SEDIAAN SEMI SOLID Fitri Rahma Yenti, S.Farm.,Apt 4/10/2017.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LEMAK DAN MINYAK.
Advertisements

SEDIAAN CAIR UNTUK PEMAKAIAN LUAR
FORMULASI TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT (salep)
DRA. EKARINA RATNA HIMAWATI, MKES.
SALEP MATA dan GEL (Kuliah FTS CSP ).
ILMU GALENIKA By Vera Amalia, S.Si, Apt..
SEDIAAN STERIL TETES MATA DAN COLLYRIUM
PENGASAPAN METODE PENGASAPAN TRADISIONAL
PIL FARMASETIK DASAR.
EMULSI FARMASETIK DASAR.
Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.
FARMASETIK DASAR SALEP.
SUPOSITORIA By Vera Amalia, S.Si, Apt..
Ointment, Crem, Pastae, Gel Linimentum, Occulenta
ANALISIS KUALITATITIF GOLONGAN NARKOTIKA
Sri Mulya Ningsih Syari’fah Tania Widya F Windya. V Yudha. P
Annisa Firdaus, S.FarmApt. FARMASETIKA DASAR I
Fitri Rahma Yenti, S.Farm.,Apt POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG PROGRAM STUDI DIII FARMASI 5/30/20171.
KOLOID.
KESESUAIAN FARMASETIS
Kuliah FTS CSP tanggal 5 Februari 2012
Refinery dan Pengolahan Turunan Minyak Sawit
FARMASETIKA - sUsPeNsi -
KOLOID.
SALEP MATA dan GEL (Kuliah FTS CSP ).
TEPUNG TELUR.
Bentuk Sediaan Obat (BSO)
SUSPENSI CMC Anggota Kelompok : Kartika Dewi I. ( )
Bentuk Sediaan Obat (BSO)
SUPPOSITORIA FARMASEUTIK.
GUTTAE, UNGUENTA & OCULENTA
Bentuk Sediaan Obat (BSO)
SEDIAAN TETES MATA STERIL atropine
BENTUK SEDIAAN OBAT SETENGAH PADAT
Larutan Farmasetik Dasar.
MACAM MACAM SEDIAAN OBAT
LARUTAN By Vera Amalia, S.Si, Apt..
SUSPENSI By Vera Amalia, S.Si, Apt..
SALEP MATA OKSITETRASIKLIN
TEKNOLOGI SEDIAAN BAHAN ALAM PEMBUATAN MASKER GEL PEEL OFF LYCOPEN
ELIKSIR Nama Kelompok: Kinanthi Sekartanjung P. ( )
Praktikum FTS- Cair Semi Padat Krim Vitamin C Kelompok 5 Grassella (I ) Rizki Wahyudi (I ) Armi Rusmariani (I ) Erlinda (I )
Formulasi Mascara Waterproof
TEKNOLOGI LEMAK DAN MINYAK
Pembuatan Sediaan Obat Semi Padat
Dra Ratih Dyah Pertiwi, Apt
Asisten klp : LA HAMIDU, S.Farm
MACAM MACAM SEDIAAN OBAT
Pembuatan Sediaan Obat Cair
Nama kelompok Relin yesika
Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II
SUSPENSI Kelompok 3 Anggota : Destiana Wijaya.
MINYAK IKAN Minyak ikan ada dua macam yaitu: minyak badan ikan dan minyak hati ikan Minyak badan ikan adalah: hasil sampingan dari pembuatan tepung ikan,
PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN
14/09/2018.
Penyimpanan Obat harus disimpan sehingga tercegah cemaran dan peruraian, terhindar pengaruh udara, kelembaban, panas dan cahaya. Obat yang mudah menguap.
Oleh: Siti Hajar Nur Safita
ELIKSIR (FI III) Sediaan berupa larutan yg mempunyai rasa dan bau sedap, mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lainnya,
KRIM.
RESEP BEDAK BIANG KERINGAT
RESEP GEL ANALGETIK OLEH ALLEN TRIPUT MUNIAGA SURABAYA.
LEMAK DAN MINYAK.
RESEP GEL ANALGETIK OLEH ALLEN TRIPUT MUNIAGA SURABAYA.
Sediaan Larutan Teknologi Sediaan Liquid & Semisolid.
FORMULASI SEDIAAN SUSPENSI
PREFORMULASI SEDIAAN LIQUID & SEMISOLID
KOLOID.
Sediaan Obat Tradisional
SENDI GAMYASITA, S.FARM.,APT. KONSEP KEFARMASIAN.
SALEP LUKA BAKAR. LATAR BELAKANG Salep merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang digunakan pada kulit, yang sakit atau terluka dimaksudkan untuk.
Transcript presentasi:

SEDIAAN SEMI SOLID Fitri Rahma Yenti, S.Farm.,Apt 4/10/2017

Pengertian  Menurut FI. IV, salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat keras atau narkotika adalah 10 %.  FI ed III Bahan obatnya larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok 4/10/2017

Fungsi Salep Fungsi salep adalah : a. Sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit b. Sebagai bahan pelumas pada kulit c. Sebagai pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak permukaan kulit dengan larutan berair dan rangsang kulit 4/10/2017

Persyaratan Salep (FI III) Persyaratan salep menurut FI ed III 1.Pemerian Tidak boleh berbau tengik 2.Kadar Kecuali dinyatakan lain dan untuk salep yang mengandung obat keras atau narkotik, kadar bahan obat adalah 10 %. 3.Dasar salep 4.Homogenitas Jika salep dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, harus menunjukkan susunan yang homogen 5.Penandaan Pada etiket harus tertera “obat luar” 4/10/2017

Penggolongan Salep Salep dapat digolongkan berdasarkan :  konsistensi,  sifat farmakologi/terapetik dan penetrasi,  bahan dasarnya, dan  formularium nasional 4/10/2017

Konsistensi1Unguenta : salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa tetapi mudah dioleskan tanpa memakai tenaga. 2Krim : salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit. Suatu tipe yang dapat dicuci dengan air. 3Pasta : salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk). Suatu salep tebal karena merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diberi. 4Cerata : suatu salep berlemak yang mengandung persentase tinggi lilin (waxes), sehingga konsistensinya lebih keras. 5 Gelones/ Spumae/ Jelly : salep yang lebih halus. Umumnya cair dan mengandung sedikit atau tanpa lilin digunakan terutama pada membran mukosa sebagai pelicin atau basis. Biasanya terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak dengan titik lebur yang rendah. 4/10/2017

Terapetik/Farmakologi dan Penetrasi Menurut Efek Terapinya, salep dibagi atas :  Salep Epidermic (Salep Penutup) Digunakan pada permukaan kulit yang berfungsi hanya untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek lokal, karena bahan obat tidak diabsorbsi. Kadang-kadang ditambahkan antiseptik, astringen untuk meredakan rangsangan. Dasar salep yang terbaik adalah senyawa hidrokarbon (vaselin).  Salep Endodermic Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam tetapi tidak melalui kulit dan terabsorbsi sebagian. Untuk melunakkan kulit atau selaput lendir diberi lokal iritan. Dasar salep yang baik adalah minyak lemak.  Salep Diadermic (Salep Serap). Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam melalui kulit dan mencapai efek yang diinginkan karena diabsorbsi seluruhnya, misalnya pada salep yang mengandung senyawa Mercuri, Iodida, Belladonnae. Dasar salep yang baik adalah adeps lanae dan oleum cacao. 4/10/2017

Dasar Salep 1Salep hidrofobik : yaitu salep-salep dengan bahan dasar berlemak, misalnya: campuran dari lemak-lemak, minyak lemak, malam yang tak tercuci dengan air. 2Salep hidrofilik : yaitu salep yang kuat menarik air, biasanya dasar salep tipe o/w atau seperti dasar hydrophobic tetapi konsistensinya lebih lembek, kemungkinan juga tipe w/o antara lain campuran sterol dan petrolatum. 4/10/2017

Dasar Salep Menurut FI. IV, dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok. Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar salep tersebut. 1). Dasar Salep Hidrokarbon Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain vaselin putih dan salep putih. Hanya sejumlah kecil komponen berair yang dapat dicampurkan kedalamnya. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup. Dasar salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien, sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama. 4/10/2017

2).Dasar Salep Serap Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok.  Kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin hidrofilik dan lanolin anhidrat),  Kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep ini juga berfungsi sebagai emolien. 4/10/2017

