Gugun juanda Hellen monisa Hervina Lippo Maygel Minna.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB VII PRODUK.
Advertisements

MARKETING MANAGEMENT Strategy Product Pertemuan 04.
KEWIRAUSAHAAN TOPIK 7 RENCANA PRODUKSI.
MANAJEMEN PEMASARAN BAB 9 Strategi Produk.
Mendesain dan Mengelola Produk
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS
FUNGSI PEMASARAN Untuk dapat mempertahankan hidupnya, berkembang dan
PERSENTASE PENJUALAN DI SUSUN O L E H  DIAH ANGGRAINI  NURUL AMIRA  RIZKI RAMADHANI  SARI SAFITRI  SISCA RAMADHANI.
ManajemenPemasaran.
BAURAN PRODUK, MEREK DAN KEMASAN
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
PENGANTAR PEMASARAN BAB VI KEBIJAKAN PRODUK
Pertemuan 13 Strategi Produk dan Jasa
Setting Product Strategy M-5
Saluran dan Jaringan Distribusi
Pertemuan 5 dan 6 Strategi Produk dan Jasa
MENGELOLA BISNIS JASA DAN JASA PENDUKUNG PRODUK
KEWIRAUSAHAAN TOPIK 7 RENCANA PRODUKSI.
Produk “Strategi dan Pengembangan”
ANALISIS ASPEK INTERNAL BISNIS. Produk. Harga. Promosi. Tempat.
Lingkungan Pemasaran Global
FUNGSI PEMASARAN.
MENYUSUN STRATEGI PRODUK
STRATEGI PRODUK PRODUK Adalah segala sesuatu yang mempunyai
MENENTUKAN STRATEGI PRODUK DAN MEREK
Pengantar Mata Kuliah Branding
TUGAS PENGETAHUAN PRODUK NAMA KELOMPOK : ** ABELITA ** ANI SUSANTI ** JU ELLEN ** MERIYANTI ** SILVIA LORENSA ** VERONIKA KELAS XII TN 1.
KLASIFIKASI PRODUK 1. Berdasarkan wujudnya, yaitu A. Barang Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh,
Manajemen Pemasaran “Strategi Pemasaran ( Strategi Produk)”
A. Pendahuluan Pada penjelasan pengertian dasar, telah diuraikan bahwa terbangunnya kompetensi inti dari setiap daerah atau wilayah, baik dalam arti komparatif.
Bab 12 Menentukan Strategi Produk
PRODUK, JASA DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK
Prinsip-Prinsip Pemasaran
Bentuk-Bentuk Layanan
PRODUK.
HASIM AS’ARI MANAJEMEN PEMASARAN.
BAGIAN IV MERENCANAKAN PROGRAM PEMASARAN
Strategi Produk dan Jasa
Lini, Merek, dan Pengemasan
MENYUSUN STRATEGI PRODUK
MARKETING MIX (4 P).
STUDI KELAYAKAN BISNIS
Produk, Jasa & Strategi Merek Pertemuan 8 Buku 1 Hal:
BAURAN PRODUK, MEREK DAN KEMASAN
Bab 8 Produk, Jasa, dan Strategi Penentuan Merek
BAB VII PRODUK.
ASPEK PEMASARAN FEASIBILITY STUDIES.
PENGANTAR MANAJEMEN (PEMASARAN DAN STRATEGI PRODUK)
Produk, Jasa, dan Strategi Penentuan Merek
Satuan Pendidikan : SMK Mata Pelajaran : Kewirausahaan Kelas/Semester : XI/1 Materi Pokok : Merencanakan usaha kecil/mikro Kompetensi Dasar.
BAB I MENCIPTAKAN NILAI DAN KEPUASAN PELANGGAN.
BAURAN PRODUK, MEREK DAN KEMASAN DESAIN INDUSTRI FAK DESAIN UEU
NAMA KELOMPOK : ERIKA LIA INDRAWATI NOVI VINSHEN PHANGGESTU YANTO KELAS : XII TATA NIAGA 1 PENGETAHUAN PRODUK.
Created by: Penggolongan barang berdasarkan Kecepatan konsumsi (Rate of Consumption)  Barang tahan lama adalah barang yang bisa dipakai berkali- kali.
BAURAN PRODUK, MEREK DAN KEMASAN
Strategi Produk dan Jasa
MENATA PRODUK Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk
PEMASARAN KELOMPOK 10 Widya Agustina (A1F013001)
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
PRODUK.
ManajemenPemasaran.
pendahuluan PERTEMUAN – 1 Mata Kuliah: Manajemen Operasional
KD 4 MELAKUKAN REKOMENDASI PRODUK DAN PELAYANAN Oleh Carkim, S.Pd, M.Pd.
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
UNIVERSITAS SATYAGAMA
Bab 8 Produk, Jasa, dan Strategi Penentuan Merek
Fransisca Meyla Aryawati
Memahami Proses Jasa Cara-cara Mengklasifikasikan Jasa :
Beberapa definisi Pemasaran : Menurut W Stanton, adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi.
Transcript presentasi:

Gugun juanda Hellen monisa Hervina Lippo Maygel Minna

Pengertian Produk Ilustrasi Produk Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

a. Berdasarkan wujudnya Produk berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok utama, yaitu: Barang. Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Jasa. Jasa merupakan aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya.

b. Berdasarkan daya tahan Produk berdasarkan aspek daya tahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Barang tidak tahan lama (nondurable goods). Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng, dan sebagainya.

Non Durable Goods

Barang tahan lama (durable goods). Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya: lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain- lain. Produk juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini Fandy Tjiptono (1999:98-101) mengklasifikasikan produk menjadi:

Durable goods

a. Barang Konsumen Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir (individu atau rumah tangga), dan bukan untuk kepentingan bisnis, barang konsumen dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu: Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembelianya. Shooping Goods adalah barang yang proses pemilihan dan pembelianya, dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.

Convience Goods Shooping Goods

Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal. Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui oleh onsumen atau kalaupun sudah diketahui oleh konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, dan tanah pekuburan.

Specialty Goods

b. Barang industri Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis). Barang industri digunakan untuk keperluan selain di konsumsi langsung yaitu: untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Barang industri dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: Material and part, merupakan barang yang seluruhnya atau sepenuhnya masuk ke dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi dua kelas yaitu bahan baku serta bahan jadi dan suku cadang.

Capital Items, merupakan barang tahan lama (long Lasting) yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi. Supplies and service, merupakan barang yang tidak tahan lama serta jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan produk jadi.

Produk dapat dibagi menjadi lima tingkatan, yaitu : 1.Manfaat dasar dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen. 2.Bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indera. 3.Serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk. 4.Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing. 5.Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

Dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar perlu memahami lima tingkatan produk, yaitu (Fandy Tjiptono, 1999:96-97): 1.Produk utama atau inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi pelanggan setiap produk. 2.Produk generic, produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling dasar/rancangan produk minimal dapat berfungsi. 3.Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan disepakati untuk dibeli. 4.Produk pelengkap (equipmented product) yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi/ditambahi berbagai manfaat dan layanan sehingga dapat menentukan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk asing. 5.Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang

Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli untuk konsumsi. Barang konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu : 1) Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain dikelompokkan menjadi 4 yaitu : a) Barang pokok Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras, sabun, pasta gigi. b) Barang impulsif Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh : permen, cokelat dan es. c) Barang darurat Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh : paying dimusim hujan.

2) Shopping goods (barang belanjaan) Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal, perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan rumah tangga. 3) Speciality goods (barang khusus) Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam berbelanja, misalnya mobil mewah. 4) Unshought goods (barang yang tidak dicari) Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi jiwa, tanah kuburan.

Berdasarkan sifat dan tingkat konsumsinya, di mana barang dapat dikategorikan/digolongkan menjadi: 1. Barang tahan lama (Durable goods) 2. Barang tidak tahan lama (non durable goods) 3. Barang yang bersifat klasikal 4. Barang yang bersifat kotemporer 5. Barang yang bersifat Adjustable 6. Barang yang bersifat luxirius 7. Barang yang bersifat Prestisius 8. Barang yang bersifat praktis

Secara umum jasa adalah pemberian suatu tindakan atau kinerja yang kasap mata dari satu pihak ke pihak lainnya. Secara bersamaan jasa dikonsumsi pada kedua pihak dimana interaksi pemberi jasa dan yang menerima jasa mempengaruhi hasil jasa tersebut. Pengertian lain menggambarkan jasa adalah kegiatan yang diidentifikasikan yang sifatnya abstrak atau tak terlihat yang direncanakan untuk memenuhi kepuasan pihak tertentu.

Berikut adalah ulasan mengenai pengertian jasa menurut para ahli. Philip Kotler Jasa adalah suatu tindakan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang bersifat abstrak atau tak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Menurut (William J.Stanton, 1981) Pemasaran jasa adalah sesuatu yang dapat diidentifikasi secara terpisah tidak terwujud, ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan. Jasa dapat dihasilkan dengan menggunakan benda- benda berwujud atau tidak berwujud