Akhlaq dalam Keluarga.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Berbakti Kepada Orangtua
Advertisements

تلخيص من كتاب عمدة الأحكام. a) Bahasa : الدعاء (Do’a) b) Istilah : “Ibadah tertentu yang memiliki gerakan tertentu, perkataan dan perbuatan tertentu,
Q.S. At-Tahrim Ayat 8.
PERNIKAHAN.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA Kelas X
Kedudukan Laki-Laki Dalam Islam Antara Hak dan Kewajiban.
BIRRUL WALIDAIN.
Adapun Hak Allah atas hambanya ialah agar mereka menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun.
ADAB TERHADAP ORANG TUA
BAB 8 IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
KENALKAN ; Nama : IBNU JARIR Lahir : Tuban, 08 Maret 1964 Status: Berputra 4 Pendidikan:1. S1 Syari’ah ’93 Univ. Imam Ibnu Sa’ud Cab.
OLEH: MUHAMAD FATONI,M.Pd.I BAB III. Allah Menilai Hati Manusia عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : ' إن الله لا ينظر إلى صوركم.
Bagaimana Tinjauan keterlibatan Muslimah dalam Politik ?
KEHIDUPAN SOSIAL DALAM ISLAM
AKHLAQ DALAM KELUARGA Terhadapa Ayah-Ibu Terhadap Kerabat
BAB III SYARAT DAN RUKUN PERKAWINAN YANG SYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
OLEH : ABDUL GOFUR RAKA HEDIANA
Nasihat Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan
BIRRUL WALIDAIN.
SEMINAR PRA-NIKAH Bersama : Nur Indah Harahap, Skomp, SSi, SThI
MENUNTUT ILMU Pengertian Menuntut Ilmu
HUKUM MEMINTA-MINTA FATWA TARJIH.
TAAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA
Membangun Keluarga Islami Disusun oleh: Umar Wijaksono Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia 2012.
SEJARAH DAKWAH RASUALLAH SAW PERIODE MEKKAH
Beribadah, bersyukur & Ikhsan
Macam-Macam Wanita Di Dalam Al Qur’an
HUBUNGAN HUKUM ANTARA ORANG TUA DAN ANAK
Akhlaq Terhadap Rasulullah SAW.
BAB 5 K e r u k u n a n Antar Umat Beragama.
AKHLAQ DALAM KELUARGA.
HadiTH Tiga Serangkai KURSUS BIMBINGAN UGAMA (KBU)
PERTEMUAN KE-3 Rohmansyah, S.Th.I., M.Hum.
Surah Al Baqarah (2) : 233 “ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan kewajiban.
KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
MA’ALLAH Upaya Menggapai Hidup Penuh Berkah
PUTERI-PUTERI TERSAYANG
BAB II HORMAT KEPADA ORANG TUA DAN GURU
لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ
Etos (motivasi) Kerja Unggulan
Etika Islam Dalam Penerapan Ilmu
Spiritualitas Islam dalam Ekonomi & Harta
Fiqih Nikah.
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN
Ciri Aliran Sesat Oleh Nanang Kohar, SH.
HORMAT ORANG TUA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI UNTUK SMA/SMK DAN SEDERAJAT OLEH ABU NOOHA.
Al-Fath (Lari Dari Perang)
ISLAMIC FUNDAMENTALS ON PATIENT MANAGEMENT
Oleh Dr. tgk anwar ali, st. m.Ag. mt.
Birrul Walidain Ciparigi Mei Ceria 2015 Created by Aldi.
Cinta yang membawa ke surga
KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
Kepedulian Umat Islam terhadap Jenazah
AKHLAK DALAM KELUARGA assalamualaikum wr. wb
Akhlaq Mutmainnah اخلاق مطمئنه
MAWARIS السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
KELOMPOK 10 M. Yusuf Fahmi S NPM Desi Rahmawatie NPM Dian Viona NPM Annisa Febrianti NPM Fauziah Nurul Laksmi NPM.
HIDUP TERASA LEBIH INDAH JIKA KITA BERSYUKUR
Al-Fath (10) وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan.
ISLAM & INDAHNYA KERAGAMAN
Berbakti Kepada Orangtua
MUNAKAT Standar Kompetensi:
Oleh : Dr. Octaria Saputra SABAR dan BERSYUKUR.
Cinta yang membawa ke surga
Cinta yang membawa ke surga
BAB 4: AKHLAK MUSLIM TERHADAP AHLI KELUARGANYA
ASAS-ASAS HUKUM PERKAWINAN & HUKUM KEWARISAN
Setiap umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan, wajib untuk menuntut ilmu, menuntut ilmu harus dilakukan dengan penuh semangat dan tidak boleh dengan.
Toleransi, Kerukunan dan Menghindari Tindak Kekerasan Kelompok 1.
Transcript presentasi:

Akhlaq dalam Keluarga

Pengertian Biirul Walidain بر الوالدين بر Kebajikan الوالدين Kedua orang tua (Ibu dan Bapak)

Perintah Birrul Walidain dalam Qur’an وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ …وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “Dan Tuhanmu sudah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu sebaik-baiknya…” (QS. Al-Ira’ (17): 23)

Kedudukan Biirul Walidain Perintah berbuat baik kepada orang tua diletakkan oleh Allah setelah perintah beribadah, QS. Al-Baqarah (2): 83, An-Nisa (4): 36, Al-An’am (6): 151. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mengambil sekutu bagi-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu sebaik-baiknya…”

وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا Perintah ini juga senantiasa diwasiatkan oleh Allah, QS. Al-Ankabut (29): 8, QS. Al-Ahqaf (46): 15. وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا “Dan Kami wasiatkan kepada manusia sekalian untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya…”

Perintah ini diletakkan Allah setelah perintah berterima kasih kepada-Nya, QS. Luqman (31): 14, وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ “Dan Kami wasiatkan kepada manusia sekalian untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya selama sembilan bulan dalam keadaan lemah dan semakin lemah, dan menyapihnya selama dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua Ibu Bapakmu, hanya kepada-Kulah kemuliaanmu”

Perintah ini menurut Rasul sebagai amalan nomor dua setelah shalat tepat pada waktunya. عن أبى عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضى الله عنه قال: سألت النبي صلى الله عليه و سلم أي العمل أحب إلى الله ؟ قال (الصلاة على وقتها) . قال ثم أي ؟ قال (ثم بر الوالدين) . قال ثم أي ؟ قال (الجهاد في سبيل الله). Diriwayatkan dari Abu Abdirahman Abdullah Ibnu Mas’ud ra., dia berkata: Aku bertanya kepada Nabi saw: “Apa amalan yang paling disukai Allah?,” beliau menjawab: “Shalat tepat pada waktunya,” lalu aku bertanya lagi: “Kemudian apa?,” beliau menjawab: “birrul walidain,” lalu aku bertanya lagi: “seterusnya apa?”, beliau menjawab: “jihad fi sabilillah.”

عن عبد الرحمن بن أبي بكرة عن أبيه رضي الله عنه قال Rasulullah juga meletakkan durhaka kepada kedua orang tua sebagai dosa besar nomor dua setelah syirik. عن عبد الرحمن بن أبي بكرة عن أبيه رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم ( ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ) . ثلاثا قالوا بلى يا رسول الله قال ( الإشراك بالله وعقوق الوالدين - وجلس وكان متكئا فقال - ألا وقول الزور ) . قال فما زال يكررها حتى قلنا ليته يسكت Dari Abdurahman bin Abu Bakrah dari bapaknya ra. Dia berkata: Nabi saw. bersabda: “Tidakkah akan kuberitahukan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar,” beliau mengualnginya sampai tiga kali. Kemudian para sahabat mengiyakan. Lalu Rasulullah menyebutkan: “Mempersekutukan Allah dan durhaka kepada Ibi Bapak”. Kemudian merubah posisi duduknya yang semula bersitelekan menjadi duduk biasa dan berkata lagi: “Begitu juga perkataan dan sumpah palsu.” Beliau mengulangi lagi hal ini hingga kami mengharapkan mudah-mudahan beliau tidak menambahnya lagi.

رضى الرب في رضى الوالد وسخط الرب في سخط الوالد Rasulullah mengaitkan keridhaan dan kemarahan Allah dengan keridhaan dan kemarahan orang tua. رضى الرب في رضى الوالد وسخط الرب في سخط الوالد “Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua, dan kemarahan Rabb (Allah) ada pada kemarahan orang tua.”

