Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DESAIN PENELITIAN. Desain Riset Mendesain riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DESAIN PENELITIAN. Desain Riset Mendesain riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk."— Transcript presentasi:

1 DESAIN PENELITIAN

2 Desain Riset Mendesain riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk menguji hipotesis secara statistik. Mendesain riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk menguji hipotesis secara statistik. Desain riset merupakan proses memikirkan dan mempresiapkan riset yang akan dilakukan. Desain riset merupakan proses memikirkan dan mempresiapkan riset yang akan dilakukan. Merupakan rencana dari struktur riset yang mengarahkan proses dan hasil riset sedapat mungkin menjadi valid, obyektif, efisien dan efektif Merupakan rencana dari struktur riset yang mengarahkan proses dan hasil riset sedapat mungkin menjadi valid, obyektif, efisien dan efektif

3

4 ASPEK-ASPEK YANG TERKAIT DENGAN TUJUAN DAN KARAKTERISTIK MASALAH PENELITIAN 1. TUJUAN STUDI 2. TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL 3. LINGKUNGAN ( SETTING ) STUDI 4. UNIT ANALISIS 5. HORISON WAKTU 6. PENGUKURAN CONSTRUCT

5

6 STUDI EKSPLORASI  DILAKUKAN JIKA PENELITI MEMILIKI KETERBATASAN INFORMASI MENGENAI MASALAH PENELITIAN TERTENTU….. BELUM BANYAK YANG MENELITI  INFORMASI MENGENAI : - LATAR BELAKANG MASALAH UNTUK MEMAHAMI DAN MERUMUSKAN MASALAH, PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS, PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN PENGUJIANNYA - LATAR BELAKANG MASALAH UNTUK MEMAHAMI DAN MERUMUSKAN MASALAH, PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS, PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN PENGUJIANNYA - PEMECAHAN MASALAH - PEMECAHAN MASALAH  UNTUK MEMAHAMI KARAKTERISTIK FENOMENA / MASALAH YANG DITELITI….. KARENA BELUM BANYAK LITERATUR HASIL PENELITIAN YANG MEMBAHAS MASALAH TERSEBUT ATAU MASALAH SEJENIS  UNTUK MENJAJAKI SIFAT DAN POLA FENOMENA YANG MENARIK PERHATIAN PENELITI DAN MERUPAKAN USAHA UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN YANG BERMANFAAT UNTUK PENYUSUNAN KONSTRUKSI TEORI

7 STUDI EKSPLORASI  MELALUI STUDI EKSPLORASI, PENELITI DAPAT MENGEMBANGKAN KONSEP /CONSTRUCT YANG JELAS DAN MENDIFINISIKAN VARIABEL-VARIABEL YANG PENTING  MEMPUNYAI TIGA TUJUAN YANG SALING TERKAIT: - MELAKUKAN DIAGNOSA TERHADAP FENOMENA TERTENTU - MELAKUKAN DIAGNOSA TERHADAP FENOMENA TERTENTU - MENYARING ALTERNATIF-ALTERNATIF - MENYARING ALTERNATIF-ALTERNATIF - MENEMUKAN IDE-IDE BARU - MENEMUKAN IDE-IDE BARU  HASIL DARI STUDI EKSPLORASI MEMBERI DUKUNGAN INFORMASI BERUPA KLASIFIKASI MASALAH UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN LEBIH LANJUT  DATA DIKUMPULKAN MELALUI OBSERVASI DAN WAWANCARA (TIPE DATANYA KUALITATIF )  HASIL ANALISIS DATA …. PENELITI DAPAT MENGEMBANGKAN TEORI / HIPOTESIS YANG PERLU DIUJI MELALUI PENELITIAN- PENELITIAN BERIKUTNYA

