ACTIONPLAN HORTIKULTURA KABUPATEN OKU TAHUN 2016

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRATEGI POKOK Kebijakan Fiskal Kebijakan Perbankan/Keuangan
Advertisements

SISTEM AGRIBISNIS OLEH : Dr. Ir
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
Makalah Kunci (Keynote Speech)
Skenario dan Strategi Konsep Agro Mina Politan Cluster
Topik: Visi Pertanian Abad 21 (Pertanian Yang Berkebudayaan Industri)
Laporan Kemajuan IbM Teknologi Pasca Panen Wortel Pada Kelompok Tani Wortel Di Kabupaten Karanganyar Dr.Ir. JOKO SUTRISNO, MP FANNY WIDADIE, SP,M .Agr.
oleh : Ir. Ruchyat Deni Dj., M.Eng Direktur Penataan Ruang Nasional
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS
PENGEMBANGAN ROTAN INDONESIA MELALUI POLA SENTRA HHBK
FAKTOR PRODUKSI MANAJEMEN USAHATANI
DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012
PENYUSUNAN RTRW KECAMATAN SANDARAN BERBASIS MASYARAKAT
KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DAN
Lanjutan bab 3……………… Pertemuan 5.
MANAJEMEN PRODUKSI AGRIBISNIS.
PENGAMANAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN TAHUN 2011
PEMBANGUNAN AGRIBISNIS
ARAH PEMBANGUNAN EKONOMI SEKTOR PERTANIAN
Konsep Pengembangan Wilayah
ARAH KEBIJAKAN PENYULUHAN MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN
SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DAERAH TERTENTU
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pemalang
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
SOSIALISASI DANA DESA dengan Materi: “PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2015”
PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS
PETUNJUK UMUM APBNP 2017 DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Disampaikan oleh : Direktur Perbenihan Hortikultura
MANAJEMEN PRODUKSI AGRIBISNIS.
PELIBATAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM PERTANIAN
POLA-POLA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA
MODEL KEMITRAAN JAGUNG DAN KEDELAI DIPROVINSI SULAWESI TENGAH
PENGELOLAAN HUTAN DENGAN POLA AGROFORESTRI DI PERUM PERHUTANI
RENCANA PRODUKSI DAN PERCEPATAN HILIRISASI BENIH KOMODITAS PERKEBUNAN
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TANAMAN KOPI, KAKAO DAN TEH INDONESIA
‘’VISI DAN MISI,, DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANTAENG.
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
Arah Kebijakan Persusuan
PERKEBUNAN DAN MASALAHNYA
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian
TEKNOLOGI DALAM AGRIBISNIS
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Lanjutan bab 3 Pertemuan 6.
Arah Kebijakan Persusuan
MANAJEMEN RISIKO USAHA
Arah Kebijakan Persusuan
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Peran dan Perkembangan Agribisnis di Indonesia
KEMENTERIAN PERTANIAN
Arah Kebijakan Persusuan
KINERJA PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pengembangan Agribisnis dalam Pembangunan Pertanian
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS KOMODITI PALA
BIRO PERENCANAAN KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI KEBIJAKAN PRIORITAS KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN.
DI SAMPAIKAN OLEH KEPALA BAPPEDA
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA 2018
Direktur Perlindungan Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
DIREKTUR PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
Ketahanan Pangan dan Gizi Ade Saputra Nasution. Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun.
DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN
Kebijakan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Bidang Pangan
FOCUS GROUP DISCUSSION1 FGD 1 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIS BANGUNAN PPK.
RANCANGAN KEGIATAN STRATEGIS HORTIKULTURA 2020
Transcript presentasi:

ACTIONPLAN HORTIKULTURA KABUPATEN OKU TAHUN 2016 DISAMPAIKAN OLEH DR. MUNAJAT, SP., M.Si FGD DENGAN KELOMPOK TANI HORTIKULTURA (CABAI, BAWANG MERAH ) KABUPATEN OGAN KOMERING ULU BATURAJA, 10 NOPEMBER 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

lebih produktif, aman dan berkelanjutan ACTIONRPLAN HORTIKULTURA : 1. Merupakan suatu rencana strategis untuk menempatkan Hortikultura yang tangguh sebagai core bussiness suatu daerah. 2. Adanya penataan pemanfaatan ruang hortikultura yang terencana dengan baik, lebih terarah dan lebih optimal Actionplan Hortikultura berisikan pedoman pembangunan hortikultura sebagai acuan penataan ruang hortikultura melalui pengembangan komoditas unggulan untuk menciptakan sistem hortikultura yang lebih produktif, aman dan berkelanjutan

