PENYUSUNAN DOKUMEN PETA TUTUPAN VEGETASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PETA SEBAGAI SKETSA WILAYAH DARI BENTUK ASLI MUKA BUMI
Advertisements

Disampaikan Oleh : Dirjen Penataan Ruang
PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN
KEBIJAKAN PENYEDIAAN PRASARANA OLAH RAGA DI DAERAH PERMUKIMAN
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
Perencanaan Kota Minggu 8.
Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat P, DEA
Iwan Kustiwan KK-PPK SAPPK ITB
PLPBK Desa Karamat Mulya
PENERTIBAN TANAH TERLANTAR
PEMANFAATAN RUANG TERUTAMA KAWASAN HUTAN TIDAK SESUAI LAGI
SURVEY DAN PEMBANGUNAN DATA BERBASIS GIS UNTUK PERENCANAAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BBM DAN KEGIATAN USAHA PENGANGKUTAN GAS BUMI MELALUI PIPA BPH.
Persyaratan dalam perencanaan perumahan
BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TENGAH
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pemalang
Deputi Bidang Pengembangan Regional
KOORDINASI, INTEGRASI DAN SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN
TATA LETAK BANGUNAN DAN PERANCANGAN RUANG TERBUKA
KERANGKA UMUM PERUBAHAN RPJMD PROVINSI KALIMANTAN UTARA
PENERTIBAN TANAH TERLANTAR
LATAR BELAKANG PP TENTANG KAWASAN INDUSTRI
KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG
ANALISIS DALAM GIS OVERLAY DISTRIBUSI JARINGAN BUFFER KECENDERUNGAN
STRATA BANGUNAN BERTINGKAT
PEMBERDAYAAN POKJA PKP PROVINSI
PENATAAN RUANG VISI: Tercapainya pengaturan pemanfa-tan ruang yg berkualitas untuk mewujudkan keterpaduan penggunaan sumberdaya dlm kerangka Pemb Nasional.
SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH (SIPD)
BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI BANTEN
ADAPTASI.
AIR PERLUKAH KITA LESTARIKAN ?
Dasar Hukum: UU 38/2004 tentang Jalan
SINKRONISASI PENATAAN RUANG KAWASAN PERBATASAN DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEKERJAAN UMUM SUMBER DAYA AIR DAN PENATAAN RUANG PROVINSI JAWA TENGAH.
Pemahaman dan Analisis Iklim Mikro
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pemalang
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN DRAINASE LINGKUNGAN
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
KESIMPULAN Sosialisasi Peraturan Menteri Nomor 2/PRT/M/2016 tentang Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Batam, Mei 2016.
Pemanfaatan Sumber Daya ALAM
KEBIJAKAN PENYEDIAAN PRASARANA OLAH RAGA DI DAERAH PERMUKIMAN
Mobil Hijau SIKIB Wilayah Kab. Kulon Progo
Bahan tayang 3-4 Mei.
TATA CARA PELAKSANAAN KERJA SAMA PEMANFAATAN BMN
Posisi Pedoman Umum Pembangunan Kota Baru dengan Rencana Tata Ruang
THEATRE GALLERY AND TRAINING OPERA
Action plan Produk PLP-BK Pemetaan Swadaya Gambaran Umum wilayah Penggalian visi & misi Rencana Pengembangan.
Ira Swara Febyola Manik Vina Rosmauli Pardede Fauzul Yusri
PEMBERDAYAAN POKJA PKP PROVINSI
DED TAMAN KOTA HIJAU.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SELAMA 20 TAHUN DI WILAYAH PERBATASAN MAKASSAR – MAROS DENGAN Remote Sensing PROGRAM PASCASARJANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN.
PEMBANGUNAN APLIKASI INFORMASI PELUANG PENANAMAN MODAL
STIEPAR YAPARI AKTRIPA BANDUNG
Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan
Pengelolaan drainase.
KEBIJAKAN RTH REVITASLISASI PERMASALAHAN HUTAN MALABAR MALANG
2 RENCANA DETAIL KAWASAN PERBATASAN NEGARA DI SAUMLAKI-LARAT KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT – PROVINSI MALUKU TAHAP PEKERJAAN LAPORANPENDAHULUAN LAPORAN.
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
PERMUKIMAN KUMUH MEKANISME IDENTIFIKASI LOKASI
Pembuatan dan PELAKSANAAN KLHS RPJMD
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
STRATEGI PENCAPAIAN TARGET IKLH DI KOTA SEMARANG
PENATAAN RUANG 14/01/ :10.
Kebijakan Penyelenggaraan
PENYUSUNAN Rencana Detail Tata Ruang PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG Tahun 2018 – 2038.
FOCUS GROUP DISCUSSION1 FGD 1 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIS BANGUNAN PPK.
Diskusi Draft Permen Pengganti Kepmen 1211k/1995
Pemahaman Dasar RP2KP/SPPIP merupakan strategi yang berfungsi sebagai ACUAN BAGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA yang penyusunannya.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
MASUKAN UNTUK RUU PERTANAHAN
RDTR Tata ruang untuk investasi. Analisis pengembangan kawasan  Analisis ekternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan 1.Arahan pengembangan kawasan.
Transcript presentasi:

PENYUSUNAN DOKUMEN PETA TUTUPAN VEGETASI DAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA SURAKARTA OLEH: DR. KUSWAJI DWI PRIYONO, M.SI KERJASAMA DENGAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DISAMPAIKAN PADA DISKUSI FAKULTAS GEOGRAFI UMS MARET 2016

Materi paparan 1. PENDAHULUAN 2. KERANGKA KONSEP 3. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN 4. PROGRESS PRODUK PETA HINGGA SAAT INI

1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. TUJUAN DAN SASARAN Foto by : 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. TUJUAN DAN SASARAN 1.3. HASIL KELUARAN

1.1. LATAR BELAKANG Nilai strategis Ruang Terbuka Hijau terhadap Pengembangan Wilayah Perkotaan Dasar Pengembangan Ruang Terbuka Hijau terhadap Pengembangan Wilayah Perkotaan Yang Berkelanjutan Pemanasan Global (Global Warming) dan Dampaknya terhadap Perubahan Iklim Global (Global Climate Change) Fungsi dan Manfaat Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Perkotaan Ruang Terbuka Hijau dan Peranannya dalam Pengembangan Kota Hijau  Maka pengembangan RTH dan tutupan vegetasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan Kota Surakarta. Oleh karena itu diperlukan inventarisasi, penyusunan dokumen peta tutupan vegetasi dan RTH terutama RTH Publik sebagai bahan masukan untuk pengambilan kebijakan dan keputusan bagi para stakeholder terkait.

1.2.. TUJUAN DAN SASARAN 1.2.1. TUJUAN Memperoleh peta Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Surakarta guna mendukung pengembangan kawasan Kota Hijau. Memperoleh data base dan sistem informasi yang menunjukkan jumlah, lokasi , luasan dan prosentase perkembangan luasan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Surakarta. Memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai perkembangan Tutupan Vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Surakarta pada saat ini. Memperoleh peta, database serta sistem informasi geografi mengenai Tutupan Vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Surakarta. Mendapatkan gambaran dan data informasi (baik berupa Peta maupun Database) mengenai Letak dan Hitungan Luas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Surakarta secara akurat dan detail. Mendapatkan gambaran dan data informasi (baik berupa Peta maupun Database) mengenai Pemanfaatan Ruang baik Ruang Terbuka Hijau maupun Ruang Terbuka Non Hijau di Kota Surakarta. Mendapatkan gambaran dan informasi (baik berupa Peta maupun Database) mengenai Penggunaan Lahan sesuai dengan jenis klasifikasi Ruang Terbuka Hijau yang digunakan (Permen PU No.5 Tahun 2008).

1.2.. TUJUAN DAN SASARAN 1.2.2. SASARAN Memudahkan Pemerintah Kota Surakarta dan stakeholder terkait dalam mengakses/mendapatkan data dan informasi mengenai tutupan vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Surakarta. Sebagai tahap awal pengambilan arahan kebijakan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Kota Surakarta. Sebagai dasar pertimbangan dan masukan bagi para pemegang kebijakan dan keputusan dalam pengembangan Ruang Terbuka Hijau. Memiliki database yang bersifat berkelanjutan (dapat di’update’) disesuaikan dengan perkembangan kondisi RTH di lapangan dengan menggunakan program GIS. Sebagai bagian dari perwujudan pelaksanaan Kota Hijau di Kota Surakarta secara terarah dan berkelanjutan . Sebagai salah satu dasar strategi pengembangan Menuju Ruang Terbuka Hijau Kota 30%.