8

9 STUDI DESKRIPTIF  MERUPAKAN PENELITIAN TERHADAP FENOMENA /POPULASI TERTENTU YANG DIPEROLEH PENELITI DARI SUBYEK : INDIVIDU, ORGANISASIONAL, INDUSTRI ATAU PERSPEKTIF LAIN  TUJUANNYA UNTUK MENJELASKAN ASPEK-ASPEK YANG RELEVAN DENGAN FENOMENA YANG DIAMATI  MEMBANTU PENELITI UNTUK : - MENJELASKAN KARAKTERISTIK SUBYEK YANG DITELITI - MENJELASKAN KARAKTERISTIK SUBYEK YANG DITELITI - MENGKAJI BERBAGAI ASPEK DALAM FENOMENA TERTENTU - MENGKAJI BERBAGAI ASPEK DALAM FENOMENA TERTENTU - MENAWARKAN IDE MASALAH UNTUK PENGUJIAN ATAU PENELITIAN - MENAWARKAN IDE MASALAH UNTUK PENGUJIAN ATAU PENELITIAN SELANJUTNYA SELANJUTNYA  MENJELASKAN KARAKTERISTIK SUATU FENOMENA …..DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KEPUTUSAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH BISNIS  MESKIPUN PADA DASARNYA TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH BISNIS …. DISEBUT JUGA ANALISIS DIAGNOSIS YANG DATANYA KUALITATIF DAN KUANTITATIF  PENGUMPULAN DATA … UNTUK MENGUJI HIPOTESIS ATAU MENJAWAB PERTANYAAN PENELITIAN

10 STUDI DESKRIPTIF PERBEDAAN STUDI EKSPLORASI STUDI DESKRIPTIF UNTUK MEMAHAMI UNTUK MENJELASKAN KARAKTERISTIK FENO KARAKTERISTIK FENOME MENA / MASALAH YANG NA / MASALAH YANG DITELITI ADA

11

12 PENGUJIAN HIPOTESIS  UMUMNYA PERUPAKAN PENELITIAN YANG MENJELASKAN FENOMENA DALAM BENTUK HUBUNGAN ANTAR VARIABEL  TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL : - HUBUNGAN KORELASIONAL - HUBUNGAN KORELASIONAL - KOMPARATIF ( PERBANDINGAN) - KOMPARATIF ( PERBANDINGAN) - SEBAB-AKIBAT - SEBAB-AKIBAT  MERUPAKAN TUJUAN STUDI YANG MEMPUNYAI PENGARUH TERHADAP ELEMEN DISAIN PENELITIAN YANG LAIN TERUTAMA DALAM PEMILIHAN METODE PENGUJIAN DATA

13 TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

14 TIPE HUBUNGAN :  KORELASIONAL ASOSIASI ANTARA VARIABEL YANG SATU DENGAN VARIABEL YANG LAIN YANG BUKAN MERUPAKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT ASOSIASI ANTARA VARIABEL YANG SATU DENGAN VARIABEL YANG LAIN YANG BUKAN MERUPAKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT  SEBAB-AKIBAT PERBEDAAN ANATARA KEDUA TIPE HUBUNGAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT DARI KARAKTERISTIK HUBUNGAN ANTAR VARIABEL INDEPENDEN DENGAN VARIABEL DEPENDEN

15

16 LINGKUNGAN ( SETTING ) STUDI

17  PENELITIAN TERHADAP SUATU FENOMENA DAPAT DILAKUKAN PADA : - LINGKUNGAN YANG NATURAL - LINGKUNGAN ARTIFISIAL ( BUATAN)  FENOMENA YANG ADA PADA LINGKUNGAN PENELITIAN YANG NATURAL MERUPAKAN KEJADIAN-KEJADIAN ALAMIAH YANG BERLANGSUNG SECARA NORMAL  LINGKUNGAN PENELITIAN DAPAT SENGAJA DIBUAT OLEH PENELITI UNTUK KEPERLUAN PENELITIAN EKSPERIMEN YANG MENGUJI HUBUNGAN SEBAB- AKIBAT …… PENELITI MELAKUKAN MANIPULASI TERHADAP VARIABEL TERTENTU DAN MEMBUAT SETTING PENELITIAN UNTUK MENELITI AKIBAT- AKIBAT YANG DITIMBULKANNYA