Bentuk Birrul Walidain Mengindahkan nasehat orang tua وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا... “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku tanpa pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu ikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman (31):15)

Menghormati dan memuliaka orang tua dengan penuh rasa kasih sayang dan terima kasih. وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ “Dan Kami wasiatkan kepada manusia sekalian untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya selama sembilan bulan dalam keadaan lemah dan semakin lemah, dan menyapihnya selama dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua Ibu Bapakmu, hanya kepada-Kulah kemuliaanmu”

لا يجزي ولد والدا إلا أن يجده مملوكا فيشتريه فيعتقه Membantu Ibu Bapak baik secara fisik maupun materiil. لا يجزي ولد والدا إلا أن يجده مملوكا فيشتريه فيعتقه “Tidak dapat seorang anak membalas budi kebaikan ayahnya kecuali jika mendapatkan ayahnya tertawan menjadi hamba sahaya, kemudian ditebus dan dimerdekakannya.” (HR. Muslim)

Mendo’akan Ibu Bapak semoga mendapat ampunan, rahmat dan lain sebagainya dari Allah SWT. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا “Dan hendaklah dirimu terhadap mereka berdua penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku kasiilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS. Al-Isra (17): 24)

Setelah orang tua meninggal, birrul walidain dapat dilakukan dengan cara; يارسول الله هل بقي من بر أبوي شىء أبرهما به بعد موتهما ؟ قال " نعم الصلاة عليهما والاستغفار لهما وإنفاذ عهدهما من بعدهما وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما وإكرام صديقهما “Ya Rasulullah, adakah suatu kebaikan yang masih dapat saya kerjakan untuk ibu bapak saya sesudah keduanya meninggal dunia. Rasulullah menjawab: “Ada, yaitu: Menshalatkan jenazahnya, memintakan ampunan baginya, menunaikan janjinya, meneruskan silaturahminya, dan memuliakan sahabatnya.” (HR. Abu Dawud)

وإكرام صديقهما الصلاة عليهما والاستغفار لهما وإنفاذ عهدهما من بعدهما Menshalatkan Jenazahnya والاستغفار لهما Memintakan ampunan baginya وإنفاذ عهدهما من بعدهما Menunaikan janjinya وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما Meneruskan silaturahminya وإكرام صديقهما Memuliakan sahabat-sahabatnya Setelah orang tua meninggal, birrul walidain dapat dilakukan dengan cara;

Hak, Kewajiban dan Kasih Sayang Suami Istri

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapatkan kehidupan yang tentram (sakinah), dan dijadikannya di antara kamu rasa kasih sayang (mawadah wa rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir. (QS. Ar-Rum 30: 21)

Keluarga sakinah diraih dari dua cara; Mawadah Bersifat fisik rahmah Bersifat batiniah

Empat kriteria menentukan pasangan hidup; “Seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan; karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Peganglah yang memiliki agama niscaya kedua tanganmu tidak akan terlepas.” (HR. Bukhari)

Hak bersama Suami-Istri Tamattu badani Sling mewarisi Nasab anak

Kewajiban Suami tehadap Istri Mahar Nafkah Ihsan al-’Asyarah = Bergaul dengan sebaik-baiknya Membimbing dan Mendidik Keagamaan Istri

Kewajiban Istri thd Suami Patuh pada suami Bergaul dengan suami sebaik-baiknya

Kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak Hubungan tanggung jawab Hubungan masa depan

Akhlak Suami Istri Menjaga suami atau istri terjebak kepada kemungkaran Memimpin keluarga dan rumah tangga Menjadi tauladan bagi suami atau istri dan keluarganya Berbuat ma’ruf terhadap suami atau istri Menjaga rahasia dan aib suami atau istrinya Ridha terhadap suami atau istri baik ketika hidup maupun sepeninggalnya

Empat tipologi anak Sebagai perhiasan hidup di dunia Anak sebagai ujian Anak sebagai musuh Anak sbg cahaya mata (qurratu a’yuni)

Menciptakan Qurratu A’yuni Pendidikan seimbang Seimbang kognisi, afeksi, dan spiritualitasnya

Pendidikan Luqmanul Hakim Pend. Aqidah Pend. Ibadah Pend. Dakwah Pend. Akhlaq

Akhlak terhadap Anak Mengaqiqahkan, memberi nama, dan mencukur rambut anak Menyapihnya hingga mandiri Bertanggung jawab terhadap pendidikan anak Menyayangi dengan penuh kasih sayang Memberikan nafkah dari rizqi yang terbaik Tidak membedakan dalam memberikan nafkah antara anak laki-laki dan perempuan

Berlaku adil dan tidak membedakan di antara anak-anak Mengajarkan akhlakul karimah Memberikan lingkungan kondusif dan terbaik Mendoakan dengan doa yang baik Tidak mengawini anaknya sendiri