Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
GAYA BELAJAR Dr. MEL SIBERMAN
Advertisements

Perkeretaapian Khusus Tahap III Tahapan Menuju Perubahan Regulasi Jakarta 21 Juni 2011.
PENUGASAN & PERENCANAAN PENGAUDITAN
PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNGJAWAB KEUANGAN NEGARA
RUPS Pengesahan Laporan Keuangan PT. Jamsostek (Persero) Tahun 2005
WORKSHOP WELCOME to STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 PEKALONGAN
Pemahaman Struktur Pengendalian Intern
Pendahuluan Audit Sektor Publik
UNIVERSITAS GUNADARMA
Laporan Hasil Kegiatan Audit
Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan
Pemahaman atas Struktur Pengendalian Internal
PELAKSANAAN PENUGASAN AUDIT
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Jenis Audit ( Pertemuan ke-3)
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
di AUDIT SISTEM INFORMASI (AUSI) Oleh Ir. H. SUMIJAN, M.Sc
TINJAUAN UMUM AUDIT KEUANGAN NEGARA
Software Quality Assurance
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PENGELOLAAN KEUANGAN
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Andrian Noviardy,SE.,M.Si.
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
AUDIT MANAJEMEN.
PENGENDALIAN INTERNAL
BAB 12 Etika Dalam Kantor Akuntan Publik
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Konsep Dasar Manajemen dan Paradigma Manajemen yang Berubah
SPAP, LAPORAN AUDIT, ETIKA PROFESI DAN KEWAJIBAN HUKUM
PENGENDALIAN INTERNAL Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
AUDIT MANAJEMEN.
Administrasi Data dan Basis data
ASSALAMUALAIKUM Wr.. Wb...
PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN
BAB VIII STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN
Pendekatan Operasional Audit Internal
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan Syariah
INTERNAL AUDIT Pengertian Pemeriksaan dan Pelaporan atas Kontrol TM 2
AUDIT INTERNAL Tujuan Program Audit
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
UNIVERSITAS MERCU BUANA 2012 RESKINO, SE, M.Si, AK
AUDIT MANAJEMEN Asas asas manajemen.
PENGENDALIAN INTERNAL
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
PENGERTIAN TSI Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan.
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
G o o d C o r p o r a t e G o v e r n a n c e ( G C G )
AUDIT INTERNAL Ikhtisar tentang Filosofi Auditor Eksternal
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
AUDIT MANAJEMEN Asas asas manajemen.
PEMERIKSAAN OLEH INTERNAL AUDITOR
AUDIT INTERN.
PEMERIKSAAN AKUNTANSI
PARADIGMA BARU PENGAWASAN INTERNAL
PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN
OPERATIONAL AUDIT CONTROL OF INTERNAL SYSTEM (Sistem Pengawasan Pelaksanaan Audit Internal)
Pemahaman Struktur pengendalian intern
PENGENDALIAN INTERN Suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personalia lain, yang dirancang untuk memberikan jaminan tentang.
Transcript presentasi:

Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA INTERNAL AUDIT Materi 1 Oleh Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA

Internal Audit : Aktivitas penilaian secara independen dalam suatu organisasi untuk meninjau secara kritis tindakan pembukuan keuangan dan tindakan lain sebagai dasar untuk memberikan bantuan bersifat proteksi (melindungi) dan konstruktif bagi pimpinan perusahaan. (Amin Wijaya Tunggal, 1995:51)

Fungsi Internal Audit : Sebagai mata dan telinga manajemen, karena manajemen butuh kepastian bahwa semua kebijakan yang telah ditetapkan tidak akan dilaksanakan secara menyimpang. (Robert Tampubolon , 2005:1)

Tujuan Internal Audit : Meyakinkan keandalan (reabilitas dan integritas) informasi; kesesuaian dengan berbagai kebijakan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang-undangan; perlindungan terhadap harta organisasi; penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien, serta tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. (Hiro Tugiman, 2006:44)

