USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KELOMPOK 1 Nurul Indah S Ratih Dwi A. Retno Gumelar Tuan Hanni
Advertisements

PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
KESEHATAN LINGKUNGAN FKM-Unair
DAMPAK POLUSI AIR.
Air sebagai Media Budidaya Ikan
Manajemen Kualitas Air
PENCEMARAN AIR SUDENDI SUHENDI
SORGHUM SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR
PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENCEMARAN AKIBAT KEBAKARAN HUTAN
PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
SUMBER DAYA ALAM.
Di susun oleh: 1.Dwijo siswolo 2.Firman noor H 3.Jodi safana 4. Kresna purnama A. 5.Khoirul anwar MENU.
LEMBAR DISKUSI 1 APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN TERHADAP WADAH BUDIDAYA DALAM MENYIAPAKAN MEDIA PEMBESARAN IKAN BERDASARKAN DATA HASIL PENGUKURAN KESUBURAN.
DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP KESEHATAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN
FAKTOR FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Apakah mulsa itu? Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan.
Pengaruh DO dan mekanisme pencemaran air
B. Hidrosfer.
Lingkungan Hidup Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan.
PENCEMARAN LIMBAH PADAT DAN SAMPAH
LAHAN KERING NTT Kelompok 1: D. Handrieka P Sigid Pambudi Aan Yuli W
air I. Pendahuluan konsumsi sanitasi Sarana transportasi
KONSERVASI MANGROVE Oleh : DR. WINDARTI, MSc.
PENGELOLAAN INDUK PATIN
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
Potensi Sumber Daya Air
TANAH SEBAGAI FAKTOR PRODUKSI
PENGELOLAAN AIR LIMBAH INDUSTRI
Penyelamatan dan pelestarian sumber daya air
TRI NUGRAHA ADIKESUMA ST., MT.
Oleh Nurhalina DIII-Farmasi UM Palangkaraya
HUTAN DAN PEMANASAN BUMI
Seiring dengan makin intensifnya global warming, maka intensitas extreme event seperti El Niño dan La Niña, yang biasa disebut ENSO (El.
Sumber Daya Alam yang Berhubungan dengan Aspek Geografi
Manusia dan Lingkungannya
SISTEM PERTANIAN BERSIFAT BUDI DAYA TANAMAN
Pemanfaatan Sumber Daya ALAM
oleh; Syamsul Rizal Sinulingga
Tercemarnya Sungai Barito Sebuah sungai di Provinsi Kalimantan Selatan
KERUSAKAN LINGKUNGAN Depok, 2012.
Pencemaran Sungai XI IPS 2 Di Susun Oleh : Ardya Ulviana (04)
Identifikasi dan Analisis Potensi Daerah Aspek Geografi dan Demografi
Ima Yudha Perwira, SPi, MP, MSc (Aquatic)
Lahan Potensial dan Lahan Kritis
HIDROSFER.
PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN Mata Kuliah : PERANCANGAN PABRIK
AIR BUANGAN DAN KESEHATAN
PSDA.
BUDI DAYA Eucheuma.
Konservasi Mangrove sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai
Standarisasi Kesehatan Lingkungan Di Perusahaan oleh : nor wijayanti
KEUNGGULAN TANAH DI INDONESIA
Parameter kualitas air
LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN (untuk siswa SD kelas 3 semester 1)
Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Tugas geografi pemanfaatan sumber daya alam
Permasalahan Agronomi, Persepsi dan Berbagi permasalahan yang timbul
ZEOLITE.
PENCEMARAN AIR next.
Rek.irigasi SKS 2 oleh Jurusan Sipil FT UNDIP S a l a m u n
PENCEMARAN LINGKUNGAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP NAMA KELOMPOK : ELVA MEIROSA MELI WULAN ASIH DEA ANANDA LUSIANA SARI AMELLIA PUTRI RAFIKA S ISTIQOMAH.
Bioma Akuatik.
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
PEDOSFER (Lapisan Tanah)
PENCEMARAN AIR Ir. Moh Sholichin, MT.
Oleh Yana Suryana. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang dapat hidup dalam kondisi linkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
BUDIDAYA GANYONG Ganyong merupakan tanaman tropis yang tidak manja tahan terhadap naungan, Dapat tumbuh di segala jenis tanah dan iklim. tidak membutuhkan.
Transcript presentasi:

USAHA BUDIDAYA PERIKANAN BAB 1    USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDAYA PERIKANAN Budidaya Perikanan adalah Melestarikan dan mengembang biakkan Ikan di Perairan. Ruang lingkup budidaya perikanan mencakup suatu kegiatan pengendalian pertumbuhan dan perkembang biakan. Budidaya ikan bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada bila ikan itu di biarkan secara alami. Budidaya ikan di Indonesia terutama di selenggarakan di kolam , tambak ( kolam air payau ) sawah, dan keramba.

Sejarah Singkat Budidaya Perikanan Di Indonesia Berdasarkan keterangan yang di peroleh hingga kini, kegiatan budidaya ikan di indonesia bermula dari pulau jawa . tambak dan kolam sebagai tempat pemeliharaan ikan telah ada sejak zaman kerajaan majapahit. Keterangan tersebut terungkap dari buku hukum pidana kutara menawa yang di tulis sekitar tahun 1.400 sesudah masehi. Dalam buku itu , antara lain disebutkan mengenai hukuman- hukuman terhadap orang yang mencuri ikan di kolam-kolam. Khususnya mengenai tambak , di perkirakan sudah mulai di buat antar tahun 1200-1400 oleh orang – orang hukuman yang di kirimkan ke daerah pantai untuk bekerja di daerah rawa – rawa payau sambil menjaga daerah pantai.

