Adam Vrileuis, dimas h. marutha, dimas p.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Matematika SMK INTEGRAL Kelas/Semester: III/5 Persiapan Ujian Nasional.
Advertisements

Penggunaan Integral Tentu
INTEGRAL TAK TENTU ANTI TURUNAN DAN INTEGRAL TAK TENTU
Teknik Pengintegralan
Bilangan Real ® Bil. Rasional (Q)
Matematika Elektro Semester Ganjil 2004/2005
PENGGUNAAN INTEGRAL Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva dan sumbu-sumbu koordinat. Menghitung volume benda putar. 9 Luas daerah di bawah.
BAHAN AJAR KALKULUS INTEGRAL Oleh: ENDANG LISTYANI PERSAMAAN DIFERENSIAL Masalah: Tentukanlah persamaan suatu kurva y= f(x) yang melalui titik (1,3) dan.
Kalkulus Teknik Informatika
Kalkulus Teknik Informatika
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu
HITUNG INTEGRAL Hitung integral Bahan Ajar 3 SK dan KD Indikator
Bab 1 INTEGRAL.
INTEGRAL OLEH TRI ULLY NIANJANI
INTEGRAL Asep Saeful ulum Feri Ferdiansyah Hilman Nuha Ramadhan
Selamat Datang & Selamat Memahami
INTEGRAL TAK TENTU.
MODUL VII METODE INTEGRASI
PENGGUNAAN INTEGRAL TERTENTU
METODE INTEGRASI.
BAB VII INTEGRAL TAK TENTU.
Prof.Dr.Ir.SRI REDJEKI MT
KALKULUS 2 TEKNIK INTEGRASI.
6. INTEGRAL.
BAB VII INTEGRAL TAK TENTU.
6. INTEGRAL.
6. INTEGRAL.
INTEGRAL TAK TENTU.
INTEGRAL TAK TENTU INTEGRASI FUNGSI PECAH
Pertemuan VIII Kalkulus I 3 sks.
5.8. Penghitungan Integral Tentu
Integral.
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu
TEOREMA INTEGRAL TENTU
Pengintegralan Parsial
Penerapan Integral Tertentu
Integral Integral Tak-Tentu Substitusi Integral Tentu Sebagai Jumlah
6. INTEGRAL.
9. TEKNIK PENGINTEGRALAN
KALKULUS 2 INTEGRAL.
KALKULUS 2 BY: DJOKO ADI SUSILO.
Riri Irawati, M.Kom Kalkulus I – 3 sks
Riri Irawati, M.Kom Kalkulus I – 3 sks
Turunan 3 Kania Evita Dewi.
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu
LIMIT Kania Evita Dewi.
Teknik Pengintegralan
Pertemuan 13 INTEGRAL.
Pertemuan 13 INTEGRAL.
KALKULUS 2 INTEGRAL.
TURUNAN/Derivative MATEMATIKA DASAR.
Integral.
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu Oleh : Kholilah
INTEGRAL DENGAN MENGGUNAKAN SUBSTITUSI Bila integral tak tentu tidak dapat langsung diintegralkan dng menggunakan rumus-rumus yang telah dibicarakan.
Integral Tak Tentu INTEGRAL TAK TENTU TRIGONOMETRI SUBTITUSI PARSIAL
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu. Pengertian Integral Jika F(x) adalah fungsi umum yang bersifat F’(x) = f(x), maka F(x) merupakan antiturunan.
4kaK. TURUNAN Pelajari semuanya.
Peta Konsep. Peta Konsep E. Merumuskan dan Menghitung Volume Benda Putar.
Peta Konsep. Peta Konsep E. Merumuskan dan Menghitung Volume Benda Putar.
Matematika III ALFITH, S.Pd, M.Pd
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Matematika Elektro Semester Ganjil 2004/2005
KALKULUS II TEKNIK INTEGRASI
INTEGRAL.
INTEGRAL.
KALKULUS II TEKNIK INTEGRASI
Integral Tak Tentu dan Integral Tertentu
Sudiarto, SMK Negeri 5 Jember, 2013/2014 INTEGRAL Disusun oleh: Sudiarto, S.Pd, M.Pd NIP SMK NEGERI 5 JEMBER MULAI y a x 0 b.
Transcript presentasi:

Adam Vrileuis, dimas h. marutha, dimas p. MATEMATIKA Integral

Konsep INTEGRAL MATEMATIKA Integral

Teorema- teorema dalam Integral tak tentu BENTUK UMUM Integral tak tentu  dx : Lambang integral yang menyatakan operasi anti turunan f(x) : fungsi integran, yaitu fungsi yang dicari antiturunannya c : konstanta  f (x)dx =F(x)+ c Teorema- teorema dalam Integral tak tentu TEOREMA 1 TEOREMA 2 Jika n bilangan rasional dan n 1, maka , dengan c adalah konstanta Jika f fungsi yang terintegralkan dan k suatu konstanta, maka òk f(x)dx=k  f(x) dx TEOREMA 3 KELINIEARAN Jika f dan g fungsi-fungsi yang terintegralkan,maka  f(x) ± g(x) dx =  f(x) dx ±  g(x) dx TEOREMA 4 ATURAN INTEGRAL TRIGONOMETRI

INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI TRIGONOMETRI TEOREMA 1 TEOREMA 2 TEOREMA 3

BENTUK UMUM Integral tentu Integral tentu adalah proses pengintegralan yang digunakan pada aplikasi inetgral. Pada beberapa aplikasi integral dikenal istilah batas bawah dan batas atas sebuah integral, batas inilah yang kemudian menjadi ciri khas sebuah integral dinamakan sebagai integral tertentu. Sebab berbeda dengan integral tak tentu yang tidak memiliki batas, maka pada integral tertentu ada sebuah nilai yang harus disubtitusi yang menyebabkan tidak adanya lagi nilai C (konstanta ) pada setiap hasil integral dan menghasilkan nilai tertentu. Secara umum integral tentu dari sebuah fungsi dengan batas tertentu dapat dirumuskan sebagai berikut : Jika f kontinu pada [a,b], maka dengan F antiturunan sebarang dari f, yakni suatu fungsi sedemikian sehingga F’=f.

 f(g(x)) g'(x) dx =  f(u) du = F(u) + c = F(g(x)) + c INTEGRAL Metode subtitusi Andaikan g suatu fungsi yang terdiferensialkan dan andaikan F adalah suatu anti-turunan dari f. sehingga, jika u = g(x), maka  f(g(x)) g'(x) dx =  f(u) du = F(u) + c = F(g(x)) + c Langkah untuk mengintegralkan dengan metode subtitusi adalah sebagai berikut 1. Memilih fungsi u = g(x) sehingga  f ( g(x) ) g'(x) dx = f(u) du 2. Tentukan  f(u) du

INTEGRAL TRIGONOMETRI Metode subtitusi Bentuk  sinn x dxdan  cosn x dx Apabila n bilangan bulat ganjil dan positif, setelah mengeluarkan factor sin x atau cos x, gunakan persamaan Sin 2 x + cos 2 x = 1 Apabila n bilangan bulat genap dan positif, gunakan rumus setengah sudut berikut : Bentuk  sinm x cosn x dx Apabila m dan n ganjil dan positif, keluarkan factor sin x atau cos x,kemudian gunakan : Sin 2 x + cos 2 x = 1 Apabila m dan n bilangan bulat genap dan positif, gunakan rumus setengah sudut berikut :

INTEGRAL TRIGONOMETRI Metode subtitusi Bentuk  sinax cosbx dx ,  cosax sinbx dx ,  sinax sinbx dx ,  cosax cosbx dx Untuk menyelesaikan integral dalam bentuk tersebut, gunakan kesamaan berikut ini : 1. 2. 3. 4.

INTEGRAL Metode PArsial Apabila pengintegralan dengan metode subtitusi tidak berhasil, kita dapat menggunakan teknik pengintegralan lain yang disebut Metode Parsial. Misalkan u dan v adalah fungsi yang dapat dideferensialkan.  u dv = u. v -  v du Misalkan u dan v adalah fungsi yang dapat dideferensialkan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode parsial, yaitu : 1. Pemilihan dv harus dapat diintegralkan untuk memperoleh v, yaitu v =  dv 2. òu du harus lebih mudah diselesaikan daripada  udv

INTEGRAL Menghitung luas daerah Untuk menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva atau garis dalam suatu selang tertentu dapat digunakan Konsep Integral Reiman (Metode potong, hampiri dan integralkan / metode polygon).

INTEGRAL Diketahui Nilai =…. a. – 4 b. – 2 c. – 1 d. 1 e. 2 Contoh Soal-soal Diketahui Nilai =…. a. – 4 b. – 2 c. – 1 d. 1 e. 2 PENYELESAIAN ( substitusikan nilai batas bawah dan atasnya ) ( jika kedua ruas dikalikan dengan ( – ) akan didapat ) ( gunakan suku banyak untuk mendapatkan nilai a ) Untuk menentukan nilai a dapat dicari dengan menentukan faktor dari perkalian koefisien a3 dan a0 yaitu 1 dan –14. Faktor – faktor yang mugkin adalah : ±14, ± 7 , ±2, ±1 . Karena nilai a yang memenuhi adalah 2 maka ilai ½ a = 1

INTEGRAL Nilai a. b. c. d. e. PENYELESAIAN Contoh Soal-soal Nilai a. b. c. d. e. PENYELESAIAN ( rubah ilai sin 2x menjadi 2 sin x cos x ) ( buat permisalan p = cos xKemudian diturunkandp = –sin x dx ) Substitusi nilai batas atas dan bawahya

INTEGRAL Hasil dari a. x2 sin x + 2x cos x + C Contoh Soal-soal Hasil dari a. x2 sin x + 2x cos x + C b. ( x2 – 1 )sin x + 2x cos x + C c. ( x2 + 3 )sin x – 2x cos x + C d. 2x2 cos x + 2x2 sin x + C e. 2x sin x – ( x2 – 1 )cos x + C PENYELESAIAN diturunkan Diintegralkan X2 + 1 Cos x 2x Sin x + 2 – cos x – – sin x

INTEGRAL Contoh Soal-soal Luas daerah arsiran pada gambar di bawah ini adalah …satuan luas. a. c. e. b. d. PENYELESAIAN L= = Untuk soal diatas cari terlebih dahulu titiik potong kedua kurva. Substitusikan y = 2x pada y = 8 – x2 2x = 8 – x2 x2 + 2x – 8 = 0 ( x + 4 ) ( x – 2 ) = 0 x + 4 = 0 atau x – 2 = 0 x = –4 atau x = 2 =

INTEGRAL = Daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan x + y – 2 = 0, Contoh Soal-soal Daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan x + y – 2 = 0, diputar mengelilingi sumbu x sejauh 3600. Volume benda putar yang terjadi adalah …satuan volum. a. c. e. b. d. PENYELESAIAN y = x2 dan x + y – 2 = 0 ( y = 2 – x ) Substitusi kedua persamaan untuk mendapat titik potongnya. x2 = 2 – x x2 + x – 2 = 0 ( x + 2 ) ( x – 1 ) = 0 x = – 2 atau x = 1 V = = =

Adam Vrileuis, dimas h. marutha, dimas p MATEMATIKA Integral