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Yaitu Pemeriksaan tentang sejauh mana kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur telah dilaksanakan, meliputi: Ketaatan terhadap prosedur akuntansi Ketaatan terhadap prosedur operasional Ketaatan terhadap peraturan pemerintah Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Yaitu Pemeriksaan yang menujurus pada pengukuran akuransi dan kehandalan berbagai laporan dan data manajemen serta evaluasi manfaat dari laporan tersebut yang akan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Pemeriksaan intern harus dapat menyatakan bahwa pengendalian intern yang ada benar-benar dapat diandalkan untuk memberikan proteksi terhadap aktiva perusahaan Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Pemeriksaan intern merupakan bagian dari struktur pengendaloan intern yang bersifat mengukur, menilai, dan mengembangkan struktur pengendalian intern yang ada dari waktu ke waktu mengikuti pertumbuhan perusahaan. Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Suatu kegiatan pemeriksaan intern dalam suatu area operasional tertentu yang sangat luas sehingga membutuhkan keahlian khusus. Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

Kegiatan Utama Pemeriksaan : Merupakan tindak lanjut dari evaluasi terhadap area-area dimana rekomendasi yang akan disusun hendaknya memperhatikan pula rekomendasi-rekomendasi sebelumnya. Kegiatan Utama Pemeriksaan : Complience test Verification Protection of Assets Appraisal of Control Appraising Performance Rocommending Operation Improvements

PERDEBATAN MENGENAI PERAN INTERNAL AUDIT Jenis Usaha FAKTOR PENTING PERKEMBANGAN INTERNAL AUDIT PERDEBATAN MENGENAI PERAN INTERNAL AUDIT Jenis Usaha Luas Kegiatan Usaha Jumlah dan Kualifikasi Staff Belum adanya Standar Proses Audit Lingkup Audit Pernyataan Pendapat

PENTINGNYA PENDEFINISIAN PERAN LANJUTAN ………………. PENTINGNYA PENDEFINISIAN PERAN Pendefinisian Peran sangat penting, dan harus disesuaikan dengan kondisi atau keadaan organisasi. KRISIS IDENTITAS PENGAWAS INTERNAL Keengganan Menjadi Internal Auditor Menganggap Akuntan Publik sebagai pesaing

KEBINGUNGAN PIHAK MANAJEMEN Yang membentuk adalah manajemen LANJUTAN ………………. KEBINGUNGAN PIHAK MANAJEMEN Yang membentuk adalah manajemen Untuk mengawasi Pekerjaan Manajemen Dan menyatakan pendapat tentang kinerja manajemen

LANJUTAN ………………. PERAN DASAR AUDIT INTERNAL Audit Internal berperan untuk ada di dalam perusahaan Mempunyai peran untuk mengembangkan dan mempertahankan staf pengawasan internal yang berkualitas dan jumlah yang sesuai dengan lsifat dan ukuran Perusahaan Berperan untuk menerapkan program pemeriksaan yang pantas, yang dirancang untuk memastikan kehandalan sistem pengendalian akuntansi yang dimiliki perusahaan. Berperan untuk melapor kepada dewan komisaris secara periodik, sehubungan dengan baik tidaknya sistem pengendalian.

PERNYATAAN TENTANG TANGGUNG JAWAB AUDIT INTERNAL Berfungsi sebagai pedoman bagi Audit Internal dan Bagi Manajemen dalam usaha mereka untuk mengoptimalkan peran fungsi audit internal Berguna untuk membantu manajemen dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Pernyataan tersebut dilenmgkapi dengan berbagai analisis, penilaian, rekomendasi, nasehat, dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksa.

