Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Classroom Action Research)
Advertisements

Metode, Teknik, Instrumen dan Analisa Penelitian
FUNDASI PENELITIAN KUALITATIF
MPK Kuantitatif Program Ekstensi Ilmu Komunikasi Semester Genap 2007/2008.
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN Oleh MUH. YUNANTO, SE., MM.
Pertemuan 1 Kontrak Perkuliahan Puji Hariyanti
CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN IPA
PENELITIAN DAN PENULISAN KARYA ILMIAH
KONSEPTUAL TEORI KOMUNIKASI
Roy Sari Milda, ST.  Penelitian adalah kegiatan untuk mencari atau menjelaskan sesuatu yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan, baik yang bertujuan.
Penelitian Ilmiah Motivasi dan tujuan penelitian
PARADIGMA PENELITIAN ILMU KOMUNIKASI
PENELITIAN KUALITATIF
Paradigma Positivistik & Konstruktivistik
PENELITIAN KUANTITATIF
Metodologi Penelitian Kualitatif Komunikasi
Metode Penelitian II Bobot 3 sks Tujuan : Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah dalam melakukan penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif.
DESAIN (RANCANGAN) PENELITIAN
Bab 2 Penelitian dan proses pengambilan keputusan.
Penelitian Kualitatif
ILMU DAN PENELITIAN Sub Pembahasan : 1) Ilmu dan Penalaran 2) Penelitian ilmiah 3) Proposisi dan Teori Dalam Penelitian 4) Metode Penelitian …next.
METODOLOGI PENELITIAN dan PENERAPANNYA
BAB 1. RISET ILMIAH Dr. Lana Sularto.
Paradigma Ilmu Sosial dan Implikasi Metodologi
Pengertian tentang Ilmu dan Teori Dalam Komunikasi
METODOLOGI PENELITIAN BISNIS
RAGAM DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Ditinjau dari Berbagai Aspek
Perumusan masalah Pembatasan masalah Model perumusan masalah
METODE RISET BISNIS MP-V-2.
RISET KOMUNIKASI Pertemuan 13 Matakuliah: O0062 / Pengantar Ilmu Komunikasi Tahun : September 2008.
ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN
4 BAB II: KAJIAN PUSTAKA.
Metode Penelitian Pendidikan
MASALAH DAN KLASIFIKASI PENELITIAN.
METODOLOGI PENELITIAN LANJUTAN
PARADIGMA PENELITIAN SUATU PENDEKATAN PENELITIAN SELALU MELIBATKAN ASUMSI FILOSOFIS (PARADIGMA) DAN METODE YANG BERBEDA-BEDA.
PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN KUALITATIF
Metode Penelitian Ilmu Politik & Pendekatan Kualitatif
PERTEMUAN 6 Pengertian Metode penelitian Kualitatif, Jenis-jenis Penelitian Kualitatif dan Rumusan Masalah.
Peta Literatur dan Posisi Teori dalam Penelitian Kualitatif
BAB I : Pondasi Penelitian Kualitatif
METODE PENELITIAN KUANTITATIF (2) FIKOM UNIVERSITAS BUDILUHUR.
JENIS-JENIS PENELITIAN
PENELITIAN PEKERJAAN SOSIAL
Rancangan Penelitian Kualitatif
Perumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif
Dr. Susilo, M.Pd. Universitas Mulawarman 2007
PERUMUSAN MASALAH dalam PENELITIAN KUALITATIF
METODOLOGI PENELITIAN HUKUM (KULIAH III)
Penelitian Kualitatif
GROUNDED THEORY APPROACH
PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI
Unit Observasi, Jenis dan Sumber Masalah dan Perumusan masalah
Metode Penelitian Pendidikan
Rancangan Penelitian Kualitatif
PARADIGMA DAN RAGAM PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN BISNIS
Metodologi Penelitian Pendidikan
METODE PENELITIAN ILMIAH
METODOLOGI PENELITIAN
PETA SINGKAT ILMU-ILMU SOSIAL
METODE PENELITIAN DALAM KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Paradigma Pendekatan Penelitian
PENELITIAN KUALITATIF
Langkah Penelitian.
OLEH: KELOMPOK 1 LAILA FITRIYAH LH AHMAD ZWAGERI METODOLOGI PENELITIAN NON-POSITIVISME.
Metode Penelitian Komunikasi – 2
Karakteristik Penelitian Kualitatif
PENELITIAN KUALITATIF
Transcript presentasi:

Masalah Penelitian & Macam-macam Metode Penelitian Kualitatif-Komunikasi dan Jenjang Penelitian Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Dosen : Umaimah Wahid Sabtu, 4 April 2009

Prosedur Pendekatan Kualitatif 1. Memilih masalah 2. Studi pendahuluan 3. Merumuskan masalah 4. Merumuskan anggaran dasar/ konsep utama 4.a. Merumuskan hipotesis bagi penelitian kuantitatif. 4.b. Merumuskan asumsi, konsep utama dalam penelitian kualitatif.

