DAUN MAJEMUK.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Oleh Otong Suhyanto, M.Si
Advertisements

SISTEM KOORDINAT.
Perkembangan Rosa sp. (mawar)
MEMBUAT POLA MOTIF HIASAN BUSANA DAN LENAN RUMAH TANGGA
PENGOPERASIAN ALAT SIPAT DATAR
BAB III (BOTANI).
Bangun Datar Geometri Koryna Aviory, S.Si, M.Pd..
Rela Memberi Ikhlas Berbagi Rela Memberi Ikhlas Berbagi.
Bangun datar By : bethi vb.
Kelas IV Semester I Created by M. Farid Ubaidillah
Agustin Mahardika NIM P.Bio USD
Kuliah Minggu ke-2 MORFOLOGI POHON.
PENENTUAN POSISI SUATU TITIK
Distribusi Cahaya-Sudut Daun
Vegetasi sebagai indikator
ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN (Pertemuan 3)
HIDAJAH RACHMAWATI,S.SI,APT
MARI BELAJAR MATEMATIKA
Phyllotaxis Dwi Kusuma Wahyuni Departemen Biologi
DAUN MAJEMUK (Folium Compositum)
MORFOLOGI DAUN : daun tunggal – daun majemuk
DAUN Bagian/organ tumbuhan yang berfungsi membentuk makanan (fotosintesis), respirasi dan transpirasi. Ujung Daun (Apex) BAGIAN-BAGIAN DAUN Tepi Daun (Margo.
1. Morfologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan yang mencakup bagian- bagiannya. Bagian tubuh ikan mempunyai.
IN HOUSE TRAINING MAL SADAP & BUKA SADAP
MORFOLOGI Ilmu yang mempelajari bagian-bagian tanaman (bentuk dan fungsi bagian-bagian tersebut). Berdasarkan morfologinya, tumbuhan dibagi menjadi tiga.
Pengertian dan Fungsi Oleh: Tuti Cahyani, S.Pd.
& Selamat pagi………..!!!!!!!.
Nama kelompok : Nur Apriyani Stella Clintonius Jenius S
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds Prodi Desain Interior - FDIK
TATA LETAK DAUN D-III FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UM PALANGKARAYA
EMBROIDERY.
MODUL KE DELAPAN MENGGAMBAR TEKNlK GAMBAR INSTRUMEN DUA PANDANGAN
FAMILI GRAMINEAE/POACEAE
MORFOLOGI TUMBUHAN.
MODUL KE DUA BELAS MENGGAMBAR TEKNIK PANDANGAN BENDA
Daun Oleh : Dian Novianti Shely Nur Pramita
Klasifikasi Mahluk Hidup
Euphorbiaceae Euphorbiaceae [tanaman berbunga indah] merupakan suku terbesar keempat dari lima suku tumbuhan berpembuluh yang mewadahi 1354 jenis dari.
DAUN MAJEMUK.
1.4 SISTEM KOORDINAT EMPAT BIDANG
Penyajian Data.
PENGENALAN SUKU GNETACEAE
IDENTIFIKASI, TAKSONOMI DAN KLASIFIKASI TUMBUHAN
KULIAH MINGGU KE 2.
Inflorescentia Dwi Kusuma Wahyuni Departemen Biologi
LINGKARAN Oleh Purwani.
KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP
KELAS DIKOTILEDON Mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga.
SUKU OXALIDACEAE CIRI-CIRI UMUM :
Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Ciri Umum Piperaceae semak atau perdu merupakan daun tunggal
TATA LETAK DAUN PADA BATANG (PHYLLOTAXIS)
Azka Annafiah Riza Nurlailla Deviana Rahmajayanti Yusuf Anggoro
EBONI DAN SAMAN.
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds. Prodi Desain Interior - FDIK
KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN TANAMAN CABAI
Oleh SPERMATOPHYTA Oleh
STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
program studi pendidikan biologi universitas Almuslim bireuen 2014
KONTRAK MORFOLOGI TUMBUHAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
Tubuh tumbuh-tumbuhan (kormus)
Morfologi Pohon Mahoni Oleh : Abdul Rahmat Ikbal Stambuk : D1B k Fakultas : Kehutanan
Tumbuhan Biji (Spermatophyta)
Bunga Daun Akar Batang Untuk perkembangbikan Untuk fotosintesis, respirasi dan penguapan Untuk pengangkutan Menyerap air dan zat hara dan menancapkan.
Oleh Otong Suhyanto, M.Si
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds. Prodi Desain Interior - FDIK
BUNGA MAJEMUK (Anthotaxis, Inflorescentia). KELOMPOK LIMA  WAHYU YULIS GITASYIA ( )  AFRISKA YOKA PARISTA ( )  HAFSHAH MENTARI ZURISAH.
Monokotil dan Dikotil. Monokotil = tumbuhan berkeping 1 Dikotil = tumbuhan berkeping 2.
Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Pertemuan 3Pertemuan 3 Mutmainnah, S.PdMutmainnah, S.Pd.
Transcript presentasi:

DAUN MAJEMUK

seluruh anak daun terbentuk bersama dan luruh bersama CIRI DAUN MAJEMUK seluruh anak daun terbentuk bersama dan luruh bersama pertumbuhan terbatas (tidak bertambah panjang dan ujung tidak mempunyai kuncup) daun majemuk tak akan terdapat kuncup dalam ketiak anak daun Perkecualian : 1. Pohon cerme (Phyllanthus acidus), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) berdaun majemuk, tetapi tetap memanjang, shg umur anak daun berbeda dan luruh tidak bersamaan

2. Tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri) dan katu 2. Tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri) dan katu (Sauropus androgynus) berdaun tunggal, tetapi cabang batang pokok yang tumbuh mendatar berdaun tunggal berseling dengan pertumbuhan terbatas. Ketiak daun saat tertentu keluar bunga kemudian berbuah → daun tunggal

DAUN MAJEMUK TERDIRI ATAS BERDASAR SUSUNAN ANAK DAUN PADA TANGKAI DAUN MAJEMUK TERDIRI ATAS 1. Daun majemuk menyirip (pinnatus): Anak daun tersusun seperti sirip dikanan kiri ibu tulang daun 2. Daun majemuk menjari (palmatus): anak daun tersusun memencar pada ujung ibu tangkai daun 3. Daun majemuk bangun kaki (pedatus), seperti palmatus tetapi dua anak daun paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, tetapi pada tangkai anak daun disampingnya 4. Daun majemuk campuran (digitato pinnatus), susunan daun majemuk rangkap, pada ibu tulang daun memencar seperti jari pada ujung ibu tulang daun, sedang pada cabang ibu tulang terdapat anak daun yang tersusun menyirip, contoh : daun sikejut (Mimosa pudica L.)

Daun Majemuk Menyirip 1. Daun majemuk menyirip beranak satu (unifoliolatus), contoh: daun jeruk (Citrus maxima) 2. Daun majemuk menyirip genap (abrup tepinnatus), anak daun berpasangan dikanan kiri ibu tulang daun terdiri atas : a. daun majemuk menyirip genap beranak daun genap b. daun majemuk menyirip genap beranak daun gasal 3. Daun majemuk menyirip gasal (impari pinnatus), satu anak daun menutup ujung ibu tangkai daun terdiri atas : a. daun majemuk menyirip gasal dengan anak daun genap b. daun majemuk menyirip gasal dengan anak daun gasal

Daun majemuk menyirip genap beranak daun genap: Asam (Tamarindus indica) Daun majemuk menyirip genap beranak daun gasal: Leci (Litchi chinensis)

Daun majemuk menyirip gasal beranak daun gasal: Mawar (Rosa sp) Daun majemuk menyirip gasal beranak daun genap: ?

Daun majemuk menyirip berdasarkan duduk anak daun pada ibu tangkai daun 1. Daun mejemuk menyirip beranak daun berpasangan, bila anak daun duduk pada ibu tangkai daun berhadapan 2. Daun majemuk menyirip beranak daun berseling, bila duduk anak daun pada ibu tangkai daun berseling 3. Daun majemuk menyirip berganti-ganti (interrupte pinnatus), bila duduk anak daun pada ibu tangkai daun berganti pasangan (anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit) Contoh: daun tomat (Solanum lycopersicum L.)