1.3.. HASIL KELUARAN Hasil Keluaran Peta Peta Dasar, berupa peta Administratif Kota Surakarta Peta RTRW, berupa peta RTRW dengan basis data Bappeda Peta Penggunaan Lahan, berupa peta Penggunaan Lahan Kota Surakarta dengan skala 1 : 50.000 Peta Pemanfaatan Lahan, berupa peta Pemanfaatan lahan kota Surakarta dengan skala 1 : 50.000 Peta Tutupan Vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau, berdasarkan fungsi, jenis dan luasannya dengan skala 1 : 50.000 Hasil Keluaran Data Data SHP Ruang Terbuka Hijau Data yang akan terbaca pada program software Geographic Information System (GIS) berupa shapefile. Data Shape ini dapat terus ter’update’ dan dapat disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan kondisi di lapangan, Data Atribut Merupakan keterangan dari data shape yang disertai dengan kode baku identitasnya. Hasil Keluaran Laporan Pendahuluan (Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Isu Strategis, Pendekatan, Metodologi, dan Profil Umum Kota Surakarta, Kebijakan Pembangunan terkait RTH ) Profil Tutupan Vegetasi dan RTH di Kota Surakarta (Status RTH dan Pemanfaatan Lahannya; Luas Eksisting Tutupan Vegetasi dan RTH Publik, Perbandingan luas RTH Publik dengan data eksisting,perencanaan dan hasil peta; sebaran RTH; upaya-upaya pengembangan terkait RTH yang sudah dilakukan; distribusi RTH per kecamatan) Tambahan Keluaran Akhir berupa Bagan Rekomendasi Tahap Awal (Kebijakan maupun Strategi terkait pengembangan Ruang Terbuka Hijau)berdasarkan hasil peta

2 KERANGKA KONSEP 2.1. DEFINISI OPERASIONAL 2.2.PENDEKATAN PENGEMBANGAN 2.3. ALUR PIKIR 2.4. TEKNIS PEMBUATAN PETA

2.1.. DEFINISI OPERASIONAL Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Ruang Terbuka Hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/Prt/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Ruang Terbuka Hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam JENIS RTH PUBLIK RTH PRIVAT 1 RTH Pekarangan Pekarangan rumah tinggal v Halaman perkantoran, pertokoan dan tempat usaha Taman atap bangunan 2 RTH Taman dan Hutan Kota Taman RT Taman RW Taman Kelurahan Taman Kecamatan Taman Kota Hutan Kota Sabuk Hijau (green belt) 3 RTH Jalur Hijau Jalan Pulau Jalan dan median jalan Jalur Pejalan kaki Ruang di bawah jalan layang 4 RTH Fungsi Tertentu RTH Sempadan rel kereta api Jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi RTH sempadan sungai RTH sempadan pantai RTH pengaman sumber air baku/mata air Pemakaman .

2.2.. PENDEKATAN PENGEMBANGAN Manusia dan Asas Dasar Ilmu Lingkungan. Prinsip Pengembangan Wilayah berbasiskan Green Deen, Green Activities Pattern, Green Building, Green Market, Green Economic dan Green It. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (sustainable develoment goal’s) Perencanaan Tata Ruang Kota Berkelanjutan Ruang Terbuka Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Penyusunan Basis Data Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota dengan Sistem Informasi Geografi (geographic information system).

KERANGKA ALUR PIKIR 2.3.

2.4.. TEKNIS PEMBUATAN PETA TAHAP PERSIAPAN TAHAP PENGUMPULAN DATA TAHAP PENGOLAHAN DATA KOREKSI GEOMETRIK INTERPRETASI PENGGUNAAN LAHAN INPUTING DATA GRAFIS DAN DATA ATRIBUT TAHAP SURVEI TAHAP REKLASIFIKASI TAHAP PENYELESAIAN Peta Dasar Foto Udara/ Citra Koreksi Geometri Foto Udara/ Citra Terkoreksi Interpretasi Penggunaan Lahan Peta Tentatif Penggunaan Lahan Cek Lapangan Peta Penggunaan Lahan Sistem Klasifikasi PERMEN PU No. 12/PRT/M/2009 (RTNH) dan No. 05/PRT/M/2008 (RTH) Reklasifikasi RTH Peta Ruang Terbuka Hijau (RTH) - Public KOTA SURAKARTA 2015 Input Proses Output Data RTH Public (LH Kota Surakarta)

