Kerjasama Internasional Bidang Ekonomi Negara Muslim

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Paparan Konsultan GCB pada Rapat 8 Maret 2011 Pengelolaan Pasar Kahayan (USDRP)
Advertisements

Q-Topper/presentation programmed ANALISIS PEMBIAYAAN Created by Jakes Sito
CIA Agen Keamanan AS Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat (2012)
 Keseluruhan dari faktor – faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
ABDSI KORWIL PROP. JAWA TIMUR PT SOSIAL ENTERPRENER INDONESIA
Lembaga keuangan Internasional Anggota :
SOSIALISASI KRISTA SEBAGAI SUMBER MODAL UPPKS
BAB 3 EMISI EFEK Penerbit Erlangga.
o j k Otoritas jasa keuangan
TEORI PERDAGANGAN.
14. Lembaga Keuangan Internasional
KOPERASI DI ERA GLOBAL.
ARUS DANA INTERNASIONAL
PEMBIAYAAN MUSYARAKAH ( SYIRKAH )
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
Hubungan internasional Tema : Organisasi internasional
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Sektor Industri Oleh : Hermien Roosita Asisten Deputi Urusan Manufaktur, Prasarana dan.
Oleh : Dewi Tri Utami. . Pasal 1 angka 7 UU no 21 Th disebutkan Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip.
Pengantar Monitoring dan Evaluasi
Perkumpulan Akses Keuangan Indonesia
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah ( B P R S )
Peran Strategis Zakat dalam Pembangunan Nasional
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
ARUS DANA INTERNASIONAL
Hutang Luar Negeri.
Manajemen Bank Syariah
Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Pusat-Daerah
PENGANTAR KERJASAMA INTERNASIONAL
SEMINAR NASIONAL PERUMUSAN RENCANA AKSI PELESTRAIAN KERIS INDONESIA
5 Bab Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa Keuangan.
POLICY FOCUS AREAS.
PERDAGANGAN PANGAN.
KERJASAMA INTERNASIONAL
By : Dr. Ir. F. Didiet Heru Swasono, M.P. SMT GASAL_2014/2015
Menggunakan Audit Sosial untuk Menilai Kinerja Sosial
MANAJEMEN PERBANKAN BAB Va MANAJEMEN KREDIT JENIS-JENIS KREDIT
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
Overview manajemen keuangan
Bank dan Lembaga Keuangan 1 M9
Ekonomi Lembaga Keuangan Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), OJK dan Bank Sentral Oleh : Rita sari A Modul Ekonomi SMA X.
RENCANA BISNIS Investasi yang dilakukan merupkan usaha menanamkan faktor produksi langka dalam usaha atau proyek tertentu. Tujuan investasi  memperoleh.
Hukum Perbankan.
MANAJEMEN BANK SYARIAH
Manajemen Investasi.
Sari Yuniarti,SE.,MM. PEGADAIAN Sari Yuniarti,SE.,MM.
Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa Keuangan
MANAJEMEN BANK SYARIAH
10. Penyelesaian Masalah Kurangnya pengecekan berkala oleh pemerintah Dilakukan pengecekan berkala dan harus bersertifikat dan Standar air limbah sebelum.
Kompetisi dalam Jasa Keuangan
FINANSIAL DAN NON FINANSIAL Sesi 5
JENIS JASA KEUANGAN ISLAM
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
TEORI PERDAGANGAN.
Bagian 8. Cara Mengajukan Pinjaman
MANAJEMEN PERBANKAN JENIS-JENIS KREDIT JAMINAN KREDIT
AKUNTANSI TRANSAKSI MUSYARAKAH
FINANSIAL DAN NON FINANSIAL Sesi 5
Pedoman Permohonan Pembiayaan
PERBANKAN SYARIAH Nama Kelompok 4 : Gadis wijayanti ( )
Bagian 8. Cara Mengajukan Pinjaman
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
Lembaga Keuangan Non Bank dan Pasar Modal
Akad Musyarakah AGUSTIANTO /
FOREIGN AID SAN YUAN SIRAIT BP BANTUAN LUAR NEGERI Magister PPn Angkatan XV Universitas Andalas Buku Development Planning by W Arthur Lewis.
MANAJEMEN BANK SYARIAH
MANAJEMEN BANK SYARIAH
DINAMIKA ORGANISASI INTERNASIONAL Miftah Hayati Sharfina Fadhilah Sumondang Ruthy Mataya Gultom
PRESENTATION GLOBALISASI DI BIDANG HUKUM. NAMA ANGGOTA 1.PUTRA HANDOYO 2.FEBRY ENDRIANI 3.JONATHAN FAZA 4.ARTHA ZABILHA 5.M.RAJAB 6.MONICA DWI 7.WAHYU.
Transcript presentasi:

Kerjasama Internasional Bidang Ekonomi Negara Muslim Pertemuan 14

Peran IDB dalam Pembangunan Ekonomi Islamic Development Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islami, merupakan lembaga keuangan multilateral yang didirikan pada tahun 1975 (1392 H) oleh Organisasi Konfrensi islam (OKI) untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi negara anggota dan masyarakat muslim dinegara bukan anggota belandaskan prinsip-prisip syariah.