Memilih pendekatan Memilih variabel dan menyusun instrumen. Menentukan dan Menyusus instrumen. Mengumpulkan data. Analisi data Menarik kesimpulan. Menyususn laporan.

MERUMUSKAN HIPOTESIS/ Kosep Penelitian Langkah 1 Memilih Masalah Langkah 2 Studi Pendahuluan Langkah 3 Merumuskan Masalah Langkah 4 Merumuskan Anggaran Dasar Kerangka Konseptual/ konsep penelitian Langkah 4-a Langkah 5 Memilih Pendekatan Langkah 6-a Menentukan Unit analisis Langkah 6-b Menentukan Sumber Data Langkah 7 Menentukan dan Menyusun Instrumen Langkah 8 Mengumpulkan Data Langkah 9 Analisis Data Langkah 8 Menarik Kesimpulan Langkah 8 Menyusun Laporan

Masalah Penelitian Titik tolak penelitian jenis apapun adalah bersumber pada masalah penelitian. Masalah harus dipikirkan dan dirumuskan secara jelas, sederhana dan tuntas. Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi membingungkan. (Guba dan Lincoln , 1994).

Masalah dalam penelitian kualitatif dinamakan “fokus’. Penentuan masalah menurut Guba dan Lincoln (1985:226) bergantung pada paradigma yang dianut oleh peneliti. Tujuan suatu penelitian adalah memecahkan masalah. Proses penyelesaian masalah kualitatif adalah proses dialektif yang berperan sebagai proposisi terikat dan antitesis yang membentuk masalah berdasarkan usaha sintetis tertentu.

Dua Faktor Dalam Mencapai ‘Fokus’ Penetapan fokus dapat membatasi studi. Penetapan fokus berfungsi untuk memenuhi kreteria inklusi-ekslusi atau memasukkan-mengeluarkan suatu informasi yang baru diperoleh di lapangan. * Dengan kata lain penetapan masalah dalam kualitatif bersifat tentatif, artinya penyempurnaan rumusan fokus atau masalah itu masih tetap dilakukan sewaktu peneliti sudah berada di lapangan.

Hal2 yg harus dipertimbangkan dlm pemilihan masalah : 1 * Hal2 yg harus dipertimbangkan dlm pemilihan masalah : 1. Pertimbangan yang tdk termasuk dlm kawasan kriteria ilmiah atau ‘extrascientific criteria’. 2. Pertimbangan yang termasuk dalam kawasan kriteria ilmiah atau ‘scientific criteria’.

Prinsip-prinsip Perumusan masalah: Prinsip yang berkaitan dgn teori dari - dasar. Prinsip yang berkaitan dgn maksud perumusan masalah. Prinsip hubungan faktor. Fokus sebagai wahana untuk membatasi studi. Prinsip yang berkaitan dengan bentuk dan cara perumusan masalah.

3. Tulisan atau karangan ilmiah. 7. Prinsip yang berkaitan dengan hasil kerja kajian kepustakaan. 8. Prinsip yang berkaitan dengan penggunaan bahasa. Tiga sumber awal untuk memperolah tema masalah penelitian : 1. diri sendiri 2. Orang lain 3. Tulisan atau karangan ilmiah.

Perumusan atau penetapan masalah penelitian meliputi hal-hal (Manasse Mallo, 22): Paradigma penelitian yang digunakan oleh peneliti. Nilai dari peneliti yang bersangkutan. Kebereaksian (reactiviry) dalam pelaksanaan pengumpulan data penelitian yg bersangkutan. Metodologi yang digunakan. Satuan analisis yang ditetapkan oleh peneliti. Waktu penelitian tersebut dilaksanakan.

Struktur Masalah Jujun S. Suriasumantri (1988) Kajian Kerangka dan Pengajuan Hipotesis ‘Kerangka Konseptual’ Metodologi penelitian Analisis Hasil Penelitian Ringkasan dan Kesimpulan

Signifikansi Penelitian PRAKTIS Jawaban yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk tujuan dan kepentingan praktis TEKNIS Usaha untuk menjawab masalah penelitian melahirkan teknis/metode penelitian, pengukuran, pengamatan dsb, yang lebih valid dan reliable SOSIAL Jawaban yang diperoleh bermanfaat bagi pembentukan kesadaran, pengetahuan serta sikap masyarakat atau kelompok sosial tertentu AKADEMIS Jawaban yang diperoleh menyumbang pemahaman ilmiah, pembentukan konsep atau teori baru, perbaikan atau modifikasi teori yang telah ada, mengisi gap dalam suatu teori, dsb

Konsep, Konstruk dan Variabel Konsep adalah abstraksi yang berbentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus. Konsep merepresentasikan sesuatu (benda) yang merupakan hal yang diobservasi atau imaginasikan (Chaffe, 1991, P.1)

Variabel bebas dan Variabel tak bebas. . Konstruk, menrupakan konsep yang dapat diamati setelah dibatasi sebelumnya. . Dalam penelitian, konsep yang digunakan harus dibatasi sehingga menjadi jelas, fokus dan hanya meneliti sesuai konsep yang dimaksud oleh peneliti. 3. Variabel Dalam penelitian variable adalah konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. Bilangan tersebut utk mengukuti tingkat suka, tidak suka, tidak tahu dll, sesuai yg ditentukan oleh peneliti. Variabel bebas dan Variabel tak bebas.

