MATA KULIAH : DASAR-DASAR BUDIDAYA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Air sebagai Media Budidaya Ikan
Advertisements

Manajemen Kualitas Air
USAHA BUDIDAYA PERIKANAN
SORGHUM SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR
LEMBAR DISKUSI 1 APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN TERHADAP WADAH BUDIDAYA DALAM MENYIAPAKAN MEDIA PEMBESARAN IKAN BERDASARKAN DATA HASIL PENGUKURAN KESUBURAN.
PENGELOLAAN TANAH PADA TANAMAN MELON
KACANG PANJANG.
PRODUKSI BENIH (BIJI).
Risqa Perdana Putra Tri Dhika Utami Yanuarika Alyun TS
PENCEMARAN LIMBAH PADAT DAN SAMPAH
BUDIDAYA RUMPUT LAUT GRACILARIA DI TAMBAK
JAGUNG Jagung merupakan komoditi tanaman pangan utama
JARINGAN MAKANAN DI DALAM KOLAM
Pertemuan 6 PUPUK DAN PEMUPUKAN Marlen Sahureka.
KELOMPOK TANI SUMBER TANI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN
Penggaraman dan Pengeringan
Tentang Saya Nama : Eko Widayanto Nugroho, S.Pi Tempat/tgl Lhr : Temanggung, 14 Juni 1983 Kantor : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Brebes Jl. Yos Sudarso.
PENGELOLAAN AIR LIMBAH INDUSTRI
Eka Tarwaca Susila P Lab. Ilmu Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian
Pertemuan 6 PUPUK DAN PEMUPUKAN Marlen Sahureka 1.
Peserta Silatnas Peternakan Kambing 2015
Dan ternak lain.
PERTEMUAN II Permasalahan Umum Nutrisi Tanah Dan OPT
MENYIAPKAN LAHAN DAN MEDIA
Serapan Hara Daun.
Kesuburan Tanah.
MODUL- 2 Lajutan………..
OLEH : TRI AYULOKASARI O5O3O3O44/ ILMU TANAH
Keasaman Tanah.
Dan ternak lain.
Air sebagai Media Budidaya Ikan
PADI ORGANIK SISTEM SRI.
PERTANIAN LAHAN MARJINAL
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Merencanakan Pergiliran Tanaman Organik
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PEMELIHARAAN TANAMAN BUDIDAYA
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
BUDIDAYA RUMPUT LAUT DISUSUN OLEH : ISMAIL, S.ST.
PROPOSAL PERTERNAKAN LELE Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pelajaran Aplikasi Komputer                                                                       
Tim Pengajar Dasar-dasar Akuakultur Qurrota A’yunin, S.Pi., MP., MSc.
AIR – H2O Jagat raya – tidak mungkin ada kehidupan tanpa air
EVALUASI KESTAN MELALUI DATA ANALISIS KIMIA TANAH
Ekologi Pencemaran Tanah
Merkuria Karyantina,SP.,MP.
MELAKUKAN PEMUPUKAN PADA BIBIT TANAMAN
KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :
BUDI DAYA Eucheuma.
BUDIDAYA UDANG DI LAMPUNG TIMUR
Nama : Andre J Ifnia Asrilia M. Jaelani M Ryan Ilham Yulia.S
MONOKULTUR POLA TANAM KELOMPOK 5 : Ananda Setya P
MANAJEMEN PELABUHAN PERIKANAN
ZEOLITE.
BAB VI. KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN
Oleh: Dr. Ir. KASIFAH, M.P. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
BUDIDAYA IKAN LELE TEKNOLOGI BIOFLOK
BUDIDAYA KEDELAI (Glycine max L.)
LAPORAN KERJA PRAKTEK Juni 2016.
BERDASARKAN HASIL WAWANCARA DENGAN PETANI YANG SUKSES
TANAH DAN RUANG LINGKUP HIDUP MANUSIA
KOMPOS SKALA RUMAH TANGGA
Sebagai Pemenuhan Tugas “pengelolaan tanah berlanjut”
PENEBARAN BENIH Pertemuan 5 Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB 1 1 TIM ASISTEN DASAR-DASAR AKUAKULTUR 2018.
Pengertian Pupuk Kompos
1. Pengolahan Lahan 2. Persiapan Benih dan Tanaman 3. Pemupukan 4. Pemeliharaan 5. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) 6. Panen dan Pascapanen.
OLEH : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS 2019 Kelompok 3 Kimia tanah.
Usahatani padi di lahan sawah pasang surut memerlukan teknik budi daya tersendiri, karena keadaan tanah dan lingkungannya tidak serupa dengan lahan sawah.
PARAMETER KUALITAS LINGKUNGAN
Oleh Yana Suryana. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang dapat hidup dalam kondisi linkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas.
Persiapan kolam Ikan Gurami Persiapan kolam Ikan Gurami Disusun oleh: Kang Sudik.
Transcript presentasi:

MATA KULIAH : DASAR-DASAR BUDIDAYA PROGRAM STUDI : BUDIDAYA PERAIRAN JUDUL MATERI : PERSIAPAN BUDIDAYA IKAN DI TAMBAK Oleh : Syamsuddin JURUSAN TEKNOLOGI PERIKANAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

KEGIATAN BUDIDAYA IKAN Pemilihan Lokasi Tata Letak, Desain dan Konstruksi Persiapan Pembenihan : Penebaran Induk Pendederan/Pembesaran : Penebaran Benih Pemeliharaan Panen

PERSIAPAN TAMBAK Adalah segala pekerjaan budidaya yang dilakukan 1 hari setelah panen sampai menjelang masuknya air untuk siklus berikutnya.

PERSIAPAN TAMBAK Pembersihan dasar tambak Pembersihan peralatan budidaya Pengeringan dasar tambak Pembalikan tanah (tilling) Pengapuran dasar tambak Pemupukan dasar tambak Pengisian air Sterilisasi Penumbuhan plankton

1. Pembersihan Dasar Tambak Tujuan membuang lumpur dan sisa-sisa kotoran yang terdapat di dasar tambak (termasuk krece, kerang, dll) Metode Basah segera setelah panen, lumpur lapisan atas diambil, sisa lumpur kemudian direndam & dibuang keluar dari tambak Kering lumpur dibiarkan kering, kemudian diambil/diangkut keluar dari tambak

Perbandingan Metode Pembersihan Dasar Tambak Metode Kering Metode Basah Waktu Lama, tidak memung-kinkan pada musim hujan Cepat, dapat dilakukan pada berbagai musim Efisiensi pembersihan Cukup Baik Bentuk limbah Padat, mudah ditangani Suspensi, agak sulit ditangani Pembuangan limbah Perlu tempat penim-bunan Perlu petak pengen-dapan Dampak timbulnya tanah sulfat asam Potensial, perlu pena-nganan hati-hati Relatif kecil

2. Pembersihan Peralatan Tambak Kincir Sampan Anco Pipa-pipa Filter Strimin kondom Stick Water level Alat siphon Serok klekap Serok udang dll.

3. PENGERINGAN DASAR TAMBAK Tujuan Mencegah bibit-bibit penyakit dan sumber kontaminasi Membongkar sisa-sisa bahan organik melalui proses oksidasi Cara Pengeringan dasar tambak paling efektif adalah dengan penjemuran di bawah sinar matahari

4. PEMBALIKAN TANAH Tujuan Mengoksidasi lapisan tanah bawah permukaan Mengembalikan kesuburan tanah Cara Tanah dicangkul/ditraktor, kedalaman tanah 15-20 cm 1. Tekstur : tanah geluh atau lempungan (terlalu banyak pasir kurang baik) 2. pH : lebih dari 5 (tanah mangrove sebetulnya kurang baik)