18 BERDASARKAN KONDISI LINGKUNGAN PENELITIAN DAN TINGKAT KETERLIBATAN PENELITI SETTING LAMIAH SETTING ARTIFISIAL STUDI LAPANGAN EKSPERIMEN LAPANGAN EKSPERIMEN LABORATORIUM MENGUJI HUBUNGAN KORELASIONAL ANTAR VARIABEL DENGAN KONDISI LINGKUNGAN PENELITIAN YANG NATURAL DAN KETERLIBATAN PENELITI MINIMAL DILAKUKAN PADA DILAKUKAN PADA LINGKUNGAN LINGKUNGAN PENELITIAN ALAMIAH PENELITIAN ALAMIAH MANIPULASI MANIPULASI TERHADAP VARIABEL TERHADAP VARIABEL TERTENTU UNTUK TERTENTU UNTUK MENGETAHUI AKIBAT MENGETAHUI AKIBAT YANG DITIMBULKAN YANG DITIMBULKAN KETERLIBATAN KETERLIBATAN PENELITI LEBIH PENELITI LEBIH TINGGI TINGGI MENGUJI HUBUNGAN SEBAB- MENGUJI HUBUNGAN SEBAB- AKIBAT PADA LINGKUNGAN AKIBAT PADA LINGKUNGAN YANG ARTIFISIAL YANG ARTIFISIAL KETERLIBATAN PENELITI KETERLIBATAN PENELITI PALING TINGGI PALING TINGGI PENELITI TERLIBAT DALAM PENELITI TERLIBAT DALAM PEMBUATAN SETTING YANG PEMBUATAN SETTING YANG ARTIFISIAL DAN MELAKUKAN ARTIFISIAL DAN MELAKUKAN MANIPULASI TERHADAP MANIPULASI TERHADAP VARIABEL VARIABEL

19 STUDI LAPANGAN ( FIELD STUDY)

20 EKSPERIMEN LAPANGAN ( FIELD EXPERIMENT )

21 EKSPERIMEN LABORATORIUM ( LABORATORY EXPERIMENT )

22 UNIT ANALISIS  MERUPAKAN TINGKAT AGREGASI DATA YANG DIANALISIS  DITENTUKAN BERDASARKAN RUMUSAN MASALAH/ PERTANYAAN PENELITIAN  MERUPAKAN ELEMEN PENTING DALAM DISAIN PENELITIAN …. MEMPENGARUHI PROSES PEMILIHAN, PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA

23

24 HORISON WAKTU  DATA PENELITIAN DAPAT DIKUMPULKAN : - SEKALIGUS PADA PERIODE TERTENTU - SEKALIGUS PADA PERIODE TERTENTU ( SATU TITIK WAKTU ) ( SATU TITIK WAKTU ) - SECARA BERTAHAP DALAM BEBERAPA PERIODE - SECARA BERTAHAP DALAM BEBERAPA PERIODE WAKTU YANG RELATIF LEBIH LAMA ( LEBIH DARI 2 WAKTU YANG RELATIF LEBIH LAMA ( LEBIH DARI 2 TITIK WAKTU ) TITIK WAKTU )  TERGANTUNG PADA KARAKTERISTIK MASALAH PENELITIAN YANG AKAN DIJAWAB  BENTUK HORISON WAKTU A. STUDI SATU TAHAP (ONE SHOT STUDY) B. STUDI CROSS SECTIONAL- STUDI TIME SERIES C. STUDI BEBERAPA TAHAP ATAU STUDI JANGKA PANJANG (LONGITUDINAL-STUDY)

25 HORISON WAKTU STUDI SATU TAHAP (ONE SHOT STUDY )  DATANYA DIKUMPULKAN SEKALIGUS  DATANYA DAPAT BERUPA DATA DARI : - SATU ATAU - SATU ATAU - BEBERAPA SUBYEK PENELITIAN YANG MENCAKUP SATU - BEBERAPA SUBYEK PENELITIAN YANG MENCAKUP SATU ATAU BEBERAPA PERIODE WAKTU : HARI, MINGGU, BULAN ATAU BEBERAPA PERIODE WAKTU : HARI, MINGGU, BULAN ATAU TAHUN ATAU TAHUN  LEBIH MENEKANKAN PADA FREKUENSI TAHAP PENGUMPULAN DATA, YAITU : SATU TAHAP ATAU SEKALIGUS  MISAL PENELITI MENGUMPULKAN DATA PENELITIAN UNTUK MENGETAHUI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SEJUMLAH MERK PRODUK…… PENGUMPULAN DATA DILAKUKAKAN SEKALIGUS MELALUI METODE SURVEY. SETELAH ITU PENELITI TIDAK MELAKUKAN SURVEY LAGI TERHADAP RESPONDEN YANG SAMA