Unif Of Analysis The Unit of analysis is the thing – the individual, the collectivy, the object, the event- being studied and about which data are being collected (Babbie, 1992,p.68). Unit Analisis ada tiga, yaitu: 1. Univariate , fokus atas pengujian distribusi jawaban pada satu variabel. 2. Bivariate, pengujian atas hubungan dua variabel. 3. Multivariate, Pengujian/pengukuran yang dilakukan pada lebih dua variabel.

Tiga Paradigma Ilmu Sosial- Ilmu Komunikasi POSITIVISM SOCIAL SCIENCE Menempatkan ilmu sosial seperti ilmu alam, yakni suatu metode yang terorganisir untuk mengkombinasikan ‘deductive logic’ dengan pengamatan empiris, guna secara probabilistik menemukan-hukum sebab akibat yang bisa dipergunakan memprediksi pola-pola umum gejala sosial tertentu. Contoh Teori/Penelitian Liberal political-economy (mainstreams) Agenda setting, teori-teori fungsi media Cultivation theory, Symbolic interactionism (Iowa School) Uses & gratification The covering law model

INTERPRETIVE SOCIAL SCIENCE Memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap ‘socially meaningly action’ melalui para pelaku sosial dalam setting sehari-hari yang alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana para pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara/mengelola dunia sosial mereka. Contoh Teori/Penelitian Cultural/constructivism political-economy (Golding &Muldock) Phenomenology/ ethnometodology Symbolic interactionism (Chicago School) Constructionism (e.g., social construction of reality – Berger)

CRITICAL SOCIAL SCIENCE Mendefinisikan ilmu sosial sebagai suatu proses yang secara kritis berusaha mengungkapkan ‘the real structures’ dibalik ilusi, false needs, yang dinampakkan dunia materi, dengan tujuan membantu membentuk kesadaran sosial agar memperbaiki dan merubah kondisi kehidupan mereka. Contoh Teori/Penelitian Structuralism political-economy (Schudson) Instrumentalism Political ekonomy (Chomsky, Gramscy, Ardono) Theory of Communication Action (Habermas)

Tipe Penelitian /Jenjang Analisis Dalam Penelitian EKSPLORATIF Bagaimanakah tipologi karakteristik iklan televisi di Indonesia DESKRIPTIF Karakteristik tipologi iklan yang paling dominan di Indonesia EKSPLANATIF Bagaimana efek masing-masing tipe iklan terhadap proses rekonstruksi masyarakat konsumtif di Indonesia EVALUATIF Badaimana efektivitas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam melakukan kontrol terhadap content tanyanga televisi.

Jenis Penelitian Kualitatif -Komunikasi 1. Case Study - Comparative case study 3. Historical research 4. Grounded Research 5. Discource Analysis – Critical Discourse Analysis 6. Critical Discource Analysis 7. Framing Analysis 8. Feminist media Research 9. Focus Group Disccusion (FGD)

10. Interviewrs 11. Essay 12. Legal/regulatory/policy analysis. 13 10. Interviewrs 11. Essay 12. Legal/regulatory/policy analysis. 13. Literature review/meta-analysis. 14. Filed observation 15. Participant observation/ action research. 16. Ethnographic Methods 17. Focus Groups 18. Other methods

Penelitian Kualitatif; Teori: Teori Interaksionis simbolik Teori Kritikal (Feminist, Communication Action Habermas dll. Teori-teori konstruksivisme –Konstruksi sosial media massa, teori peran dll Dll.

Baca Kembali : Nueman L., Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches, Third Edition, 1997) Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Komunikasi, 2003. Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, dilengkapi contoh analisis statistik, 2005. Manase Malo dan Sri Trisnoningtias, Metode Penelitian Masyarakat, UI, 1996. Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Rosda Karya, Bandung, 1995 Stephen W. Littlejohn, The Theories of Human Communication, 1999. Norman K. Dwnzim, Yvanna S. Lincoln (eds), Hanbaook of Qualitative Research, al. 109. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Handbook of Media Management and Economics, eds by Alan B. Albarran, Sylvia M.Chan-Olmsted and Michael O. Wirth, 2006. (baca: Part III, h. 523 – 600).