3 PROFIL WILAYAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TERKAIT PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN 2.3. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KOTA SURAKARTA 2010-2025 Sasaran Pokok Pembangunan : “ Terwujudnya Lingkungan Hidup Yang Baik dan Sehat ”, melalui .......... Meningkatnya ruang-ruang publik yang dapat dipergunakan sesuai dengan fungsi atau peruntukannya; Semakin tertatanya infrastruktur kota yang berkarakter Surakarta (city branded); Semakin terkendalinya pemanfaatan ruang sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK); Semakin meningkatnya pola pengelolaan dan pelestarian lingkungan serta pola pengendalian terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan; Semakin terciptanya lingkungan hidup yang baik dan sehat; Semakin optimalnya pengembangan sistem informasi dan pendaftaran tanah. Arah Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005-2025 : “ Mewujudkan Lingkungan Hidup Yang Baik dan Sehat ”, melalui ............ Peningkatan optimalisasi program-program pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), baik secara mandiri maupun dengan mengadakan jalinan kerjasama dengan pihak lain, .......dst KONDISI : Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah berkaitan dengan perbedaan kepentingan, semakin meningkatnya pergeseran pemanfaatan ruang wilayah, terutama RTH yang beralih fungsi untuk kepentingan kegiatan ekonomi. Kondisi ruang terbuka hijau sudah semakin sulit didapatkan seiring dengan perkembangan kota dan berbagai kebutuhan ruang untuk tiap fungsi kegiatan (perdagangan, jasa-jasa, dan industri) TANTANGAN : Sinergitas pengelolaan potensi dan kebutuhan ruang/ lahan. Pemanfaatan versus Pelestarian

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN 2.3. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011-2031 Pasal 37 yang menjelaskan hal berikut ini : (1) Penyediaan RTH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2), untuk mencapai luasan minimal 30% (tiga puluh persen) dari luas wilayah kota, dikembangkan RTH privat minimal 10% (sepuluh persen) dan RTH publik sebesar 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah kota. (2) Penyediaan RTH privat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi pekarangan rumah, perkantoran, pertokoan dan tempat usaha, kawasan peruntukan industri, fasilitas umum, dengan luasan sekitar 446,32 (empat ratus empat puluh enam koma tiga puluh dua) ha atau sekitar 10,13% (sepuluh koma tiga belas persen) dari luas kota. Pengembangan RTH Privat 10% Jenis Target (luas dan prosentase) Pekarangan Rumah, Perkantoran, Pertokoan Dan Tempat Usaha, Kawasan Peruntukan Industri, Fasilitas Umum 446,32 ha (10,13%) Pengembangan RTH Publik 20% RTH taman kota/alun- alun/monumen 357 ha. RTH taman pemakaman 50 ha RTH penyangga air (resapan air) 11,55 ha RTH jalur jalan kota 214,55 ha RTH sempadan sungai 77,61 ha RTH sempadan rel 73 ha RTH tanah negara 77,23 ha RTH kebun binatang 21,10 ha

PROGRESS PEMBUATAN PETA Foto by : 4 PROGRESS PEMBUATAN PETA

KETERANGAN PELAKSANAAN 4.1. TAHAPAN KEGIATAN PEMBUATAN PETA NO TAHAPAN KEGIATAN KETERANGAN PELAKSANAAN 1 Persiapan √ (sudah dilaksanaan ) 2 Pengumpulan Data 3 Pengolahan Data, yang meliputi : Koreksi Geometrik, Cek Lapangan I yaitu Pengambilan titik di lapangan Interpretasi Penggunaan Lahan Input Data Atribut 4 Cek Lapangan II 5 Reklasifikasi 6 Kroscek Peta dengan data BLH dan SKPD Terkait Kegiatan pada saat ini 7 Cek Lapangan III 8 Penyelesaian

DIAGRAM ALIR PELAKSANAAN 4.2. DIAGRAM ALIR PELAKSANAAN Peta Dasar Foto Udara/ Citra Koreksi Geometri Foto Udara/ Citra Terkoreksi Interpretasi Penggunaan Lahan Cek Lapangan SUDAH DILAKSANAKAN Sistem Klasifikasi PERMEN PU No. 12/PRT/M/2009 (RTNH) dan No. 05/PRT/M/2008 (RTH) Peta Tentatif Penggunaan Lahan Peta Penggunaan Lahan Reklasifikasi RTH Cek Lapangan Data RTH (BLH & SKPD Terkait Kota Surakarta) Cek Lapangan Input Proses Output KEGIATAN SAAT INI Peta Ruang Terbuka Hijau (RTH) KOTA SURAKARTA 2015

