SOAL…. Sebuah aktiva yang dibeli PT”Trans” pada Juli 2008 Rp 50 juta dijual pada akhir November 2010 Rp 30 juta. Hitung: Penyusutan dengan metode garis.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan Tunai Penjualan Kredit
Advertisements

Akuntansi Ijarah Sartini, SE, MSc, Ak.
Contoh: Pada tanggal 1 Januari 2011 Pak Bagus menyerahkan uang tunai sebesar Rp sebagai setoran modal untuk usahanya. Tanggal Keterangan.
PENYUSUTAN DAN AMORTISASI
PPh Pasal 25.
PAJAK PENGHASILAN PASAL 25
PEMBINAAN PRA OLIMPIADE EKONOMI TINGKAT KOTAMADYA JAKARTA UTARA
NERACA SALDO DAN JURNAL PENYESUAIAN
PENJUALAN ANGSURAN Muhammad Hidayat, SE.,Ak.
Aset Tetap dan aset Tak Berwujud
Sekuritas Dilutif dan Laba Per Lembar Saham
INVESTASI JANGKA PANJANG DAN AKTIVA LAIN-LAIN
BUKU BESAR.
AKTIVA TETAP.
AKUNTANSI AKTIVA TETAP
AKUNTANSi AKUNTANSi AKTIVA TETAP AKTIVA TETAP.
PERSAMAAN AKUNTANSI.
Kewajiban pencatatan pajak M-2
Kuliah Pertemuan ke: 10 PPh Ps. 24
Presented by Christine M.Int.Tax ©
JURNAL PENYESUAIAN Jurnal Penyesuaian (adjusting journal entries) adalah jurnal yang dibuat untuk mengoreksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan.
Pajak dalam Perusahaan
UTANG PIUTANG PAJAK B. Sundari. SE., MM..
Penyusutan, Amortisasi, dan Revaluasi
INVESTASI JANGKA PANJANG DALAM OBLIGASI
PENYUSUTAN dan AMORTISASI
Akuntansi Aset Tetap Tidak Berwujud
Penyusunan laporan keuangan fiskal KOREKSI FISKAL
Nur Ahlina Febriyati, S.Kom
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
ASET TIDAK LANCAR DIMILIKI UNTUK DIJUAL
PPh Pasal 25 PPh Pasal 25 mengatur tentang penghitungan besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak.
AKUNTANSI PAJAK ASET TETAP
Pertemuan 4 AKUNTANSI ASET TETAP
Pertemuan 6 AKUNTANSI KEWAJIBAN LANCAR
PENGAKUAN PENDAPATAN Penjualan Tunai Penjualan Kredit
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
Akuntansi untuk Persekutuan Firma
Penyusunan laporan keuangan fiskal KOREKSI FISKAL
Aktiva Tetap dan Aktiva Tidak Berwujud
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD
UU PAJAK PENGHASILAN NO. 38 TAHUN 2008
Pertemuan 5 PENYUSUTAN, AMORTISASI DAN REVALUASI
Aktiva LAIN-LAIN AKTIVA LAIN-LAIN
KUNCI JAWABAN SOAL SEMESTER AKUNTANSI PAJAK
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD
AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD (LANJUTAN)
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
Pph 2 Leasing dalam pajak.
Penyusutan, Amortisasi dan Revaluasi
UU PAJAK PENGHASILAN NO. 38 TAHUN 2008
MINGGU KE-5 Penyusutan (Pasal 11) Amortisasi (Pasal 11A)
AKUNTANSI ASET TAKBERWUJUD DAN LIABILITAS
INVESTASI OBLIGASI Prepared by Dra. Gunasti Hudiwinarsih, M.Si., Ak
AKUNTANSI PERPAJAKAN REKONSILIASI FISKAL MODUL 13 Dr.Harnovinsah
AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD
Investasi Dalam Obligasi
Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Penyusutan, Amortisasi, dan Revaluasi
JURNAL PENYESUAIAN.
Penghentian Aktiva Tetap, Deplesi dan Amortisasi
AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD
Pajak Penghasilan.
PERENCANAAN PAJAK MELALUI METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP UNTUK MENGHITUNG PPH BADAN PADA PT.BANK SULUT.
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
PENYUSUTAN DAN AMORTISASI
Penghentian Aktiva Tetap, Deplesi dan Amortisasi
Penghentian Aktiva Tetap, Deplesi dan Amortisasi
Transcript presentasi:

SOAL…. Sebuah aktiva yang dibeli PT”Trans” pada Juli 2008 Rp 50 juta dijual pada akhir November 2010 Rp 30 juta. Hitung: Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi komersiil ! Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi perpajakan ! Besarnya keuntungan atau kerugian dng metode garis lurus dari penjualan tersebut menurut akuntansi komersiil dan menurut akuntansi perpajakan! Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi komersiil ! Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi perpajakan ! Besarnya keuntungan atau kerugian dng metode saldo menurun dari penjualan tersebut menurut akuntansi komersiil dan menurut akuntansi perpajakan!

1. Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi komersiil 50 Juta disusut selama 4 tahun dengan metode garis lurus (Akuntansi Komersiil). Sehingga dalam satu tahun beban penyusutannya sebesar = 50 juta/4 tahun = 12,5 juta. Tahun 1 (Juli 2008 – Juli 2009) = 12,5 Juta Tahun 2 (Juli 2009 – Juli 2010) = 12,5 Juta Tahun 3 (Juli 2010 – Nov 2010) = (5 bulan:12 bulan) X 12,5 Juta = 5.208.333,33 Total Penyusutan = 30.208.333,33

1. Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi komersiil Bila akan digunakan untuk AJP: Tahun 1 (Juli 2008 – Des 2008) = 6/12 x 12,5 Juta = 6.250.000 Tahun 2 (Jan 2009 – Des 2009) = 12.500.000 Tahun 3 (Jan 2010 – Nov 2010) = 11/12 X 12,5 Juta = 11.458.333,33 Total Penyusutan = 30.208.333,33

2. Penyusutan dengan metode garis lurus menurut akuntansi PERPAJAKAN 50 Juta disusut selama 4 tahun dengan metode garis lurus (Akuntansi Perpajakan, Tarif=25% per tahun karena Aktiva Golongan 1). Sehingga dalam satu tahun beban penyusutannya sebesar = 50 juta x 25% = 12,5 juta. Tahun 1 (Juli 2008 – Des 2008) = 12,5 Juta Tahun 2 (Jan 2009 – Des 2009) = 12,5 Juta Tahun 3 (Jan 2010 – Nov 2010) = 0 (Tidak menjadi tanggungan penjual) Total Penyusutan = 25.000.000

3. keuntungan atau kerugian dng metode garis lurus Akuntansi Komersial Harga Jual = 30 Juta Nilai Buku = Harga Beli – Penyusutan Nilai Buku = 50 Juta - 30.208.333,33 = 19.791.666,67 Keuntungan = Harga Jual – Nilai Buku = 30 Juta – 19.791.666,67 = 10.208.333,33

3. keuntungan atau kerugian dng metode garis lurus Akuntansi Perpajakan Harga Jual = 30 Juta Nilai Buku = Harga Beli – Penyusutan Nilai Buku = 50 Juta – 25 Juta = 25 Juta Keuntungan = Harga Jual – Nilai Buku = 30 Juta – 25 Juta = 5.000.000

4. Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi komersiil 50 Juta disusut dengan saldo menurun dengan penyusutan 50% per tahun. Tahun 1 (Juli 2008 – Juli 2009) = 50 Juta x 50% = 25 Juta Tahun 2 (Juli 2009 – Juli 2010) = (50-25 juta) X 50% = 12,5 Juta Tahun 3 (Juli 2010 – Nov 2010) = (5 bulan:12 bulan) X 50% x (25-12,5 Juta) = 2.604.166,67 Total Penyusutan = 40.104.166,67

4. Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi komersiil Bila akan digunakan untuk AJP: Tahun 1 (Juli 2008 – Des 2008) = 6/12 x 50% x 50 Juta = 12.500.000 Tahun 2 (Jan 2009 – Des 2009) → (Jan – Juli) = 6/12 x 50% x 50 Juta = 12.500.000 (Juli – Des) = 6/12 x 50% x 25 juta = 6.250.000 Tahun 3 (Jan 2010 – Nov 2010) → (Jan – Juli) = 6/12 x 50% x 25 Juta = 6.250.000 (Juli – Nov) = 5/12 x 50% x 12,5 Juta= 2.604.166,67 Total Penyusutan = 40.104.166,67

5. Penyusutan dengan metode saldo menurun menurut akuntansi PERPAJAKAN 50 Juta disusut selama 4 tahun dengan metode Saldo Menurun(Akuntansi Perpajakan, Tarif=50% per tahun karena Aktiva Golongan 1). Tahun 1 (Juli 2008 – Des 2008) = 50% x 50 Juta = 25 Juta Tahun 2 (Jan 2009 – Des 2009) = 50% x 25 Juta = 12,5 Juta Tahun 3 (Jan 2010 – Nov 2010) = 0 (Tidak menjadi tanggungan penjual) Total Penyusutan = 37.500.000

6. keuntungan atau kerugian dng metode Saldo menurun Akuntansi Komersial Harga Jual = 30 Juta Nilai Buku = Harga Beli – Penyusutan Nilai Buku = 50 Juta - 40.104.166,67 = 9.895.833,33 Keuntungan = Harga Jual – Nilai Buku = 30 Juta – 9.895.833,33 = 20.104.166,67

6. keuntungan atau kerugian dng metode saldo menurun Akuntansi Perpajakan Harga Jual = 30 Juta Nilai Buku = Harga Beli – Penyusutan Nilai Buku = 50 Juta – 37,5 Juta = 12,5 Juta Keuntungan = Harga Jual – Nilai Buku = 30 Juta – 12,5 Juta = 17.500.000

Jurnal penjualan-nya Jurnal saat penyetoran PPN 16 D Tanggal Keterangan Debet Kredit Nov 2010 Kas 33.000.000 Akum.Penyst Aktiva 40.104.166,67 Aktiva 50.000.000 PPN 16D 3.000.000 Laba Penjualan Aktiva 20.104.166,67 Jurnal saat penyetoran PPN 16 D Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2010 PPN 16 D 3.000.000 Kas

KOREKSI REKONSILIASI FISKAL PADA spt Atas perbedaan besarnya laba penjualan aset yang terjadi akuntansi komersiil dan pajak, maka perusahaan tidak perlu membuat jurnal penyesuaian.Perbedaan pengakuan besarnya laba penjualan aset tersebut menimbulkan beda tetap/beda permanen antara pajak dan akuntansi. Untuk itu perusahaan harus melakukan koreksi negatif pada rekonsiliasi fiskal pada pengisian SPT sebesar: Koreksi Negatif = 20.104.166,67 - 17.500.000 = 2.604.166,67

ATURAN MAIN Koreksi Negatif apabila perrhitungan laba akuntansi (komersiil) lebih besar dibanding perhitungan laba dng pajak. Apabila kondisi sebaliknya maka disebut Koreksi Positif.

Aktiva LAIN-LAIN AKTIVA LAIN-LAIN Akuntansi Perpajakan - Suranto, S.Pd, M.Pd

AMORTISASI Adalah proses penyusutan aset tidak berwujud dalam akuntansi dan perpajakan.

SOAL Pak Baskoro pada tanggal 1 Januari 2010 mengeluarkan uang sebesar 360.000.000 (belum termasuk PPN dan PPh) untuk memperoleh waralaba “Wong Solo” selama 4 tahun. Hitunglah Amortisasi-nya dengan metode garis lurus dan metode saldo menurun Buatlah Jurnal akuntansi pajak untuk transaksi tersebut apabila perusahaan pak Baskoro menggunan metode saldo menurun. Buatlah jurnal akuntansi pajak untuk penyetoran pajak PPh. Buatlah jurnal akuntansi pajak untuk pihak “Wong Solo”.