Mengenal Kebudayaan Barat yang Mengglobal MENGAPA KITA HARUS MEMPELAJARI SEJARAH dan KEBUDAYAAN BARAT ?

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PANDANGAN TENTANG HUKUM (dari masa ke masa)
Advertisements

PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA
DEMOKRASI TEORI DAN AKSI
KEINGINAN MANUSIA UNTUK MEMILIKI,MENGEJAR KEUNTUNGAN UANG, JUMLAH UANG YANG SEBANYAK-BANYAKNYA ITU SEMUA TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KAPITALISME.
FILOLOGI Ruhaliah JPBD FPBS UPI.
TELAAH KRITIS IDEOLOGI-IDEOLOGI
Masa kebangkitan kembali hukum islam
Mata pelajaran IPS Semester 1 untuk kelas VIII (Delapan)
MESIR KUNO TERRY IRENEWATY, M.Hum.
HAKEKAT MANUSIA Pandangan tentang hakikat manusia adalah bagian dari filsafat antropologi manusia yang merupakan karya Tuhan yang paling sempurna/istimewa.
PERKEMBANGAN EPISTEMOLOGI
Keyakinan By: Brenda 6B.
NEGARA KOTA DALAM PEMIKIRAN PLATO
Liberalisme Demokrasi Sosialisme Pan Islamisme
BERPIKIR SEJARAH KEGIATAN FASILITASI WORKSHOP KESEJARAHAN GURU SEJARAH INDONESIA SEPTEMBER 2013 Disajikan oleh Drs. Listiyanto, M.Si.
KONSEP DASAR GEOGRAFI KEBUDAYAAN (SDM) FISIS/ALAM ORGANISASI.
1. Bangsa dalam arti sosiologis anthroplogis
Evaluasi Materi Sejarah & Perkembangan Seni Rupa Pertemuan 13
PEMIKIRAN MASA YUNANI ROMAWI KUNA
NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU.
METODOLOGI PENELITIAN
Matakuliah : Sejarah Seni Rupa 1
Socrates, Plato, Aristoteles
DESAIN PRA MODERN Era Yunani dan Romawi Oleh: rudi irawanto SLIDE 5.
Xi iis 3 THE IMMORTAL ATIKA ERDYAH S IRFAN ADITYA MADE NURULITA
analisis k-13 dalam mata pelajaran sejarah materi wajib dan peminatan
Assalamu’alaikum Wr Wb
SEJARAH INDONESIA.
Sastra Korea dapat dibagi menjadi :
SEJARAH PERKEMBANGAN FILOLOGI
ANTROPOLOGI Sejarah – Pengertian - Cabangnya
ILMU BUDAYA DASAR Yanti Trianita S.I.Kom.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Pancasila Sebagai Ideologi nasional (2)
Pancasila Sebagai Ideologi nasional (2)
Negara Maju Negara Berkembang
Sejarah Ruang Publik.
Sejarah Ruang Publik.
Oleh: Syukur Pendekatan Studi Islam IAIN SALATIGA
SEJARAH FILSAFAT HUKUM
SEJARAH FILSAFAT ILMU.
BAB 3 MUNCULNYA NASIONALISME INDONESIA
Kekuasaan Negara.
RENAISANS ( ) Abad 15 muncul proses transformasi baru dalam dunia berpikir yang menandai munculnya Zaman Pencerahan (Renaisans). Perubahan ini.
FALSAFAH KEINDAHAN MASA PERTENGAHAN Pertemuan 03
LATAR BELAKANG SEJARAH HUBUNGAN INTERNASIONAL
Era Neolitikum Pertemuan 2
1. Konsep Masyarakat Madani Pengertian Masyarakat Madani
Sejarah Yunani Kuno.
PERKEMBANGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI DUNIA
SEJARAH INTELEKTUAL Dosen : Agus Gunawan,Drs.,M.Pd.
Geografi Politik Untuk analisis Asia Pasifik
PERUBAHAN SOSIAL MATERI SOSPEND.
(Kebangsaan Indonesia)
KELOMPOK 3 ` AHMAD WAHYU AJI P RAMOS LENNY BINTI NURYIAH
PERIODESASI SEJARAH.
Lahirnya Kolonialisme Imperialisme Barat
MANUSIA, KEBUDAYAAN, DAN PERADABAN
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Agus Permana
PENGARUH KEBUDAYAAN DARI LUAR TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA Pengertian Kebudayaan Unsur Budaya Nilai-nilai Budaya Pengaruh Kebudayaan Luar Terhadap Kebudayaan.
PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU
Tugas IPS Kolonialisme Barat
Perkembangan Perencanaan
Kedaulatan.
Eropa ii.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL
Assalamu’alaikum Wr.Wb
ANTROPOLOGI.
Renaisans, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, dan Revolusi Industri Sep ofis Meyanu, S.Pd.
GLOBALISASI DAN PERUBAHAN KOMUNITAS LOKAL SOSIOLOGI KELAS XII OLEH E. TAMBUNAN, S.Pd.
Transcript presentasi:

Mengenal Kebudayaan Barat yang Mengglobal MENGAPA KITA HARUS MEMPELAJARI SEJARAH dan KEBUDAYAAN BARAT ?

Bagi mahasiswa seni (rupa) mempelajari sejarah adalah suatu keniscayaan. Karena seni (rupa) yang menjadi medan pergulatan profesional kita telah mengalami “pembaratan. Wacana seni rupa modern: pemikiran, gagasan, metode, proses kreatif,material, teknik dan segala hal infrastruktur penyangganya tak bisa lepas dari pengaruh Barat itu. Kausalitas langsung dari kondisi ini adalah pengaruh kolonisasi bangsa Barat pada wilayah kita di masa lampau, sehingga pengaruh barat itu menyebar secara global, termasuk daerah-daerah yang tak terjajah sekalipun. APA KESITIMEWAAN BANGSA DAN KEBUDAYAAN BARAT ?

Selama hampir 300 tahun, dari a bad 16 – 19, pengaruh atau kekuasaan Eropa atas dunia sangat besar. Pakaian, cara makan dan bergaul kita, cara berpikir dan memecahkanmasah, alat-alat transportasi dan komunikasi, hingga keperkasaan Amerika Serikat dewasa ini, semua itu tak dapat dilepaskan dari kekuasaan/hegemoni Eropa (bangsa Barat) atas dunia pada masa-masa sebelumnya. Jadi, arti kata “kita” di sini mengandung pengertian semua manusia di dunia

Jika kita menggunakan metode pendekatan A.J. Toynbee, sejarawan Inggis, muncul dan berkembangnya suatu peradaban karena dukungan masyarakat penyangga, yang terbentuk oleh beberapa faktor yaitu: Geografi: letak Eropa, luasnya, kesuburan tanahnya, iklimnya,dsb Demografi: seberapa banyak jumlah penduduknya Etnologi: suku bangsa, fisik, etos kerja, dsb Faktor-faktor Spiritual: agama, filsafat, sistem-sistem kepercayaan. Faktor-faktor itu berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan Eropa, tetapi faktor-faktor itu juga dimiliki bangsa- bangsa di kawasan regional lainnya (Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Barat dan Selatan, Afrika Utara, dslb.)

APA KARENA FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFI, DEMOGRAFI, ETNOLOGI, DAN SPIRITUAL ITU EROPA BERKUASA/ISTIMEWA? Bukan karena empat faktor itu. Di kawasan lain faktor-faktor itu tidak terkombinasi dan terakumulasi sebagaimana yang terjadi di Eropa. Ada kondisi-kondisi yang diperlukan (necessary condition) untuk membentuk keunikan jiwa Eropa sehingga mengkristal menjai kebudayaan Eropa. Proses terbentuknya kondisi-kondisi dan keunikan faktor-faktor itu tak lain karena terbangunnya Sejarah Jadi, faktor-faktor yang menyebabkan Eropa menguasai dunia karena SEJARAH EROPA

KOMPONEN-KOMPONEN PEMBENTUK SEJARAH YANG MENGHASILKAN JIWA ATAU KEBUDAYAAN BARAT 1.Rasionalisme bangsa YUNANI (abad VI SM), menjadi dasar mencari pengetahuan secara benar. 2.Sumbangan bangsa Romawi (abad VIII SM) dalam mengadakan organisasi dan perundang-undangan. 3.Agama Nasrani (sejak abad I SM), yang telah menyatukan Eropa. 4.Renesans dan Humanisme (abad XV – XVI M) yang timbul karena tumbuhnya golongan Paura/timbulnya kota-kota dan demokrasi. 5.Abad XVIII a. Aufklarung, masa pencerahan, puncak kebudayaan Eropa; b. Revolusi Industri (1776 – 1816) c. Revolusi Amerika (1776) d. Revolusi Prancis (1791)

