KELAS KATA Pertemuan 3 Matakuliah : O0054/Bahasa Indonesia

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROSES MENJADI WARGA YANG BAIK
Advertisements

BAHASA INDONESIA KITA Pertemuan 01
KALIMAT.
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
A. KATEGORI/KELAS KATA Nomina (Kata Benda)
JENIS KALIMAT.
KALIMAT DASAR: CIRI SUBJEK, PREDIKAT, OBJEK, PELENGKAP, KETERANGAN
SINTAKSIS Pengertian Sintaksis merupakan salah satu cabang linguistik. Istilah sintaksis diambil dari bahasa Belanda syntaxis. Dalam bahasa Inggris.
Sintaksis Dewi Puspitasari.
FRASA dan KLAUSA Maulfi Syaiful Rizal FIB UB.
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
BENTUK DAN MAKNA.
SINTAKSIS.
KATA, FRASA, KALIMAT.
BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama.
Oleh: Septia Sugiarsih
UNSUR-UNSUR KALIMAT (Objek, Pelengkap, Keterangan) Pertemuan 04
Dirman, mpd morfologi.
Pertemuan II KELAS KATA DAN FRASE
Unsur-unsur Kebahasaan
UNSUR KALIMAT (SUBYEK) Pertemuan 5 Matakuliah: O0054/Bahasa Indonesia Tahun: 2007.
Sintaksis Syntax = sintaksis Suntassein sun : dengan atau bersama
KALIMAT Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep dan perasaan (Moeliono, 1999:434). Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang dapat.
Pertemuan IV UNSUR-UNSUR KALIMAT (Obyek-Pelengkap-Keterangan)
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)
Menyunting Naskah (02) Pertemuan 18
Nama : Selamet Wijayanti
KALIMAT Disampaikan pada Mata Kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.
Sintaksis Dewi Puspitasari.
Oleh Nori Purwanasari, M.Hum.
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Memahami Penggunaan Kata Dalam Bahasa Lisan ataupun Tulisan
KALIMAT Pertemuan Ke-5.
KELAS KATA MENURUT HARIMURTI KRIDALAKSANA
disusun oleh Agustinus Suyoto Guru Bahasa dan Sastra Indonesia
Bab 8 Komplemen Arah I# 第八讲 趋向补语
KELAS KATA DAN FRASA Pertemuan 02
KALIMAT PROGRAM STUDI BUDIDAYAPERKEBUNAN KELAPA SAWIT
UNSUR KALIMAT (KETERANGAN DAN PELENGKAP) Pertemuan 8
TUGAS SOFTSKILL PENJELASAN KALIMAT
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS
KLAUSA.
BAHAN AJAR KELAS VI SEMESTER GANJIL
KELAS STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN
1. Subjek atau subyek (S) adalah pokok kalimat yang dijelaskan oleh fungsi lain. Pengertian lainnya subjek adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan.
KELAS FRASA Pertemuan 4 Matakuliah : O0054/Bahasa Indonesia
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
Penggunaan afiks ke-an
Kata Depan Preposisi.
SINTAKSIS (1) PERTEMUAN KE-8 Khusnul Fatonah, M.Pd. PGSD.
Oleh : Komarudin Fakultas : Pertanian
Nura Amelia Herlin Yoni
ASSALAMUALAIKUM WR.WB..
KALIMAT EFEKTIF Pertemuan 9
Matakuliah : O0054/Bahasa Indonesia
HAKIKAT FRASA, PEMBAGIAN FRASA DAN HAKIKAT KLAUSA
Menulis Paragraf Pertemuan 14
TEKS CERITA SEJARAH “Selamat Jalan Bapak Perdamaian”
-- KHUSNUL FATONAH, M.PD. --
BAHASA JURNALISTIK Dr. Made Pramono, M.Hum..
Struktur kalimat Oleh ; laras intan sukma katma. Pelengkap (Pel.) Pelengkap merupakan unsur kalimat yang dapat bersifat wajib ada karena melengkapi makna.
Kalimat Berobjek dan Kalimat Berpelengkap
KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
KALIMAT Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukan bagian ujaran itu sudah lengkap.
Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni
Kosakata Siswa Kelas Rendah Berdasarkan Aspek Jenis Kata 48%
KELOMPOK 8 TATA KALIMAT BAHASA. TATA KALIMAT / SINTAKSIS Sintaksis adalah Pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan satuan yang.
Transcript presentasi:

KELAS KATA Pertemuan 3 Matakuliah : O0054/Bahasa Indonesia Tahun : 2007 KELAS KATA Pertemuan 3

