KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Asuhan Keperawatan dengan Cedra Kepala
Advertisements

OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
SUSUNAN SARAF SENSORIK
SAKIT KEPALA.
Diabetes Melitus Suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan.
PENYAKIT TROPIS & INFEKSI I
ASKEP OTITIS MEDIA SEROSA
GANGGUAN PERKEMBANGAN
PHARMACOLOGICAL AND OPTICAL METHODS OF TREATMENT FOR VESTIBULAR DISORDERS AND NYSTAGMUS Oleh : Sari Prawiraningrum Pembimbing : dr. Suratno Sp.S (K)
Kelompok 4 Febri Prihatnanto Dian Karimawati Windasari K
GANGGUAN KESEIMBANGAN PERIFER
Sudden Deafness.
Migrain.
STROKE (CVD).
PRESENTASI KASUS POST TRAUMATIC VERTIGO
SELAMAT DATANG PMI DAERAH MAKASAR.
KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY
Saraf Kranial.
Riwanti Estiasari, Darma Imran
Dissociative disorder
VERTIGO Anatomi Patofisiologi Penyakit perjalanan (motion sickness)
PENGUKURAN ENERGI FISIK SEBAGAI TOLOK UKUR PERBAIKAN TATA CARA KERJA
Yuliarni Syafrita Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand/RS DR M Djamil
ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK NEUROLOGI
ANATOMI SISTEM SARAF BIOPSIKOLOGI Unita Werdi Rahajeng
dr. ELLY ANGGRENY ANG, SpKJ
Pemeriksaan penunjang vertigo
ASKEP KLIEN DENGAN MASTOIDITIS
KELAINAN KESEIMBANGAN
Ninis Indriani,M.Kep., Ns.Sp.Kep.An
HINTS to Diagnose Stroke in the Acute Vestibular Syndrome:Three-Step Bedside Oculomotor Examination More Sensitive Than Early MRI Diffusion-Weighted Imaging.
GANGGUAN CEMAS, FOBIA,PANIK, SOMATOFORM DAN OBSESI KOMPULSIF
VITA NIRMALA ARDANARI,DR, SP.PROS, SP.KG
Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
RETINOBLASTOMA.
PRESENTASI KASUS Vertigo
PBL gangguan pendengaran
KEJANG DEMAM Rahma Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNTAD
Askeb 1 Oleh : atikah mayang sari Nim :
Association of Benign Recurrent Vertigo and Migraine in 208 Patients
Oleh Sudaryanto, S.ST.Ft, M.Fis
PEMERIKSAAN PENUNJANG AREA BEDAH Tintin Sukartini, SKp, M.Kes, Dr. Kep.
Sindrom Guillain–Barré
Program studi kedokteran Universitas Abdurrab
SISTEM KOORDINASI MANUSIA
TRAUMA KEPALA Kelompok 4 Chiquita Silalahi, Malkhi Lintang, Marini Wahani, Rendy Woran, Vivi Sangkota.
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
NEUROLOGI BY : VIOLITA MAGDALENA NANGOY.
MUHAMMAD ABDILLAHTULKHAER
Yuliarni Syafrita Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand/RS DR M Djamil
Neuron merupakan unit dasar dari sistem syaraf , terdiri atas :
TRAUMA KEPALA.
Carpal Tunnel Syndrome
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Baiq Reski Setiagarini
SISTEM PERSYARAFAN Suwheni Setyowati ( )
REFERAT HERPES ZOSTER Oleh Santi Nurfitriani Pembimbing Dr. Sabrina.
By : Revi Anggita. Definisi Perforasi atau hilangnya sebagian jaringan dari membrane timpani yang menyebabkan hilanggnya sebagian atau seluruh fungsi.
STROKE (CVD).
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
Anggota : 1. Muhammad Ikzan 2. L. M. Riswandi 3. Hasrianti 4. Reski Rahayu 5. Reski Wahyuni.
KERACUNAN STRYCHNIN KELOMPOK 2. Isep Ramdan Ayuni Stevia Nurul Febriana Safitri Ni Putu Devi W
01 Minggu 5 Cerebral Palsy.
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang B.Rumusan Masalah C.Tujuan D.Manfaat.
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Psychogenic pain dr. Soraya T.U, Mkes SpKj.
KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2014
Migrain Without Aura; A New Definition
Transcript presentasi:

KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY VERTIGO KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY

PENDAHULUAN DEFINISI: Vertigo adalah perasaan penderita merasa dirinya atau dunia berputar ETIOLOGI Otologi: 24-61% kasus Benigna Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Meniere Desease Parese N VIII Uni/bilateral Otitis Media

2. Neurologik 23-30% kasus Gangguan serebrovaskuler batang otak/ serebelum Ataksia karena neuropati Gangguan visus Gangguan serebelum Gangguan sirkulasi LCS Multiple sklerosis Malformasi Chiari Vertigo servikal

+/- 33% karena gangguan kardio vaskuler tekanan darah Aritmia kordis 3. Interna: +/- 33% karena gangguan kardio vaskuler tekanan darah Aritmia kordis Penyakit koroner Infeksi < glikemia Intoksikasi Obat: Nifedipin, Benzodiazepin, Xanax,

4. Psikiatrik > 50% kasus Klinik dan laboratorik : dbn Depresi Fobia Anxietas Psikosomatis 5. Fisiologik Lihat dari ketinggian

PATOFISIOLOGI VERTIGO Efektor Reseptor Pengelola data Mata Vestibuler Propioseptik Saraf Pusat Otot skelet Mata Leher Badan Anggota gerak

Central Nervous System Sign & Simptom Receptor Central Nervous System Sign & Simptom Cerebral cortex NAUSEA Dizziness Somnolence Headache Depression Performance- decrement Hypothalamus Retina Vestibular Cerebellum Pituitary Increased Secretion of ADH, ACTH, GH, PRL Motion stimuli Vestibular Apparatus Vestibular Nuclei Autonomic centres CTZ SWEATING PALLOR Decreased Gastric motility, Cardiovasculer & Inspiratory changes Somatosensory Receptors Vomiting centre VOMITING

NORMAL PROCESSING Sensory information = coordinated CENTRA Vestibular system Visus Propiocepsis Sensory information = coordinated CENTRA = known pattern Oculomotor centra Stabilization of visual field Muscles of the body Static and kinetic equilibrium

ABNORMAL PROCESSING Sensory information stimuli CENTRA Vestibular system Visus Propiocepsis Sensory information =abnormal =Excesive =Discordant information stimuli CENTRA = unknown patern NEUROVEG. CENTRA ALARM WARNING Oculomotor centra: NISTAGMUS Muscles : DEVIATION CORTEX BECOMES CONSCIOUS AFFECTIVE COMPONENT VERTIGO

Endolymph Displacement Head Acceleration Head angular Velocity Endolymph Displacement Cupular Angle Cilia Bending Receptor Cell Potential Synaptic Action Generator Potential Primay Afferent Action Potentials Ket: CNS: Central Nervous System VOR: Vestibulo Ocular Reflex CNS Perception Posture VOR

DIAGNOSIS VERTIGO ANAMNESIS (-) (-) (+) (-) (+) (-) (-) (+) SERANGAN AKUT LABIRINTITIS KRONIS BERULANG (-) TD. TELINGA TD. TELINGA (-) (+) (-) (+) N MA T. SEREB. PONTIN POSISI BERUBAH OTITIS MENIERE N.MA (-) EXHAUSTION NEUROSIS (-) (+) Co R A SCL Obat > Ventilasi Trauma Cervical Osteofit Cervical

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS: Kesadaran Nn. Craniales Motorik Sensorik serebelum

PEMERIKSAAN KHUSUS STIMULASI VERTIGO Heart rate + irama Palpase a. Carotis Auscultasi bising a. Carotis Romberg test Tandem gait STIMULASI VERTIGO Hipotensi ortostatik Manuver valsava Putar Kepala Nylen-Barany test Kalori test N. OPH N.OTOL