26 HORISON WAKTU CROSS SECTIONAL – STUDI TIME SERIES  UNTUK MENGETAHU HUBUNGAN KOMPARATIF BEBERAPA SUBYEK YANG DITELITI  UMUMNYA MERUPAKAN TIPE SATU TAHAP YANG DATANYA BEBERAPA SUBYEK PADA WAKTU TERTENTU  MISAL : STUDI PERBANDINGAN PROFITABILITAS LIMA PERUSAHAAN PADA TAHUN TERTENTU STUDI TIME SERIES  LEBIH MENEKANKAN PADA DATA PENELITIAN BERUPA DATA RENTETAN WAKTU  MISAL : PENELITIAN MENGENAI PERKEMBANGAN PENJUALAN SUATU PERUSAHAAN SELAMA TAHUN 1990 – 1998  STUDI KOMPARATIF YANG LEBIH KOMPLEKS DAPAT BERUPA KOMBINASI ANTAR STUDI CROSS SECTIONAL DENGAN STUDI TIME SERIES

27 HORISON WAKTU STUDI BEBERAPA TAHAP ATAU STUDI JANGKA PANJANG ( LONGITUDINAL STUDY )  PENELITIAN-PENELITIAN UNTUK MENGETAHUI POLA KECENDERUNGAN, HUBUNGAN KAUSAL KOMPARATIF DAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT UMUMNYA MEMERLUKAN LEBIH DARI SATU TAHAP PENGUMPULAN DATA PADA SAAT ( TITIK WAKTU ) YANG BERBEDA  UMUMNYA MEMERLUKAN WAKTU LEBIH LAMA DAN USAHA LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN DENGAN TIPE STUDI SATU TAHAP  PENGAMATAN YANG DILAKUKAN RELATIF LEBIH INTENSIF DAN LEBIH BAIK DIBANDINGKAN DENGAN OBSERVASI PADA STUDI SATU TAHAP, MESKIPUN MEMERLUKAN WAKTU DAN BIAYA RELATIF LEBIH MAHAL  MISAL : PENELITI INGIN MENGETAHUI DAN MENJELASKAN BAGAIMANA PERAN AKUNTANSI DALAM MEMBENTUK BUDAYA PERUSAHAAN TEMPAT AKUNTANSI DIPRAKTIKKAN. PENELITI MELAKUKAN PENGAMATAN INTENSIF TERHADAP REALITAS ( PRAKTIK) AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN TERTENTU DALAM WAKTU RELATIF LAMA

28 PENGUKURAN CONSTRUCT  CONSTRUCT MERUPAKAN ABSTRAKSI DARI FENOMENA ATAU REALITAS YANG UNTUK KEPERLUAN PENELITIAN HARUS DIOPERASIONALISASIKAN DALAM BENTUK VARIABEL YANG DIUKUR DENGAN BERBAGAI MACAM NILAI  DEFINISI OPERASIONAL MERUPAKAN PENJELASAN MENGENAI CARA-CARA TERTENTU YANG DIGUNAKAN OLEH PENELITI UNTUK MENGUKUR ( MENGOPERASIONALISASI ) CONSTRUCT MENJADI VARIABEL YANG DAPAT DIUJI  DEFINISI OPERASIONAL MERUPAKAN PEDOMAN ATAU KETENTUAN YANG DAPAT DIGUNAKAN OLEH PENELITI LAIN UNTUK MENGUKUR SUATU CONSTRUCT DENGAN CARA YANG SAMA  CONSTRUCT DAPAT DIUKUR DENGAN ANGKA ATAU ATRIBUT YANG MENGGUNAKAN SKALA TERTENTU

