Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

(Tes Prestasi Belajar – Pertemuan 1) KONSTRUKSI ALAT UKUR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "(Tes Prestasi Belajar – Pertemuan 1) KONSTRUKSI ALAT UKUR."— Transcript presentasi:

1 (Tes Prestasi Belajar – Pertemuan 1) KONSTRUKSI ALAT UKUR

2 TES DAN PENGUKURANNYA Definisi Tes apakah tes dama dengan ujian? Klasifikasi Tes masuk ke dalam apakah tes prestasi itu? Tes Prestasi dalam Pendidikan apa fungsi tes prestasi dalam dunia pendidikan? Fungsi dan Limitasi Tes apa prinsip pengukuran prestasi belajar?

3 Definisi Tes Secara fisik, tes merupakan sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban atau cara individu menjawab pertanyaan tersebut. Secara nonfisik, (mengacu pada pengertian tes psikologis) tes ditujukan guna mengungkap aspek-aspek psikologis dalam diri individu. Sebagian orang mengatakan tes sama halnya dengan ujian. Apakah tes = ujian ?

4 Ujian Psikologi=Tes Psikologi Individu yang menjalani ujian biasanya sudah tahu mengenai apa yang harus dikerjakannya dan apa saja yang harus dipersiapkan karena sudah jelas batas-batasnya dan sudah diketahui pula prosedur pengerjaannya. Individu yang menjalani tes, akan merasakan ketidakpastian mengenai apa yang akan ditanyakan. Seperti contoh di atas, apabila individu akan menjalani tes psikologi, maka individu akan merasakan “ketidakpastian” mengenai apa yang akan dikerjakan. Sedangkan apabila individu akan menjalani ujian psikologi, maka individu mampu memiliki gambaran apa yang akan dikerjakan. Namun dalam dunia pendidikan, kedua kata ini sering memiliki konotasi yang sama (contoh : UAS dan THB)

5 Agar tidak semua bentuk ujian dapat diklasifikasikan ke dalam tes, maka berikut merupakan definisi tes secara mendasar. Anne Anastasi (1976) : Tes merupakan suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sampel perilaku. Frederick G. Brown (1976) : Tes adalah prosedur yang sistematik (objektif, standar, dll) guna mengukur sampel perilaku seseorang. Lee J. Cronbach (1970) : Prosedur sistematis untuk melihat perilaku seseorang dan menggambarkannya melalui bantuan skala numerik.

6 Pada kenyataannya, tidak semua dari sekumpulan pertanyaan dapat dinamakan tes. Terdapat beberapa syarat dan kualitas yang harus dipenuhi oleh rangkaian pertanyaan dapat disebut tes. Berdasarkan beberapa definisi mengetai tes, maka kita dapat mengetahui batasan agar sekumpulan pertanyaan tersebut dapat disebut sebagai tes (karakteristik tes). Tes adalah prosedur yang sistematik Item-item dalam tes disusun menurut cara dan aturan tertentu (tidak sembarangan), prosedur administrasi tes dan pemberian angka (scoring) terhadap hasil tes harus dispesifikasikan secara rinci, dan setiap individu yang mengikuti tes harus mendapatka item-item yang sama dalam kondisi yang setara/sebanding.

7 Tes berisi sampel perilaku Item yang berada dalam suatu tes, tidak mampu mencakup seluruh isi materi yang ditanyakan. Kelayakan tes bergantung pada sejauhmana item-item dalam tes mewakili secara representatif perilaku yang akan diukur. Tes mengukur perilaku Item-item dalam tes dibuat guna menunjukkan apa yang diketahui atau apa yang dipelajari oleh individu dengan cara menjawab item-item dalam tes.

8 Selain itu, terdapat pula beberapa hal yang tidak menunjukkan karakteristik dari suatu tes, antara lain : Definisi tes tidak memberikan spesifikasi mengenai format tes. Definisi tes tidak membatasi jenis materi yang dapat dicakup dalam suatu tes. Individu tidak perlu tahu aspek psikologis apakah yang sedang diungkap dari dalam dirinya.

9 Pengetesan = Pengukuran Di sisi lain, selain kata ujian yang sering dikaitkan dengan tes, pengukuran juga seringkali memiliki arti yang sama dengan tes. Tyler (1971) : Pengukuran adalah assignment of numerals according to rules. Mengukur adalah membandingkan atribut yang hendak diukur dengan alat ukurnya secara deskriptif (hasil ukur dinnyatakan dalam secara kuantitaif).

10 Klasifikasi Tes Menurut Cronbach (1970), tes terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : Tes yang Mengukur Performansi Maksimal Dirancang untuk mengungkap apa yang dapat dilakukan dan seberapa baik individu melakukan suatu tugas. Stimulus yang disajikan harus jelas struktur dan tujuannya. Jawaban individu atas stimulus tersebut dapat bernilai benar/salah. Prosedur pengerjaan harus jelas dan sederhana. Individu mengetahui cara pemberian skor dan batas waktu pengerjaannya. Hanya pendekatan dan strategi pengerjaan soalnya saja yang tidak dapat diketahui oleh individu. Tes ini mendorong individu untuk berusaha sebaik-baiknya agar mampu memperoleh skor setinggi mungkin. Contoh : tes potensi akademik, tes bakat, tes prestasi belajar.