Dasar Salep 3).Dasar Salep yang dapat dicuci dengan air. Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain salep hidrofilik (krim). Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan air, karena mudah dicuci dari kulit atau dilap basah sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetika. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih efektif menggunakan dasar salep ini dari pada dasar salep hidrokarbon. Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan yang terjadi pada kelainan dermatologik. 4). Dasar Salep Larut Dalam Air Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut air. Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungannya seperti dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti paraffin, lanolin anhidrat atau malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel. 4/10/2017

Contoh Dasar Salep 1 Dasar Salep hidrokarbon : Vaselin putih ( = white petrolatum = whitwe soft paraffin), vaselin kuning (=yellow petrolatum = yellow soft paraffin), campuran vaselin dengan cera, paraffin cair, paraffin padat, minyak nabati. 2 Dasar salep serap (dasar salep absorbsi) : Adeps lanae, unguentum simpleks (cera flava : oleum sesami = 30 : 70), hydrophilic petrolatum ( vaselin alba : cera alba : stearyl alkohol : kolesterol = 86 : 8 : 3 : 3 ) 3 Dasar salep dapat dicuci dengan air : Dasar salep emulsi tipe m/a (seperti vanishing cream), emulsifying ointment B.P., emulsifying wax, hydrophilic ointment. 4 Dasar salep larut air : Poly Ethylen Glycol (PEG), campuran PEG, tragacanth, gummi arabicum 4/10/2017

Kualitas Dasar Salep Kualitas dasar salep meliputi:  Stabil, selama masih dipakai mengobati. Salep harus bebas dari inkompatibilitas, stabil pada suhu kamar dan kelembaban yang ada dalam kamar.  Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen. Sebab salep digunakan untuk kulit yang teriritasi,inflamasi dan ekskloriasi.  Mudah dipakai, umumnya salep tipe emulsi adalah yang paling mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit.  Dasar salep yang cocok yaitu dasar salep harus kompatibel secara fisika dan kimia dengan obat yang dikandungnya. Dasar salep tidak boleh merusak atau menghambat aksi terapi dari obat yang mampu melepas obatnya pada daerah yang diobati.  Terdistribusi merata, obat harus terdistribusi merata melalui dasar salep padat atau cair pada pengobatan 4/10/2017

Pemilihan Basis Salep Pemilihan basis salep disesuaikan dengan kebutuhan atau sifat salep yang diinginkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah:  khasiat yang diinginkan,  sifat bahan obat yang dicampurkan,  ketersediaan hayati,  stabilitas dan ketahanan sediaan jadi. Dalam beberapa hal perlu menggunakan dasar salep yang kurang ideal untuk mendapatkan stabilitas yang diinginkan. Misalnya obat-obat yang cepat terhidrolisis, lebih stabil dalam dasar salep hidrokarbon daripada dasar salep yang mengandung air, meskipun obat tersebut bekerja lebih efektif dalam dasar salep yang mangandung air. 4/10/2017

Ketentuan Umum Cara Pembuatan Salep (1) Peraturan Salep Pertama Zat-zat yang dapat larut dalam campuran lemak dilarutkan kedalamnya, jika perlu dengan pemanasan. (2) Peraturan Salep Kedua Bahan-bahan yang dapat larut dalam air, jika tidak ada peraturan-peraturan lain dilarutkan lebih dahulu dalam air, asalkan air yang digunakan dapat diserap seluruhnya oleh basis salep. Jumlah air yang dipakai dikurangi dari basis. (3)Peraturan Salep Ketiga. Bahan-bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan air, harus diserbuk lebih dahulu kemudian diayak dengan pengayak B40. (4)Peraturan Salep Keempat Salep-salep yang dibuat dengan jalan mencairkan, campurannya harus digerus sampai dingin. 4/10/2017

(1)Zat berkhasiat bentuk padat yang larut dalam dasar salep Camphora (a)Dilarutkan dalam dasar salep yang sudah dicairkan dalam pot salep tertutup (bila tidak melampaui daya larutnya) (b)Bila dalam resep terdapat minyak ‑ lemak maka kamfer dilarutkan dalam minyak lemak tsb. (c)Bila kamfer bersama ‑ sama, menthol, salol, atau zat lainnya yang dapat mencair jika dicampur (karena penurunan titik eutentik) maka kamper dicampur dg sesamanya supaya mencair baru ditambahkan dasar salep. (d)Jika a,b,c, tidak ada maka kamfer diberi etanol 95% atau eter, kemudiaan digerus dengan dasar salep. 4/10/2017

