Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dokumentasi Sistem Dengan Flowchart Pertemuan 01 s.d 02 Matakuliah: F0712 / Lab MS Access Tahun: 2007.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dokumentasi Sistem Dengan Flowchart Pertemuan 01 s.d 02 Matakuliah: F0712 / Lab MS Access Tahun: 2007."— Transcript presentasi:

1 Dokumentasi Sistem Dengan Flowchart Pertemuan 01 s.d 02 Matakuliah: F0712 / Lab MS Access Tahun: 2007

2 Bina Nusantara 1) The flow begins at the upper left-hand corner of the sheet and generally moves from left to right and from top to bottom 2) All steps are clearly presented in a sequence, or a series of sequences. No obvious gaps in the procedure should be present 3) Symbols are used consistently throughout. Thus the symbol for manual processing (an inverted trapezoid) should appear each time a clerk performs a step in the procedure Examples: What is what? Figure 2-9 Basic Rules of Flowcharting - I

3 Bina Nusantara Source Document Destroy From prior processing Basic Rules of Flowcharting - II 4) The dispositions of all documents and reports are shown. In fact, the final “resting place” of every copy of every of every prepared document should be specified. Typical dispositions include placing documents in files, sending documents to outside parties such as customers, forwarding documents to connecting procedures (such as a general ledger procedure), and distributing reports to managers. If the disposition consists of destroying a document, this action may be represented in the manner shown below: Figure continued

4 Bina Nusantara 5) The “sandwich” rule is consistently applied. This rule states that a processing symbol should be sandwiched between an input symbol and an output symbol, in the manner shown below: Input document Output document Manual Process Figure continued Basic Rules of Flowcharting - III

5 Bina Nusantara 6) When a document crosses an organizational line within the flowchart, the document is pictured again in the new organizational unit. However, the repetition is not usually necessary in some instances if the organizational units are adjacent 7) All symbols contain a brief but specific label written inside the symbols 8) Multiple copies of documents are drawn as an overlapping group and are numbered in the upper right-hand corners; these numbers remain the copies during their flows through the procedure Figure continued Basic Rules of Flowcharting - IV

6 Bina Nusantara 9) Added comments are included within annotation symbols and are attached to appropriate symbols, such as the processing symbols to which the comments are related 10) Ample connections (cross-references) are provided. The symbols used in forming the connections depend on the situation. Thus, if two sheets are needed to to contain the flowchart, the flows between pages are formed by off-page connector symbols. In those cases where the procedure being flowcharted links to an adjoining procedure, the connection can be formed by a terminal symbol Figure continued Basic Rules of Flowcharting - V

7 Bina Nusantara 11) Exceptional Occurrences, such as back orders, are clearly noted. They may appear as (i) comments within annotation symbols, (ii) separate flowcharts, with references to the main flowchart, or (iii) decision branches, as shown below: Customer Credit Satisfactory? Reject Order Accept Order Rejection Letter Acknowledgement Sales Order To Customer To sales Order Processing From prior processing Figure continued Basic Rules of Flowcharting - VI

8 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Sebuah perusahaan dagang sedang merancang suatu Sistem Informasi Pembelian Barang. Bagian – bagian yang terlibat adalah Bagian Gudang dan Bagian Pembelian. Sistem tersebut melalui tahap – tahap tertentu yang saling berhubungan. Diasumsikan sistem tersebut telah memiliki file master pemasok dan file master persediaan. Buatlah flowchart setiap tahap tersebut, kemudian gabungkan setiap tahap hingga membentuk flowchart secara keseluruhan.

9 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Sistem informasi pembelian dimulai oleh Bagian Gudang yang memberikan Surat Permintaan Pembelian (SPP) ke Bagian Pembelian. Bagian Pembelian setelah menerima dokumen SPP kemudian memasukkan data pembelian ke komputer secara manual. Setelah menginput, dokumen SPP diarsipkan (simpan secara manual) berdasarkan nomor SPP. User Bagian Pembelian SPP Input data pembelian N

10 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Atas input yang dilakukan oleh Bagian Pembelian, sistem tersebut secara otomatis membuat record pembelian dalam file pesanan pembelian sementara yang mengacu pada file master pemasok dan file master persediaan. Record tersebut disimpan dalam file transaksi pesanan pembelian. Buat record pembelian (otomatis) File Pesanan (sementara) File Mater Pemasok File Mater Persediaan User Bagian Pembelian SPP Input data pembelian N

11 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Pada akhir hari sistem akan mencetak dokumen Surat Pesanan Barang (SPB) sebanyak 5 rangkap berdasarkan File Pesanan (sementara) tersebut. Kelima rangkap tersebut akan diperiksa berdasarkan SPP yang telah diarsip menurut nomor urut sebelum proses ini. Kelima rangkap tersebut SPB akan diperiksa dan ditanda-tangani oleh manajer pembelian. Gambar 

12 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Buat record pembelian (otomatis) File Pesanan (sementara) File Mater Pemasok File Mater Persediaan Cetak Pesanan Pembelian pada akhir hari Periksa dan ditanda-tangan oleh manajer pembelian User Bagian Pembelian SPP Input data pembelian N

13 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Selanjutnya SPB rangkap ke-1 diserahkan ke pemasok, rangkap ke-2 ke bagian penerimaan barang, rangkap ke-3 ke bagian hutang, rangkap ke-4 ke bagian gudang sebagai pihak yang meminta barang, sedangkan rangkap ke- 5 diarsipkan berdasarkan nomor urutnya. Gambar 

14 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart PemasokBagian Penerima Barang Bagian HutangBagian Penerima Barang N Buat record pembelian (otomatis) File Pesanan (sementara) File Mater Pemasok File Mater Persediaan Cetak Pesanan Pembelian pada akhir hari Periksa dan ditanda-tangan oleh manajer pembelian User Bagian Pembelian SPP Input data pembelian N

15 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart Selanjutnya SPB rangkap ke-1 diserahkan ke pemasok, rangkap ke-2 ke bagian penerimaan barang, rangkap ke-3 ke bagian hutang, rangkap ke-4 ke bagian gudang sebagai pihak yang meminta barang, sedangkan rangkap ke- 5 diarsipkan berdasarkan nomor urutnya. Gambar 

16 Bina Nusantara Contoh Penggambaran Flowchart PemasokBagian Penerima Barang Bagian HutangBagian Penerima Barang N Buat record pembelian (otomatis) File Pesanan (sementara) File Mater Pemasok File Mater Persediaan Cetak Pesanan Pembelian pada akhir hari Periksa dan ditanda-tangan oleh manajer pembelian User Bagian Pembelian SPP Input data pembelian N


Download ppt "Dokumentasi Sistem Dengan Flowchart Pertemuan 01 s.d 02 Matakuliah: F0712 / Lab MS Access Tahun: 2007."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google