KONSEP (PENGERTIAN DAN PERKATAAN)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR-DASAR LOGIKA PEMIKIRAN KRITIS
Advertisements

Membangun Penalaran sebagai Basis Penulisan Ilmiah
BAHASA DAN KAIDAH BERPIKIR
Oleh: Dedy Djamaluddin Malik (Kuliah ke-3)
Pertemuan IV - MAKNA Logika– Dewiyani.
KOMPONEN SBD DAN INTERAKSI
FILSAFAT ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN
Pengenalan logika Pertemuan 1.
KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA
PENALARAN DAN DEFINISI Disusun oleh : YUNI DESITA ( )
[SAP 6] KEPUTUSAN, PROPOSISI DAN KALIMAT
SECARA ETIMOLOGIS  BHS. LATIN  BHS YUNANI LOGOS: PERKATAAN, AKAL
PENALARAN Pengertian Penalaran merupakan suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan dat atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.
BAB V TEMA, TOPIK DAN JUDUL.
Bahasa Hukum DEFINISI Ari Wibowo, SHI., SH., MH.
LOGIKA INFORMATIKA.
1.2. Logika Predikat Pada pembahasan pasal sebelumnya kita telah
Proposal Penyusunan perencanaan penelitian hukum perlu dijelaskan mengenai metode analisa yang akan diterapkan. Misalnya metode kualitatif atau metode.
LOGIKA.
PEMBAHASAN KATA Hartanto, S.I.P, M.A..
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
BERFIKIR KREATIF Pertemuan II.
BAHASA TATA TULIS ILMIAH
BAHAN 5 DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER I
Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia
Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia
BAHASA,KOMUNIKASI & ARGUMENTASI
Etika Dan Regulasi Maria Christina.
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
PEMBAGIAN & PENGGOLONGAN LOGIKA
Percakapan Informatif dan Persuasif
Topik IX : PROPOSISI 1. Pengertian
DASAR_DASAR LOGIKA / I BAHAN SATU DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER I
Bab 3 KONSEP.
LOGIKA ILMU MENALAR LOGIKA: ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat BERPIKIR: kegiatan akal untuk mengolah pengetahuan yang telah diterima melalui.
Silogisme Kategoris Dasar-Dasar Logika
Muhammmad Noor Hidayat
KLASIFIKASI DALAM LOGIKA
Ilmu Penalaran atau Logika
II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
V. Penalaran Langsung Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
PELAKSANAAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DALAM RELASI HUKUM DAN KEKUASAAN SERTA DALAM MENGHADAPI ISU-ISU GLOBAL Kelompok 10 Anesta Ebri Dewanty
Semua artis adalah seksi. Jupe adalah seksi.
Pengertian Klasifikasi
SALAH NALAR.
PEMBAGIAN & PENGGOLONGAN LOGIKA
III. DEFINISI Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
DEFINISI Bhs. Latin  definitio = pembatasan
DASAR_DASAR LOGIKA / I BAHAN SATU DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER I 2 SKS
Ilmu Penalaran atau Logika
Penalaran Tujuan bab ini adalah agar para maha-siswa dapat bernalar dengan baik dalam penyusunan karya ilmiah yang ditulis. Penalaran yaitu proses berpikir.
PEMBAGIAN (PENGGOLONGAN) DAN DEFINISI
DASAR-DASAR LOGIKA PEMIKIRAN KRITIS
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
KLASIFIKASI DALAM LOGIKA
BAHAN 5 DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER I
KALIMAT EFEKTIF.
MODUL VIII Proposisi Deskripsi
HUKUM PERJANJIAN KARYAWAN B KELOMPOK II RIANI GOBEL
PENGENALAN FILSAFAT A. Arti Filsafat a. Dari segi etimologi FALSAFAH
III. DEFINISI Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
LOGIKA LOGIKA PENALARAN Rifai Al Ghozali Oleh: Tri Sundari.
Pertemuan Ke-1 Ridwan, S.T,. M.Eng Ridwan, S.T, M.Eng.
Karina Jayanti,S.I.Kom.,M.Si
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN
DASAR_DASAR LOGIKA / I BAHAN SATU DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER I
Transcript presentasi:

KONSEP (PENGERTIAN DAN PERKATAAN)

Tiga langkah kegiatan akal budi itu adalah: Kegiatan berpikir manusia berlangsung di dalam akal budi atau intelek (the mind) manusia Tiga langkah kegiatan akal budi itu adalah: Kegiatan akal budi tingkat pertama (the first operation of the mind) yang dinamakan Aprehensi Sederhana (Simple Apprehension) yang menghasilkan terbentuknya Konsep. Kegiatan akal budi tingkat kedua (the second operation of the mind) yang dinama­kan Keputusan (Judgment, Oordeen yang menghasilkan Proposisi). Kegiatan akal budi tingkat ketiga (the third operation of the mind) yang dinamakan Penalaran (Reasoning, Redenering) yang menghasilkan Argumen atau Argumentasi.