Daun majemuk menyirip berdasar letak anak daun pada cabang ibu tangkai daun majemuk menyirip 1. Daun majemuk menyirip rangkap dua (bipinnatus), bila anak daun duduk pada cabang ibu tangkai daun tingkat satu 2. Daun majemuk menyirip rangkap tiga (tripinnatus), bila anak daun duduk pada cabang ibu tangkai daun tingkat dua 3. Daun majemuk menyirip rangkap empat, bila anak daun duduk pada cabang ibu tangkai daun tingkat tiga

Daun majemuk menyirip ganda/rangkap 1. Daun majemuk menyirip sempurna, bila tidak ada satu anak daun pun yang duduk pada ibu tangkai Contoh : Daun majemuk menyirip genap rangkap dua dengan sempurna, kembang merak (Caesalpinia pulcherrima)

2. Daun majemuk menyirip rangkap tidak sempurna, bila 2. Daun majemuk menyirip rangkap tidak sempurna, bila masih ada anak daun yang duduk langsung pada ibu tangkai: – Daun majemuk menyirip gasal rangkap dua tidak sempurna : daun kirinju (Sambucus javanica) – Daun majemuk menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna: daun kelor (Moringa oleifera)

Daun Majemuk Menjari Berdasar jumlah anak daun, terdiri atas: 1. Beranak daun dua (bifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat dua anak daun contoh : daun nam-nam (Cynometra cauliflora) 2. Beranak daun tiga (trifoliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat tiga anak daun contoh: daun para (Hevea brasiliensis) Cynometra cauliflora Hevea brasiliensis

Gynandropsis pentaphylla 3. Beranak daun lima (quinque foliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat lima anak daun contoh : daun maman (Gynandropsis pentaphylla) 4. Beranak daun tujuh (septem foliolatus) pada ujung ibu tangkai terdapat tujuh anak daun contoh : daun randu (Ceiba pentandra) 5. Beranak daun lebih dari tujuh (poly foliolatus) Ceiba pentandra Gynandropsis pentaphylla

Duduk Daun Pada Batang (Phyllotaxis) Bagian batang/cabang tempat daun duduk disebut buku batang (nodus/nodia) Bagian batang antara dua buku disebut ruas (internodia) I. Pada tiap buku hanya ada satu daun/tersebar (folia sparsa) Rumus daun (divergensi): a = jumlah putaran mengelilingi batang dari suatu daun sampai daun tepat diatasnya (dalam satu garis) b = jumlah daun yang dilewati

ORTHOSTICH adalah garis tegak lurus/vertikal. yang ORTHOSTICH adalah garis tegak lurus/vertikal yang melewati dua daun pada batang yang tegak lurus satu sama lain - GARIS SPIRAL adalah garis melingkari batang yang menghubungkan daun berturut-turut dari bawah ke atas - SPIRAL GENETIK adalah garis spiral yang menghubungkan daun dari tua ke muda - SUDUT DIVERGENSI adalah sudut antara dua daun berturut-turut, bila diproyeksikan pada bidang datar. Besar sudut tetap = X 360° - DERET FIBONACCI adalah deretan rumus-rumus daun yang memperlihatkan karakteristik Deret FIBONACCI : 1/2 ; 1/3 ; 2/5 ; 3/8 ; 5/13

ROSET (ROSULA) adalah susunan letak daun ROSET (ROSULA) adalah susunan letak daun yang rapat berjejal dengan ruas amat pendek sehingga sukar di bedakan daun tua dan muda ROSET terdiri atas ROSET AKAR: batang sangat pendek (rudimenter) sehingga daun berjejal diatas tanah (roset dekat dengan akar), Contoh : Lobak ROSET BATANG: daun rapat berjejal terdapat pada ujung batang, contoh : kelapa (Cocos nucifera L.)

Roset Batang: Kelapa

Roset Akar: Anthurium

II. Pada tiap buku terdapat dua daun/tersebar Dua daun terdapat pada setiap buku berhadapan (terpisah dengan jarak 180o ), disebut folio opposita/berhadapan-bersilang contoh : soka (Ixora paludosa)

TATA LETAK DAUN PADA BATANG DAPAT DIGAMBARKAN DENGAN III. Tiap buku terdapat > 2 daun/berkarang (folia verticillata) Contoh : allamanda (Allamanda cathartica L.) TATA LETAK DAUN PADA BATANG DAPAT DIGAMBARKAN DENGAN Membuat bagan/skema Membuat diagram

SUDUT DAUN: EREKTOFIL DAN PLANOFIL Sudut daun dengan bidang horizontal c a h a y a Planofil Erektofil 85o 75o 60o 45o 30o 0o Cahaya diterima daun 9% 26% 50% 70% 87% 100% 91% 74% 50% 30% 13% 0% Cahaya lolos Sudut daun dengan bidang horizontal

c a h a y a 0,5 kal cm-2 s-1 50% 50% 50% 50% 0,015 kal cm-2 s-1