Contoh Resep R/ Camphorae 1 Vaselin flav. 9 m.f. ungt s.ungt.camphoratum R/ Camphorae 1 Ol. Cocos. 1 Adeps lanae 18 m.fCamphorae. ungt. R/ Mentholi Camphorae aa 0,3 Lanolin 5 Ungt. Acid Salcylas 15 m.d.s.u. e 4/10/2017

Pellidol LLarut 3% dalam vaselin dan 7% dalam minyak lemak → dilarutkan bersama ‑ sama dasar salep yang di cairkan BBila dasar salep disaring → juga ikut disaring dan jangan lupa menambahkan 20%. JJumlahnya melebihi daya larutnya → digerus dengan dasar salep yang sudah dicairkan. R/ Pellidol 0,1 Zinci Oxyd. Ungt. 20 m.d.s.ad. us.ext. R / Pellidol 0,5 Zinc.Oxyd.Liniment.Oleos 25 m.d.s. ad. Us.ext. 4/10/2017

IODIUM  Kalau memenuhi kelarutan dikerjakan seperti pada kamfer (a)  Dilarutkan dalam larutan pekat KI atau NaI (seperti pada Unguentum Iodii dari farmakope Belanda)  Dilarutkan dalam etanol 95% kemudian tambahkan dasar salep. R/ Iodii 2 Kalii iodii 3 Aq.dest. 5 Ungt. Simplex 90 m.d.s.u.e.  Cara : - larutkan KI dalam air - tambahkan iodium hingga larut - gerus bersama unguentum - simplex hingga homogen 4/10/2017

2. Zat berkhasiat bentuk padat yang larut dalam air Protargol ( Argentum Proteinacum )  Larut dalam air dengan jalan menaburkan diatas air → didiamkan selama 15 menit ditempat gelap.  Bila dalam resep terdapat gliserol → digerus dengan gliserin baru ditambah air, dan tidak perlu ditunggu 15 menit (gliserol mempercepat daya larut protargol dalam air). Colargol (Argentum Colloidale)  Sama dengan Protargol  Air yang dipakai 1/3 kalinya. 4/10/2017

Argenti Nitras  Jika dilarutkan dalam air akan meninggalkan bekas hitam pada kulit karena terbentuk Ag2O → pada pembuatan AgNO 3 tidak dilarutkan dalam air walaupun ia larut, kecuali pada resep obat wasir. Phenol  Phenol mudah larut dalam air, tetapi dalam salep tidak dilarutkan karena bekerjanya merangsang  Tidak dapat diganti dengan phenol liquefactum (campuran fenol dan air 77-81,5%) → dikerjakan seperti pada kamper dalam salep. Bahan Lain Tidak boleh dilarutkan dalam Salep Argenti Nitras, Phenol, Pyrogalol, Chrysarobin, Zinci Sulfas, Antibiotika, Oleum Iecoris Aselli, Hydrargyri Bichloridum dan Stibii et kalii Tartras 4/10/2017

Contoh Resep R/ Kalii iodii 3 Lanolin 16 Ungt. Simplex ad 30 m.d.s.u.e. R/ Procain HCl 0,1 Aq. Rosae 1 Adeps lanae 3 ZnO 3 Vaselin ad 30 m.d.s.u.e. Penyelesaian : KI dilarutkan dengan air dari lanolin. Penyelesaian : - Procain HCl dilarutkan dengan aqua rosae - ZnO di ayak dulu 4/10/2017

3. Zat berkhasiat bentuk padat tak larut  Umumnya dibuat halus dengan mengayak atau menjadikannya serbuk halus terlebih dahulu.  Belerang, tidak boleh diayak  Acidum Boricum, diambil yang pulveratum  Zinci Oxydum, harus diayak terlebih dahulu dengan pengayak No /10/2017

4. Zat berkhasiat berupa cairan  Terjadi reaksi, misalnya aqua calcis dengan minyak lemak akan terjadi penyabunan → cara pengerjaan :  Diteteskan sedikit-sedikit  Dikocok dalam botol bersana minyak lemak, baru dicampur dengan bahan lainnya. Contoh resep R/ Zinc. Oxyd. Oleum Sesami Aqua Calcis aa 10 Disini akan terjadi penyabunan Aqua Calcis dengan oleum sesami. 4/10/2017