1. Rasionalisme bangsa YUNANI 1.Yunani terdiri dari polis-polis (negara-negara kota), sebagai kota dagang yang lepas dari tradisi lama (bertani), dan berdiri sebagai pemerintahan sendiri-sendiri yang memiliki sifat-sifat: kekotaan, borjuis, dan duniawi. 2.Orang Yunani merdeka dan bebas berpikir, sehingga melahirkan demos (rakyat) dan kratein (pemerintah) 3.Orang Yunani dapat berpikir secara abstrak. Contoh: (1) membuat patung dewa dengan ukuran sama melalui analisis matematik; juga dengan sistem perbandingan, sehingga mengahsilkan bentuk realisme-idealistik; (2) Dalil Pitagoras; dan (3) Euclides: sebuah segitiga yang terdapat pada lingkaran selalu memiliki sebuh sudut 90° 4. Orang Yunani memandang alam secara baru, yaitu dengan mengambil jarak (ontologis); mempunyai pandangan antrophosentrisme, berpengaruh pada karysa seni mereka. 5. Berkembangnya dunia filsafat, dengan melahirkan Socrates, Plato, dan Aristoteles. 6. Pengenalan pada huruf (pengaruh Babilonia dan Mesir) menjadikan mereka semakin beradab (Civilized), yaitu mengembangkan diri dengan sastra, sejarah, dan filsafat.

2. Romawi sebagai Imperium Bangsa Romawi bisa menmgembangkan diri sebagai imperium yang kuat, karena mereka bisa mengimplementikan ide-ide bangsa Yunani melalui Organisasi. Kesanggupan mereka dalam organisasi ini tercermkin dalam tiga bidang: Militer, Tat Negara, dan Hukum Bangsa Romawi juga bangsa yang zakelijk (lugas, apa adanya) dengan perhitungan. Dengan demikian mereka juga materialistik.

3. Agama Nasrani Agama Nasrani mempunyai peranan dalam pemberian legitimasi pada penaklukan-penaklukan daerah lain yang dianggap masih kafir (polytheisme). Filsafat Yunani dan sumbangan cara berpikir zakelijk dan organisatoris bangsa Romawi membuat agama Nasrani mempunyai sifat khas sebagai jiwa Eropa (Barat). Agama Nasrani mempunyai organisasi rapi, teratur, dan hirakhis, sehingga persatuan Nasrani Internasional dapat terjaga.

4. Renesans Renesans merupakan kebangkitan kebudayaan Eropa setelah mengalami berbagai pencerahan dari abad kegelapan. Pencerahan itu lahir dari kesadaran faham Humanisme, Indivisdualisme yang melihat kehidupan dunia secara optimistik dan cerah sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran baru di segala bidang. Hal ini merupakan reaksi terhadap pendangan abad kegelapan yang melihat manusia dan kehidupan adalah semata-mata sebagai kehendak Tuhan. Faham Carpe Diem (pergunakan hari, nikmati hidup), menggusur faham Memento Mori (ingatlah akan Maut) dari masa Abad Pertengahan. Sumber-sumber Renesans: Rasionalisme Yunani, Organisasi Romawi, dan peerkembangan dunia Islam. Francis Bacon: akal budi mengecam ekkuasaan Abab Pertengahan, eksperimen akal, merupakan tiang pengetahuan modern. Leonardo da Vinci: ahli mekanika dan seni rupa

5. Abad ke-18 Aufklarung: masa pencerahan, gerakan budaya, pencerahan pengertian, melawan tajkayul, melawan purbasangka; tumbuh masyarakat borjuis, kelas menengah yang menolak tradisi; tumbuh demokrasi, dan peninjauan tentang perbudakan. Revolusi Industri: , sebagai pengembangan iptek: (1) penaklukan derah baru: gold, gory, gospel. (2) Imperialisme dan Kapitalisme. Revolusi Amerika (1766): demokrasi dan hak-hak individu, dan (2) Declaration of Independence. Revolusi Prancis (1791): Nasionalisme dan Kebebasan