Paparan di Hotel Le Meridien, Jakarta, 15 Agustus 2013

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
Advertisements

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan RI
PEDOMAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) INDUSTRI MAKANAN, HASIL LAUT DAN PERIKANAN Direktorat Jenderal Industri Agro.
Disampaikan Oleh : Dirjen Penataan Ruang
Berkelas.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN MERCURY (Hg) DALAM USAHA PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN EMAS (Sebuah Review dan Opsi Kebijakan) Tata Urut Presentasi Latar belakang.
BAB V LEMBAGA PEMERINTAHAN DAERAH
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
Tantangan Pertambangan Indonesia
Apa yang dimaksud dengan AMDAL?
JAMINAN REKLAMASI Kep. Dirjen Pertambangan Umum No. 336
PERATURAN TENTANG REKLAMASI TAMBANG
Pengertian, Asas-asas, dan Hubungan Hukum Pertambangan
SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI
PENGELOLAAN USAHA PERTAMBANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAS
PERATURAN PERUNDANGAN & KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR
STRUKTUR PEMERINTAHAN DAERAH
DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP DAN IZIN LINGKUNGAN
PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
IZIN LINGKUNGAN HIDUP PP 27 Tahun 2012.
IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT
Struktur Penyelenggara Pemerintahan Daerah : Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
PENERTIBAN TANAH TERLANTAR
Kewenangan Pengelolaan
UU No. 23 TAHUN 2014 IMPLIKASINYA TERHADAP SDM KESEHATAN
Dasar Hukum Keselamatan & Kesehatan Kerja
PENERTIBAN TANAH TERLANTAR
LATAR BELAKANG PP TENTANG KAWASAN INDUSTRI
STRATA BANGUNAN BERTINGKAT
UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN
Dasar Hukum: UU 38/2004 tentang Jalan
Legalitas Usaha.
Dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 telah ditentukan menjadi 3 bidang usaha: 1. Bidang Usaha Terbuka 2. Bidang Usaha Tertutup 3. Bidang.
REKLAMASI TAMBANG.
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL
Hutan Desa (HD).
Pengenalan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
HAK DAN KEWAJIBAN.
Wilayah Pertambangan.
PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT
OTONOMI BIDANG PERTANAHAN
Oleh : Rahilla Apria Fatma, S.Kom., MT.
PEMBERIAN PERSETUJUAN PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH DI DKI JAKARTA
MANAJEMEN SAMPAH DAN SANKSI
KONVERSI KP MENJADI IUP, DAN PELELANGAN UNTUK WIUP Dhoni Yusra, SH, MH
USAHA JASA PERTAMBANGAN
PENGELOLAAN USAHA PERTAMBANGAN DI DAERAH
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL MODUL 4 DAMPAKKEGIATANDAMPAK PEMBANGUNAN SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA BIOFISIK KENAIKAN KESEJAHTERAAN BIOFISIK PRIMER.
PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
HEZRON PARDOMUAN DOLOK SARIBU
Draft Guidelines Masterplan Pengelolaan Hutan dan Area Terbuka Hijau
Pengertian, Asas-asas, dan Hubungan Hukum Pertambangan
K3 INFORMAL PEKERJA PENAMBANG PASIR
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL
PERATURAN TENTANG REKLAMASI TAMBANG
Nixon Rammang. Undang – undang No 5 Tahun 1967 Tentang Ketentuan Pokok Kehutanan diganti dengan Undang-Undang 41 Tahun 1999 Pengelolaan hutan oleh dan.
PERSPEKTIF PERANGKAT DAERAH BERDASARKAN PP 18 TAHUN 2016
PERTEMUAN TAHUNAN PENGELOLAAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
PENGANTAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN SPAM
KEBERHASILAN PELAKSANAAN REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG
DASAR HUKUM REKLAMASI RAWA
Diskusi Draft Permen Pengganti Kepmen 1211k/1995
KEBIJAKAN PENGATURAN PENGELOLAAN SDA
TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA AIR
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
Oleh : Dija Hedistira (E ) Rismawan Yuda (E )
Transcript presentasi:

Paparan di Hotel Le Meridien, Jakarta, 15 Agustus 2013 KONSEP TAMBANG RAKYAT DI Indonesia berdasarkan undang-undang nO. 4 tahun 2009 dan permasalahannya Paparan di Hotel Le Meridien, Jakarta, 15 Agustus 2013

Outline Paparan Jenis dan Metode Penambangan Karakteristik Pertambangan Rakyat Konsep Good Mining Praktice GMP) Penerapan GMP pada Pertambangan Rakyat Penutup/Diskusi.

