MITOS, PENALARAN, DAN PENGETAHUAN SEBAGAI PANGKAL KELAHIRAN SAINS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FILSAFAT IPTEK BAB 9 LOGIKA
Advertisements

M ETODE I LMIAH Merupakan cara untuk mendapatkan Pengetahuan yang ilmiah.
Metode Berpikir Ilmiah
Alam pemikiran manusia dan perkembangannnya
ILMU ALAMIAH DASAR Oleh Albert Barus.
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
Filsafat Ilmu (Manajemen)
MEMPEROLEH PENGETAHUAN (Lanjutan Metoda Ilmiah)
PENALARAN DAN DEFINISI Disusun oleh : YUNI DESITA ( )
Metode Penelitian Hakekat Penalaran
ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)
METODE DEDUKSI DAN INDUKSI DALAM MEMPEROLEH PENGETAHUAN
PENALARAN Pengertian Penalaran merupakan suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan dat atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.
Topik 10 RELASI-RELASI SILOGISME
Universitas Multimedia Nusantara Robert Bala, MA, Dipl
PENGANTAR FILSAFAT Topik 5 EPISTEMOLOGY.
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
Metode Ilmiah Lenny Widjayanthi.
Logika Deduksi-Induksi dalam Pola Berpikir Ilmiah
Mengembangkan Pengetahuan
PENGETAHUAN Knowledge
PARADIGMA ILMU PENGETAHUAN
ILMU ALAMIAH DASAR.
PENGETAHUAN Pengetahuan yaitu segala sesuatu yang diketahui yang merupakan hasil dari tahu. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang.
MENGAPA PENELITIAN ITU PERLU ???
SYARAT DAN TUJUAN PENELITIAN Dwiyati Pujimulyani 2015
ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGAANYA
PENALARAN INDUKTIF.
Penalaran Deduktif (Bella: Slide )
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Ilmu, Penelitian Ilmiah
KONSEP PEMIKIRAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF
BAB I ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH, DAN PENELITIAN I - 1 INDEX
SEJARAH FILSAFAT ILMU.
Materi 3 Epistemology.
FILSAFAT ILMU.
Hj. Noneng Masitoh, Ir., M.M Agi Rosyadi, S.E., M.M
Hubungan Etika dan Ilmu
LOGIKA.
MENGAPA PENELITIAN ITU PERLU ???
PURWANI PUJI UTAMI, SE, M.Pd.
FILSAFAT DAN SAINS (1) FILSAFAT, CARA BERFIKIR RADIKAL & MENYELURUH, SUATU CARA BERFIKIR YANG MENGUPAS SESUATU SEDALAM-DALAMNYA TUGAS FILSAFAT BUKAN MENJAWAB.
Penalaran Tujuan bab ini adalah agar para maha-siswa dapat bernalar dengan baik dalam penyusunan karya ilmiah yang ditulis. Penalaran yaitu proses berpikir.
Leonardo W. Permana PEMIKIRAN DAN METODE ILMIAH.
TUGAS FILSAFAT ILMU.
ILMU ALAMIAH DASAR Oleh Dr. Yusnaldi, M.Pd.
Sarana Berfikir ilmiah
MEMPEROLEH PENGETAHUAN (Lanjutan Metoda Ilmiah)
MATERI I MIP SAINS DASAR
Filsafat IPA Oleh Rika Arwanda
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
BAB II PERKEMBANGAN ILMU
ALAM PIKIRAN MANUSIA & PERKEMBANGANNYA
Perkembangan Alam Pikir Manusia
PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
MITOS,PENALARAN, DAN Cara Memperoleh Pengetahuan
LOGIKA LOGIKA PENALARAN Rifai Al Ghozali Oleh: Tri Sundari.
Pardjono, Ph.D Filsafat Ilmu Program Pascasarjana UNY
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
PERKEMBANGAN PENALARAN DAN FISIK MANUSIA
ILMU ALAMIAH DASAR A. Manusia Selalu Ingin Tahu Natural Man.
ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN
POLA PIKIR MANUSIA BERLANDASKAN MITOS
Universitas Multimedia Nusantara Robert Bala, MA, Dipl
METODE RISET (Research Method)
FILSAFAT UMUM. A. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari Yunani “philos” artinya cinta, sedangakan “sophia” artinya kebijaksanaan. Ada pula yg mengatakan.
TUGAS FILSAFAT ILMU 1 APA ILMU ITU? 2 Cabang-cabang Filsafat 3 Pokok Permasalahan yang dikaji Filasafat: 1.Apa yang disebut benar dan apa yang disebut.
Transcript presentasi:

MITOS, PENALARAN, DAN PENGETAHUAN SEBAGAI PANGKAL KELAHIRAN SAINS

PENGANTAR

PENGANTAR

PENGANTAR

PENGANTAR

PENGANTAR

PENGANTAR

PENGANTAR Mungkin saudara pernah mendengar ucapan berikut : Gunung Api meletus hebat disebabkan oleh karena dewa sakti lagi marah besar. Gempa Bumi terjadi karena dewa atlas yang memikul bumi memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lainnya. Gerhana bulan disangka terjadi karena bulan dimakan raksasa. Bunyi Guntur timbul karena roda kereta yang dikendarai dewa sedang melintas di langit.

PENGANTAR Pada awal prasejarah kemampuan manusia masih terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun keterbatasan pemikiran. Keterbatasan peralatan menyebabkan pengamatan menjadi kuratig seksama, dan cara berpikir yang sederhana menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan yang kurang tepat. Dengan demildan pengetahuan yang terkumpul belum dapat memberikan jawaban yang baik terhadap rasa ingin tahu manusia, dan masih jauh dari kebenaran.

TAHAP PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA Menurut A. Comte Tahap Perkembangan manusia ada 3 tahap, yaitu : Tahap Teologi / Metafisika Tahap Filsafat Tahap Positif atau Tahap Ilmu

TAHAP TEOLOGI / METAFISIKA Mitos diciptakan hanya untuk menjawab rasa ingin tahu manusia akan suatu kejadian yang mereka amati. Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno, seperti dewa atau manusia perkasa, yang ada kaitannya dengan apa yang terdapat di alam. pengetahuan yang subyektif (tidak Obyektif) Manusia menyusun mitos / dogeng untuk mengenal realita atau kenyataan. Dalam alam mitos, Pikiran rasional atau penalaran belum terbentuk. Melainkan hanya didasari atas daya khayal, intuisi, atau imajinasi

TAHAP TEOLOGI / METAFISIKA Mitos dibedakan atas 3 macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat, dan legenda. Dalam. mitos sebenamya manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada, namun belum tepat karena kurangnya pengetahuan, sehingga orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa. Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa petting yang menyangkut kehidupan masyarakat, biasanya juga disampaikan dari mulut ke mulut sehingga, sulit diperiksa kebenarannya. Dalam mitos sebagai legenda, dikemukakan tentang seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah. Menurut C.A. Van Peursen, MITOS adalah suatu cerita yang memberikan pedoman atau arah tertentu pada sekelompok orang dan dapat ditularkan kepada kelompok lain atau diungkapkan melalui pementasan tari-tarian, wayang, dan sebagainya Inti Cerita terkait dengan lambang-lambang, kejahatan, kebaikan, kehidupan, kematian, dosa, dan penyucian, sorga, neraka

TAHAP TEOLOGI / METAFISIKA Pada masa prasejarah tersebut, mitos dapat diterima dan dipercaya kebenaranya karena: keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan pengindraan, balk langsung maupun dengan slat: keterbatasan penalaran manusia pada masa itu hasrat ingin tahunya texpenuhi.