 Tidak terjadi reaksi  Jumlah sedikit, diteteskan terakhir sedikit demi sedikit sampai terserap oleh dasar salep.  Jumlah banyak, diuapkan atau diambil bahan berkhasiatnya dan berat airnya diganti dengan dasar salep. 4/10/2017

ALKOHOL Jumlah sedikit → diteteskan terakhir sedikit demi sedikit sampai terserap oleh dasar salep. Jumlah banyak  Tahan panas, misalnya Tinct. Ratanhiae dipanaskan diatas tangas air sampai sekental sirup atau 1/3 bagian, kehilangan berat → ganti dengan dasar salep.  Tidak tahan panas - Diketahui perbandingannya maka diambil bagian- bagiannya saja, contohnya tinctura Iodii. - Tidak diketahui perbandingannya, diteteskan terakhir sedikit demi sedikit 4/10/2017

 Kehilangan berat pelarutnya → diganti dengan dasar salep.  Bila dasar salep lebih dari satu macam → harus diperhitungkan menurut perbandingan dasar salep tersebut.  Contoh : R/ Tinct. Ratanhiae 6 Vaselin 25 Vaselin 25 Adeps Lanae 15 Adeps Lanae 15 m.f.ungt. m.f.ungt. Setelah Tinct. Ratanhiae dipanaskan beratnya → 2 g, kehilangan berat sebanyak 4 g diganti dengan dasar salep yaitu vaselin dan adeps lanae yang jumlahnya sesuai dengan perbandingan vaselin dan adeps dalam resep. Vaselin : 25 + (25/40 x 4) = 27,5 g Adeps lanae : 15 + (15/40 x 4) = 16,5 g 4/10/2017

 Kehilangan berat pelarutnya → diganti dengan dasar salep.  Bila dasar salep lebih dari satu macam → harus diperhitungkan menurut perbandingan dasar salep tersebut.  Contoh : Setelah Tinct. Ratanhiae dipanaskan beratnya → 2 g, kehilangan berat sebanyak 4 g diganti dengan dasar salep yaitu vaselin dan adeps lanae yang jumlahnya sesuai dengan perbandingan vaselin dan adeps dalam resep. R/ Tinct. Ratanhiae 6 Vaselin 25 Vaselin 25 Adeps Lanae 15 Adeps Lanae 15 m.f.ungt. m.f.ungt. Vaselin :: 25 + (25/40 x 4) = 27,5 g Adeps lanae : 15 + (15/40 x 4) = 16,5 g 4/10/2017

Cairan kental Umumnya dimasukkan sedikit demi sedikit, contoh; Glycerin, Pix Lithantracis, Pix Liquida, Oleum Cadini, Balsamum Peruvianum, Ichtyol, Kreosot. 4/10/2017

5. Zat berkhasiat berupa extractum  Extractum Siccum Pada umumnya larut dalam air, jadi dilarutkan dalam air dan berat air dikurangkan ke dasar salep.  Extractum Liquidum Dikerjakan seperti pada cairan dengan alkohol.  Extractum Spissum Diencerkan terlebih dahulu dengan air atau etanol. 4/10/2017

6. Lain - lain  Naphtolum Dapat larut dalam Sapo Kalinus, kalau tidak ada sapo kalinus dikerjakan seperti kamfer.  Bentonit Berupa serbuk halus yang dengan air membentuk massa seperti salep. (Senyawa Aluminium Silikat yang mengikat air). Cara pembuatan yang terbaik dengan menambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air hangat (direndam dalam air, biarkan  1 jam) Salep dengan Bentonit dan air tidak tahan lama, → perlu ditambahkan lemak agar tidak memisah airnya. 4/10/2017