PARAMETER RESPON NORMAL MORFOLOGI RESPON Yang menarik adl gelombang IV dan V sering bercampur bersama menjadi apa yang disebut kompleks IV-V . Variant-variant komplek IV-V adl: Puncak tunggal tanpa pemisahan gel. IV dan V Pemisahan gelombang IV dan V dimana IV lebih pendek dari V Pemisahan gelombang IV dan V dimana IV lebih tinggi dari V Gelombang IV naik di atas gel V Gelombang V naik diatas gel IV Gelombang terpisah sama tinggi

DIFERENSIAL DIAGNOSIS Beda Vertigo Neurogenik, Otogenik atau Psikogenik Vertigo Otogenik Neurogenik I. VERTIGO 1. Tipe 2. Arah Sering ditemukan rotatory directional Horisontal, Rotatory Sering non Rotational Horisontal, Rotatory dan bentukan oscillopsia, scotoma II PEMERIKSAAN FISIK a. Perubahan Posisi Dipengaruhi perubahan posisi kepala/tubuh Dipengaruhi gerakan leher b. Gangguan gait Jarang/tidak ada Sering ada c. Gangguan fungsi otonom Selalu ada Tidak/jarang terjadi d. Keluhan lain Tinitus, tuli Gangguan kesadaran

III. PEMERIKSAAN NISTAGMUS a. Arah Indirectional Bidirectional b. Jenis Horisontal atau Horisontal Rotatory Rotatory vertikal, downbeat up beat c. Fiksasi mata menghambat Tidak menghambat d. Posisional nistagmus Sukar diulang, latensi lama Mudah diulang, singkat e. Eye tracking Sinusoid Saccadic/ ataxic f. Kalori Unilateral weakness Bilateral weakness IV. PEMERIKSAAN VESTIBULO SPINAL a. Rambert- test mata terbuka tertutup Normal Abnormal b. Writing test Deviasi abnormal Ataxic/ gelombang c. Ataksia Tidak ada Sering ada

d. Finger to finger test Normal Abnormal e. Past pointing test Abnormal kedua tangan Penyimpangan sisi Abnormal, sisi lesi Penyimpangan tak f. Stepping Penyimpangan sisi lesi Penyimpangan tak menentu g. Walking Mata tertutup ada penyimpangannya Mata terbuka / tertutup ada penyimpangannya

BEDA VERTIGO PSIKOGENIK DAN NEUROGENIK I. KELUHAN Lebih banyak merasa tubuh berputar Unstediness menonjol Drop attack banyak dikeluhkan Lingkungan sebagai pencetus Keluhan fisik lain menonjol lingkungan berputar Jarang II. PERJALANAN PENYAKIT Fluktuatif Bervariasi III. USIA Usia muda Lebih banyak orang tua IV. FISIK NEURALGIA Normal Abnormal V. NISTAGMUS Lebih lama Bersifat fisiologis Lebih cepat Bersifat patologis

PENGOBATAN Pengobatan vertigo neurogenik menyangkut: tindakan suportif, terapi simptomatik Terapi kausatif Tindakan operasi

Secara garis besar terapi dibagi dalam: Fase Akut Anti kolinergik Sulfas Atropin : 0,4 mg/im Scopolamin : 0,6 mg IV bisa diulang tiap 3 jam Simpatomimetika Epidame 1,5 mg IV bisa diulang tiap 30 menit Menghambat aktivitas nukleus vestibuler Golongan antihistamin Golongan ini, yang menghambat aktivitas nukleus vestibularis adalah : Diphenhidramin: 1,5 mg/im/oral bisa diulang tiap 2 jam Dimenhidrinat: 50-100 mg/ 6 jam Flunarizin

Terapi Kausalis Sedatif Phenobarbital: 15-30 mg/ 6 jam Diazepam: 5-10 mg Chlorpromazin (CPZ): 25 mg Terapi Kausalis Oklusi: Anti platelet agregasi Vasodilator Flunarizin Epilepsi: Phenitoin Carbamazepin Migren: Ergotamin

Terapi Operatif Tumor Spondilosis servicalis Impresi basiler

TERIMA KASIH