Jenis dan Metode Penambangan Tambang Terbuka, adalah seluruh proses kegiatan pertambangan yang dilakukan dipermukaan bumi dengan menggunakan rekayasa teknologi; diantaranya; Open pit, Open cut, Back filing, termasuk tambang lepas pantai dengan metode kapal keruk. Tambang Underground adalah seluruh proses kegiatan pertambangan dilakukan dengan rekayasa teknologi dan dilakukan d dalam permukaan bumi, seperti: longwall metode, room and pilar. Tambang rakyat adalah proses penambangan yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan alat yang ada disekitar lokasi penambangan.

WPR Karakteristik Pertambangan Rakyat Keberadaan Pertambangan Rakyat, merupakan upaya nyata pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat penambang tradisional dan/atau menggunakan peralatan sederhana, (UU No. 4 Tahun 2009). WPR PP.23/2010 Penetapan WPR dilakukan oleh Bupati/Walikota setelah berkoordinasi dengan DPRD Tempat kegiatan tambang rakyat yang sudah dikerjakan diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR Sebagai wadah kegiatan tambang rakyat Tidak Ada Ruang Bagi Penambang Tanpa Izin (PETI)

Keriteria Menetapkan WPR (PP.23/2010) Mempunyai cadangan mineral sekunder yang terdapat di sungai dan/atau di antara tepi dan tepi sungai Mempunyai cadangan primer logam atau batubara dengan kedalaman maksimal 25 meter Endapan teras, dataran banjir, dan endapan sungai purba Luas maksimal WPR adalah 25 hektar Menyebut-kan jenis komoditas yang akan ditambang dan/atau diolah Merupakan wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang sudah dikerjakan sekurang-kurangnya 15 tahun Tidak Tumpang Tindih dengan WUP, WPN,WUPK

Potret Pertambangan Rakyat Indonesia Sebagai alternatif kegiatan atau pilihan usaha informal. Merupakan lapangan kerja yang dalam waktu singkat mampu menghasilkan cash money. Status usaha banyak yang ilegal, berkaitan dengan PETI Kelompok/komunitas tersendiri, mobilitas tinggi, berdampak terhadap lingkungan sekitar. In-efisien dalam hal sumberdaya, teknologi, SDM, modal dan hasil rendah, kesejahteraan tidak meningkat, ancaman limbah dan kerusakan lingkungan. Potensi komflik dengan stakeholder lain.

Hak dan Kewajiban Pemegang IPR Hak Pemegang IPR: Mendapatkan pembinaan dan pengawasan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, teknis pertambangan, dan manajemen dari instansi terkaitk dan/atau Pemda. Jika diperlukan dapat mendapat bantuan modal. Kewajiban Pemegang IPR: Melakukan kegiatan penambangan paling lambat tiga 3 bulan setelah IPR diterbitkan. Mematuhi peraturan Perundang-Undangan dibidang K3 pertambangan, pengolahan lingkungan, dan memenuhi standar yang berlaku Mengelola lingkungan hidup bersma Pemda. Membayar iuran tetap dan iuran produksi Menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan rakyat secara berkala kepada pemberi IPR.

Pembinaan dan Pengawasan Oleh Pemda Yang Termuat dalam UU no. 4 Tahun 2009 Bidang pengusahaan, teknologi pertambangan, serta pemodalan dan pemasaran dalam usaha meningkatkan kemampuan usaha pertambangan rakyat. Pengamanan teknis meliputi: a. keselamatan dan kesehatan kerja b. pengelolaan lingkungan hidup c. pasca tambang Pembinaan dan pengawasan oleh Inspektur Tambang selaku penanggung jawab pelaksanaan pengamanan teknis. Bantuan modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mencatat hasil produksi dari seluruh kegiatan usaha pertambangan rakyat dan melaporkannya secara berkala kepada Menteri dan gubernur setempat.

Perbedaan Pertambangan Rakyat Versus Usaha Pertambangan Memiliki peraturan teknis tersendiri, tanpa memperhitung-kan kepentingan finansial Upaya pemerintah memfasilitasi masyarakat dalam melakukan penambangan yang menggunakan peralatan tradisional dan sederhana Dilakukan pada wilayah pertambangan rakyat (WPR) yang telah ditetapkan. Memperhitungkan untung rugi (komersil) sehingga pengaturannya mengikuti kebijakan umum yang berlaku dalam usaha pertambangan Dilakukan sesuai dengan metode yang baku dan dituntut mengikuti perkembangan teknologi agar efisien. Dilakukan pada wilayah usaha pertambangan (WUP) yang telah ditetapkan. Vs

Konsep Good Mining Practice Pengertian Good Mining Practice dan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan Good Mining Practice, adalah seluruh proses yang dilalui dari awal sampai akhir harus dilakukan dengan baik dengan mengikuti standar yang telah ditetapkan, mengikuti norma dan peraturan yang berlaku sehingga dapat mencapai tujuan pertambangan dengan efisien. Salah satu bagian penting dari tujuan pertambangan adalah pembangunan berkelanjutan (Sustainable development). Artinya dalam setiap pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya mineral dan batubara harus berkesinambungan dan/atau tergantikan dengan kegiatan ekonomi lainnya setelah pasca tambang.