Maksud penyusunan Actionplan Hortikultura Kabupaten OKU adalah: 1) Membantu Pemerintah Kabupaten OKU menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar pelaksanaan pembangunan hortikultura di daerah 2) Menyusun suatu kerangka kerja bagi pemenuhan akan kebutuhan pemanfaatan ruang hortikultura dalam rangka pelaksanaan pembangunan hortikultura yang berkelanjutan di Kabupaten OKU dan 3) Menetapkan suatu arahan alokasi pemanfaatan ruang untuk pengembangan komoditas hortikultura unggulan Kabupaten OKU

Tujuan penyusunan Actionplan Hortikultura Kabupaten OKU adalah: Menetapkan suatu kerangka kerja atau acuan pembangunan Hortikultur wilayah Kabupaten OKU. Dengan kerangk a kerja ini diharapkan pembangunan hortikultur yang akan dilaksanakan di Kabupaten OKU dapat terencana dengan baik dan lebih terarah, sehingga pembangunan hortikultura berjalan lebih optimal 2) Menanggapi tuntutan pembangunan yang terus berkembang dari waktu ke waktu, terutama pembangunan hortikultura yang efektif di wilayah Kabupaten OKU di masa yang akan datang

3 ) Meningkatkan fungsi dan peran serta Kabupaten OKU pada skala nasional maupun regional, terutama dalam sub sektor hortikultura Mewujudkan suatu tatanan ruang hortikultur Kabupaten OKU yang serasi dan seimbang serta bermanfaat sesuai dengan potensi sumberdaya lahannya Memberikan rumusan untuk pengembangan komoditas hortikultura unggulan Kabupaten OKU

Penyusunan Actionplan Hortikultura mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Permentan 50 Tahun 2012 dan Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten yang disusun oleh Departemen Pekerjaan Umum Tahun 1999. Penyusunan Actionplan Hortikultura Kabupaten OKU hanya melingkup dalam dua hal, yaitu : 1. lingkup masalah, dan 2. lingkup area.

Actionplan hortikultura memerlukan kajian-kajian yang komprehensif yang mengakomodir segenap aspek kehidupan, seperti : = potensi sumberdaya lahan, = kelayakan usahatani, = sosial budaya masyarakat, = aksesibilitas yang ada dan lain-lain, Sehingga Actionplan hortikultura yang tersusun bersifat kondisional dan efisien serta efektif

FOKUS KOMODITAS  KABUPATEN O K U (Baberuk) BAWANG MERAH CABE 3. JERUK

CABAI MERAH DAN BAWANG MERAH TARGET PRIORITAS KOMODITAS HORTIKULTURA TAHUN 2015 - 2019 CABAI MERAH DAN BAWANG MERAH Perhatian pada komoditas tersebut menjadi sangat penting, karena mempengaruhi kehidupan petani, perekonomian makro dan inflasi Untuk cabai dan bawang merah telah ditekankan pentingnya oleh pemerintah mulai Tahun 2013 = Pengembangan kawasan Cabai Tahun 2017 seluas ....... = Pengembangan kawasan Bawang Merah Tahun 2017 seluas ......

TAHAPAN KAWASAN Klasifikasi tahapan kawasan menurut Permentan 50 Tahun 2012. Baru/inisiasi Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Integrasi antar kawasan

Integrasi antar kawasan KAWASAN CABAI MERAH Kriteria Baru / inisias i Penumbuhan Pengembangan Pemantapa n Integrasi antar kawasan Tersedia potensi lahan usaha V Terdapat penerapan GAP/SOP X Usaha Budidaya sudah berorientasi pasar domestik Sudah menerapkan teknologi maju Registrasi lahan usaha Sudah terbentuk kemitraan Terintegrasi melalui informasi pengaturan pola tanam Terintegrasi melalui ketersediaan produk

Integrasi antar kawasan KAWASAN BAWANG MERAH Kriteri Baru / inisiasi Penumbuh an Pengembang an Pema ntapa n Integrasi antar kawasan Tersedia potensi lahan usaha V Terdapat penerapan GAP/SOP X Usaha Budidaya sudah berorientasi pasar (domestik ) Terdapat dukungan penangkar Sudah menerapkan teknologi maju Registrasi lahan usaha Terdapat Gudang Simpan Sudah terbentuk kemitraan Usaha Budidaya sudah berorientasi pasar luar daerah Terintegrasi melalui informasi pengaturan pola tanam Terintegrasi melalui ketersediaan produk Terintegrasi melalui informasi pasar