29 PENGUKURAN CONSTRUCT 1. SKALA NOMINAL 2. SKALA ORDINAL 3. SKALA INTERVAL 4. SKALA RASIO

30 SKALA NOMINAL (NOMINAL SCALE)  ADALAH SKALA PENGUKURAN YANG MENYATAKAN KATEGORI, KELOMPOK ATAU KLASIFIKASI DARI CONSTRUCT YANG DIUKUR DALAM BENTUK VARIABEL  MISAL: JENIS KELAMIN, MERUPAKAN VARIABEL YANG TERDIRI ATAS DUA KATEGORI : PRIA DAN WANITA  SKALA PENGUKURAN JENIS KELAMIN DAPAT DINYATAKAN DENGAN ANGKA: 1 ( PRIA ) DAN 2 ( WANITA ) 1 ( PRIA ) DAN 2 ( WANITA ) VARIABEL JENIS KELAMIN MERUPAKAN KATEGORI YANG BERSIFAT SALING MENIADAKAN ( MUTUALLY EXCLUSIVE ), ARTINYA SEORANG RESPONDEN HANYA MEMILIKI SATU KATEGORI JENIS KELAMIN : PRIA ATAU WANITA VARIABEL JENIS KELAMIN MERUPAKAN KATEGORI YANG BERSIFAT SALING MENIADAKAN ( MUTUALLY EXCLUSIVE ), ARTINYA SEORANG RESPONDEN HANYA MEMILIKI SATU KATEGORI JENIS KELAMIN : PRIA ATAU WANITA  SKALA NOMINAL MENYATAKAN KATEGORI YANG BERSIFAT COLLECTIVELY EXHAUSTIVE, YAITU TIDAK ADA KATEGORI YANG LAIN KECUALI YANG DINTAYAKAN DALAM SKALA NOMINAL  NILAI VARIABEL DENGAN SKALA NOMINAL HANYA MENJELASKAN KATEGORI, TETAPI TIDAK MENJELASKAN PERINGKAT, JARAK ATAU PERBANDINGAN

31 SKALA NOMINAL (NOMINAL SCALE) BERIKUT INI CONTOH INSTRUMEN PENELITIAN YANG MENANYAKAN IDENTITAS RESPONDEN DENGAN SKALA NOMINAL 1. JENIS KELAMIN : PRIA WANITA 2. STATUS PERKAWINAN : MENIKAH TIDAK MENIKAH 3. AGAMA : ISLAM KATOLIK KRISTEN BUDHA HINDU BUDHA HINDU 4. DEPARTEMEN : PEMASARAN/PENJUALAN PRODUKSI/OPERASI PRODUKSI/OPERASI AKUNTANSI AKUNTANSI KEUANGAN KEUANGAN PERSONALIA/UMUM PERSONALIA/UMUM LAINNYA LAINNYA

32 SKALA ORDINAL ( ORDINAL SCALE )  SKALA PENGUKURAN YANG TIDAK HANYA MENYATAKAN KATEGORI, TETAPI JUGA MENYATAKAN PERINGKAT CONSTRUCT YANG DIUKUR  PERINGKAT NILAI MENUNJUKKAN SUATU URUTAN PENILAIAN ATAU TINGKAT PREFERENSI  MISAL PENELITI INGIN MENGETAHUI PREFERENSI CALON MAHASISWA TERHADAP LIMA PERGURUAN TINGGI UNGGULAN - RESPONDEN DIMINTA UNTUK MENYUSUN URUTAN PILIHAN TERHADAP MASING-MASING PERGURUAN TINGGI DENGAN MENYATAKAN DALAM BENTUK ANGKA 1 SAMPAI DENGAN 5. - RESPONDEN DIMINTA UNTUK MENYUSUN URUTAN PILIHAN TERHADAP MASING-MASING PERGURUAN TINGGI DENGAN MENYATAKAN DALAM BENTUK ANGKA 1 SAMPAI DENGAN 5. - ANGKA 1 MENUNJUKKAN TINGKAT PILIHAN RESPONDEN YANG PERTAMA TERHADAP PT TERSEBUT, DEMIKIAN SETERUSNYA SAMPAI ANGKA 5 YANG MENUNJUKKAN TINGKAT PILIHAN YANG TERAKHIR - ANGKA 1 MENUNJUKKAN TINGKAT PILIHAN RESPONDEN YANG PERTAMA TERHADAP PT TERSEBUT, DEMIKIAN SETERUSNYA SAMPAI ANGKA 5 YANG MENUNJUKKAN TINGKAT PILIHAN YANG TERAKHIR  SKALA ORDINAL MEMPUNYAI KELEBIHAN DIBANDINGKAN DENGAN SKALA NOMINAL, KARENA MENYATAKAN KATEGORI DAN PERINGKAT MISAL : A LEBIH BERAT DARI B ATAU C LEBIH BAIK DARI D SKALA ORDINAL TIDAK MENUNJUKKAN JARAK ATAU INTERVAL BERAPA SELISIH BERAT ANTARA A DENGAN B ANTARA C DIBANDINGKAN DENGAN D MISAL : A LEBIH BERAT DARI B ATAU C LEBIH BAIK DARI D SKALA ORDINAL TIDAK MENUNJUKKAN JARAK ATAU INTERVAL BERAPA SELISIH BERAT ANTARA A DENGAN B ANTARA C DIBANDINGKAN DENGAN D

