Bagian dari set presentasi materi EyD Oleh Shafwan Nugraha

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENULISAN KATA.
Advertisements

Penullisan kata dan penullisan unsur serapan
Pertemuan 7 Waktu Belajar 100 menit
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
KLAUSA.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
Surat Bagi Sang Pembelajar Bacalah dengan mata hati.
Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya,
PELAJARAN 11.
PENULISAN KATA.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
BAHASA DALAM KARANGAN ILMIAH
Pertemuan 5 EJAAN (Lanjutan).
PENULISAN EJAAN DAN ISTILAH
Hal Ihwal Bahasa Baku.
Kata “pun” Klitika Sinonim kata juga
Sepucuk Surat untuk Anakku
PENULISAN HURUF DAN KATA
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN
Kesalahan Umum penulisan
Bahasa lisan dan tulisan Kelompok 2 : Arie stiawan Chania gusna devi Darmaji Edih suaedih.
Universitas Negeri Semarang
EJAAN YANG DI SEMPURNAKAN
Pemakaian Huruf, Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
Pedoman penulisan Kata
Persembahan dari kelompok 1
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam buku.
TATA KALIMAT DAN PENULISAN
EYD DAN TANDA BACA
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam.
Pertemuan 4. Waktu belajar 100 menit
Tanda Baca Materi 4.
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN
Materi II EJAAN.
Penulisan kata 1.Kata dasar
Ejaan dan Tanda Baca dalam Bahasa Indonesia
BAHASA INDONESIA Pertemuan 2
Khafiizh Hastuti EJAAN Khafiizh Hastuti
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam.
EYD dan Tanda Baca PIPIT FITRIYAH.
Kuliah III: EYD BAHASA JURNALISTIK
Penggunaan tanda baca.
PROSES MORFOLOGIS BAHASA INDONESIA
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)
KALIMAT Kalimat: rentetan kata yang disusun sesuai kaidah yang berlaku/bagian teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran secara utuh.
KALIMAT MAJEMUK.
Pertemuan 4 EJAAN.
EJAAN BAHASA INDONESIA
HURUF MIRING.
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
Selamat Datang Para Mahasiswa Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
Selamat Pagi.
KALIMAT EFEKTIF
MENGOMENTARI BUKU CERITA YANG DIBACA
EYD DAN TANDA BACA Oleh : Candra Sihotang, S.Pd.,M.Pd 1.
Kelompok 12 Sinta Dwi Lestari Iftaturrohmah
Wawasan kebahasaan Menurut para pakar sejarah mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun pada masa Kerajaan Sriwijaya. Meskipun perusahaan itu belum terkenal,
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN
Bahasa Surat Pertemuan III Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
Konsep Dasar Bahasa Indonesia
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Artikel Ilmiah
Pertemuan 5 EJAAN (Lanjutan).
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Bag. 1
Eyd.
Penulisan Kata/Kalimat
PENGGUNAAN TANDA BACA. DISUSUN OLEH ARI KUSUMA BASRI KHOFIFAH NUR INDAH SAFITRI LADY MAYRIANI KARTIKA NURUL IKHSAN SALMA WIJAYANTI.
Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni Lia Gatra Hanafiani Elis Agustini. CS Oman Sahroni
Transcript presentasi:

Bagian dari set presentasi materi EyD Oleh Shafwan Nugraha PENULISAN KATA Bagian dari set presentasi materi EyD Oleh Shafwan Nugraha

Kata dasar dan kata turunan

Kata dasar Kata Dasar adalah kata yang belum mengalami proses morfologi seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi, dan sebagainya. Dalam aturan EyD, kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. (PEYD, 2004:20)

Kata Turunan Kata turunan adalah kata yang merupakan hasil proses morfologis terhadap kata dasar. Imbuhan (awalan, sisipan, dan akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya: bergeletar menengok dikelola mempermainkan penetapan Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran, ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bertepuk tangan garis bawahi menganak sungai sebar luaskan

Kata Turunan Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: menggarisbawahi dilipatgandakan penyebarluasan mempertanggungjawabkan penetapan

Kata turunan Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota audiogram biokimia dasawarsa dekameter demoralisasi dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur kolonialisme mahasiswa mancanegara multilateral narapidana polikarbonat pramuniaga prasejarah pascasarjana purnawirawan semiprofesional swasembada telepon

Kata turunan Catatan Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-). Misalnya: non-Indonesia kontra-Belanda Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

Bentuk ulang

Bentuk ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Misalnya: anak-anak huru-hara biri-biri lauk-pauk buku-buku mondar-mandir centang-perenang porak-poranda hati-hati ramah-tamah raja-raja sayur-mayur kuda-kuda tukar-menukar kupu-kupu tunggang-langgang kura-kura terus-menerus laba-laba berjalan-jalan mata-mata menulis-nulis sia-sia dibesar-besarkan undang-undang mengira-ngira gerak-gerik satu-satu

Gabungan kata

Gabungan kata Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk atau kompositum dalam istilah linguistik, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar mata pelajaran orang tua simpang empat kambing hitam meja tulis persegi panjang kereta api cepat luar biasa model linear rumah sakit umum

Gabungan kata Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. Misalnya: alat pandang-dengar buku sejarah-baru ibu-bapak kami orang-tua muda anak-istri saya mesin-hitung tangan

Gabungan kata berikut ditulis serangkai! acapkali adakalanya akhirulkalam alhamdulillah bagaimana barangkali beasiswa belasungkawa bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti darmasiswa darmawisata dukacita halalbihalal hulubalang kacamata kasatmata kepada keratabasa kilometer manakala manasuka mangkubumi matahari olahraga padahal paramasastra radioaktif saptamarga saputangan saripatu sebagaimana sediakala segitiga sekalipun silaturahmi sukacita sukarela sukaria syahbandar titimangsa wasalam

PENULISAN BENTUK KATA LAINNYA

Kata ganti –ku, kau-, -mu, dan –nya. Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, - mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kauambil Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.

Kata depan di, ke , dan dari Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Misalnya: Bajumu Ibu tumpuk di atas kasur. Menginaplah walau hanya satu malam di sini. Di mana kamu sekarang? Ke mana saja kamu dari tadi? Perjalanan dari Bandung ke Jakarta makan waktu sekitar tiga jam. Ayahmu sudah setengah mati mencari pinjaman ke mana-mana.

Kata depan di, ke , dan dari Catatan khusus: Kata kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai. Istrinya lebih tua daripada dirinya. Kami berharap kepada Bapak agar bisa merealisasikan rencana sumbangan tersebut. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Dia masuk, lalu keluar lagi. Surat tugas itu memang dikeluarkan sejak tiga minggu yang lalu. Bawa kemari gambar itu. Kemarikan cetakan-cetakan itu! Semua orang terkemuka di desa ini akan hadir.

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu sudah dikirim kembali pada si pengirim. Mendengar kabar itu, hakim Chao langsung berangkat menghadap sang Raja.

Bacalah buku itu baik-baik. Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. partikel Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati?

Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus. Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang. Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.

Catatan khusus: Kelompok kata yang lazim dianggap padu, misalnya: adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun ditulis serangkai.

Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Harga tabloid itu Rp 7.500,00 per eksemplar.

.:: Akhir rentetan slide ::. Berlanjut ke SINGKATAN DAN AKRONIM