Setelah menyelesaikan bagian ini, mahasiswa akan dapat Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan bagian ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan kelas kata Menerapkan penggunaannya dalam kalimat secara tepat Bina Nusantara

Pengantar Kelas kata menjadi bagian penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Memahami bahasa Indonesia dengan utuh, mau tidak mau orang perlu mengetahui lebih dalam kelas kata. Bina Nusantara

Kelas Kata Banyak orang berpendapat Plato dan Aristoteles meletakkan dasar-dasar pemahaman kelas kata. Dalam perkembangnnya kita kenal saat ini: verba, ajektiva, nomina, preposisi, konjungsi, adverbia, numeralia, interjeksi, interogativa, demonstrativa. Bina Nusantara

Verba Cirinya: Disertai Kata tidak Tdk bisa diawali kata dpan, atau partikel sangat Coontoh: makan, terpeleset, ada, berperang, menjadi, bertanam, bercukur, Bina Nusantara

Ajektiva (Kata Sifat) : Cirinya : bergabung dgn partikel tidak mendampingi nomina didampingi partikel (lebih, sangat, agak) punya ciri morfologis (-er, if, is) dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke-an (keadilan) contoh : deras cacat abadi menyenangkan (deverbalisasi) berguna (denominalisasi) berkurang (deadverbialisasi) manunggal (denumearalisasi Bina Nusantara

Nomina (Kata Benda) : Ciri : Contoh : secara sintak tidak mempunyai potensi bergabng dengan partikel tidak mempunyai potensi untuk didahului oleh partikel dari Contoh : Batu keuangan perjalanan Savitri Tono Indonesia DPR asinan meja Bina Nusantara

Pronomina (Kata Ganti) Ciri : berfungsi untuk menggantikan nomina Contoh aku, engkau, mereka Bina Nusantara

Numeralia (Kata Bilangan) Ciri : dapat mendampingi nomina mempunyai potensi mendamping numeralia yang lain tidak dapat bergabung dengan partikel Contoh: Lima sepuluh sejuta Bina Nusantara

Adverbia (Kata Keterangan) Ciri : dapat mendampngi ajektiva, numeralia, atau preposisi Contoh : Agak bisa jangan-jangan mula-mula harusnya Mau tak mau acap kali Bina Nusantara

Interogativa (Kata Tanya) Ciri : berfungsi menggantikan sesuati yang ingin diketahui pembicara atau mengukuhkan apa yang telah diketahui pembicara Contoh : Apa mengapa kapan di mana bagaimana berapa Bina Nusantara

Demonstrativa (Kata Tunjuk) Ciri : - berfungsi menunjukkan sesuatu di dalam atau di luar wacana Contoh : Itu, begitu, demikian, sebagai berikut, sini, Bina Nusantara

Artikula (Kata Sandang) Ciri : yang mendampingi nomina dasar (si Kancil), nomina deverbal (si terdakwa), pronomina (sang aku), verba pasif (kaum tertindas) Contoh : si, sang, sri, hang, kaum, umat Bina Nusantara

Preposisi (Kata Depan) Ciri: Kategori yang terletak di depan kategori lain terutama nomina Contoh: Di, ke, dari , dalam, menuju, akan, Bina Nusantara

Preposisi (Kata Depan) Perhatikan kata ‘dalam’ berikut ini: Ia tinggal di dalam (nomina) Ia tinggal di dalam rumah (nomina) Ia tinggal dalam rumah (preposisi) Bina Nusantara

Preposisi (Kata Depan) Perhatikan kata ‘dalam’ berikut ini: Ia tinggal di dalam (nomina) Ia tinggal di dalam rumah (nomina) Ia tinggal dalam rumah (preposisi) Bina Nusantara

Konjungsi (Kata Sambung) Ciri : berfungsi untk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hiptaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi. Contoh : Karena, sehingga, maka, tetapi, sementara, sembari, Bina Nusantara

Interjeksi (Kata Seru) Ciri : bertugas mengungkapkan perasaan si pembicara : Contoh : Aduh, aduhai, Bina Nusantara

Kategori Fatis Ciri : bertugas memulai, mengukuhkan, mempertahankan komunikasi Contoh : ah masa, iya deh, minta dong, halo, mangga kek...jeruk kek, lho kok Bina Nusantara

Pertindihan Kelas Kata “mati” dalam satu kalimat bisa termasuk kelas kata benda, namun dalam kalimat lain bisa dikategorikan kelas kata kerja. Ayam Mang Diman kemarin mati. (verba intransitif) Mati bukan akhir segalanya. (nomina) Itu harga mati. (verba intransitif Bina Nusantara