33 SKALA ORDINAL ( ORDINAL SCALE )

34 SKALA INTERVAL ( INTERVAL SCALE)  MERUPAKAN SKALA PENGUKURAN YANG MENYATAKAN KATEGORI, PERINGKAT DAN JARAK YANG DIUKUR  TIDAK HANYA MENGUKUR PERBEDAAN SUBYEK ATAU OBYEK SECARA KUALITATIF MELALUI KATEGORISASI DAN MENYATAKAN URUTAN PREFERENSI, TETAPI JUGA MENGUKUR JARAK ANTARA PILIHAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN  SKALA INI DINYATAKAN DENGAN ANGKA 1 SAMPAI DENGAN 5 ATAU 1 SAMPAI DENGAN 7.  SKALA INI MENGGUNAKAN KONSEP JARAK ATAU INTERVAL YANG SAMA ( EQUALITY INTERVAL ) KARENA SKALA INI TIDAK MENGGUNAKAN ANGKA 0 ( NOL ) SEBAGAI TITIK AWAL PERHITUNGAN  NILAI SKALA INTERVAL BUKAN ANGKA ABSOLUT, MISAL JARAK 1 DENGAN 2 = JARAK ANTARA 3 DENGAN 4

35 SKALA INTERVAL ( INTERVAL SCALE)

36

37 SKALA RASIO ( RATIO SCALE )  MERUPAKAN SKALA PENGUKURAN YANG MENUNJUKKAN KATEGORI, PERINGKAT, JARAK DAN PERBANDINGAN CONSTRUCT YANG DIUKUR  MENGGUNAKAN NILAI ABSOLUT, SEHINGGA MEMPERBAIKI KELEMAHAN SKALA INTERVAL YANG MENGGUNAKAN NILAI RELATIF  CONTOH : NILAI UANG ATAU UKURAN BERAT NILAI UANG SEBESAR RP 1 JUTA MERUPAKAN KELIPATAN 10 KALI DARI NILAI UANG Rp ,- JIKA BERAT BADAN SESEORANG ADALAH 70 KG = DUA KALI LIPAT DARI ORANG YANG MEMILIKI BERAT BADAN 35 KG JIKA BERAT BADAN SESEORANG ADALAH 70 KG = DUA KALI LIPAT DARI ORANG YANG MEMILIKI BERAT BADAN 35 KG  SKALA INI BANYAK DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN- PENELITIAN AKUNTANSI DAN MANAJEMEN KEUANGAN

38 SKALA RASIO ( RATIO SCALE )

39 SKALA SKALA TIPE PENGUKURAN KATEGORI KATEGORI PERINGKAT PERINGKAT JARAK JARAKPERBANDINGAN NOMINAL NOMINAL YA YA TIDAK TIDAK ORDINAL ORDINAL YA YA TIDAK TIDAK INTERVAL INTERVAL YA YA TIDAK RASIO RASIO YA YA YA

40 METODE PENGUKURAN SIKAP (ATTITUDE MEASUREMENT METHODE) KOMPONEN SIKAP DAPAT DIJELASKAN MELALUI 3 DIMENSI :  KOGNITIF MENUNJUKKAN KESADARAN SESEORANG TERHADAP ATAU PENGETAHUAN MENGENAI OBYEK TERTENTU MENUNJUKKAN KESADARAN SESEORANG TERHADAP ATAU PENGETAHUAN MENGENAI OBYEK TERTENTU  AFEKTIF MEREFLEKSIKAN PERASAAN ATAU EMOSI SESEORANG TERHADAP SUATU OBYEK MEREFLEKSIKAN PERASAAN ATAU EMOSI SESEORANG TERHADAP SUATU OBYEK  KOMPONEN-KOMPONEN PERILAKU MENGGAMBARKAN SUATU KEINGINAN-KEINGINAN MENGGAMBARKAN SUATU KEINGINAN-KEINGINAN ATAU KECENDERUNGAN SESEORANG UNTUK ATAU KECENDERUNGAN SESEORANG UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN MELAKUKAN TINDAKAN

