Mobil Hijau SIKIB Wilayah Kab. Kulon Progo

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRATEGI POKOK Kebijakan Fiskal Kebijakan Perbankan/Keuangan
Advertisements

SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA
SOSIALISASI PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA PROGRAM PENINGKATAN DIVERSIFIKASI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT TA DISPERTA KAB. SUMENEP.
Disampaikan dalam Sosialisasi Kegiatan BPTP Bengkulu 210 Oktober 2011
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Dalam Negeri
Drs. Pranoto, MSc LPPM UNS
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) ACEH
Rumah Hijau 1.
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
Mengapa KAT harus diberdayakan ?
MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Pelatihan Pemetaan Swadaya PNPM – P2KP
PENGELOLAAN SAMPAH (KEBERSIHAN) DAN RTH
ANALISIS PADA INTEGRASI PERTIMBANGAN LINGKUNGAN
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI
Setiawargi Menata Diri
PEMBANGUNAN AGRIBISNIS
Seminar Proker KKM 2015 Kelompok XX.
KRETERIA PENILAIAN PESANTREN BERSERI
MEMBANGUN DATA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG BERPIHAK KEPADA MASYARAKAT MISKIN MELALUI FORUM DATA INDIKATOR MDGs KABUPATEN GRESIK PAPARAN KEPALA BAPPEDA.
MAKALAH PRAKTIKUM MATA KULIAH PENYULUHAN
HASIL STUDI EHRA ( Environmental Health Risk Asessment ) KAB
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara
PEMBENTUKAN POSDAYA LPM UNIVERSITAS JEMBER Disampaikan pada
BUMDESA sebagai KEKUATAN BARU EKONOMI DI DESA
SOSIALISASI DANA DESA dengan Materi: “PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2015”
PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS
TUJUAN DAN EKSES PEMBANGUNAN EKONOMI
SDSB (Satu Desa Satu BUMDes) “One Stop Solution to Zero Waste”
DASAR-DASAR PENGELOLAAN SAMPAH
Pembinaan Peran Serta Masyarakat
PELIBATAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM PERTANIAN
PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN PROGRAM KULIAH KERJA
Materi Rakor Program Kerja KPMD Tahun Anggaran 2016
BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI KEPULAUAN RIAU
PEREKONOMIAN INDONESIA
SWASEMBADA SWAKARYA SWADAYA (Bulak Baru 2016)
Oleh SUJOKO,S.Sos.,M.Si. Kepala BPMPKB Kabupaten Gunungkidul
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
TATA CARA PENGISIAN MATRIK RPJM-DESA.-
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN
Manajemen Pengelolaan Sampah Mandiri berbasis Ekonomi Kerakyatan
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Hidup Di Kelurahan Bambankerep RW 04 Kecamatan Ngaliyan Semarang Kelompok, Muhammad Baihaqi ( ) Hidayatun.
KOMUNITAS PEMBERDAYAAN EKONOMI UNTUK PEREMPUAN (KomPEP - FE Unpas) FE - Universitas Pasundan (The Community of Economic Empowerment for Women)
INSTRUKSI PRESIDEN RI NO 3 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM PEMBANGUNAN YANG BERKEADILAN Pelaksanaan program-program pembangunan yang berkeadilan yang termuat.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
KASI GIZI, PROMOSI DAN PM DINAS KESEHATAN KABUPATEN PRINGSEWU
PENDAHULUAN PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN PERTANIAN
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI
Pengelolaan Sampah Mandiri Melalui Bank Sampah
Action plan Produk PLP-BK Pemetaan Swadaya Gambaran Umum wilayah Penggalian visi & misi Rencana Pengembangan.
STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )
STIEPAR YAPARI AKTRIPA BANDUNG
PEMBANGUNAN & PERUBAHAN SOSIAL
KELOMPOK WANITA TANI NUSA INDAH DESA CILAMPENI KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN.
Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Masyarakat Peduli, Tanggap serta Mampu untuk Hidup Bersih dan Sehat Disampaikan pada: Orientasi Kader Pemberdayaan.
DINAS KEHUTANAN PROV. SULAWESI SELATAN. “MEWUJUDKAN HUTAN LESTARI, PERKEBUNAN PRODUKTIF MASYARAKAT SEJAHTERA MANDIRI ”
Lingkungan yang Bersih
DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM
Pembinaan Peran Serta Masyarakat
STRATEGI MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK
PERAN DISPERINDAGKOP-UKM DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA DISPERINDAGKOP-UKM KABUPATEN BANJARNEGARA.
PENINGKATAN KETERLIBATAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM OLEH KELOMPOK : 1.DEKA VANDRAYADI NPM EKA YULYANI NPM MUID NPM.
STBM (SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT). MDGs 2015 RPJMN SDGs – 0 – % Akses Air Minum 0% Kawasan Kumuh 100% Akses Sanitasi.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
MUSRENBANG Perubahan RPJMD Tahun
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
Upaya akselerasi pencapaiaN SDGs. SDGs ( Sustainable Development Goals ) sebuah dokumen yang akan menjadi sebuah acuan dalam kerangka pembangunan dan.
Transcript presentasi:

Mobil Hijau SIKIB Wilayah Kab. Kulon Progo Kampung Hijau Mobil Hijau SIKIB Wilayah Kab. Kulon Progo

Pengertian Kampung Hijau Kampung atau desa yang menerapkan asas pelestarian fungsi lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, baik pelestarian fungsi pada komponen lingkungan (biotik, abiotik maupun komponen sosial ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat). Kampung Hijau merupakan salah satu solusi untuk mempercepat MDGs sekaligus menyelesaikan potensi masalah di lingkungan pedesaan.

