PENDIDIKAN DAN LATIHAN MODERNISASI IRIGASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
APA OTONOMI DAERAH ? OTONOMI DAERAH ADALAH HAK DAN KEWAJIBAN DAERAH OTONOM UNTUK MENGATUR DAN MENGURUS SENDIRI URUSAN PEMERINTAHAN DAN KEPENTINGAN.
Advertisements

UNDANG-UNDANG NO. 33/2004 TENTANG0
ANTARA STRATEGI REDUKSI DAN ADAPTASI DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK
ITRC PUSAT PENELITIAN DAN PELATIHAN IRIGASI
ITRC PUSAT PENELITIAN DAN PELATIHAN IRIGASI
PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI
PKPD-PU Tahun 2007 Bidang Sumber Daya Air DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
ITRC PUSAT PENELITIAN DAN PELATIHAN IRIGASI
EFISIENSI KERJA POMPA UNTUK MENINGKATKAN IRIGASI PERTANIAN
“Jakarta Tak Punya Cadangan Sumber Air Tanah”
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Dalam Negeri
Fungsi Bangunan-Bangunan dengan Kontrol Hulu
Makalah Kunci (Keynote Speech)
Irigasi I Jaringan Irigasi.
ARAH KEBIJAKAN DAN PEMANFAATAN DAK BIDANG LH 2012.
PENGORGANISASIAN DAN PEMBINAAN POKJANAL POSYANDU
PELUANG PEMBIAYAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAH
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
PENYULUHAN PERTANIAN.
PERATURAN PRESIDEN RI NOMOR 70 TAHUN 2012
Bangunan Irigasi.
Irigasi 1 Perencanaan Irigasi.
FAKTOR PRODUKSI MANAJEMEN USAHATANI
air I. Pendahuluan konsumsi sanitasi Sarana transportasi
I PUTU GUSTAVE SURYANTARA PARIARTHA
Struktur Penyelenggara Pemerintahan Daerah : Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Potensi Sumber Daya Air
Oleh: Silvana Maulidah, SP. MP.
Pertemuan 3 Sistem Jaringan Irigasi
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN
TRI NUGRAHA ADIKESUMA ST., MT.
LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DESA
KEY ISSUES.
Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Pusat-Daerah
Infrastruktur Air Jaringan Irigasi.
EKONOMI SUMBERDAYA AIR
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN
ADAPTASI.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TANAMAN KOPI, KAKAO DAN TEH INDONESIA
DANA ALOKASI KHUSUS 2008 “Kebijakan dan Mekanisme Alokasi”
Dasar Hukum: UU 38/2004 tentang Jalan
PEREKONOMIAN INDONESIA
MANAJEMEN PEMASARAN KOPERASI
VII. ORGANISASI KOPERASI
Lanjutan bab 3 Pertemuan 6.
XIII. PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMBINA KOPERASI
Irigasi I Jaringan Irigasi.
PSDA.
TAHUN 2014 TENTANG DESA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional
PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN UNTUK PETANI WANITA: KENYA
PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA
SISTEM PEMERINTAHAN DESA Cahyono, M.Pd. FKIP UNPAS Cahyono, M.Pd. FKIP UNPAS.
BIRO PERENCANAAN KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI KEBIJAKAN PRIORITAS KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN.
Pengelolaan drainase.
POLA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN SALURAN DRAINASE Studi kasus : Perumahan Pondok Ungu Permai, Kelurahan Kaliabang Tengah,
Ketahanan Pangan dan Gizi Ade Saputra Nasution. Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun.
FOREIGN AID SAN YUAN SIRAIT BP BANTUAN LUAR NEGERI Magister PPn Angkatan XV Universitas Andalas Buku Development Planning by W Arthur Lewis.
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
IMPLEMENTASI UNDANG – UNDANG NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT OLEH:TUTIK KUSUMA WADHANI,SE,MM,M.Kes.
DRAINASE. BEST PRACTICE  SISTEM DRAINASE  STRUKTUR ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN  OPERASI DAN PEMELIHARAAN  APLIKASI DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN 
PERENCANAAN OPERASI JARINGAN IRIGASI
PENGETAHUAN UMUM IRIGASI
PENGANTAR JARINGAN IRIGASI IR.FERDINAND PAKPAHAN,ME
Saluran Sekunder Saluran sekunder Bangunan bagi dengan pintu sadap Bangunan sadap bendung Intake Lay out jaringan irigasi Saluran Primer Saluran tersier.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR DISUSUN OLEH KELOMPOK 2: NOVIDA YANTI TAMBUNAN ( ) DAMELIA SITORUS ( ) SYUKRON BAGUS AFLAHA( ) SILVIA.
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
Transcript presentasi:

PENDIDIKAN DAN LATIHAN MODERNISASI IRIGASI Ciamis

PERBAIKAN KINERJA PROYEK IRIGASI BELAJAR DARI PENGALAMAN

Kinerja dari proyek irigasi dan drainase terlalu sering meleset dari harapan perencana, pemerintah dan lembaga keuangan

Pendekatan umum pembangunan irigasi pada tahun 60-an adalah hanya membangun saluran primer dan sekunder. Petani diharapkan membangun saluran tersier dan kegiatan usahataninya.

Konstruksi hanya pada sistem utama Model ini tidak sesuai untuk di negara-negara dengan luas pemilikan lahan usahatani yang kecil. konstruksi petak tersier secara sistematik sudah dapat diterima dengan baik. Beberapa negara memutuskan untuk melanjutkan dengan konsolidasi lahan (Maroko).

Masih belum cukup untuk mendorong kinerja suatu sistem irigasi ke tingkat yang diharapkan

Reaksi umum pada th 70-an adalah meningkatkan pengembangan usahatani, termasuk pengenalan cara penggunaan air yang modern dan penyiapan lahan yang akurat….. dan pembentukan P3A.

Bantuan/asistensi dari pihak luar untuk pendekatan tersebut seperti terjadi di Pakistan, Mesir dan Philipina

Pendekatan ini hanya menyelesaikan sebagian saja dari permasalahan yang ada Sebagian besar P3A menjadi tidak aktif setelah selesainya lining saluran air (di Pakistan) Mesir (Pengenalan pompa merusak /terganggu sisi keadilan) Philipina (dijelaskan berikutnya)

Reaksi lainnya adalah promosi pemasangan alat ukur disemua titik cabang saluran Pengukuran debit aliran air tidak mengurangi kesalahan pemakaian bangunan pengontrol Penggunaan yang berulang-ulang dari alat ukur yang konvensional memerlukan pelatihan dan dedikasi dari operator (juru pintu) Sistem irigasi bukan suatu laboratorium hidrolika

Pemikiran baru tahun 80–an: Kekurangan didalam manajemen dan permasalahan-permasalahan kelembagaan, BUKAN TEKNOLOGI, adalah faktor penentu utama dari rendahnya kinerja sistem irigasi, (ICID)

Pemikiran ini mendorong aspek teknis sedikit diabaikan dalam pengembangan irigasi selama kurun waktu dua dasawarsa terakhir

CONTOH – CONTOH DARI KEGAGALAN MODERNISASI

Sistem irigasi tradisional di Bali, Indonesia Perubahan pembagian proporsional ke sistim pengoperasian pintu secara manual Proyek pada akhirnya tertolong oleh oposisi dari petani.

Adopsi sistem yang berdasarkan kebutuhan tanaman di Pakistan Barat Laut Peningkatan kapasitas saluran dari yang bersifat perlindungan (proteksi) ke irigasi intensif tanpa perencanaan operasi dan pemasangan bangunan irigasi yang cukup memadai untuk operasi saluran yang kondisi aliran airnya berubah-ubah Sistem utama (saluran primer) dioperasikan dengan pola debit maksimum tetapi saluran sekunder tidak bisa dioperasikan dengan prinsip tersebut. Akhirnya air yang tidak tersalurkan ke petak lahan mengalir ke saluran drainase serta kembali lagi ke sungai

Dau Tieng (Vietnam Selatan)

Bangunan Pengatur (Cross Regulator) dan Pengambilan (Penyadapan)

Strategi Mengontrol Air Pengendalian Hulu Pengendalian Hilir Volume konstan Variasi pengendalian hilir

Dalam Praktek Muka air setempat dibuat konstan

Tinggi Muka Air (tanggul) Aliran maksimum Aliran nol

Dau Tieng dioperasikan dengan sistem pengendalian hilir

Adopsi teknologi hemat air bertekanan di Nigeria Kurang pemeliharaan yang canggih terhadap sprinkler dan alat pemancarnya (nozzle) Pelayanan pendistribusian air irigasi dari sistem utama (saluran primer) ke bangunan sadap di petak lahan usahatani tidak memadai

Perubahan MANAJEMEN dan Partisipasi Para Pemakai Air PENGALAMAN DARI BEBERAPA NEGARA