Rancangan Kabupaten Kawasan Hortikultura TAHUN 2015 - 2019 Status Kawasan per 2012 Cabai Merah Bawang Merah Bawang Putih Jeruk Baru / inisiasi 1). OKU/Sumsel 1). OKU/Sumsel 1). Pemalang/Jawa Tengah Lebong/Bengkulu (Rimau Gerga) Penumbuhan 2). Bintan/Kepri 2). Minahasa/Su lawesi Utara 2). Temanggung/ Jawa Tengah Tapanuli Selatan/Sumut(Kepro k Sipirok) Pengembangan 3). Gorontalo/Goro ntalo 3). Pati/Jawa Tengah 3). Lombok Timur/NTB; 4 Karanganyar/Ja wa Tengah, TTS/NTT (Keprok SOE) Pemantapan 4). Garut/Jabar 4). Brebes/Jawa Tengah Tuban/Jatim (Keprok Tejakula/Madura) Integrasi Kawasan

DUKUNGAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KAWASAN CABAI MERAH DI KABUPATEN OKU 2016 -2019 Target : Aktivitas produkdi untuk pemenuhan domestik dan eksport alat/ sistem irigasi teknis perluasan areal, alat/ sistem irigasi teknis alat/ sistem irigasi teknis, perluasan areal, akses permodalan, alsin pertanian, alat/ sistem irigasi teknis, akses permodalan, alsin pertanian, alat/ sistem irigasi teknis, Akses permodalan, alsin pertanian, skim kredit bunga rendah, investasi permodalan sosialisasi & penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, perbenihan, registrasi lahan usaha Sosialisasi & penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, perbenihan, registrasi lahan usaha penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, perbenihan, registrasi lahan usaha ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan bibit tahan hujan, teknologi budidaya off season ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan bibit tahan hujan, teknologi budidaya off season alat pengolah/pengering , alat pengolah/pengering , Perluasan Pasar, STA/pasar tani, alat pengolah/pengering , Perluasan Pasar alat pengolah/pengering Perluasan Pasar TAHUN KEGIATAN 2016 2017 2018 2015 2019 HULU ONFARM PENDUKUNG HILIR

DUKUNGAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KAWASAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN OKU 2016 -2019 Target : Aktivitas produkdi untuk pemenuhan domestik dan eksport perluasan areal alat/ sistem irigasi teknis perluasan areal, alat/ perluasan areal, alat/ sistem irigasi teknis Sosialisasi penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, Sosialisasi penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, Sosialisasi & penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, Sosialisasi & penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, penerapan GAP/SOP budidaya, GHP, pengendalian OPT, perbenihan, ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season, gudang benih, peningakatan kualitas SDM budidaya ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season, gudang benih, peningakatan kualitas SDM budidaya ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season, gudang benih, peningakatan kualitas SDM budidaya, akses permodalan ketersediaan benih tahan cuaca ekstrem, demo penggunaan benih tahan hujan, teknologi budidaya off season, gudang benih, peningakatan kualitas SDM budidaya, akses permodalan T A H U N KEGIATAN 2015 2016 2017 2018 2019 HULU ONFARM PENDUKUNG penyiapan gudang simpan, , penyiapan gudang simpan, alat pengolahan penyiapan gudang simpan, alat pengolahan, peningkatan kapasitas kelembagaan, penyiapan gudang simpan, alat pengolahan,pening katan kapasitas kelembagaan penyiapan gudang simpan, alat pengolahan, peningkatan kapasitas kelembagaan HILIR

STRATEGI PENGEMBANGAN HORTIKULTURA PENGEMBANGAN KOMODITAS PENGEMBANGAN SITEM PEMBENIHAN PENGEMBANGAN SISTEM PERLINDUNGAN Pengembangacan kawasan Perluasan/pemantapan areal tanam Fasilitas sarana budidaya (on farm) Registrasi kebun/lahan usaha Sekolah lapang Goog Agricultura Practices (GAP) Pengembangan Bahan Benih Hortikultura Penyediaan benih bermutu (Cabai Merah dan Bawang merah ) Jambore varietas unggul Fasilitasi prasarana dan sarana penangkar benih Pengawasan dan sertifikasi benih) Penguatan laboratorium perbenihan Surveilans OPT untuk menghasilkan Pest List Cabai Merah dan Bawang Merah Peningkatan jumlah dan kualitas pelaksanaan SLPHT Memperbanyak gerakan pengendalian OPT endemik di kawasan hortikultura Pemantauan dan analisis residu buah dan sayur

Lanjutan ........... PENGEMBANGAN KOMODITAS PENGEMBANGAN SITEM PEMBENIHAN PENGEMBANGAN SISTEM PERLINDUNGAN Pengembangan Penanganan Pasca Panen : Fasilitas sarana pasca panen Perluasan penerapan tekhnologi pasca panen Registrasi rumah pengemasan Sekolah lapang Goog Agricultura Practices (GAP) Pengembangan kelembagaan Pemasyarakatan produk bermutu