SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FISIKA 1 Fisika  Ilmu berkaitan dengan fisik, perilaku dan struktur benda. Fisika  ilmu pengetahuan yang paling mendasar. Dibagi mejadi: Gerak Fluida.
Advertisements

SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi
KALIBRASI Tim Supervisi Tekfis 2006.
SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi
Fisika Dasar I Jurusan Ilmu Komputer FMIPA UNS 2007/2008
B A B 1 KONSEP DASAR INSTRUMENTASI
CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN IPA
PENGUKURAN DAN ANGKA PENTING
ALAT-ALAT UKUR dan PENGUKURAN
Besaran Fisika dan Satuannya
Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi
B. PENGUKURAN DAN ANGKA PENTING
Contoh soal Rancang Multimeter dgn skala ukur 25mA, 2A, 1V, 10 V, yang menggunakan meter dasar 500μA dan hambatan dalam 5 Kohm.
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
METODE NUMERIK „Hampiran dan Galat”
SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi
METODE NUMERIK.
FISIKA DAN PENGUKURAN Ilmu Fisika bertujuan untuk memberi pemahaman terhadap kejadian alam dengan mengembangkan teori yang didasarkan pada eksperimen.
TEORI KETAKPASTIAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR DEPARTEMEN FISIKA
Alat Ukur dan Teknik Pengukuran
PARAMETER ALAT UKUR Program Keahlian : Teknik Ketenagalistrikan
Bab 1 pendahuluhan Lebih dari satu setengah abad yang lalu, telah banyak diperoleh sumbangan mengenai ilmu pengukuran besaran listrik. Selama periode.
Alat Ukur dan Pengukuran
KB1 Proses pemilihan alat Lab IPA KB2 Kriteria pemilihan alat lab IPA
ALAT UKUR OLEH LISTIA FIDIA NIM : LOADING.
MANUSIA DAN TEKNOLOGI.
Pengantar Observasi Pertemuan 2.
Fika Hastarita Rachman Semester Genap 2011/2012
BESARAN dan PENGUKURAN
BESARAN DAN SATUAN Nur Eko Sucahyono.
MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
PENGUKURAN KOMPETENSI VIDIO DAN DASAR DAN GAMBAR INTI LATIHAN SOAL
PENGUKURAN.
PENGUKURAN dan KESALAHAN
MATERI-1 PENGANTAR METODE PENGUKURAN FISIKA (Sunarta; Drs., M.S.)
BAB 1 Besaran, Satuan, dan Pengukuran Standar Kompetensi
PERTEMUAN 1 Metode Ilmiah.
Pujianti Donuata, S.Pd M.Si
Bab 1 Pengukuran.
Oleh : Nikmah.
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
BESARAN FISIKA & SISTEM SATUAN
Program S1 Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid
BESARAN PENGUKURAN VEKTOR.
Standar Kompetensi Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya
Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan
BAB 01 BEKERJA SECARA ILMIAH.
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA
Ketidakpastian Skala Ukur Mudrika, S.Pd.. Tujuan Pembelajaran Melalui model pembelajaran discovery leraning dengan menggali informasi dari berbagai sumber.
BAHAN AJAR FISIKA.
ANALISIS KURIKULUM Kelompok 4
Materi ke 2 Konsep Dasar Pengukuran Listrik
PENGUKURAN.
ANGKA PENTING.
PENDAHULUAN.
Instrumentasi dan Pengukuran
Teknik Elektro - Universitas Brawijaya
BESARAN DAN SISTEM SATUAN
Standar Kompetensi Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya
PENGUKURAN OLEH MARDIANA. Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian, dan angka penting, serta notasi ilmiah KOMPETENSI.
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
METODE NUMERIK „Pendekatan dan Analisa Kesalahan”
MATA KULIAH: METODE NUMERIK
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN
PENGUKURAN DAN SISTEM METRIK
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
IPA TERAPAN SMK Kelas X Semester 1 Next PrevsClose Selasa, 08 Oktober 2019 Besaran Fisika dan Pengukurannya KD Slide: 1.
Transcript presentasi:

SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi PENGUKURAN Oleh Djuhernaidi SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi star Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc.

Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc. 1 Pengantar PENGUKURAN Manusia selalu ingin tahu tentang dunia di sekitarnya, sejak dimulainya penuangan gagasan dalam tulisan, para ilmuwan berupaya mencari cara untuk menerapkan keteraturan pada keanekaragaman berbagai kejadian yang diamati. A. PENGUKURAN & KETIDAKPASTIAN B. INSTRUMEN PENGUKURAN BESARAN C. ANGKA PENTING Pencarian keteraturan ini terwujud dalam tiga bentuk, yaitu : Agama, Seni, dan Sains D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN Istilah sains berasal dari bahasa latin yang berarti “mengetahui”. Dalam perkembangannya sains tidak sekedar berarti pengetahuan tetapi terutama pengetahuan dunia ilmiah. Sains berkaitan dengan cara mencari tahu dan proses penemuan tentang alam secara sistematis yang meliputi pengamatan, pengukuran, dan eksperimen, untuk mendapatkan fakta, konsep, dan prinsip-prinsip sains, khususnya fisika Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc.

Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc. 1 A. Pengukuran dan Ketidakpastian Hukum-hukum fisika menyatakan hubungan antara besaran-besaran fisik, seperti panjang, massa, waktu, gaya, energi, dan suhu. Kemampuan untuk mendefinisikan dan menyatakan hubungan besaran tersebut secara tepat dan mengukurnya secara akurat merupakan suatu syarat dalam fisika PENGUKURAN A. PENGUKURAN & KETIDAKPASTIAN 1. Ketidakpastian dalam Pengukuran 2. Perkiraan Ketidakpastian B. INSTRUMEN PENGUKURAN BESARAN C. ANGKA PENTING Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat diperlukan langkah-langkah pengukuran dengan benar, yaitu : Membaca nilai yang ditunjukkan oleh alat dengan tepat, 2.Mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi) 3.Kesalahan matematis yang memerlukan kalibrasi, 4.Ketelitian (presisi) dan 5.Kepekaan (sensitivitas) alat ukur yang digunakan D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc.

Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc. 1 A. Pengukuran dan Ketidakpastian 1. Ketidakpastian dalam Pengukuran PENGUKURAN Satu fakta menunjukkan bahwa tidak ada pengukuran yang benar-benar tepat. Ada ketidakpastian yang berhubungan dengan setiap pengukuran. A. PENGUKURAN & KETIDAKPASTIAN 1. Ketidakpastian dalam Pengukuran cm 2. Perkiraan Ketidakpastian B. INSTRUMEN PENGUKURAN BESARAN Ketidakpastian muncul dari berbagai faktor, diantaranya adalah keterbatasan ketepatan setiap alat ukur dan ketidakmampuan membaca sebuah instrumen di luar batas bagian terkecil yang ditunjukkan C. ANGKA PENTING D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN Misalkan mistar yang akurat sampai 0,1 cm, digunakan untuk mengukur sebuah panjang kayu (lihat gambar di samping ini) Apakah Anda dapat memastikan nilai diantara dua garis skala terkecil tersebut? Berapakah nilai hasil pengukurannya? Untuk mengakhiri kegiatan tekan Esc.

1 A. Pengukuran dan Ketidakpastian PENGUKURAN cm 2. Perkiraan Ketidakpastian Ketika menyatakan hasil pengukuran, perlu dinyatakan perkiraan ketidakpastian pada pengukuran tersebut. Sebagai contoh pengukuran panjang kayu (lihat gambar di bawah ini) PENGUKURAN A. PENGUKURAN & KETIDAKPASTIAN 1. Ketidakpastian dalam Pengukuran 2. Perkiraan Ketidakpastian B. INSTRUMEN PENGUKURAN BESARAN C. ANGKA PENTING D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN Hasil pengukuran dapat dituliskan (2,6 ±0,1) cm. angka ±0,1 cm (lebih kurang 0,1 cm) menyatakan perkiraaan ketidakpastian pada pengukuran tersebut, sehingga panjang kayu paling mungkin antara 2,5 cm dan 2,7 cm Persentase ketidakpastian merupakan rasio ketidakpastian dengan nilai yang diukur, dikalikan 100. misalnya, hasil pengukuran adalah 2,6 cm dan ketidakpastian sekitar 0,1 cm, persentase ketidakpastiannya adalah 0,1/2,6 x 100% = 3,85%