Banyak pakar pendidikan memberikan defenisi mengenai E- Learning, seperti yang dipaparkan oleh Siahaan (2004) dalam ”Penerapan E-Learning Dalam Pembelajaran”

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
OLEH: NI KOMANG DEPI LESTARI
Advertisements

Pemanfaatan Komputer - 1
 Jumlah Dosen Asing, international faculty (5 persen) yaitu jumlah dosen yang berasal dari luar negeri yang mengajar di suatu perguruan tinggi.
Konsep e-Learning Oleh Dwi Susanto 1 1.
RANCANGAN E-LEARNING REPDIS BERMUTU 2014
Konsep pengembangan model pembelajaran berbasis TIK.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
E-LEARNING E-LEARNING KELOMPOK III HEDI SUSANTO HERY WAHYUDI HUSMADIA
SELAMAT DATANG DI PRESENTASI HJ.RENIH WIARSIH
PEMBELAJARAN BERBASIS ELEKTRONIK (E-LEARNING)
Roni Eka Sahputra,MD Orthopaedic Surgeon. Pengaruh IT pada Berbagai Aktivitas.
Kegunaan Web Bagi Pendidikan
Komputer untuk Pendidikan
DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN Suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran.
DIKLAT TEMATIK Pengenalan E Learning ICT TERAPAN PPPPTK PKn IPS
“Membedakan tiap bahan ajar berdasarkan karakteristiknya”
Komponen E-Learning Musdalifah Dj PTIK-A.
SOSIALISASI e-LEARNING DI PERGURUAN TINGGI
MATERI PELATIHAN E-LEARNING
SISTEM BELAJAR MENGAJAR ON-LINE
PENTINGNYA IMPLEMENTASI SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE (E-LEARNING) PADA BIDANG PENDIDIKAN Diajukan Untuk Mengikuti Lomba Karya Ilmiah se-Provinsi Riau yang.
SAINS & TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN SEJARAH Hansiswany Kamarga.
Konsep pengembangan model pembelajaran berbasis TIK
Kelompok 3 Pipih Resti Rohaeni
E-LEARNING.
Dicky Pratama S.Kom. Definisi : Pengiriman materi pembelajaran melalui media elektronik (internet, satelite broadcast, audio video, interaktiv tv dan.
E-Learning by : AIRA 2009.
KOMPUTER & MASYARAKAT Pertemuan 3.
MUSDALIFAH DJ PTIK-A Blended Learning Versus E-Learning.
TUGAS TEMA 3 Dosen: Dr. Deden Makbuloh, M.Ag.
KEBIJAKAN TELEMATIKA INDONESIA
WELCOME Loading ….
SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Berbasis Web (E-learning)
KOMPUTER DI DUNIA PENDIDIKAN
KOMPUTER DI DUNIA PENDIDIKAN
Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi
Oleh : Syukur NIM: PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ELEARNING
Mengembangkan E-learning
WORKSHOP DAN PEER TEACHING
1.
OM SWASTYASTU.
Komponen E-Learning
TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
PENGGUNAAN TIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN
SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Blended Learning Versus E-Learning
OLEH: NUR FAHMI LUKMI
KOMPUTER DI DUNIA PENDIDIKAN
E-Learning dan Strategi Implementasinya
Mengembangkan E-learning
TEAM Diklat Dasar Instruktur
Mendesain Pembelajaran yang Inovatif untuk Suatu Program Pelatihan
PENGALAMAN PENGELOLAAN MATA AJAR dengan E-Learning Di SCELE
E-Learning Fungsi Implementasi Oleh: Izzul Fatawi, M.Pd.I.
Model Pembelajaran Berbasis Komputer
Penggunaan Komputer di Bidang Pendidikan
Model problem based learning
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KEJURUAN
Sistem Belajar Jarak Jauh: Penerapannya di Universitas Terbuka
II. KELAS MAYA Kegiatan Belajar 5: Memahami Kelas Maya – Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya.
SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH MELALUI INTERNET
PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI.
Warahmatullahi Wabarakatuh
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING
Pengantar E-Learning.
PEMBELAJARAN BERBASIS WEB. Konsep Pembelajaran Berbasis Web Pembelajaran berbasis Web adalah sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet.
PHP DAN MYSQL PEMBUATAN WEB E-LEARNING ROUTER DENGAN MENGGUNAKAN
Kelompok 5 Hasri Novidawati Purba Kristin Nanda Sitorus Marisa Monika Artauli Nainggolan.
Transcript presentasi:

Banyak pakar pendidikan memberikan defenisi mengenai E- Learning, seperti yang dipaparkan oleh Siahaan (2004) dalam ”Penerapan E-Learning Dalam Pembelajaran” menyatakan bahwa E-Learning merupakan suatu pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronika. E-Learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet,video/audio broadcasting, video/audio conferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung).

Rosenberg juga menekankan bahwa E-Learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Bahkan Onno W. Purbo menjelaskan bahwa istilah “E” atau singkatan dari elektronik dalam E-Learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet (Suyanto : 2005). Secara utuh E-Learning (pembelajaran elektronik) dapat didefenisikan sebagai upaya yang menghubungkan pebelajar (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous.

Rosenberg mengkategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam E-Learning, yaitu: 1. E-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, 2. Menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, 3. Dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam E-Learning, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.

E-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma tradisional dalam pelatihan (Suyanto : 2005). Saat ini E-Learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training).

Elearning merupakan metode pembelajaran yang berfungsi sebagai pelengkap metode pembelajaran konvensional dan memberikan lebih banya pengalaman afektif bagi pelajar. Singkatnya, E-learning menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar. Inti dari E-Learning ialah metode dimana peserta didik diposisikan sebagai prioritas utama dengan meletakan semua sumber bahan ajar di genggamannya. Peserta didik akan dapat mengatur durasi mata kuliah (pelajaran) dalam mempelajarinya dan akan mampu menyerap serta mengembangkan pengetahuan dan keahlian dalam sebuah lingkungan yang telah dibentuk khusus bagi dirinya.

Perbedaan Pembelajaran konvensional dengan E-Learning Pada pembelajaran konvensioanal guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya Sedangkan di dalam E-Learning fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran E-Learning akan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

Dalam pendidikan konvensional fungsi E- Learning bukan untuk mengganti, melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional. Dalam hal ini Cisco (2001) menjelaskan filosofis E- Learning sebagai berikut: E-Learning merupakan penyampian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online. E-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD- ROOM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi E-Learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaancontent dan pengembangan teknologi pendidikan.

Keuntungan dalam E-Learning diantaranya : Membantu munculnya pertanyaan yang lebih interaktif dan berlingkup luas. Mendukung dan memfasilitasi kolaborasi tim dan juga memperluas kemudahan untuk mengakses pendidikan melampaui batasan institusi, geografis dan budaya. Catatan, materi,tugas, kuis tersedia sampai dengan waktu ujian E-Learning sangat interaktif, )pendidik dgn peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik. E-Learning memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara konsisten E-Learning merupakan solusi murah dalam hal jumlah peserta didik tiap instruktur.

Menurut Siahaan (Yani : 2007), setidaknya ada tiga fungsi E-Learning terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction) 1. Suplemen (tambahan). (Dikatakan berfungsi sebagai suplemen apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. 2. Komplemen (pelengkap). Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pengayaan atau remedial. 3. Substitusi (pengganti). Dikatakan sebagai substitusi apabila E-Learning dilakukan sebagai pengganti kegiatan belajar, misalnya dengan menggunakan model-model kegiatan pembelajaran. Ada tiga model yang dapat dipilih, yakni : (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau (3) sepenuhnya melalui internet.

TERIMA KASIH