PILIHAN-PILIHAN Instansi irigasi Kepentingan masyarakat umum Perusahaan Koperasi Perusahaan swasta Perkumpulan petani pemakai air (P3A)

PERKUMPULAN PARA PEMAKAI (PENGGUNA) Manajemen secara langsung Pengaturan para pegawai Kontraktor Dewan Partisipasi

PERKUMPULAN-PERKUMPULAN TRADISIONAL Ukurannya kecil dan umum (Nepal, Afghanistan) Ada ikatan sosial diantara para pengguna:Kolega Aturan yang alokasi air (pendistribusian air) komplek (rumit) Bangunan pengatur sederhana : transparan Dewan pengadilan : bagus

Perubahan yang mendasar dari konstruksi ke isu manajemen Kritik tentang konstruksi yang bias : “pendekatan dengan memakai batu-bata dan semen”

PENGALAMAN TAHUN 70 – 80 an Asia Tenggara Manajemen bersama Perkumpulan pemakai berskala kecil Pelaksanaan secara “berangsur-angsur” dan tidak penuh (sebagian saja)

PAKISTAN 18.000 perkumpulan (20 % di lembah Sistem Sungai Indus) Dibentuk sebagai syarat untuk penyemenan (lining) saluran. P3A tidak aktif setelah peliningan selesai Sejak th. 1995 PENDEKATAN BARU dilaksanakan

PHILIPINA Penyuluhan dari NIA - pengumpulan biaya pendistribusian air - pengorganisasian tenaga kerja untuk pekerjaan perbaikan Sangat sedikit P3A yang mencapai mampu memenuhi kebutuhan sendiri (self sufficiency) Diprioritas untuk mengalihkan biaya O & P proyek (pemompaan) yang tinggi Perusakan dan gangguan dari para petani (90% di bangunan pengontrol)

PENGALAMAN TAHUN 90-an P3A dikelola seperti usaha bisnis Keuangan yang mandiri Bertanggung jawab penuh pada kegiatan operasi dan pemeliharaan (O&P) Manajemen profesional Skala ekonomi

MEXICO Pengembalian biaya (recovery) turun dari 95 % di awal tahun 1950-an menjadi ± 20 % pada akhir tahun 1980-an Kebijakan pembebasan harga Undang-undang baru tentang air tahun ’92 92 % dari 3 juta ha sudah dialihkan kepada hampir 400 perkumpulan Hasil pengumpulan iuran naik dari 20 menjadi lebih 80 % (100% di wilayah menerima pengalihan secara penuh) Federasi (gabungan) P3A mengelola jaringan irigasi utama (main system)

TURKI Total areal yang telah dialihkan : 1.280.000 ha (1997) 222 P3A mengelola antara ratusan hingga 34.000 ha dengan cakupan areal seluas 1.162.000 ha 209 organisasi desa mengelola wilayah seluas 30.500 ha 105 kabupaten kota mengelola wilayah seluas 51.600 ha Pada th 1955 sekitar 700.000 ha telah dialihkan

Andhra Pradesh INDIA Pemberlakuan Undang-undang Manajemen Petani dalam sistem irigasi Pendekatan “ledakan besar ” : menciptakan kurang lebih sekitar 10.300 perkumpulan yang mencakup luasan 4,8 juta ha dalam SATU waktu (melalui pemilihan umum di tingkat daerah) Sistem dua atau tiga lapis bertingkat Persiapan dan mobilisasi yang intensif organisasi penyaluran (distributary) selesai dibentuk

PENGALAMAN-PENGALAMAN DARI NEGARA LAINNYA MAROCO : tidak ada motivasi diantara para pengguna - secara relatif pelayanan baik - sistem teknis KAZAKSTAN : Perencanaan penganggaran pemerintah tidak realistis (kontribusi dari para pengguna : 70 % untuk biaya rehabilitasi) COLOMBIA : petani meminta kebebasan yang nyata dan pemilikan dari prasarana yang ada.