LOKASI BUDI DAYA IKAN AIR TAWAR Faktor lingkungan, seperti air, tanah, temperatur, derajat keasaman (pH), kandungan oksigen, dan lain-lain Faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan biota air tawar (ikan, plankton, ganggang, zooplankton dll). Kondisi lingkungan yang sesuai dengan kehidupan ikan dan biota perairan merupakan rantai makanan ikan, sehingga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan ikan karena keadaannya menjadi subur. Faktor-faktor lingkungan yang perlu mendapat perhatian dalam penentuan lokasi meliputi: keadaan air, keadaan tanah, kondisi topografi tanah (derajat kemiringan tanah), keadaan geografi tanah (ketinggian tanah) dan potensi sumber daya alam di sekitar lokasi.

Keadaan Air Budi daya ikan membutuhkan ketersediaan air yang cukup dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, ketersediaan air di lokasi budi daya harus diperhitungkan menurut luas lahan (kolam) yang akan dibangun. Sumber-sumber air yang dapat digunakan berasal dari sungai atau air irigasi.

Kebersihan dan Kesehatan Air Kebersihan dan Kesehatan air mutlak diperlukan pada budi daya ikan secara insentif. Air yang kurang bersih sering mengandung kuman penyakit atau zat-zat yang bersifat racun, sehingga dapat mengganggu kesehatan ikan yang hidup di dalamnya. Sumber air yang baik adalah sebagai berikut: 1. air bukan berasal dari sungai yang digunakan untuk membuang limbah industri. 2. Sumber air bukan berasal dari comberan, umumnya mengandung kuman-kuman penyakit yang dapat menyerang ikan. 3. Sumber air belum terpolusi oleh bahan-bahan yang berbahaya, misalnya minyak

Temperatur Air Temperatur air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ikan. Temperatur air yang tidak cocok, misal terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat menyebabkan ikan tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Temperatur air yang cocok untuk pertumbuhan ikan adalah berkisar antara 150C – 300C dan perbedaan suhu antara siang dan malam kurang dari 50C.

Derajat Keasam Air (pH) Derajat keasaman (pH) air dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan. Derajat keasaman air yang sangat rendah atau sangat asam dapat menyebabkan kematian ikan dengan gejala gerakannya tidak teratur.

Kadar Amoniak Kadar amoniak yang tinggi dapat mengganggu pertumbuhan ikan. Amoniak dapat berasal dari penumpukan sisa-sisa makanan dan dari kotoran ikan. Makin banyak sisa-sisa makanan dan kotoran ikan di dasar kolam, maka kadar amoniak akan berambah besar.

Derajat Kekeruhan Air yang terlalu keruh dapat menyebabkan ikan mengalami gangguan pernafasan (sulit bernafas) karena insangnya terganggu oleh kotoran. Disamping itu, air yang keruh dapat menurunkan atau bahkan dapat melenyapkan selera makan karena daya penglihatan ikan terganggu.

Kandungan Oksigen Oksigen sangat diperlukan untuk pernafasan dan metabolisme ikan dan jasad-jasad renik dalam air. Kandungan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ikan dan biota lainnya dapat menyebabkan penurunan daya hidup ikan. Pengaliran air yang baik dan permukaan kolam yang selalu terbuka dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air.

Keadaan Tanah Keadaan tanah di lokasi budi daya perlu diteliti, terutama tekstur tanahny a(penyusun tanah) dan tingkat kesuburannya. Tekstur tanah yang baik adalah tanah liat dengan sedikit berpasir (3:2). Tanah yang liat dan sedikit berpasir dapat menahan air dengan baik karena tidak mudah merembes keluar sehingga tidak mengalami kebocoran kolam.

Topografi (Kemiringan) Tanah Derajat kemiringan tanah yang cocok untuk usaha perikanan adalah berkisar 2% - 5%. Artinya, setiap jarak 100 m tanah horizontal (mendatar) terjadi perubahan ketinggian setinggi 2 – 5 m.

Letak Geografi Tanah Ikan gurami, ikan nila dan ikan mas pada dasarnya dapat hidup pada berbagai ketinggian tempat. Untuk pertumbuhan ikan yang baik, ikan memerlukan ketinggian tertentu, seperti ikan gurami membutuhkan ketinggian tempat 50 – 800 m dpl, ikan mas 150 – 160 m dpl dan ikan nila 0 – 1.000 m dpl. Ketinggian tempat lebih dari 1.000 m dpl, sudah tidak menguntungkan lagi bagi usaha budi daya perikanan, ikan tidak dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik karena suhu udaranya sangat rendah yang tidak sesuai dengan kehidupan ikan.

Sumber Daya Alam di Sekitar Lokasi Budi Daya Kekayaan sumber daya alam di sekitar lokasi budi daya dapat dimanfaatkan untuk menunjang efisiensi usaha budi daya ikan dan proses produksinya. Oleh karena itu, lokasi perikanan yang dipilih harus memiliki kekayaan sumber hayati yang dapat dijadikan pupuk untuk meningkatkan kesuburan kolam. Misalnya, pada lokasi tersebut banyak sumber-sumber biota perairan (jasad renik) yang bermanfaat untuk makanan ikan (protozoa, ganggang, plankton, cacing dll). Ketersediaan sumber daya manusia disekitar lokasi juga sangat dibutuhkan baik untuk pekerjaan-pekerjaan teknis maupun nonteknis, misalnya untuk pemeliharaan ikan, penjagaan keamanan dan lain-lain. Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi budi daya adalah lokasi tersebut bukan daerah yang sering kena bencana banjir pada waktu musim hujan dan bukan termasuk daerah yang direncanakan untuk pemukiman penduduk.