41 METODE YANG SERING DIGUNAKAN DALAM PENGUKURAN CONSTRUCT SIKAP : 1. SKALA SEDERHANA 2. SKALA KATEGORI 3. SKALA LIKERT 4. SKALA PERBEDAAN SEMANTIS 5. SKALA NUMERIS 6. SKALA GRAFIS

42 SKALA SEDERHANA (SIMPLE ATTITUDE SCALE )

43 SKALA KATEGORI (CATEGORY SCALE )

44 SKALA LIKERT ( LIKERT SCALE )

45 SKALA PERBEDAAN SEMANTIS ( SEMANTIC DIFFERENTIAL SCALE

46 SKALA NUMERIS (NUMERICAL SCALE )

47 SKALA GRAFIS ( GRAPHIC RATING SCALE )

48 Responsi – Kecurangan Akuntansi Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di USA kecurangan akuntansi menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Titik awal memudarnya kepercayaan tersebut bermula pada Kasus Enron, Worldcom, Global Crossing, HIH, dan Tyco. Kerugian dari kecurangan akuntansi di pasar modal adalah menurunnya akuntabilitas manajemen membuat para pemegang saham meningkatkan biaya monitoring terhadap manajemen. Umumnya, kecurangan akuntansi berkaitan dengan korupsi dengan tindakan yang lazim dilakukan di antaranya adalah memanipulasi pencatatan, penghilangan dokumen, dan mark-up yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sedangkan di Indonesia, kecurangan akuntansi dibuktikan dengan adanya likuidasi beberapa bank, diajukannya manajemen BUMN dan swasta ke pengadilan, kasus kejahatan perbankan, manipulasi pajak, korupsi di komisi penyelenggara pemilu, dan lain sebagainya. Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di USA kecurangan akuntansi menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Titik awal memudarnya kepercayaan tersebut bermula pada Kasus Enron, Worldcom, Global Crossing, HIH, dan Tyco. Kerugian dari kecurangan akuntansi di pasar modal adalah menurunnya akuntabilitas manajemen membuat para pemegang saham meningkatkan biaya monitoring terhadap manajemen. Umumnya, kecurangan akuntansi berkaitan dengan korupsi dengan tindakan yang lazim dilakukan di antaranya adalah memanipulasi pencatatan, penghilangan dokumen, dan mark-up yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sedangkan di Indonesia, kecurangan akuntansi dibuktikan dengan adanya likuidasi beberapa bank, diajukannya manajemen BUMN dan swasta ke pengadilan, kasus kejahatan perbankan, manipulasi pajak, korupsi di komisi penyelenggara pemilu, dan lain sebagainya.

49 Sebutkan ! Topik Penelitian Topik Penelitian Judul Penelitian Judul Penelitian Rumusan Masalah Penelitian Rumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian Teori Dalam Penelitian Teori Dalam Penelitian Variabel Penelitian Variabel Penelitian Model Penelitian Model Penelitian Hipotesis Penelitian Hipotesis Penelitian