Persoalan logika Apa yang dimaksud dengan pengertian (Konsep)? Apa yang dimaksud dengan putusan (proposisi)? Apa yang dimaksud dengan penyimpulan (inferensi)? Apa aturan untuk dapat menyimpulan secara lurus? Apa macam silogisme? Apa macam sesat pikir (fallacy)?

Berfikir dan bahasa Berpikir : “berbicara dengan diri sendiri di dalam batin” Bila orang berbicara dengan memakai kata-kata, maka orang berpikir dengan gunakan “konsep‘”/”pengertian Pemikiran dan bahasa berhubungan secara timbal balik. Berpikir dengan jelas dan tepat menuntut pemakaian kata-kata Yang tepat; sebaliknya pemakaian Kata-kata yang tepat sangat menolong kita untuk berpikir dengan 'lurus'. Bahasa adalah alat pemikiran yang membantu untuk memperoleh 'kecakapan berpikir dengan lurus’.

BAHASA Bahasa yang dipakai berkomunikasi pada hakikatnya adalah suatu sistem lambang bahasa mempunyai tiga fungsi pokok, yaitu: a) Fungsi ekspresif, yakni fungsi untuk menyatakan perasaan. Ucapan yang bersifat ekspresif ini tidak dapat dikualifikasi salah atau benar. b) Fungsi informatif, yakni fungsi untuk menyampaikan informasi. c) Fungsi direktif, yakni fungsi untuk memerintah.

1. Berpikir : “berbicara dengan diri sendiri di dalam batin” Bahasa yang dipakai berkomunikasi pada hakikatnya adalah suatu sistem lambang b

Gambar Unsur dan Asas Bernalar Pengertian lahirilah (Kata atau tanda) Keputusan (Kalimat, term, premis) Penyimpulan (Asas, hukum) Gambar Unsur dan Asas Bernalar

Pengertian - Kata - Term Orang tak dapat berbicara dengaun baik kalau tidak mempunyai kata-kata. Demikian pula orang tak dapat berpikir dengan tepat tanpa pengertian-pengertian. Maka pekerjaan budi yang pertama ialah mencoba mendapatkan pengertian itu

kata Kata adalah tanda lahir yang menunjukkan baik barang-barang (kenyataan) maupun pengertian pengertian kita tentang barang-barang (kenyataan itu). Kata adalah tanda lahir atau pernyataan dari pengertian. Kata tidak sama dengan pengertian

Term Utuk mengerti arti dari kata tertentu, salah satu hal yang perlu kita perhatikan ialah tempat dan fungsi kata itu di dalam suatu kalimat. Pemikiran kita tidak terdiri dari kata-kata atau pengertian-pengertian yang terlepas satu dari yang lain. Kata-kata tersebut dihubung-hubungkan menjadi kalimat-kalimat, sehingga membentuk sebuah arti. Term = bagian dari suatu kalimat yang berfungsi sebagai (S atau P)

Isi dan luas pengertian setiap pengertian atau kata mempunyai arti atau isi tertentu. Isi pengertian ; semua unsur yang termuat di dalam pengertian. Pengetahuan manusia dimulai dengan melihat atau mengalami barang-barang atau hal-hal yang konkret. Berdasarkan pengetahun keindraan maka akal-budi membentuk pengertian-pengertiannya. Pengertian-pengertian akal budi itu ternyata lebih luas atau lebih umum daripada barang-barang konkret yang kita lihat Luas Pengertian : Barang-barang atau lingkunean realitas yang ditunjuk dengan pengertian atau kata tertentu.

Hubungan antara Isi dan Luas Pengertian makin 'umum' suatu pengertian itu, makin sedikit isinya, makin luas lingkungannya. makin banyak isinya (makin mendekati kenyataan yang kongkret), makin sempit atau terbatas pula luasnya Dalam kaitannya dengan hukum Isi norma menentukan luas wilayah penerapannya

Untuk menunjukkan luas term, dalam logika dipakai istilah :: Singular = dengan tegas menunjukkan satu individu atau barang tertentu. Misalnya: nama diri, kata-kata dengan 'ter' atau'paling', barang yang ditunjuk dengan khusus seperti 'pohon' itu. Partikular = menunjukkan hanya sebagian dari seluruh luasnya (lebih dari satu, tetapi tidak semua bawahannya). Misalnya: beberapa, kebanyakan, ada yang, orang-orang, dan sebagainya. Universal = menunjukkan seluruh lingkungannya dan masing-masing bawahannya, tak ada yang dikecualikan. Misalnya: setiap orang, manusia adalah makhluk sosial, besi itu logam.