5. PENGAPURAN DASAR TAMBAK Tujuan Mempertahankan tingkat keasaman tanah pada kondisi yang sesuai untuk budidaya (6.5 – 7.0) Cara Kapur ditaburkan ke seluruh permukaan tanah dasar tambak Jenis kapur CaMg(CO3)2, CaCO3, CaO, Ca(OH)2 Perhitungan kebutuhan kapur Kebutuhan kapur CaCO3 = (Perbedaan pH : 0.1) x 0.16 Kebutuhan kapur CaO = Kebutuhan CaCO3 : 1.78 Kebutuhan kapur Ca(OH)2 = Kebutuhan CaCO3 : 1.36 Kebutuhan kapur CaMg(CO3)2 = Kebutuhan CaCO3 : 0.54

6. PEMUPUKAN DASAR TAMBAK Tujuan Menyuburkan dasar tambak, sehingga tersedia unsur hara yang dibutuhkan plankton Cara Pemberian pupuk atau fermentsi pada dasar tambak - Pupuk kandang : 200-300 kg/ha (Ayam) - Pupuk buatan : 20-30 kg/ha (Urea & TSP) - Fermentasi, contoh bahan-bahan (untuk 0,5 ha) : Bungkil kacang kedelai 25 kg Dedak 25 kg Ragi 200 gr Air secukupnya

7. PENGISIAN AIR Adalah kegiatan memasukkan air dari saluran penyedia air (supply canal) ke petak tambak (culture pond )

2. MUTU AIR (TAMBAK UDANG) PARAMETER *) BATAS OPTIMUM 1. Salinitas (promil) a. Bulan I b. Bulan II c. Bulan III 10-35 20-30 15-20 10-15 15-25 20-25 15 2. Suhu (oC) 26-32 29-30 3. Kecerahan (cm) 25-60 30-40 4. pH 7,5-8,7 8,0-8,5 5. DO (mg/L) 3-10 4-7 6. NH3 (mg/L) < 0,25 7. NO2 (mg/L) 8. H2S (mg/L) < 0,001 *) Air juga harus bebas dari pencemaran

8. STERILISASI AIR Adalah aktivitas pembersihan air dari virus carrier dan organisme predator dengan menggunakan bahan kimia. Sterilisasi air dari virus dan inang Dapat digunakan crustacide (Dipterex/DT, Liquid Dipterex/LDT, Saprofon atau Booster, dengan dosis antara 1 – 1,5 ppm). Sterilisasi dilakukan 14 - 21 hari sebelum tebar benih. Kegiatan sterilisasi : - Siklus sebelumnya bebas dari virus : 1 kali - Siklus sebelumnya terkena virus : 2 kali (jarak waktu min. 3 hari). Sterilisasi Air dari Ikan-ikan liar (Predator) Dapat digunakan saponin aktif 25 ppm.

9. PENUMBUHAN PLANKTON (PEMBENTUKAN WARNA AIR) Adalah menumbuhkan plankton dengan jenis dan jumlah yang sesuai, sehingga diperoleh kualitas air yang optimal. Kualitas air yang optimal dapat diperoleh dengan cara menumbuhkan algae hijau dan diatomae. Penumbuhan alga hijau dan diatomae dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk urea dan TSP, fermentasi, probiotik (Pro#14), super PS serta pemberian dolomit

Contoh Aplikasi (0,5 ha)

Parameter Kualitas Air Optimal Kedalaman air ± 120 cm pH 7,5 - 8,5 DO pagi minimal 4 ppm Alkalinitas minimal 80 ppm Salinitas 12 – 30 ppt NH3 maksimal 0,1 ppm Plankton dominan algae hijau dan atau diatomae Transparansi 50 - 80 cm Dinoflagellata < 5 % dari populasi plankton Predator dan Carier tidak ada

DECISION-MAKING DALAM PEMILIHAN LOKASI Tentukan apa yang Anda inginkan Tentukan kriteria yang digunakan Dapatkah Anda menemukan lokasi tsb? YA TIDAK YA Survei detil, dst Dapatkah Anda merekayasa lokasi tersebut? TIDAK YA Dapatkah Anda mengubah keinginan? TIDAK Cari solusi lain

TERIMAKASIH SAMPAI JUMPA LAGI