Latar Belakang Indonesia sebagai negera miskin mempunyai permasalahan (dari 7 masalah kemanusiaan di dunia) : Rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari penghasilan perkapita. Rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kurangnya menyatunya pola pemanfaatan sumber daya alam dengan konservasi sumber daya lingkungan.

MDG’s Milenium Development Goals merupakan bentuk pencapaian pelaksanaan pembangunan dengan beberapa target yang disesuaikan dengan tingkatan perkembangan suatu negara dan diarahkan pada pembangunan wilayah pedesaan. Solidaritas Istri Mentri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) melalui Program Indonesia Sejahtera : Pencapaian MDGs dipengaruhi oleh masalah lingkungan hidup. Lingkungan akan terkait erat dengan upaya penanggulangan kemiskinan, akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak & perempuan serta kesetaraan gender.

Pengentasan kemiskinan dan permasalah kerawanan pangan. Peningkatan taraf pendidikan dan pemberian pendidikan kepada setiap warga. Persamaan gender dalam hak dan kewajiban secara adil. Penurunan angka kematian anak. Peningkatan kualitas kesehatan ibu, khususnya ibu hamil untuk menekan angka kematian persalinan.

Memerangi wabah dan penyakit yang menjadi endemi di masyarakat terutama HIV dan malaria. Peningkatan pelestarian lingkungan melalui prinsip pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja sama internasional untuk percepatan pembangunan.

Pembangunan Kampung Hijau Pemerintah pusat dan daerah merumuskan strategi pembangunan pedesaan, dalam bentuk Pedoman Kampung Hijau. Aspek kampung hijau terbagi menjadi empat yaitu : Aspek Lokasi, Aspek Manajemen, Aspek Tata kehidupan masyarakat, Aspek Budaya.

Aspek lokasi : Aset Desa (ruang publik, pasar, perpustakaan desa, lahan konservasi, saluran irigasi dan tanah bengkok atau plungguh). Jalan Desa. Saluran air Hujan (drainase desa). Tempat Ibadah. Sarana Pendidikan. Sungai. Balai Desa. Mata Air. Tempat Pembuangan Sampah Sementara. Embung atau tendon air. Hutan atau kebun desa. Unit Usaha Pengelolaan Sampah. Makam. Ruang Terbuka Hijau. Unit Usaha Desa.

Pokok-Pokok Penyelenggaraan Kampung Hijau (Manajemen) Adanya rencana kegiatan atau program yang telah disusun oleh pemerintah desa. Adanya bentuk dan mekanisme partisipasi masyarakat desa dalam penentuan rencana dan pelaksanaan kegiatan. Adanya penanganan kebersihan lingkungan desa. Adanya penanganan konservasi sumber daya alam. Sarana dan prasarana perekonomian desa. Pengelolaan fasilitas publik. Penanganan budaya atau tradisi.

Wanita dan Rumah Tangga sebagai Faktor Kunci MDGs Adanya peran vital perempuan di lingkup primordial masyarakat yaitu setiap unit rumah tangga maka kita dapat membuat meta plan menuju lingkungan yang berperspektif gender. Pemerintah desa dituntut memaksimalkan fungsi kelompok pemberdayaan wanita seperti PKK, KWT, kelompok dasawisma, kelompok keagamaan dan karang taruna. Kelompok tersebut kiranya menjadi basis pertukaran informasi sehingga perempuan di wilayah pedesaan ini selalu terisi dan siap dengan materi yang up to date ketika berada di dalam rumahnya.

Aplikasi yang sederhana yang dapat dilakukan dari tiap rumah hingga ke lingkup dasawisma, RT dan RW hingga lingkup komplek desa : Pengadaaan dan penerapan pilah sampah di setiap rumah. Penyediaan tampungan sampah terpisah di fasilitas umum dan pinggir jalan desa. Adanya unit bank sampah dan unit pengolah sampah baik organik maupun anorganik, Memasyarakatkan sumur resapan air hujan dan lubang bio-pori. Pembuatan green corridor atau pergola. Memasyarakatkan vertikultur dan persemaian skala rumah tangga dan praktek pertanian organik.

Pertanian : Penyuluhan atau pelatihan pertanian organik. Penerapan persemaian hortikultura dengan skala rumah tangga melalui pembinaan KWT. Praktek pertanian organik dan prinsip budidaya dengan vertikultur di rumah tangga merupakan pelengkap materi dan praktek yang berbasis Go Green (materi pola hidup ramah lingkungan). Seorang ibu rumah tangga diharapkan menjadi lebih jeli dan mampu mengatur dan menentukan jenis pangan yang layak (bergizi, beragam dan aman) untuk keluarganya. Praktek holtikultura juga akan akan menciptakan penghematan anggaran belanja, menjadi sumber ekonomi alternatif keluarga.

Pengelolaan Sampah : Ibu rumah tangga dalam kelompok dasawisma setelah mengikuti penyuluhan pengelolaan sampah mandiri akan membuat tempat sampah komunal untuk beberapa rumah. Langkah ini sebelumnya didahului dengan pola pilah sampah di rumah tangga masing-masing. Strategi pilah sampah dan TPS tersistematik ini dapat menjadi awalan model pengelolaan sampah mandiri dalam bentuk bank sampah dan unit pengolahan sampah dengan basis daur ulang. Manfaat yang muncul adalah peningkatan kebersihan dan kesehatan setiap rumah dan lingkungan dengan skala yang dapat disesuaikan. Adanya pola pengelolaan sampah mandiri dengan basis daur ulang juga membuka peluang peningkatan kemampuan usaha ketrampilan skala rumah tangga yang berpotensi peningkatan pendapatan keluarga.