Pengelolaan Teknis Pertambangan Antara lain: Penggunaan metode eksplorasi yang sesuai untuk setiap endapan Menggunakan desain lokal yang semi mekanikal Peralatan pengangkutan yang memadai Pengolahan secara fisik: konsentrasi, pengkayaan kadar Amalgamasi

Pengamanan Teknis Meliputi: keselamatan dan kesehatan kerja pengelolaan lingkungan hidup pasca tambang

Prinsip Pengelolaan K3 Pertambangan a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Prinsip Pengelolaan K3 Pertambangan Setiap pekerja harus terlindung dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja Setiap kecelakaan dan penyakit akibat kerja ada penyebabnya Penyebab kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dan harus dihilangkan/dicegah Setiap pekerjaan pasti dapat dilakukan dengan aman dan selamat

Elemen Pengawasan K3 Antara lain: KEPALA PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG ( KAPIT ) PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG/INSPEKTUR TAMBANG ( I T ) KEPALA TEKNIK TAMBANG (KTT) PENGAWAS TEKNIS DAN PENGAWAS OPERATIONAL ORGANISASI K3 LAPORAN K3

b. Pengelolaan lingkungan hidup PROGRAM LINGKUNGAN Antara lain: Pengolahan air/tailing di kolam pengendap Penggunaan retort pada proses amalgamasi Menjaga kestabilan dinding tambang. Membatasi laju pembukaan lahan; Membatasi kedalaman penggalian dan tinggi timbunan; Mengisi kembali (backfilling) kolong penambangan yang telah ditinggalkan.

c. Reklamasi dan Pascatambang bagi pemegang IPR RPP: Reklamasi dan Pascatambang c. Reklamasi dan Pascatambang bagi pemegang IPR Pemerintah kabupaten/kota sebelum menerbitkan IPR pada wilayah pertambangan rakyat, wajib menyusun rencana reklamasi dan rencana pascatambang untuk setiap wilayah pertambangan rakyat. Rencana reklamasi disusun berdasarkan dokumen pengelolaan lingkungan yang telah disetujui. Bupati/walikota menetapkan rencana reklamasi dan rencana pascatambang untuk pemegang IPR Pemegang IPR bersama dengan bupati/walikota wajib melaksanakan reklamasi dan pascatambang sesuai dengan rencana reklamasi dan rencana pascatambang

Permasalahan

DILEMA PERTAMBANGAN RAKYAT Pendapatan negara tidak ada Teknik Penambangan yang tidak memadai Rendahnya kepedulian terhadap K3 Rentan terhadap kerusakan lingkungan Produktivitas Rendah

KONDISI PERTAMBANGAN RAKYAT Pengurusan ijin dilakukan hasil penertiban dan lokasi tambang dalam kondisi rusak. Penambang tidak berangkat dari pelaku bisnis yang tidak memiliki keahlian di bidang pertambangan. Desakan kuat berlangsungnya pertambangan dengan alasan ekonomi rakyat kecil. Pertambangan Rakyat yang ada saat ini menggunakan alat – alat mekanis.

DAMPAK Kecelakan yang berakibat Mati Kerusakan Lingkungan yang ditimbulkan besar dikarenakan menggunakan alat mekanis (bekas tambang tidak direklamasi) Dikarenakan pendapatan untuk negara tidak ada sehingga alokasi biaya untuk lingkungan menjadi terbatas

KESIMPULAN Semua pertambangan harus melaksanakan kaidah Good Mining Practice. Pengelolaan pertambangan yang baik mampu meminimalkan berbagai kendala operasional (pencemaran lingkungan, kecelakaan, ketidakefisien dan ketidakefektifan dan tidak optimalnya pengelolaan komoditas tambang. Teknis pertambangan dipandang optimal antara lain : tata cara penambangan, kesesuaian peralatan, perencanaan tambang yang sesuai dengan kaidah keselamatan dan kepedulian lingkungan. Pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintah Daerah selaku penerbit Izin Pertambangan Rakyat memerlukan aparat yang kompeten. Inspektur Tambang bertugas sebagai penangung jawab pengamanan teknis. Keberadaan Pertambangan Rakyat merupakan upaya nyata Pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat penambang tradisional dan/atau menggunakan peralatan sederhana Perlu kebijakan khusus yang mengatur tentang tata cara pengelolaan teknis pertambangan rakyat yang baik.

energi untuk kesejahteraan TERIMA KASIH