Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konstruksi Tes 12 Reliabilitas Alat Ukur.  Pengukuran psikologi akan selalu menghasilkan angka (skor). Pada skala skor didapatkan dengan menjumlahkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konstruksi Tes 12 Reliabilitas Alat Ukur.  Pengukuran psikologi akan selalu menghasilkan angka (skor). Pada skala skor didapatkan dengan menjumlahkan."— Transcript presentasi:

1 Konstruksi Tes 12 Reliabilitas Alat Ukur

2  Pengukuran psikologi akan selalu menghasilkan angka (skor). Pada skala skor didapatkan dengan menjumlahkan seluruh aitem sementara pada tes didapatkan dengan menjumlahkan jawaban benar.  Lalu apa artinya bila seseorang mendapatkan skor 60 pada sebuah skala yang mengukur tingkat agresivitas.  Apa pula artinya bila seseorang mendapatkan skor 100 pada sebuat tes intelegensi? Interpretasi skor

3  Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan terhadap hasil ukur (skor) tersebut?  Pengukuran psikologi, kembali pada definisi, memiliki sisi interpretasi terhadap hasil pengukurannya.  Interpretasi skor dapat diartikan sebagai pemberian makna terhadap sebuah skor.  Meskipun skor berupa angka (kuantitatif) interpretasi terhadap skor dilakukan secara normatif (kualitatif)  Interpretasi dilakukan dengan membandingkan posisi relatif skor itu sendiri dalam sebuah kelompok yang telah ditentukan. Dengan kata lain, skor perlu dibandingkan pada suatu norma kategorisasi. Interpretasi skor

4  Salah satu cara membuat kategorisasi adalah dengan mengacu pada modek distribusi normal.  Asumsi yang digunakan adalah bahwa skor subjek dalam kelompoknya merupakan estimasi terhadap skor subjek dalam populasi dan bahwa skor dalam populasi terdistribusi secara normal  Distribusi normal terbagi atas enam bagian atau enam satuan standar deviasi. Tiga bagian berada di sebelah kiri mean (negatif) dan tiga bagian berada di sebelah kanan mean (positif) Interpretasi skor

5

6  Kategorisasi dapat dibuat berjenjang untuk menempatkan individu dalam kelompok-kelompok jenjang tersebut.  Kelompok jenjang dibuat mulai dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah sesuai dengan konstrak yang diukur. Contoh: agresivitas tinggi, sedang, rendah.  Jumlah jenjang biasanya dibuat tidak kurang dari tiga dan tidak lebih dari lima  Jumlah jenjang hanya dua, akan menimbulkan resiko kesalahan yang cukup besar bagi skor yang terletak disekitar mean kelompok. Interpretasi skor

7 Sebuah skala agresivitas memiliki 20 aitem dan masing- masing aitem beri skor antara 1-4 (1=STS; 2=TS; 3=S; 4=SS; unfavorable dibalik) Dapat diketahui: Skor Min = 20 (1x20); Skor Max = 80 (4x20). Mean teoritis skala (μ) = 50 (2,5 (nilai tengah skala)x 20) Rentangan skor = 60 (80-20) Standar Deviasi = rentang skor/6 = 60/6 = 10 Angka 10 ini merupakan perkiraan besarnya satuan deviasi standar populasi (σ) yang digunakan untuk membuat kategori normative skor subjek. Membuat Norma

8 Karena kategorisasi bersifat relatif maka luasnya interval (jenjang) dapat dibuat secara subjektif. Selama berada dalam batas kewajaran dan dapat diterima akal sehat (common sense). Suatu contoh norma kategorisasi yang dapat digunakan adalah: X ≤ -1,5σkategori sangat rendah -1,5σ < X ≤ -0,5σkategori rendah -0,5σ < X ≤ 0,5σkategori sedang 0,5σ < X ≤ 1,5σkategori tinggi 1,5σ < Xkategori sangat tinggi Membuat Norma

9 Bila kita gunakan norma kategori di atas terhadap skala agresivitas dalam contoh ini (rentang skor 20-80; dan σ = 10) maka akan didapatkan kategorisasi sebagai berikut: X ≤ (μ)-1,5σ = X ≤ 35 = Sangat rendah (μ)-1,5σ < X ≤ (μ)-0,5σ = 35 < X ≤ 45 = Rendah (μ)-0,5σ < X ≤ (μ) +0,5σ = 45 < X ≤ 55 = Sedang (μ)+0,5σ < X ≤ (μ)+1,5σ = 55 < X ≤ 65 = Tinggi (μ)+1,5σ < X = 65 < X= Sangat tinggi Membuat Norma

10 Bila kita gunakan norma kategori di atas terhadap skala agresivitas dalam contoh ini (rentang skor 20-80; dan σ = 10) maka akan didapatkan kategorisasi sebagai berikut: X ≤ (μ)-1,5σ = X ≤ 35 = Sangat rendah (μ)-1,5σ < X ≤ (μ)-0,5σ = 35 < X ≤ 45 = Rendah (μ)-0,5σ < X ≤ (μ) +0,5σ = 45 < X ≤ 55 = Sedang (μ)+0,5σ < X ≤ (μ)+1,5σ = 55 < X ≤ 65 = Tinggi (μ)+1,5σ < X = 65 < X= Sangat tinggi Setelah ditetapkan norma seperti di atas maka seseorang yang mendapat skor mentah 60 dalam skala agresivitas dapat dikategorikan sebagai memiliki agresivitas tinggi Membuat Norma

11 Bila diinginkan penggolongan subjek ke dalam 3 kategori, maka keenam satuan deviasi standar dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu X < (μ-1,0σ)Rendah (μ-1,0σ) ≤ X < (μ+1,0σ)Sedang (μ+1,0σ) ≤ XTinggi Membuat Norma

12 Sebuah skala asertivitas terdiri dari 40 aitem, setiap aitemnya diberi skor sebagai berikut STS=0; TS=1; S=2; SS=3. Maka tentukanlah: a. Nilai maksimum dan minimum skor yang mungkin diperoleh b. Rentang (sebaran) skor c. Mean teoritis skala (μ) d. Satuan standar deviasi (σ) e. Buatlah norma kategorisasi untuk skala tersebut dengan pembagian 5 kategori (sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi) Membuat Norma


Download ppt "Konstruksi Tes 12 Reliabilitas Alat Ukur.  Pengukuran psikologi akan selalu menghasilkan angka (skor). Pada skala skor didapatkan dengan menjumlahkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google