JENIS PEMANFAATAN RUANG PERMEN PU NO. 12/PRT/M/2009 (RTNH) JENIS PEMANFAATAN RUANG PENGGUNAAN LAHAN Ruang Tertutup Bangunan / gedung Ruang Terbuka 2.1. Ruang Terbuka Non Hijau 2.1.1. Ruang Terbuka Perkerasan (Lahan Perkerasan) Jalan Parkir Lapangan Olahraga Tempat Bermain Koridor Pembatas Median 2.1.2. Ruang Terbuka Biru (Tubuh Air) Danau Saluran Air Sungai 2.1.3. Ruang Terbuka Kondisi Tertentu Lainnya Lumpur Gurun Cadas Kapur HASIL TURUNAN YANG DIINTERPRETASI

JENIS PEMANFAATAN RUANG PERMEN PU NO. 05/PRT/M/2008 (RTNH) JENIS PEMANFAATAN RUANG PENGGUNAAN LAHAN 2.2. Ruang Terbuka Hijau (RTH) 2.2.1. RTH Pekarangan Taman Pekarangan Taman Atap Bangunan Lahan Tidur Taman Parkir Lapangan Olahraga Kebun 2.2.2. RTH Taman dan Hutan Kota Taman RT Taman RW Taman Kelurahan Taman Kota Hutan Kota Sabuk Hijau (Green belt) 2.2.3. RTH Jalur Hijau Jalan Pulau Jalan dan Median Jalan Jalur Pejalan Kaki Ruang di Bawah Jalan Layang 2.2.4. RTH Fungsi Tertentu Sempadan Rel Kereta Api Jalur Hijau Jaringan Listrik Tegangan Tinggi HASIL TURUNAN YANG DI INTERPRETASI

HASIL PEMETAAN

HASIL PEMETAAN

HASIL PEMETAAN

HASIL PEMETAAN

HASIL PEMETAAN

HASIL PEMETAAN DATA LUASAN PENGGUNAAN LAHAN

HASIL PEMETAAN DATA LUASAN PEMANFAATAN LAHAN

Analisis awal Dari Peta TENTATIF TUTUPAN VEGETASI DAN RTH saat ini dapat diketahui Luasan Total Kota Surakarta yaitu 4.745,34 Ha Luasan Total RTH Kota Surakarta (publik & privat) yaitu 1.096,48 Ha (23,11%) Luasan Total RTNH Kota Surakarta yaitu 3.648,86 Ha (76,89%) Dari hasil akhir PETA TUTUPAN VEGETASI DAN RTH nantinya akan dapat diketahui Sebaran/lokasi RTH Privat dan Sebaran/lokasi RTH Publik yang ada di Kota Surakarta Dari hasil akhir PETA TUTUPAN VEGETASI DAN RTH nantinya akan dikonfigurasi dengan Peta Tanah dan Peta Kelerengan sehingga dapat diketahui KESESUAIAN LAHAN untuk rekomendasi titik-titik pengembangan RTH Publik yang potensial.

Luasan RTH Kota Surakarta = ANALISIS AWAL (KONDISI EKSISTING DENGAN RTRW KOTA SURAKARTA) Luasan RTH Kota Surakarta = 23,11 % Berdasarkan hasil pemetaan RTH Kota Surakarta, maka kebijakan penyediaan luasan RTH dalam RTRW Kota Surakarta yaitu 30% , masih mengalami kekurangan sebesar 6,89%

ASUMSI AWAL (perbandingan data dengan pemetaan) JENIS PEMANFAATAN LUAS (HA) (sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta 2011-2031) (sumber : hasil pemetaan sementara) RTH RTH Publik: 882,04 RTH Pekarangan : 176,65 RTH Jalur Hijau Jalan : 1,03 RTH Privat : 446,32 RTH Pekarangan : 912,78 JENIS PENGGUNAAN LUAS (HA) (sumber: Surakarta Dalam Angka, 2014) (sumber : hasil pemetaan sementara ) Lapangan Olahraga 60,05 36,34 Taman Kota 12,08 18,07 Kuburan 68,83 5,68 Sawah 96,96 63,91 ASUMSI AWAL : Berdasarkan hasil pemetaan penyediaan RTH Publik, kurang dari capaian luas wilayah di dalam RTRW Kota Surakarta. Sedangkan untuk RTH privat melebihi capaian di dalam RTRW Kota Surakarta. Berdasarkan beberapa contoh luas penggunaan lahan diatas, hasil capaian luas penggunaan lahan kurang dari luas penggunaan lahan di dalam data Surakarta Dalam Angka, 2014.

TERIMA KASIH