Visi & Misi IDB Demi mencapai tujuannya IDB memiliki visi untuk menjadi leader dalam mendorong pembangunan sosial ekonomi di negara-negara anggota dan masyarakat Muslim di negara- negara non anggota sesuai dengan prinsip syariah. Disamping itu, IDB juga memiliki misi untuk mengurangi kemiskinan, mendukung pembangunan manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi Islam, perbankan dan keuangan dan meningkatkan kerjasama antara negara-negara anggota melalui mitra pembangunan IDB.

IDB memiliki nilai-nilai inti yang disingkat PRIDE, yaitu: Performance: keunggulan kinerja dalam semua kegiatan yang berhubungan dengan klien dan mitra Responsiveness: menanggapi kebutuhan klien dengan fokus dan progresif dengan pendekatan berdasarkan review kinerja refleksi terhadap kemajuan dan tekad untuk memberikan yang terbaik. Integrity: menunjukan tingkat ketulusan, kejujuran dan keadilan yang tinggi. Empowerment: pemberdayaan staf dan entitas yang bersangkutan dengan tanggung jawab, wewenang dan kerjasama tim.

Sejak berdirinya pada tahun 1975, IDB telah banyak berperan dalam berbagai aspek sebagai lembaga pembiayaan pembangunan berdasarkan pada prinsip syariah, adapun bentuk-bentuk pembiayaan IDB terdiri atas: Pinjaman Pembiayaan, pinjaman ini diperuntukan bagi pemerintah atau lembaga-lembaga publik yang memiliki jaminan pemerintah dan menyediakan pendanaan jangka panjang untuk proyek-proyek dasar pembangunan infrastruktur dan pertanian. Sewa kontrak, dengan bentuk ini IDB pada awalnya menyewa kepemilikan aset. Setelah pengembalian penuh terjadi asset dikirimkan pada penyewa. Penjualan angsuran Pengikutsertaan berkeadilan, IDB berpartisipasi dalam modal saham produktif agro-industri dan proyek-proyek industri. Bagi hasil, suatu bentuk kemitraan yang melibatkan pengumpulan dana antara IDB dan pihak lain untuk pembiayaan proyek. Istisna’a, tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan perdagangan barang-barang modal diantara negara-negara anggota.

Bantuan-bantuan teknis, diberikan untuk memfasilitasi persiapan proyek dan kapasitas gedung, dan diberikan dalam bentuk pinjaman, bantuan atau kombinasi keduanya. Pembiayaan pembangunan sumber daya manusia, berdasarkan pasal-pasal organisasi, IDB berkomitmen untuk untuk mendukung komunitas muslim pada negara-negara bukan anggota, dimana mereka hidup sebagai kaum minoritas yang membutuhkan bantuan dari saudara-saudara sesama muslim. Penelitian dan pelatihan, dengan cara yang sama, IDM mendirikan sebuah lembaga penelitian dan pelatihan Islam (IRTI) untuk mengelola penelitian pada bidang ekonomi dan perbankan Islam, sekaligus mengadakan program pelatihan pada negara- negara anggota yang membutuhkan.

Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan IDB National agency yang telah ditunjuk oleh Mentri Keuangan selaku Gubernur IDB untuk Indonesia meliputi: Bidang IDB scholarship Program dan Merit Scholarship program Bidang penanganan bantuan proyek-proyek. Bidang pemasaran perdagangan Bidang kerja sama ilmu dan teknologi. Bidang pertukaran informasi melalui OICIS-NET-SITA Bidang Asuransi Bidang penyaluran dana dari IDB. Bidang kerja sama antar pengusaha OKI. Bidang kerja sama teknik.

Kaerjasama Regional Negara Islam (OKI) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam dibentuk dalam pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Rabat, Maroko pada tanggal 25 September 1967. Pertemuan ini muncul sebagai reaksi atas aksi yang terjadi di Masjid Al-Aqsa-Jerussalem. Dalam bidang ekonomi dan ilmiah, umat Islam harus mencapai tingkat pembangunan dan kemakmuran yang lebih tinggi, mengingat sumber daya ekonomi yang melimpah kapasitas yang baik. Peningkatan kerjasama ekonomi harus menjadi prioritas, perdagangan intra negara-negara OKI, pengentasan kemiskinan di negara-negara anggota OKI, khususnya dalam negara yang sedang terjadi konflik, dan isu-isu terkait dengan globalisasi, liberalisme ekonomi, lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknolog (www.oic-oci.org)

Mendesak negara anggota donor untuk membatalkan utang bilateral dan multilateral untuk negara berpenghasilan rendah. Mendesak organisasi internasional untuk mengerahkan upaya yang lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan.

Beberapa program OKI di bidang ekonomi, yaitu OKI menyerukan kepada negara anggota untuk menandatangani dan meratifikasi seluruh perdagangan dan perjanjian ekonomi yang ada. Melaksanakan ketentuan rencana OKI yang relevan untuk memperkuat kerjasama negara anggota. Mempromosikan langkah-langkah untuk memperkuat perdagangan inta OKI. Meningkatkan kerjasama dengan organisasi ekonomi dunia. Menyerukan kepada negara anggota untuk memfasilitasi gerak investor Memperkuat kamar dagang di masing-masing negara. Mempertimbangkan untuk membangun free trade area antara negara OKI untuk mengintegrasikan volume ekonomi yang besar. Menyerukan kepada negara anggota untuk menkoordinasikan kebijakan yang diambil oleh organisasi internasional supaya tidak berdampak buruk bagi ekonomi mereka.