Bahan Yang Ditambahkan Terakhir Pada Suatu Massa Salep  Ichtyol, → jika ditambahkan pada masa salep yang panas atau digilas terlalu lama dapat terjadi pemisahan.  Balsem-balsem dan minyak atsiri, balsem merupakan campuran dari damar dan minyak atsiri, jika digerus terlalu lama akan keluar damarnya sedangkan minyak atsiri akan menguap.  Air, berfungsi sebagai pendingin dan untuk mencegah permukaan mortir menjadi licin.  Gliserin, harus ditambahkan kedalam dasar salep yang dingin, sebab tidak bisa campur dengan bahan dasar salep yang sedang mencair dan ditambahkan sedikit-sedikit sebab tidak bisa diserap dengan mudah oleh dasar salep 4/10/2017

Pembuatan Salep dengan Peleburan  Bahan dasar salep berbeda-beda konsistensinya.  Dasar salep sering juga terbuat dari dua bagian atau lebih yang konsistensinya berbeda → dapat dibuat suatu massa dasar salep yang baik, dicampurkan bahan seperti cera dengan minyak lemak, meskipun titik leburnya berbeda jauh dapat dilebur dalam perbandingan-perbandingan tertentu → diperoleh massa yang baik.  Umumnya hampir semua bahan dilebur dalam cawan penguap diatas tangas air dengan pengaduk kaca atau spatel kayu.  Banyak juga dari bahan-bahan yang dilebur tersebut kurang bersih → disaring dengan kain kassa pada saat bahan panas dan tentunya berkurang beratnya → bahan-bahan yang dilebur dilebihkan sebesar %. 4/10/2017

Formula salep dengan peleburan Unguentum Simplex (Ph. Ned. Ed. V)Simple Ointment R/ Cera flava Oleum sesami R/ Adeps lanae Paraffin solidum Ceto stearyl alc. Vas.alba / flava Unguentum Leniens (F.N. 1978)Unguentum IecorisAselli (Ph. Ned) R/ Cetaceum Cera alba Paraffin liq. Natrii tetraborax Aq.dest. 12, ,5 19 ml R/ Oleum Iecoris aselli Cera flava Vaselin flava /10/2017

PASTA Menurut FI. IV, pasta adalah ssediaan semi padat mmengandung satu atau lebih bahan obat dditujukan untuk pemakaian topikal. Kelompok pasta PPertama → dibuat dari gel fase tunggal mengandung air, misalnya pasta natrium karboksimetilselulose. KKedua → pasta berlemak misalnya pasta zinc oksida, merupakan salep yang padat, kaku, tidak meleleh pada suhu tubuh dan berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian yang diolesi. 4/10/2017

 Pasta berlemak → kurang berminyak dan lebih menyerap dibandingkan dengan salep karena tinggi kadar obat yang mampunyai afinitas terhadap air.  Pasta berlemak → cenderung untuk menyerap sekresi seperti serum dan mempunyai daya penetrasi dan daya maserasi lebih rendah dari salep → pasta digunakan untuk lesi akut yang cenderung membentuk kerak, menggelembung atau mengeluarkan cairan.  Pasta gigi → untuk pelekatan pada selaput lendir untuk memperoleh efek lokal, misalnya pasta gigi Triamsinolon asetonida. Cara pemakaian → oleskan lebih dahulu dengan kain kassa. Penyimpanan → wadah tertutup baik, wadah tertutup rapat atau dalam tube.  Pembuatan pasta umumnya bahan dasar yang berbentuk setengah padat sebaiknya dicairkan terlebih dahulu baru dicampur dengan bahan padat dalam keadaan panas agar lebih mudah bercampur dan homogen. 4/10/2017

CREMORES/KRIM Menurut FI. IV, krim adalah  bentuk sediaan setengah padat,  mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah di atas secara tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air.  Krim terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air, yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk pemakaian kosmetika dan estetika.  Krim dapat juga digunakan untuk pemberian obat melalui vaginal. 4/10/2017

TIPE KRIM Ada 2 type krim yaitu  krim type minyak air ( m/a) dan  krim type air minyak ( a/m ). Pemilihan zat pengemulsi harus disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang dikehendaki.  Untuk krim type a/m digunakan sabun polivalen, span, adeps lanae, kolesterol dan cera.  Sedangkan untuk krim type m/a digunakan sabun monovalen seperti trietanolamin, natrium stearat, kalium stearat dan ammonium stearat. Selain itu dapat juga dipakai tween, natrium laurylsulfat, kuning telur, gelatinum, caseinum, CMC dan emulgidum. 4/10/2017