50 Topik: KECURANGAN AKUNTANSI Topik: KECURANGAN AKUNTANSI Pengaruh Ketaatan Aturan Akuntansi, Keefektifan Pengendalian Internal dan Kecurangan Akuntansi Terhadap Biaya Monitoring Serta Kinerja Manajemen Pengaruh Ketaatan Aturan Akuntansi, Keefektifan Pengendalian Internal dan Kecurangan Akuntansi Terhadap Biaya Monitoring Serta Kinerja Manajemen Rumusan Masalah Penelitian : Rumusan Masalah Penelitian : –Apakah ketaatan aturan akuntansi mempengaruhi Kecurangan akuntansi? –Apakah Keefektifan pengendalian internal mempengaruhi kecurangan akuntansi ? –Apakah Kecurangan Akuntansi mempengaruhi Biaya Monitoring? –Apakah kecurangan Akuntansi mempengaruhi Kinerja Manajemen? Tujuan Penelitian : Tujuan Penelitian : –Untuk mengetahui ketaatan aturan akuntansi mempengaruhi Kecurangan akuntansi? –Untuk mengetahui Keefektifan pengendalian internal mempengaruhi kecurangan akuntansi ? –Untuk mengetahui Kecurangan Akuntansi mempengaruhi Biaya Monitoring? –Untuk mengetahui kecurangan Akuntansi mempengaruhi Kinerja Manajemen? Teori Yang Digunakan dalam Penelitian: Teori Yang Digunakan dalam Penelitian: –Teori Fraud atau Penyelewengan atau Kecurangan. –Hasil Riset / Peneliti Sebelumnya ( A, 2001; B, 2005; C, 2003; D, 2003, dll). Variabel Penelitian : Variabel Penelitian : –Independen : Ketaatan Aturan Akuntansi, Keefektiftan Pengendalian Internal –Intervening : Kecurangan Akuntansi –Dependen : Biaya Monitoring, Kinerja Manajemen.

51 Model Penelitian Model Penelitian HIPOTESIS Penelitian HIPOTESIS Penelitian H1: Ketaatan aturan akuntansi mempengaruhi Kecurangan akuntansi. H2: Keefektifan pengendalian internal mempengaruhi kecurangan akuntansi. H3: Kecurangan Akuntansi mempengaruhi Biaya Monitoring. H4: Kecurangan Akuntansi mempengaruhi Kinerja Manajemen. -KETAATAN ATURAN AKUNTANSI - KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERNAL KECURANGAN AKUNTANSI -BIAYA MONITORING -KINERJA MANAJEMEN

52 Bagaimana DESAIN RISET ? Tujuan Studi Tujuan Studi –Adalah Pengujian Hipotesis Tipe Hubungan Antar Variabel Tipe Hubungan Antar Variabel –Adalah Sebab - Akibat Lingkungan Penelitian Lingkungan Penelitian –Adalah Setting Alamiah – Studi Lapangan Unit Analisis Unit Analisis –Adalah Individu -> Orang Profesional Horison Waktu Horison Waktu –Adalah Satu tahap  One stop study Pengukuran Variabel Pengukuran Variabel –Adalah Skala Likert  contoh di lanjutkan ?

53 Ketaatan Aturan Akuntansi (Lihat KODE ETIK AKUNTAN) No.PernyataanSTT1TT2N3T4ST5 1 Saya bertanggung Jawab dalam penerapan aturan akuntansi di perusahaan 2 Saya menerapkan aturan akuntansi untuk Kepentingan publik. 3 Saya bersikap Integritas dalam penerapan aturan akuntansi di perusahaan. 4 Saya mempunyai Obyektifitas dalam penerapan aturan akuntansi di perusahaan 5 Saya bertindak Kehati-hatian dalam penerapan aturan akuntansi di perusahaan 6 Saya menjaga Kerahasiaan informasi akuntansi dalam penerapan aturan akuntansi 7 Saya melakukan Konsistensi dalam penerapan aturan akuntansi di perusahaan. 8 Saya menerapkan Stándar Teknis dalam penerapan aturan akuntansi

54 Kecurangan Akuntansi (Lihat SPAP – Seksi 316 IAI) NoPernyataanSC1C2N3TC4STC5 1 Kecenderungan untuk melakukan manipulasi, pemalsuan, atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya 2 Kecenderungan untuk melakukan penyajian yang salah atau penghilangan peristiwa, transaksi, atau informasi yang signifikan dari laporan keuangan 3 Kecenderungan untuk melakukan salah menerapkan prinsip akuntansi secara sengaja 4 Kecenderungan untuk melakukan penyajian laporan keuangan yang salah akibat pencurian (penyalahgunaan /penggelapan) terhadap aktiva yang membuat entitas membayar barang/jasa yang tidak diterima 5 Kecenderungan untuk melakukan penyajian laporan keuangan yang salah akibat perlakuan yang tidak semestinya terhadap aktiva dan disertai dengan catatan atau dokumen palsu dan dapat menyangkut satu atau lebih Individu di antara manajemen, karyawan, atau pihak ketiga


Download ppt "DESAIN PENELITIAN. Desain Riset Mendesain riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google