11 Tes yang Mengukur Performansi Tipikal Dirancang untuk mengungkap kecenderungan reaksi atau perilaku individu dalam situasi tertentu. Jawaban individu atas stimulus tidak dapat bernilai salah/benar, melainkan didiagnosis menurut norma-norma tertentu. Stimulus dalam tes ini umumnya dibuat dengan struktur ambiguous, sehingga memungkinkan individu untuk menginterpretasikan secara subjektif. Contoh : tes sikap, tes skala kepribadian.

12 Berdasarkan atribut yang diungkap, tes dibagi sesuai dengan gambar diagram di bawah ini : TESKognitifAbilitas potensial Abilitas potensial umum (intelegensi) Abilitas potensial khusus (bakat) Abilitas aktualNon-kognitif

13 Tes Prestasi dalam Sistem Pendidikan Benyamin S. Bloom dkk membagi kawasan belajar yang menjadi tujuan pendidikan menjadi tiga kawasan, yaitu : Kawasan kognitif Tes prestasi belajar dalam bentuk tertulis Kawasan afektif Kawasan psikomotor Tujuan tes prestasi belajar : mengungkap keberhasilan individu dalam belajar serta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

14 Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tes prestasi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, diantaranya : Keputusan didaktik memenuhi kebutuhan pengajaran seperti ketepatan kurikulum yang berlaku Keputusan administratif memenuhi kebutuhan administrasi seperti keputusan mengenai nilai/kelulusan Keputusan bimbingan penyuluhan memberikan bimbingan dalam penjurusan/penentuan karir

15 Berbagai macam keputusan pendidikan tersebut, menempatkan tes prestasi belajar dalam beberapa fungsi, diantaranya : Fungsi penempatan mengklasifikasikan individu ke dalam bidang yang sesuai dengan kemampuan individu Fungsi formatif nelihat kemajuan belajar yang telah dicapai oleh individu Fungsi diagnostik mendeteksi kesukaran dan kelemahan individu Fungsi sumatif informasi mengenai penguasaan pelajaran (contoh : UAS)

16 Fungsi tes Tes sebagai pengukur prestasi Robert L. Ebel (1979) mengatakan bahwa fungsi utama tes prestasi adalah mengukur prestasi belajar siswa, tidak semata-mata memberikan angka-angka saja. Tes sebagai motivator dalam belajar Thorndike dkk (1991) mengatakan bahwa pentingnya nilai, yang merupakan umpan balik pembelajaran, guna meningkatkan belajar individu sehingga tes dapat merupakan salah satu faktor yang memotivasi dan mengarahkan individu dalam belajar.

17 Keterbatasan tes prestasi Pengukuran aspek psikologis tidak pernah mencapai keakuratan yang tinggi Hasil yang didapat berupa estimasi mengenai posisi relatif (relative standing) individu menurut tingkat kemampuannya pada suatu tugas Tidak terdapat nilai 0 mutlak Tes prestasi belum tentu dapat digunakan sebagai indikator penguasaan materi yang sesungguhnya yang telah dicapai oleh individu yang bersangkutan, dikarenakan : Konsep yang menjadi objek ukur tes belum dirumuskan secara baik dan operasional Isi materi belum dibatasi secara spesifik Item-item yang disajikan belum cukup komprehensif dan representatif terhadap domain yang ingin diukur Item-item yang disajikan hanya sampai pada tingkat penguasaan yang rendah (tidak terdapat tingkatan kompetensi yang tinggi seperti analisis/problem solving)

18 Adanya keterbatasan yang dimiliki oleh tes prestasi, diharapkan agar : Penyusunan tes didasarkan pada perencanaan yang teliti Penulisan item-item yang mengikuti kaidah standar Evaluasi yang kontinyu

19 Prinsip Pengukuran Prestasi Belajar Tes prestasi harus mengukur hasil belajar yang telah dibatasi secara jelas sesuai dengan tujuan instruksional Tes prestasi harus mengukur suatu sampel yang representatif dari hasil belajar dan dari materi yang dicakup oleh program instruksional pengajaran Tes prestasi harus berisi item-item dengan tipe yang paling cocok guna mengukur hasil belajar yang diinginkan Tes prestasi harus dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan penggunaan hasilnya Reliabilitas tes prestasi harus diusahakan setinggi mungkin dan hasil ukurnya harus ditafsirkan dengan hati-hati Tes prestasi harus dapat digunakan untuk meningkatkan belajar para anak didik


Download ppt "(Tes Prestasi Belajar – Pertemuan 1) KONSTRUKSI ALAT UKUR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google