LANJUTAN MALI – Kantor du Niger - Keanggotaan Dewan pengurus terdiri jumlah yang sama antara pegawai pemerintah dan wakil dari P3A dalam memutuskan : - anggaran tahunan - rencana pemeliharaan - iuran pelayanan irigasi - personalia

CHINA Dikontrakkan ke swasta - propinsi Shaanxi : di jaringan tingkat tersier Perusahan penyedia air : membiayai sendiri kegiatan irigasi drainase di wilayahnya - dimiliki, dibiayai dan bertanggung jawab oleh/kepada P3A dan penanam modal - Dewan pengurus : 40 % merupakan wakil dari para petani

VIETNAM : dari pengumpulan iuran ke perbaikan ekonomi bebas IDMC : Manajemen perusahaan irigasi dan drainase - Perusahaan umum dimiliki oleh pemerintah Koperasi : organisasi ekonomi mandiri dibentuk berdasarkan sukarela dari para pekerja yang mempunyai kebutuhan dan kepentingan yang sama: - Dimodali oleh para anggota penerima manfaat yang memiliki aset koperasi tersebut - Dikelola oleh badan koperasi

POKOK-POKOK BAHASAN Rangsangan untuk para pengguna Strategi pelaksanaan Organisasi utama Penyebaran & menugaskan kembali para petugas di bidang irigasi Rehabilitasi atau perbaikan sebelum atau sesudah transfer teknologi Keanggotaan

Rangsangan bagi para pengguna air untuk menerima transfer Perbaikan kualitas pelayanan Penghentian kerusakan-kerusakan infrastruktur Pengurangan biaya Menghapus sikap/kebiasaan “ cari untung/kesempatan” sendiri Perbaikan produktifitas Mempercepat pelaksanaan perbaikan

Strategi Pelaksanaan Pelan, bertahap, manajemen bersama (NIA) Mempercepat program transfer tingkat nasional Big – bang (Andra-Pradesh)

Organisasi Utama Pengorganisasi (organizer) petani dari badan pemerintah Pengorganisasi masyarakat dari luar (organisasi non pemerintah/LSM/NGO) Pegawai negeri diperankan seperti petugas penyuluh Tenaga teknis (Turki, Meksiko)

Pengurangan/pemindahan petugas operasi & pemeliharaan (O&P) di bidang irigasi Transfer ke departemen lain (Turki) Pensiun lebih awal Dipekerjakan oleh P3A

Rehabilitasi/perbaikan sebelum atau sesudah transfer - Praktek yang salah dari berbagai pemeliharaan akan terulang kembali - Persepsi bahwa pemerintah akan kembali lagi Sesudah - petani mungkin menolak menerima pengalihan jika sistem dalam kondisi yang kurang baik - perasaan ditinggalkan Pilihan : alat tawar untuk meningkatkan transfer

KUNCI SUKSES DALAM TRANSFER MANAJEMEN IRIGASI KE PERKUMPULAN PENGGUNA AIR Komitmen kuat dari pemerintah Motivasi para pengguna Peraturan perundangan Akuntabilitas P3A kepada para pengguna

Lanjutan Definisi tanggung jawab dari pemerintah dan P3A yang jelas Penentuan interface (moda komunikasi) dengan baik Batas tanggung jawab P3A didasarkan pertimbangan hidrolika Satu kesatuan sumber air (manajemen sumber daya bersama) Tanggung jawab dan akuntabilitas P3A Sarana & prasarana didesain untuk pengoperasian yang baik dan dalam kondisi berfungsi

DAMPAK DARI TRANSFER MANAJEMEN Peningkatan yang besar dalam pengumpulan iuran : Mexico dan Turki Mengurangi volume air yang disalurkan ke petak lahan per ha Memperkuat kemampuan keuangan wilayah irigasi Tidak ada bukti yang kuat dampaknya terhadap produksi

BELAJAR DARI PENGALAMAN MENGOREKSI KEKURANGAN/ KELEMAHAN KELEMBAGAAN DAN KEBIJAKAN YANG ADA TIDAK CUKUP UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI

Lanjutan UNTUK MENCAPAI DERAJAT KINERJA YANG LEBIH TINGGI TRANSFER MANAJEMEN IRIGASI HARUS DIIKUTI DENGAN PROGRAM PENINGKATAN DAN PERBAIKAN FISIK YANG BERTUJUAN UNTUK MEMPERBAIKI SISTEM OPERASI DAN KUALITAS PELAYANAN

Lanjutan REFORMASI MEMERLUKAN KEBERANIAN PARA PENGGUNA AIR DALAM PELAYANAN PENDISTRIBUSIAN AIR DAN PENGATURAN AIR UNTUK PELAYANAN TERSEBUT

Bahkan perkumpulan petani kecil dapat dipercaya mengelola sistem irigasi yang besar melalui sistem bertingkat Afganistan Nepal Andra Pradesh

GAMBARAN PARTISIPAN MENGENAI MODERNISASI: Issue ? Aksi ?