TAHAP TEOLOGI / METAFISIKA Pada tahap ini manusia menemukan identitas diri. Manusia yang ada dialam hidup menyatu dengan alam dan terpengaruh dengan alam == kemasukan kekuatan alam Pada tahap mitos, manusia terikat, manusia menerima keadaan sebagai takdir

TAHAP FILSAFAT Rasio sudah terbentuk, tapi belum ditemukan metoda berfikir yang obyektif Menggunakan rasio secara dangkal, tapi obyek yang dimasuki belum obyektif (contoh bumi datar) Pola pikir belum metodologis yang definitif

TAHAP ILMU ATAU TAHAP POSITIF Adanya ketidakpuasan pikiran Rasio dikembangkan kearah yang lebih obyektif Manusia menghadapi obyek dengan rasio

TAHAP PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA TAHAP ILMU TAHAP TEOLOGI PIKIRAN MANUSIA TAHAP FILSAFAT

PENALARAN Dari pengamatan yang sistematis dan kritis serta makin bertambanhnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun menusia mencari jawab secara rasional atau berdasarkan fakta-fakta Pemecahan masalah mengandalkan penalaran yang rasional atau berdasarkan fakta dalam usaha memperoleh kebenaran Model Penalaran ada 2, yaitu : Penalaran Deduktif Penalaran Induktif

PENALARAN DEDUKTIF (RASIONALISME) Penalaran Deduktif, pola pikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan menggunakan pola pikir yang disebut silogisme Kaum rasionalis mengembangkan paham rasionalisme == menggunakan penalaran deduktif

SILOGISME Silogisme terdiri atas dua pernyataan dan sebuah kesimpulan Kedua pernyataan disebut premis mayor dan premis minor Kesimpulan diperoleh dari penalaran deduktif terhadap kedua premis PREMIS MAYOR PREMIS MINOR SIMPULAN

CONTOH Misal : Kesimpulan benar bila : Semua mahluk bernapas (premis mayor) Si Ali adalah seorang mahluk (Premis minor) Jadi si Ali juga bernapas ( kesimpulan) Kesimpulan benar bila : Kedua premis benar Cara penarikan kesimpulan juga benar Bila salah satu darinya salah maka kesimpulan salah

Apakah penalaran deduktif pasti diterima kebenarannya Pada jaman alkimia aristoteles mengemukakan teori perkembangan, yang menyatakan bahwa setiap benda akan mengalami perkembangan kearah dewasa Logam yang telah dewasa adalah emas atau perak. contoh lain kelapa, dari bungsil – kuwud – nyuh Contoh silogisme : Semua logam akan mengalami perkembangan menjadi emas (premis mayor) Air raksa adalah logam (Premis minor) Jadi, air raksa dapat berubah menjadi emas (kesimpulan) Apakah silogisme ini benar ? Dapatkah air raksa berubah menjadi emas ? Tidak semua penalaran deduktif menghasilkan kesimpulan yang benar.

Pendekatan induktif (empirisme) Pengetahuan diperoleh dari pengamatan lapangan (emipiris) Kaum empiris mengembangkan paham empirisme == menggunakan penalaran induktif Penalaran induktif, bertolak dari pola pikir yang bersifat khusus untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum

Misalkan : Dari pengamatan diperoleh bahwa : Besi dipanaskan memuai, Tembaga dipanaskan memuai, aluminium dipanaskan memuai. Maka maka disimpulkan bahwa semua logam bila dipanaskan akan memuai. Dari pengamatan diperoleh bahwa : kucing butuh makanan, anjing butuh makanan, kuda butuh makanan, maka disimpulkan semua binatang butuh makanan.

Apakah semua hasil penalaran Induktif pasti dapat diterima kebenarannya Misal : Pengamatan lapangan menemukan bahwa anak-anak yang berprestasi bagus di banyak sekolah adalah anak-anak yang berhidung mancung. Apakah dapat disimpulkan bahwa setiap anak yang berhidung mancung akan memiliki prestasi bagus ? Apakah pengalaman yang dimaksud paham ini merupakan stimulus pancaindra ataukah hanya persepsi ? Adanya keterbatasan kemampuan panca indra. Misalkan : Sendok yang dimasukkan kedalam gelas berisi air terlihat patah. Apakah sesungguhnya sendok itu patah ? Celupkan kedua tangan pertama ke air dingin, tangan kedua keair panas, lalu angkat dan celupkan keair biasa ? Apakah air biasa tadi panas, dingin, atau sejuk ?

Panca indra punya kelemahan Penalaran induktif yang mengacu pada pengalaman yang dialami panca indra tidak sepenuhnya benar

Penalaran Deduktif masih diragukan Penalaran Induktif masih diragukan Selanjutnya Muncul Pendekatan ilmiah