – penggunaan waktu dan sumber daya yang efisien, rencana kerja yang rasional, dll. Sabar dan berdedikasi Mengikuti perkembangan terakhir dari pengetahuan di bidangnya

66 PLAGIAT Apakah Sdr mencuri kepemilikan intelektual orang lain? Gail M. Dummer, Department of Kinesiology

67 DEFINISI PLAGIAT? Menyajikan pemikiran orang lain (atau diri sendiri) tanpa sitasi Menggunakan kata-kata orang lain (atau diri sendiri) tanpa sitasi

68

69 TERIMA KASIH

70 MELAKUKAN PUBLIKASI MAKALAH (PAPER) Edited by Bermawi P. Iskandar, Ph.D

71 PENGANTAR Publikasi riset penting bagi komunitas akademik – harus dapat diakses oleh pembaca yang lebih luas dan ditelaah oleh peneliti lain. Kebanyak hasil riset dipublikasikan pada jurnal, prosiding, atau buku (atau chapter dalam buku).

72 P UBLISHING P APERS Umumnya, setiap bidang riset memiliki jurnal untuk publikasi – misalnya, kedokteran, matematik, ekonomi, teknik dll. Publikasi hasil riset sedang mengalami perubahan –transisi dari bentuk cetak ke format elektronik (electronic format).

73 MEDIA PUBLIKASI HASIL RISET Jurnal nasional tidak terakreditasi Jurnal nasional terakreditasi, Prosiding seminar nasional/ internasional, Jurnal internasional, Book chapter Media ONLINE.

74 M EDIA O NLINE Jurnal online adalah jurnal yang menerbitkan makalah lengkap secara online. Prosiding online adalah prosiding yang menerbitkan makalah lengkap secara online. Repositori online adalah media yang berisi makalah atau abstrak makalah versi panjang ( extended abstract ) yang didapat di-askes secara online.

75 P UBLISHING P APERS ;[O PEN ACCESS ] Sekarang ini, banyak muncul jurnal “open access” Dua bentuk open access : (1) open access publishing – paper atau keseluruhan jurnal dapat diakses secara bebas dari saat resmi dipublikasi, (2) self-archiving – penulis membuat copy dari hasil risetnya, yang dapat diakses secara bebas pada laman (web) nya.

76 P UBLISHING P APERS :[T HE IMPORTANT ] Mempublikasi riset kita penting karena beberapa alasan: 1. Mendapatkan banyak masukan dari peneliti lain. 2. Menempatkan Anda sebagai anggota dari komunitas riset. 3. Memposisikan riset (ide riset) Anda pada peta riset yang sudah ada pada bidang riset tertentu.

77 PUBLIKASIKASI MAKALAH:[A GOOD PAPER ] Dua karakteristik utama untuk makalah yang baik (good paper) : 1. Kontribusi signifikan – keterbaruan (original), dikembangkan dan diuji dengan seksama. 2. Gaya penulisan yang baik (good writing style) – urutan logika yang mengalir.

78 KEMANA MEMPUBLIKASI? Salah satu cara yaitu memperhatikan kesesuaian topik dengan lingkup bidang jurnal – perhatikan isu-isu pada jurnal. JURNAL SAINTIFIK memiliki kelas – (Top Rank, Middle Rank, Low Rank journals) Cara lainnya: mendapatkan saran dari pembimbing atau kolega yang punya pengalaman mempublikasikan di jurnal internasional.

79 KEMANA MEMPUBLIKASI? Jika Anda punya ide riset brilian, tapi makalah ditulis dengan buruk, maka makalah Anda mungkin tidak diterima. Pastikan bahwa Anda menyatakan dengan jelas hal penting dari riset Anda – jangan membuat pembaca harus mencari- cari sendiri hal penting dari paper Anda.

80 KEMANA MEMPUBLIKASI? Nyatakan masalah riset dengan jelas, Jelaskan kenapa penting, Bagaimana Anda menyelesaikan masalah tsb, Hasil apa yang diperoleh – bandingkan dengan hasil dari paper lain, Kenapa hasil Anda berbeda atau lebih baik?.

81 KEMANA MEMPUBLIKASI? “Makalah untuk konferensi dan jurnal harus original dan belum pernah dipublikasi”.

82 JURNAL SAINTIFIK Edited by Bermawi P. Iskandar Ph.D Program Studi Teknik Industri, ITB

83 JURNAL SAINTIFIK Jurnal saintifik adalah publikasi periodik yang bertujuan melaporkan riset bari atau kemajuan dalam pengetahuan. Umumnya, jurnal sangat spesifik, tapi beberapa jurnal tua meliput bidang yang cukup lebar, seperti Nature. Nature

84 JURNAL SAINTIFIK Jurnal saintifik mempublikasikan makalah yang telah ditelaah (peer-reviewed), untuk memenuhi validitas saintifik dan baku mutu jurnal.peer-reviewed Terdapat beberapa jenis artikel jurnal: Letters – hasil riset singkat, urgent, fast-track publication, contoh OR Letters Articles – halaman Supplemental articles – hasil riset (data) dalam volume besar Review articles (tidak memberikan hasil baru, tapi memberikan sistematika dari riset yang ada) Research notes – uraian singkat hasil riset

85 M EMBANGUN K APASISTAS R ISET

86 INDIKATOR KINERJA RISET Dana riset (internal) yang diperoleh per dosen (Input) Dana riset (eksternal) yang diperoleh per dosen (Input) Jumlah publikasi per dosen (output) Dampak riset - Citition Index (scopus, ISI, Patent, Penerapan oleh industri (outcome).

87 K UALITAS DAN P RODUKTIVITAS R ISET S URAT E DARAN D IR J EN D IKTI N O. 152/E/T/2012 TENTANG P UBLIKASI I LMIAH Jumlah makalah ilmiah yang dihasilkan perguruan tinggi di Indonesia sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah makalah ilmiah dari perguruan tinggi terkemuka di ASEAN; Menulis karya ilmiah masih belum dilakukan secara optimal oleh para dosen dan mahasiswa;

88 K UALITAS DAN P RODUKTIVITAS R ISET S URAT E DARAN D IR J EN D IKTI N O. 152/E/T/2012 TENTANG P UBLIKASI I LMIAH Banyak hasil riset belum disebarluaskan kpd masyarakat sehingga belum dimanfaatkan secara optimal; Banyak karya mahasiswa S1, S2, dan S3 yang layak dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi atau tidak terakreditasi, seminar nasional/ internasional, jurnal internasional.

89 M EMBANGUN K APASISTAS R ISET : UNTUK MENINGKATKAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH Fokus Riset Investasi dalam human capital (Rekrut dosen minimal sedang studi S3) Insentif kinerja – contoh, publikasi Menyediakan dana penelitian ( Funding ) Meningkatkan perolehan dana riset dari pemerintah dan LN

90 M EMBANGUN K APASISTAS R ISET : Jalur Fast-Track S1-S2 atau S1-S3 (mahasiswa) Beasiswa voucher Investasi infrastrukur - Upgrading fasilitas riset Penyelenggaraan International Conference (terindeks scopus)

91 M EMBANGUN K APASISTAS R ISET : International connectivity Kerjasama riset dengan univ. LN –staff mobility Meningkatkan twinning program, double degree program Penyelenggaraan International Conference bersama Good Governance Monitoring dan Evaluasi kegiatan riset


Download ppt "PENELITIAN DAN STRATEGI PENELITIAN Prof. Bermawi P. Iskandar, Ph.D Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri-ITB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google