Pembagian Kata-kata menurut Artinya Univokal (sama bentuknya, sama artinya) ialah kata yang dapat dikatakan tentang barang banyak (bawahannya) dengan arti yang persis sama. Misalnya: Si A itu manusia, si B itu manusia. Di sini 'manusia' dipakai dalam arti yang sama. Misalnya: tiga ekor anjing dipotong ekomya. Di sini 'ekor' tidak dalam arti yang persis sama. Ekuivokal (sama bentuknya, lain artinya) ialah kata yang sama, tetapi artinya sama sekali berlainan. Analogis (sama bentuknya, sedangkan artinya ada kesamaan dan ada perbedaanya) ialah kata yang mempunyai arti yang tidak sama persis (ada perbedaan), tetapi juga tidak sama sekali berlainan (ada kesamaan).

Nilai-Rasa dan Kata-kata Emosional Bahasa bukanlah barang yang mati, melainkan sesuatu yang hidup, Ekspresi merupakan alat interkomunikasi antarmanusia yang hidup bersama dalam masyarakat. Kata kata tidak hanya menunjukkan kenyataan/fakta-fakta barang-barang yang objektif saja, tetapi dapat juga menyatakan sikap dan atau perasaan kita terhadap kenyataan objektif itu. Kata mempunyai nilai-nilai tertentu.

klasifikasi penggolangan atau klasifikasi ialah pekerjaan budi kita untuk menganalisis, membagi-bagi, menggolong­golongkan, dan menyusun pengertian-pengertian dan barang-barang menurut kesamaan dan perbedaannya. Penggolongan itu penting sekali dalam proses pemikiran dan ilmu pengetahuan. Karena untuk mengupas suatu persoalan, kita harus dapat menangkap bagian-bagiannya serta menguraikan unsur-unsumva.

Contoh penggolongan di bidang hukum Penduduk hindia belanda : Bumi putera : Timur asing Eropa Pencurian Pencurian biasa Pencurian dengan kekerasan Pencurian dengan pemberatan

Aturan Pernggolongan Penggolongan harus lengkap  Penggolongan harus sungguh-sungguh memisahkan Penggolongan harus menurut dasar atau garis yang sama Penggolongan harus cocok untuk tujuan yang hendak dicapai

Definisi salah satu cara untuk menjelaskan konsep adalah dengan definisi yang dapat dibedakan dalam definisi nominal dan definisi riil. Definisi nominal terdiri atas tiga macam yaitu definisi leksikal, definisi presisi dan definisi stipulatif. Definisi presisi mengandung unsur leksikal dan stipulatif. Detinisi presisi beranjak dari konsep yang sudah lazim dalam bahasa sehari-hari (leksikal) sekaligus memberkan penegasan unsur-unsur baru yang sifatnya untuk memberikan makna khusus yang baru. Definisi stipulatif dapat berupa pengembangan terminologi baru atau memberikan pengertian baru terhadap term atau istilah yang sudah ada.

Jenis DEFINISI Definisi nominal ... Penjelasan sebuah konsep berdasarkan asal usul arti kata (dicari dlm kamus) ex. Sosiologi “socius” teman, “logos”ilmu.....berarti ilmu pertemanan Definisi real .... Penjelasan sebuah konsep dengan cara menyebutkan unsur-unsur pokok atau ciri-ciri utama konsep tersebut. bentuk –bentuk dari definisi real, yaitu: a. Definisi hakiki, .. Dalam perumusannya menyebutkan genus proximum (klas terdekat dan pembeda spesifik, ex manusia adalah mamalia yang memiliki akal. b. Definisi gambaran, .. Dalam perumusannya menyebutkan semua ciri konsep yang dimaksud,ex manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. c. Definisi sebab akibat,.. Menggunakan hubungan sebab akibat untuk menjelaskan suatu konsep. Ex. Wanprestasi adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kesepakatan karena tidak terlaksananya hak dan kewajiban. d. Definisi tujuan,.. Menggunakan maksud dan tujuan atau martabat dari sebuah konsep, ex komputer adalah teknologi/peralatan canggih elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah data atau informasi.

Alasan untuk mengintrodusir istilah baru Convenience, yaitu satu istilah sudah cukup menggantikan satu uraian misalnya wanprestasi sudah cukup menggantikan rumusan ingkar janji. Secrecy ekspresi hanya dapat dipahami oleh pemberi pesan dan penerima pesan, misalnya pakar Hukum administrasi akan lebih memahami perbedaan antara penyalahgunaan wewenang dengan sewenang-wenang. Economy yaitu menghemat dengan menggantikan suatu uraian cukup dengan satu term atau istilah.

Definisi harus tunduk pada aturan : Definis harus singkat Antara definisi dengan definiendum sifatnya convertible, misalnya beschikking adalah besluit yang sifatnya individual - besluit yang sifal individual adalah beschikking. Definisi tidak boleh negatif. Misalnya kambing adalah hewan berkaki empat adalah bukan tikus. Definisi tidak boleh menggunakan kata kiasan atau kata yg mengandung arti ganda /bias. Ex hamster adalah tikus yang lucu (lucu bermakana bias)