ISI PERNYATAAN AUDIT INTERNAL Cukup tidaknya pengendalian internal Kualitas pelaksanaan dalam menjalankan tanggung jawab yang diberikan Reliabilitas dan integritas laporan keuangan dan operasional Kesesuaian dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan pengatran Verifikasi dan perlindungan harta Efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya

APA YANG DILAKUKAN DALAM AUDIT INTERNAL Memastikan ( menentukan dan memverifikasi) Menilai (mengevaluasi dan menaksir) Merekomendasi (memberi saran)

BEBERAPA ANGGAPAN YANG MENYESATKAN Audit Internal adalah mata dan telinga manajemen Audit internal dianggap suatu pengendalian yang dilaksanakan dengan cara memeriksa dan mengevaluasi kecukupan serta keefektifan pengendalian lainnya. Control of Last Resort (pengendalian terakhir)

FUNGSI REKOMENDASI Audit Internal juga berfungsi sebagai Konsultasi Internal, dengan pengalamannya akan dapat memebrikan rekomendasi dalam pemecahan permasalahan. Apabila suatu organisasi memiliki satuan audit internal yang sangat kompeten, loyal dan berdedikasi, maka permintaan bantuan dalam memecahkan permasalahan adalah hal yang wajar.

KEBEBASAN PEMERIKSAAN Bukan Suatu Hak, Melainkan Suatu Kewenangan Pada umumnya ketika pengawas mengawali karirnya, pengawasan internal memiliki konsep tentang kebebasan yang tidak realistis; Tidak ada pembatas sumber informasi Kewenangan memeriksa apapun dan kapanpun Bebas menyatakan sesuatu apa adanya Didukung sepenuhnya oleh manajemen / pimpinan

Gaya Kebebasan Pemeriksaan Orang Luar Gaya ini didasarkan pada anggapan bahwa fungsi pengawasan intern mewakili kepentingan atau sudut pandang pihak luar organisasi 2. Wakil Manajemen Gaya ini didasarkan pada anggapan bahwa pengawas internal bertindak sebagai wakil manajemen senior dan dewan direksi

LANJUTAN ………………. Otonomis Gaya kebebasan pemeriksaan yang otonomis mencerminkan anggapan bahwa pengawas internal memiliki suatu kebijakan dan misi khusus yang menyebabkan ia dapat menentukan penyelesaian setiap persoalan secara sendirian Absolutis Gaya kebebasan absolutis didasarkan pada anggapan bahwa audit internal memiliki kewajiban etik untuk menyatakan sesuatu seperti apaadanya dan berpegang teguh pada pendiriannya tak peduli apapun yang akan terjadi

Bebas Dari Pihak Yang Diperiksa Kebebasan pemeriksaan adalah suatu status khusus yang terdapat dalam organisasi, dan pengawas internal mendapat status tersebut dari manajemen Kebebasan pengawas internal tidak berkaitan dengan pihak manajemen dan dewan direksi namun berkaitan dengan aktivitas yang diperiksanya. Pengawas internal memiliki kebebasan apabila mereka dapat melaksanakan pekerjaannya secara bebas dan obyektif.

Konflik dengan Pihak Manajemen Alat Pihak Manajemen Pengawasan internal adalah alat bagi manajemen sebagai fungsi pengendalian dan kontrol dalam organisasi Konflik dengan Pihak Manajemen Kemungkinan konflik dapat terjadi, sehubungan dengan kasus serius secara prinsip bukan merupakan hal yang hanya dialami oleh pengawas internal dan tidak perlu diperhitungkan dalam suatu hubungan normal antara pengawas internal dengan manajemen. Ex. Manajemen menyuruh sesuatu yang bertentangan dengan etika pemeriksaan.

Sifat Kebebasan Pemeriksaan Kebebasan pemeriksaan mempunyai dua aspek; Pemisahan organisasioal dari aktivitas yang diperiksa Tujuan pemisahan organisasional adalah melindungi pengawas internal dari rasa keberpihakan, ketakutan, loyalitas, serta ambisi yang berpengfaruh terhadap aktivitas pemeriksaan Status yang memadai dalam organisasi secara keseluruhan Tujuannya agar jelas statusnya dan pertanggungjawabannya.

Lima Syarat Penting Keberhasilan Pemeriksaan Akses Objektivitas Kebebasan Berpendapat Ketekunan Ketanggapan