 Kestabilan krim akan terganggu / rusak jika sistem campurannya terganggu, terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi yang disebabkan perubahan salah satu fase secara berlebihan atau zat pengemulsinya tidak tercampurkan satu sama lain.  Pengenceran krim hanya dapat dilakukan jika diketahui pengencernya yang cocok dan dilakukan dengan teknik aseptic. Krim yang sudah diencerkan harus digunakan dalam jangka waktu 1 bulan.  Sebagai pengawet pada krim umumnya digunakan metil paraben (nipagin) dengan kadar 0,12% hingga 0,18% atau propil paraben (nipasol) dengan kadar 0,02% hingga 0,05%. 4/10/2017

 Penyimpanan krim dilakukan dalam wadah tertutup baik atau tube di tempat sejuk. Penandaan pada etiket harus juga tertera “Obat Luar”.  Pembuatan krim adalah dengan melebur bagian berlemak diatas tangas air, kemudian tambahkan air dan zat pengemulsi dalam keadaan sama-sama panas, aduk sampai terjadi suatu campuran yang berbentuk krim. 4/10/2017

GEL/JELLY  Gel merupakan semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik kecil atau moleku organik besar, terpenetrasi oleh suatu cairan.  Gel membentuk semipadat jika dibiarkan dan menjadi cair pada pengocokan. Jadi sediaan harus dikocok dahulu sebelum digunakan untuk menjamin homogenitas dan hal ini tertera pada etiket.  Gel fase tunggal terdiri dari makromolekul organik yang tersebar serba sama dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi dan cairan. Gel fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik (karbomer) atau dari gom alam (tragakan).  Gel dapat digunakan untuk obat yang diberikan secara topical atau dimasukkan dalam lubang tubuh, contoh Voltaren Gel, Bioplacenton.  Penyimpanan dalam wadah tertutup baik, dalam bermulut lebar terlindung dari cahaya dan ditempat sejuk. 4/10/2017

Linimenta (obat gosok/olesan)  Linimenta adalah sediaan cair atau kental, mengandung analgetika dan zat yang mempunyai sifat rubifasien, melemaskan otot atau menghangatkan dan digunakan sebagai obat luar.  Pemakaian linimenta dengan cara dioleskan menggunakan kain flannel lalu diurut.  Penyimpanan dalam botol berwarna, bermulut kecil dan ditempat sejuk. Pada etiket juga tertera “Obat luar”.  Linimenta tidak dapat digunakan untuk kulit yang luka atau lecet. Cara pembuatan:  Mencampurkan seperti pada pembuatan salep, contohnya Linimen Gondopuro (FN)  Terjadi penyabunan, contohnya Linimen Amoniak dan Lotio Benzylis Benzoas (FN)  Terbentuk emulsi, contohnya Peruvianum Emulsum I dan II (FN) 4/10/2017

Oculenta (Unguenta Ophthalmica/Salep Mata)  Salep mata adalah salep steril yang digunakan pada mata.  Pada pembuatan → bahan obat ditambahkan sebagai larutan steril atau serbuk steril termikronisasi pada dasar salep steril, hasil akhir dimasukkan secara aseptik ke dalam tube steril.  Bahan obat dan dasar salep disterilkan dengan cara yang cocok.  Tube disterilkan dalam autoklaf pada suhu 115º-116ºC, selama tidak kurang dari 30 menit.  Sebagai dasar salep sering digunakan dasar salep Oculentum simplex.  Basis salep mata yang lain adalah campuran Carbowax 400 dan Carbowax 4000 sama banyak. 4/10/2017

Persyaratan Salep Mata 1.Salep mata harus mengandung bahan atau campuran bahan yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan atau memusnahkan mikroba yang mungkin masuk secara tidak sengaja bila wadah dibuka pada waktu penggunaan. 2.Bahan obat yang ditambahkan ke dalam dasar salep berbentuk larutan atau serbuk halus. 3.Harus bebas dari partikel kasar dan memenuhi syarat kebocoran dan partikel logam pada uji salep mata. 4.Wadah harus steril, baik pada waktu pengisian maupun penutupan dan wadah harus tertutup rapat dan disegel untuk menjamin sterilitas pada pemakaian pertama.  Penyimpanan salep mata adalah dalam tube steril dan di tempat sejuk, dan pada etiket harus tertera “Salep mata”. 4/10/2017