M. Jamiluddin FIKOM -UEU. Alur Informasi  Alur informasi publik di suatu negara ditentukan oleh sistem politiknya.  Negara yang menganut sistem politik.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Dasar Pemahaman Terhadap Kerja Media dan Wartawan
Advertisements

KONSEP DASAR MEDIA RELATIONS
Teori Public Relations
Media Relation dan Media Massa
Penyajian Berita Secara umum berita bisa disajikan dalam bentuk:
PENULISAN LAPORAN BISNIS
Kiat Menulis Artikel Artikel atau yang sering disebut tulisan ilmiah populer adalah opini atau pendapat atau gagasan pribadi seseorang yang sifatnya.
OPINI PUBLIK TM-2 STIKOM PROSIA By: Yang Gusti Feriyanti,M.IKOM.
BUKIT TINGGI 11/5/ DELIBERATE, SUATU KEGIATAN YANG DISENGAJA, MEMILIKI TUJUAN TERTENTU. 2. PLANNED, SUATU KEGIATAN YANG TERENCANA BUKAN SPORADIS.
Asumsi Operasional Agenda Setting Dimensi-dimensi Catatan
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
MANAJEMEN PENERBITAN PERS CETAK
Mengapa Analisis Media itu Penting?
Agenda Setting & Framing
Model Komunikasi Massa
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN STRATEGIC PLANNING AND BUDGETING KELOMPOK 1 6 AK2 . YULIA NOVITA SUPERI JAHUDA
Teori-Teori Komunikasi Massa
Komponen dan strategi komunikasi. komponen komunikasi 1. komunikator 2. Pesan 3. Media 4. Komunikan 5. Efek (pengaruh)
Mass Media Effects SAP 2 Recap by “The Invation of Mars” 30 Oktober 1938; kepanikan 1 juta warga AS karena siaran radio yang menggambarkan serangan.
Dwiyatna Widinugraha S.Sos., M.A.
Teori Normative Media Massa. Pengantar Peran media massa dalam suatu sistem pemerintahan Media massa dalam operasinya tunduk pada sistem politik di mana.
MERANCANG BULETIN DAN PAPAN INFORMASI
PEMBERITAAN dan RELASI MEDIA
ANALISIS KEBIJAKAN DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN
Media Massa dan Demokratisasi
Agenda Setting Pengantar
Komunikasi Massa.
Teori BerMedia.
MEMBUAT PROPOSAL PENELITIAN DAN TUGAS AKHIR
PEMASARAN SOSIAL Opini Publik.
Perencanaan dan Penyusunan Program Media Informasi
Otonomi Daerah di Negara-Negara Berkembang
PERAN MEDIA MASSA MEMBENTUK OPINI PUBLIK Pertemuan 7
MEDIA, PELAYANAN PUBLIK DAN LOGIKA POLITIK Pertemuan 10
MEKANISME PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Penyajian Berita Secara umum berita bisa disajikan dalam bentuk:
BAB II ORGANISASI PENERBITAN PERS Pertemuan 02
Pertemuan -3 Makalah Kertas Kerja Seminar, Artikel Bunga Rampai/Antologi, dan Kumpulan Karangan Karya Editor Yanti Hermawati Modul 3 & 4.
PEMASARAN SOSIAL Opini Publik.
PENDAHULUAN: PENDEKATAN DALAM MEMAHAMI KEKUATAN POLITIK DI INDONESIA
KOMUNIKASI MASSA Pertemuan 11
Start.
Teori – teori Komunikasi Massa Difusi - Inovasi
Kuliah 6 Editorial dan Penyuntingan Berita
KOMPONEN KOMUNIKASI MASSA
TEORI KOMUNIKASI MASSA
PR Writing 1 Topik ke-1: Pengantar Abdurrahman/PR Writing-1/2010.
Teori – teori Komunikasi Massa Difusi - Inovasi
Teori Komunikasi Massa
“Teori Agenda Setting” Komunikasi Massa FISIP UMJ Evindya Dwi Prita ( ) Lia Zuraidah Hasibuan ( ) Imam Latif ( ) Rudi Setiawan.
BERTINDAK & BERKOMUNIKASI
Penyajian Berita Secara umum berita bisa disajikan dalam bentuk:
Komunikasi Publik dan Massa
PERAN SERTA DALAM BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
KONSUMSI TEKS.
DINAMIKA PEMBENTUKAN AGENDA LAMA DAN BARU DALAM SISTEM MEDIA HIBRIDA
FENOMENA PONSEL DALAM SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA
STRUKTUR & ORGANISASI MEDIA
PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK DALAM SISTEM POLITIK (K9 & K10)
Manajemen Lembaga Media
Otonomi Daerah di Negara-Negara Berkembang
SISTEM KOMUNIKASI MASSA
Upaya Komunikasi Polri dan Era Keterbukaan Informasi Publik
Kebijakan dan Keputusan Publik Dalam Perencanaan
Teori Komunikasi Massa 2
Teori BerMedia.
KONTEN MEDIA DAN PENGALAMAN KHALAYAK
Metode “Agenda Setting” dalam Penelitian Komunikasi Oleh: Kelompok 1 & Kelompok 2.
ISSUE DAN MASALAH PUBLIK ( AGENDA SETTING ) ADIE DWIYANTO. N, M.PA.
Teori Komunikasi Massa 2
Transcript presentasi:

M. Jamiluddin FIKOM -UEU

Alur Informasi  Alur informasi publik di suatu negara ditentukan oleh sistem politiknya.  Negara yang menganut sistem politik otoriter (tertutup), arus informasi berlangsung top down.  Negara yang menganut sistem demokrasi (terbuka), arus informasi berlangsung bottom up.

Tiga Agenda Setting  Konsep agenda setting mengenal tiga agenda:  agenda media,  agenda publik (khalayak), dan  agenda kebijakan.  Negara yang menganut sistem tertutup, media massa pada umumnya menonjolkan agenda kebijakan.  Negara yang menganut sistem terbuka, media massa lebih mengedepankan agenda publik.  Peran media dalam agenda setting hanya perantara, yang berfungsi sebagai mediasi antara agenda kebijakan dan agenda publik.

Asumsi Dasar  Diantara sejumlah isu/topik, maka isu/topik yang mendapat lebih banyak perhatian dari media akan makin akrab dengan khalayak dan dianggap penting dalam jangka waktu tertentu.  Khalayak tidak hanya memahami masalah- masalah umum dari media massa, mereka juga memahami betapa pentingnya satu isu/topik dari penekanan yang diberikan media massa terhadap isu/topik itu.

Fungsi Agenda Setting Media  Kemampuan media massa untuk menseleksi dan memberikan penekanan terhadap beberapa isu/topik, menyebabkan publik menerima isu/topik tersebut sebagai isu/topik yang penting.

Prioritas Pentingnya Topik  Setiap hari redaksi menseleksi berbagai informasi yang masuk berdasarkan prioritas pentingnya suatu informasi.  Prioritas pentingnya informasi dalam media massa tercermin dalam penonjolan pemuatan isu/topik tertentu.

 Proses seleksi pentingnya suatu isu/topik ditentukan oleh gatekeeper (redaktur). Proses kegiatannya disebut gatekeeping, yaitu semua bentuk kontrol informasi pada saat memutuskan untuk menyampaikan isu/topik tertentu seperti :  Seleksi  Penonjolan ukuran judul/penempatan  Pengaturan waktu atau ruang pemuatan  Pemotongan  Frekuensi pemunculan  Komponen informasi yang disajikan.

Praktik Agenda Setting di Indonesia  Media massa cendrung melaksanakan fungsi berperan serta dalam mempraktikan agenda setting.  Agenda publik yang idealnya mendapat porsi utama dikemas dengan memasukkan agenda media. Agenda publik menjadi bias, sehingga agenda kebijakan pemerintah yang diambil bias juga.  Agenda kebijakan tidak mendapat porsi yang berimbang di media massa, sehingga publik tidak mengetahui dengan benar apa yang dilakukan pengambil kebijakan.

 Arus informasi dari publik ke pengambil kebijakan atau sebaliknya melalui media terjadi distorsi. Terjadi missperception antara publik dan pemerintah.  Perlu dicari format agenda kebijakan dan agenda publik yang dapat mengalirkan informasi publik agar alur informasi tidak terputus, minimal tidak terditorsi.  Pengambil kebijakan sebaiknya proaktif dalam menginformasikan agendanya kepada publik.

TERIMAKASIH